VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
performa dari Kumara yang mengejutkan



Leon saat ini tidak ada di gereja karena memang ia sudah berfokus untuk membantu Sidu untuk mendapatkan posisi lebih tinggi dalam kekaisaran, hanya ada beberapa anggota eksekutif mereka yang terlihat ada disana, jadi Aether hanya menyapa mereka dan menyampaikan kalau ia titip salam kepada mereka.


 Ia mendiskusikan keputusan gereja Gaia untuk membantu Aether juga memambangun Sebuah Gereja di desanya, “Jika memang Kau ingin menciptakan sebuah desa para Mahluk hidup disana bisa hidup berdampingan tentu niat mulia Seperti itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, Setelah Pembangunan gereja utama di ibokota kerajaan matintagae, Kami akan langsung membuat Gereja di takkalasi  lengkap dengan portal Sehingga kau bisa lebih mudah untuk berpindah pindah ketempat ini.”


Yang ternyata Nomos juga sangat setuju dengan rencana Aether untuk membuka sebuah daerah dimana Sebuah desa tidak ada diskriminasi Ras di dalamnya, Walaupun Cita cita Aether tidak semulia itu.


Ia sudah sangat senang kalau rencana berjalan dengan baik, “ karena sudah seperti ini, aku akan pergi lebih dulu, aku akan menunggumu disana, saat kalian telah sampai kita akan langsung melakukan serangan kepada para ogre.


Bagi Aether, sekarang ia  yang  perlukan adalah melakukan penyelidikan tentang lawan mereka nantinya. Ia sudah mendapatkan Kabar dari North yang lebih dulu mengecek daerah sekitar tempat para ogre berada ia menemukan Kalau di tempat itu ada Sebuah daerah dimana ada suku dwarf yang sepertinya mereka sedang ditahan.


Hal ini memperkuat kecurigaan Nomos kalau sepertinya ada campur tangan dari gereja kegelapan dalam pergerakan para ogre ini Sehingga Aether disuruh berhati-hati karena ini sepertinya bukan menjadi misi tidak mudah diselesaikan.


Aether sempat menanyakan orang orang yang berasal dari padepokan apa telah sampai, tapi North menjawab tidak ada orang dengan ciri yang Aether maksud datang ke tempat mereka.


. . . . . . . . . . . . . . . . ..  . . . .


Di medan perang yang berbeda,  sebuah kejadian yang tidak terduga terjadi dimana Aiko datang langsung komandan perang dan berusaha memimpin langsung medan pertarungan, ini membuat Yuno sakit kepala bukan main karena khawatir kalau mereka akan kalah dalam pertempuran ini dan malah akan berbahaya kepada Aiko itu sendiri.


Tapi siapa yang menayangkan kehadirannya malah membuat semangat para prajurit yang menjadi berapi api, Aiko bahkan memberikan saran kepada Yuno tentang apa yang harus mereka lakukan untuk melawan Musuh.


“Apa ini efek dari menjadi seorang ratu?” gumam Yuno dalam hati melihat perubahan aiko yang cukup banyak.


Seperti yang mereka duga dalam penaklukan tambang tersebut mereka bisa memenangkannya dengan mudah, Sehingga para prajurit lawan secara penuh dilakukan untuk mengambil kembali  tambang.


Hal pertama yang Yuno dan Aiko lakukan adalah membuat pembicaraan dengan palima perang musuh, dengan berusaha melakukan negosiasi.


Semua ini ia lakukan untuk membuat buang buang waktu , dan ia tahu kalau negosiasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik , dan memang benar ia membuat negosiasi tersebut tidak berjalan dengan seharusnya.


Sehingga terpaksa mereka harus berperang untuk memperebutkan tambang, dimana Yuno dan Aiko berada dalam posisi bertahan


Aiko sama sekali memperlihatkan diri Sebagai ratu disini melainkan sebagai seorang jendral yang berusaha bertarung dalam medan perang. Semenjak apa yang terjadi dalam kekaisaran bone, Cobra dengan rutin berlatih dengannya itu membuat Aiko berani turun dalam medan perang Seperti ini.


