
Reyhan saat itu memang berniat untuk keluar untuk beristirahat karena ia bisa merasakan kalau kondisi tubuhnya memang masih sebaik yang dia perlirakan, “Sebagai kondisi tubuh masih belum pulih sepenuhnya bos?” balas Nasruddin.
“Seperti yang kau lihat, tapi masih ada beberapa hal yang harus kulakukan tadi sehingga aku memang harus memaksakan diri untuk selesai.” Jawab reyhan.
“Ya, tapi seperti kondisi dari Vanessa juga tidak sebaik yang kita bayangkan,” balas Nasruddin yang melihat dari layar monitor situasi medang perang yang mereka alami saat ini.
“Kenapa bukankah mereka melakukan semuanya dengan baik,” balas Reyhan.
“Ya, tapi sepertinya taktik musuh juga berlangsung dengan sempurna, Vanessa bersama dengan sekuatnya memang berhasil untuk bertahan, tapi mereka rugi bertahan karena semua bantuan yang mereka harapkan tidak datang,” jelas Nasruddin menjelaskan situasi perang saat ini.
Terlihat Aether memberikan beberapa saran kepada vanessa, sarang tersebut, adalah sebuah sarang yang membuatnya harus keluar dari posisi bertahan itu dan mencoba segala cara untuk bertarung dengan sepenuh hati.
Reyhan menyarangkan ini karena mereka sudah tidak memiliki harapan ada baiknya mereka berperang secara penuh, dengan berharap sebuah keberuntungan mereka dapat memenangkan pertempuran yang terjadi saat itu.
“Coba buka bagaimana perkembangan pertempuran yang satunya?” ucap Aether.
“Baik,” balas Nasruddin.
Nas segera membuka siaran yang terjadi, bantuan mereka sebenarnya adalah orang dari guild garuda. Rencana mereka berjalan dengan baik tapi entah bagaimana rencana ini diketahui oleh Musuh.
“Cihh,”
Reyhan kesal karena ia tahu kalau Guild garuda tidak akan bisa menerobos pengepungan tersebut, pengepungan ini dilakukan oleh para Orc yang entah bagaimana bisa merubah arah bace pertempuran dan langsung muncul di sana.
Hal ini memperkuat kalau sebenarnya dibalik para Orc seperti ada campur tangan dari para penganut gereja kegelapan disana. awalnya ia ingin melihat penyergapan ini dan mencari tahu apakah Ada harapan untuk vanesa mengharapkan bantuan dari Arjuna.
Tapi lihat seperti itu bantuan yang mereka harapkan tidak akan datang dan mereka hanya bisa berharap dengan kekuatan sendiri, karena sudah seperti itu reyhan berniat untuk pergi istirahat karena ia sudah tidak bisa melakukan apa apa karena soal perang ini.
“Bos Sebelum pergi sepertinya kau harus melihat ini,” ucap Nasruddin.
Mendengar itu Reyhan segera melihat apa yang ingin diperlihatkan Nasruddin kepadanya, yang ternyata itu berada dalam wilayah, perbatasan dari kekaisaran atau lebih tepatnya wilayah utama dari pertempuran para Orc.
Yang tiba tiba disana muncul seorang Elf yang mengamuk dan membunuh orang orang yang bersalah dari kekaisaran sehingga itu memberikan kesempatan untuk para oc memberikan pukulan besar bagi pasukan dari kekaisaran.
“Sepertinya dalam perang ini mereka memang ditakdirkan untuk kalah,” ucap Reyhan tersenyum dan meninggalkan Nas yang bingung karena ucapannya.
Alasan kenapa Reyhan mengatakan hal itu tidak lain karena Elf yang terkirim kesana tidak lain adalah Baron gurunya, yang sepertinya Baron melakukan itu untuk membuat para petinggi gereja Kegelapan yakin kalau kesetiaannya itu masih ada.
Sehingga Reyhan hanya bisa berduka cita karena dari banyak tempat Baron harus berteleportasi kesana, tapi dengan terkirim nya Baron kesana memang membuat pihak dari Aether memang bisa lebih diuntungkan.
“Bos, ada telepon dari ibu Vanesa untuk menjemput Mila, tapi melihat kondisi sekarang.....” ucap Daniela ragu ragu.
