VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
tertangkap



Tidak ada pemain yang membenci monster yang mudah untuk di buru, kaya pengalaman dan memberi hadiah item.


Namun pemain secara alami akan berbondong-bondong ke tempat berburu di mana monster seperti ini muncul. Tidak seperti game lain dimana Tingkat kesulitan dari VOF yang sangat tinggi, dan tingkat hukuman saat mengalami kematiaan yang juga lumayan tinggi, sehingga secara tidak sadar para pemain akan berusaha menghindari dan lebih memilih tempat berburu yang mudah dan Aman.


Tapi begitu seseorang mengalami berada di tempat perburuan yang dimana ada lebih banyak pemain dari Pada monster yang akan diburu, saat itulah mereka akan mengalami konflik batin dimana mereka berpikir untuk mencari tempat yang lebih sepi.


Daripada hanya melihat pemain lain, akan lebih baik untuk berburu di daerah yang tidak populer.


Tentu saja, ketika pikiran seperti itu di bawah ke tindakan, sebagian besar akhirnya melihat darah, Atau berakhir mati sia-sia.


Aether bersama dengan Rangga menemukan sesuatu yang menarik saat mereka berkeliling dari tempat ini, Ia bisa melihat kalau di tempat ini, tidak hanya berada monster kadal semata, tapi ada satu kelompok lainnya.


Tapi ada satu monster yang sepertinya malah menjadi predator bagi para lizardman yang ada disini, itu adalah berbagai Laba-Laba yang jika ia perhatikan lebih detail itu hanya monster berlevel rendah.


Ukurannya yang tidak besar membuat semua orang yang melihatnya pasti akan menganggap remeh monster monster ini, tapi saat mereka Akan menyerang mereka dipastikan mendapatkan kematian yang sangat instan.


Aether mulai berpikir kalau sebenarnya yang membuat Hutan ini sangat berbahaya bukanlah para Lizardman, itu melainkan para laba-laba peledak ini


Exploding magic spider


Level : 10


Hp: 1350


Keterampilan pasif: setelah mati, rentang 1 detik, itu akan melepaskan energi yang tersimpan dalam tubuhnya dan memberikan jumlah kerusakan 500 poin yang merusak semua target yang terletak dalam radius melingkar 1 meter.


Saat melihat keterampilan pasif yang mereka miliki bahkan Aether mengerti kenapa Ini akan sangat merepotkan, dengan jumlah mereka yang sudah seperti melawan seekor semut, dengan perhitungan orang bodoh pun sudah tahu kalau melawan mereka hanya akan bunuh diri semata.


Tapi Aether bisa melihat kalau ia memang berhasil mendapatkan celah dari monster ini, maka ini tidak hanya menjadi monster yang berbahaya, tapi menjadi sumber exp semata.


Karena saat melihat pertarungan antara para lizardman dengan sekolapok laba-laba peledak, ia bisa melihat radius ledakan dari satu laba-laba tidak memilih teman maupun lawan sehingga jika kita berhasil membunuh satu laba-laba sudah di pastikan kita bisa membunuh satu kawan mereka. 


Tapi setelah beberapa saat ia mengetahui kalau jumlah mereka memang tidak main-main, jika gomblin bisa menghasilkan puluhan dalam hitungan jam, ia bisa tahu ini kalau para laba laba ini dapat menghasilkan monster dalam hitungan detik.


Ia sempat keluar untuk mencari tahu jenis- jenis monster laba laba yang ada Di Vof, dan ia menemukan kalau laba-laba peledak ini merupakan salah satu dari bos dan paling menakutkan bagi para pemula.


Karena memang dari awal, ia memang sudah terpimpin oleh Seekor ratu yang katanya dapat menghasilkan setiap Lima detik  anak laba-laba.


Namun ia merasa tantangan yang lebih besar untuk memburu para Laba-laba ini, saat ini ia tidak bisa menemukan celah, untuk memburu mereka. Namun baginya semakin sulit tantangan yang tersedia semakin ia akan mencoba menaklukkan mereka.