Ia juga belajar berbagai hal dalam perang, karena ia tahu apa yang akan Aether lakukan dengan kerajaannya, dan ia memang sadar akan hal tapi ia tidak menolaknya karena mereka memang harus berkembang jika tidak  kejadian yang sama saat mereka di serang para goblin akan terulang lagi.


Apalagi Saat ia mendengar dari orang dari gereja gaia yang terus mendiskusi pergerakan dari gereja kegelapan yang terus menjadi jadi, Sehingga mereka memang memerlukan persiapan.


Di tempat mereka ada Seorang kapten kecil yang sangat menrik perhtian, itu tidak lain adalah kumara yang sudah di utus kemari untuk mebantu perang di kerajaan marintagae, cara bertarungnya yang sangat kuat, bagaimana ia mengatur pasukan itu sudah setara dengan para komandan pasukan di kerajaan kecil.


“Jika ia tidak memiliki penampilan Seperti itu anak itu sudah di bunuh oleh Aether sejak lama,” balas Cleo yang mendengar Yuno, Aqua dan Aiko sedang mendiskusikan performa dari Kumara yang sangat baik.


Ia adalah saksi hidup bagaimana kerasnya Aether mendidik mereka untuk terus bertambah kuat, itu terbukti dalam umurnya yang Segitu ia tidak perlu mengikuti pelatihan melainkan langsung turun langsung dalam medan perang.


Ia bahkan tidak ragu untuk memimpin orang yang lebih tua darinya  jika memang jabatan yang dia miliki lebih tinggi dari orang tersebut.


Cobra juga mengangguk setuju, jika mengiat bagaimana cara Aether melatih kedua anak itu, ia merasa latihannya dulu dalam Sebuah organisasi pembunuh tidak ada apa-apanya.


Kumara sudah mendegar dari Cleo tentang Zegion yang bergabung dalam sebuah pasukan khusus di kekaisaran, sehingga mungkin ia tidak mungkin bertemu dengan zegion dalam waktu yang cukup lama.


Mendengar itu Ia langsung semangat, semangatnya ini tidak lain adalah semangat tidak ingin mengalah dan dalam pertemuan mereka nantinya mereka akan membuktikan siapa diantara mereka yang lebih kuat.


Ia hanya tidak tahu kalau beberapa tahun kedepan mereka akan benar-benar bertarung, satu akan mewakili putih dan yang lainnya akan mewakili hitam, dan menjadi drama persaudaran paling rumit yang adalah alur cerita Vof.


Tambang ini terletak dalam sebuah gunung yang hanya bisa dinaiki oleh Sebuah jalan setapak. Sehingga sangat sulit untuk dinaiki oleh banyak orang sekaligus hal itu dimanfaatkan oleh Kumara untuk membentuk sebuah formasi untuk menjatuhkan lawan lawan dari gunung ini.


Fokus mereka untuk membunuh lawan tapi membuat mereka jatuh  dari gunung dan mereka tidak bisa naik.


Hal ini membuat musuh frustasi dan berusaha mencari jalan lain untuk nak keatas sana, dan salah satu jalannya adalah melalui jalur perambangan yang memang sudah d gali.


Walaupun mulut tambang ini ada di puncak gunung tapi karena gunung atau bukit ini sudah lama tergali membuatnya memiliki beberapa jalan untuk keluar hal itu dimanfaatkan oleh musuh untuk menyerang secara diam-diam.


Pertarungan dalam perang di boleh ada sebuah serangan dalam malam hari begitulah seharusnya tapi sepertinya itu berusaha dilanggar musuh. Tapi saat mereka masuk mereka menemukan orang dari manrintage yang berusaha pergi melalui  jalur ini.


 Sehingga mereka berusaha menangkap mereka, orang tersebut yang teyata mereka adalah Kumara yang bersama dengan pasukannya.


Dan saat yang tepat Kumara memberikan perintah dan “Boom,” mereka berhasil mengalahkan  pasukan musuh dengan mudah.