Ia tahu arah dari ucapan daniela, “Tapi bos, aku dengar kau kembali merasa tidak enak badan?” balas Daniela ragu.
“Sudahlah, itu hanya perasaan sedikit kelelahan, jangan menganggap remeh tubuhku yang penuh dengan otot ini,” balas Reyhan yang mengambil kunci motor karena jarak dari sekolah Mila dari tempat ini lumayan jauh.
“Hatihati Bos,” akhirnya daniela hanya mengcapkan basa basi kepada reyhan.
Ia sebenarnya ingin meminta orang lain namun orang yang cukup dekat Mila semuanya memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditunda jadi terpaksa reyhanlah yang menjado orang yang harus berkorban hal tersebut.
“Oh, ia kemarin aku akan memasang beberapa potion dan elixir dalam forum apakah semua itu sudah terjual?” tanya Reyhan.
Beberapa potion dan elixir yang tersisah dari pertarungannya melawan para ogre ia mencoba menawarkan kepada pelanggan nya dan Sampai sekarang ia belum mendapatkan laporangnya dari Daniela.
“Maaf bos, aku masih belum sempat melaporkannya, tapi intinya semua potion dan elixir yang bisa pasang semuanya terjual kurang dari 2 jam.”
“kurang dari dua jam, Sepertinya tokoh kita benar benar mencapai popularitas terbaik yang mereka miliki,” gumam Reyhan.
Tentu reyhan saat ini sangat bangga dengan kerja kerasnya hingga bisa membangun sebuah tokoh yang sudah seperti ini ia tidak akan membanyakan bagaimana mereka tahu kalau saat ini Reyhan akan menjual sebuah relik.
Sebagai tanda terbukanya Aliansi mereka bersama para Dwarf, Reyhan mendapatkan hadiah berupa 4 buah relik buatan, dan jika ditambah sekarang ia memiliki satu lagi relik asli.
Bisa jadi Reyhan akan diincar oleh banyak orang karena semua itu, tapi karena Reyhan Sudah memiliki rencana lain maka ia tidak perlu menjual melalui perusahaan dagang mereka.
Mila cukup senang melihat orang yang menyebutnya adalah Reyhan, yang memang setelah acara sekolahnya kemarin reyhan menjadi orang yang cukup terkenal di sana, dan sering kali Mila akan membangakan reyhan kepada teman temannya.
Setelah Pulang Reyhan juga mengajak Mila untuk singa makan seperti Ekskirim, dan beberpa makanan kesukaaannya, “Pokoknya nanti, kalau Mila pulang dengan kakak vanesa jangan membuatnya marahnya,” ucapnya kepada Mila.
Ia tahu setelah Vanesa keluar dari permainan Moodnya pasti akan benar hancur, jadi sebelum Milla membuat masalah reyhan mengambil inisiatif untuk mengingatkannya, sehingga semua orang bisa bahagia karena itu.
Mila tidak mengerti ucapan dari Reyhan sehingga Reyhan peluh menjelaskan lebih sabar, Mila sempat mengira kalau reyhan Sedang berkelahi dengan Vanessa, jadi Reyhan perlu menjelaskan kalau Ia tidak ada apa apa dengan Vanesa.
Ia menhabiskan banya hal dengan Mila, sebelum mereka pulang, disana ia benar benar melihat Vanesa sedang dalam keadaan yang tidak baik baik saja.
Ia terlihat murung karena mungkin ia kalah dalam peperangan ini, “Tentu sebelum reyhan terlambat pulang ia sudah mengirimkan pesan kepada orang orang di kantor untuk tidak mencarinya, Sehingga saat Reyhan terlambat pulang.
Melihat Reyhan pulang bersama dengan Mila Vanessa terlihat tidak banyak bicara dan langsung mengajak Mila untuk langsung pulang kerumah. Karena Mila Sudah di igatkan oleh Reyhan, ,membuatnya menuruti apapun yang dikatakan Vanessa.
Melihat itu reyhan memberikan jempol kepada mila, dan ia masuk dan melihat apa yang terjadi Sehingga Vanesa bisa terlihat sangat murung