Jika Aether Mau ia dapat membunuh satu Laba-Laba ini dengan satu ayunan tombaknya, namun tentunya tantangan utamanya adalah ia juga tidak mati karena menyerang mereka, karena beberapa perhitungan kasar ia lakukan dengan  melihat pertarungan para lizardman dengan laba laba ini.


Satu kompi dari ledakan laba-laba sudah cukup membuatnya mati, dan saat ia mencobanya dengan beberapa persiapan yang sangat matan termasuk mengenakan perlengkapan terbaik yang ia miliki, ia hampir saja mati.


Ia beruntung di beberapa detik terakhir ia diselamatkan oleh rangga dengan meredam dia ledak tersebut dengan menggunakan beberapa klon yang harus di korbankan.plus skil regenarasi yang cukup membantunya di beberapa di detik terakhir.


Karena terlalu fokus ia sampai tidak menyadari kalau beberapa aksinya tengah diperhatikan oleh beberapa Kelompok Lizardman yang saat itu sedang berpatroli di sekitar sana.


“Keluar!!” 


Teriak Aether setelah sadar kalau saat ini sedang ada beberapa orang yang sedang memperhatikannya, dengan pontion yang ia miliki hp yang hampir habis, kini telah telah terisi kembali dan siap untuk melakukan pertarungan.


Ada dua kelompok yang saat ini aether waspadai, yang pertama Adalah kelompok lisarman yang memang sudah dipastikan berada di tempat ini, dan yang kedua adalah kelompok serigala serakah yang memang sudah dipastikan mereka akan memburunya di tempat ini.


 Saat melihat yang melihat kalau mereka adalah kelompok lizardman, Aether sedikit senang, ia hanya bisa tersenyum, dengan tombaknya yang ia pegang dengan erat, dampak dari Ledakan tadi ia tidak bisa memanggil Rangga untuk sementara waktu karena luka yang ia dapatkan juga cukup besar.


Sehingga pilihan untuk kabur juga tidak ada, yang ada sekarang hanya pilihan untuk melawan sampai mana ia bisa bertahan, pasalnya ia bisa melihat kalau para Lisarma ini berada di jumlah yang tidak bisa ia lawan hanya menggunakan kemampuan semata.


“Pada akhirnya tetap mati?” 


Gumamnya yang mulai menghitung-hitung jumlah Lisarman yang terus mengelilinginya, tapi yang membuatnya sangat bersemangat kebanyakan dari mereka adalah pengguna tombak.


“Saatnya  menguji bagaimana Death tempo akan bekerja,” gumamnya yang mulai menyerang beberapa Lizardman yang terdekat.


Dalam sebuah konsep pertarungan tidak mungkin puluhan orang akan menyerang satu orang sekaligus, karena jika terjadi seperti yang ada mereka hanya berbenturan satu sama lain, sehingga ia sebagai ahli beladiri dapat mengontrol arah pertarungan.


Walaupun pada akhirnya ia tidak bisa membunuh satupun lizardman yang ada disana pasalnya mereka sangat ahli jika ada satu yang terluka dengan cepat mereka akan mengganti teman mereka untuk bertarung dengan Aether.


Tapi semakin lama Aether dapat mengontrol, dan semakin memojokkan mereka, pasalnya dengan Death tempo yang dimilikinya ia terus bertambah cepat.


Sehingga mereka akan kesulitan untuk bertarung dengan Aether, aether yang sudah tahu kalau ia tidak akan hidup lebih lama lagi sehingga sebisa mungkin ia berusaha sekuat tenaga untuk membunuh beberapa lizardman bersama dengannya.


Ia yang sudah mulai memojokkan mereka tiba-tiba mendapatkan serangan yang tidak terduga dari seorang lisarman yang bertubuh karena ia tidak menggunakan senjata melainkan menggunakan tangan kosong.


Serangan yang ia dapat cukup kuat, walaupun ia sudah menahannya menggunakan tombaknya ia masih mendapatkan  beberapa kerusakan yang menandakan kalau serangan itu memang terlihat sangat kuat.