VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
keributan



Aether tidak masalah dengan para pemain yang terlihat tidak mau mengakui kekalahan,  terlihat Aether terus membunuh mereka satu persatu yang masih terus melakukan perlawanan,  memang dalam perang ini hanya ada tiga guild yang cukup besar yang ada disana.


Tapi untuk membuat perang ini menjadi lebih menjanjikan ada beberapa guild kecil yang terlibat dan mereka mungkin saat ini belum mendapatkan kabar kalau Aether memiliki kemampuan untuk melipatkan gandakan kematian.


Sehingga baru setelah mereka mengetahui dari teman- temannya kalau Aether memiliki kemampuan untuk melipatkan gandakan penalty kematian,  mereka langsung ketakutan setengah mati.


“Tidak ada kesempatan kedua aku sudah menyuruh kalian untuk menyerah karena sudah pilihan kalian untuk menyerah maka segera angkat senjata kalian dan lanjutkan sampai ini selesai!”


Aether tidak membiarkan mereka untuk menyerah beberapa kata ia lontarkan malah terdengar berusaha membujuk mereka untuk terus bertarung.


“Ayolah mana semangat kalian untuk bertarung, ini hanya permainan, bangkit dan lawan aku,” Aether benar- benar memberikan mereka semangat untuk bertarung.


Bukannya memberikan mereka semangat itu malah meruntuhkan semangat bertarung dari para hadirin yang ada disana, mereka semua ketakutan melihat Aether yang bagaikan orang gila yang berusaha membunuh mereka dengan sadis.


“Aether sudahlah, kita sudah memenangkan perang ini.” Ucap Cleo yang hentikan serangan dari Aether dan menyuruh Aether membiarkan mereka semua.


Setelah di tahan oleh Cleo, Aether segera berdiam untuk sementara waktu, setelah itu ia kembali dalam bentuk elfnya dan kembali bersikap seperti sedia kala.


Ia tidak peduli dengan ia saat ini di perhatikan oleh banyak orang setelah mendapatkan perintah seperti itu, “sangat di sanyangkan aku tidak bisa membunuh semua orang,” ucapnya yang membuat semua orang yang mendegar merinding termasuk Geliga


Mereka semua sekarang merasa bersyukur memilih untuk menyerah di medan perang ini, Aether terlihat sangat senang, Rangga terlihat jua tiba tiba muncul dari kerumunan yang ada.


Rangga terlihat senang sepertinya ia berhasil melakukan tugasnya dengan Baik ia menugaskan rangga untuk terus bersembunyi dan mengambil berbagai peralatan yang lanyak untuk Menjadi jarahan  mereka.


“Mari kita lihat apa yang mereka dapatkan hari ini,” ucap Aether yang berjalan menuju tempat yang lebih sepi untuk memeriksa jarahannya.


Ia tidak sabar melihat apa yang ia dapatkan dari pertarungan ini,  dan setelah ia lihat tidak ada yang terlalu bagus untuk standarnya, tapi ia bisa menjual semua barang-barang yang ada disini di dalam marketnya.


Ia juga memang cukup lama untuk tidak memajang hasil jarahannya dalam tokohnya Sehingga jarahannya kali ini lumayan bagus,  “Mau Belati wanita gila itu, kau bisa mendapatkan dengan harga diskon jika kau mau,”  ucap Aether dengan bercanda kepada Cleo.


“Sepertinya belum saatnya untuk membicarakan itu,” ucap Cleo yang melihat yang lainnya masih sibuk untuk mengurus masalah perang ini.


“Aku sudah menyelesaikan tugasku, kau juga telah menyelesaikan tugasmu dengan baik dengan mengincar  para komandan musuh sehingga aliran perintah mereka sangat kacau,” ucap Aether.


“Dan aku tidak serakah mereka bisa mengambil apa yang tersisa disana tapi semua dropan yang aku bunuh adalah milikku!” lanjut Aether dengan tegas.


Ia masih cukup baik dengan tidak serakah degan membiarkan mengambil berbagai barang yang dimiliki musuh untuk rapasan perang.


Tentu Aether juga mengerti Kalau Strom Hunter juga keluar banyak karena masalah ini sehingga Aether juga tentu tidak bisa asal mengambil barang yang ada disana.


“Jadi sekarang kita Pulang bukan,” ucap Yunho yang bergabung bersama Aether dan Cleo.


Aether menyarankan mereka untuk segera memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan uang lebih banyak dari daerah yang menyerang karena Kalau itu keburu ditaklukkan oleh Warlion maka kemungkinan aliran dana dari hasil penyerangan akan mengarah ke wal lion itu sendiri.


Tapi jika mereka memeras ketiga kerajaan itu sebelum diambil Warlion maka Storm hunter dan Kerajaan maritengae bisa lebih untung.


“Aku benar benar suka dengan idemu,” ucap joker dengan tersenyum.


“Ya, lagian sepertinya aku juga mulia mengerti alasan kenapa para guild guild besar tertarik dalam perang, jika masih tidak kegiatan aku mungkin juga tertarik untuk mengikuti beberapa perang lagi,” balas Aether dengan tersenyum lebar melihat tumpukan barang barang ia dapatkan dari perang ini.


“Walaupun aku ragu alasan para guild besar itu suka berperang adalah mereka yang bisa mendapatkan peralatan dari lawan, tapi aku turut senang selama kau senang dalam perang ini,” balas yuno.


Setelah cukup lama bersama dengan Aether ia sepertinya sudah mulai terbiasa untuk melihat tingka Aether yang terlihat sangat Aneh dan upsurt.


. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Saat Aether masih dalam menikmati suasana senang dari perang ini orang orang yang ada di kantor terkejut bukan main yang terlihat banyak sekali email masuk dalam kontak mereka.


Disana ada beberapa tawaran yang menawari untuk melakukan sebuah Wawancara, setelah mereka melihat alasan mereka itu tidak lain karena tersebar sebuah Video dimana seseorang yang dikira sebagai pemimpin dalam kontor ini mengakui kalau ia adalah salah satu orang yang selamat dalam death game.


Di luar itu beberapa orang memposting kalau Aether mendapatkan sebuah skill yang membuatnya bisa  melipat gandakan penalty kematian.


Beberapa orang seperti Uban dan Rurea membagikan screenshot bagaimana mereka mendapatkan penalti dari kekalahan mereka dari Aether.


Dan semua orang pemain yang terbunuh oleh Aether segera tersebar Sehingga beberapa dari mereka menuntut sebuah penjelasan.


“sepertinya sudah tersebarnya!” ucap reyhan yang sedang menyaksikan para karyawannya sedang melihat liputan berita tentang ia yang memiliki sebuah informasi rahasia.


“Jadi itu benar Bos?” tanya Vincent


“waktu benar benar tidak terasa saat kau hidup dalam dunia serba cepat seperti ini,” balas Aether yang menuju dapur untuk mengambil air minum.


“Jangan terima satupun permintaan untuk melakukan permintaan wawancara, kecuali jika itu dari Fakultas tempat aku dimana akan kuliah.” Ucap Reyhan kepada semua orang yang ada disana.


Termasuk Vanessa yang baru saja mau menanyakan hal tersebut, “Dan jangan tanya tentang Death Game Semuanya ada di internet kalau kalian mau tahu.”


Setelah itu ia mengabaikan mereka dan berjalan menuju dapur untuk mendapaktan makanan.


Setelah ia kembali dari Dapur reyhan masih melihat anak anak yang menunggunya untuk menjelaskan bagaimana itu death game.


Sepertinya ucapannya untuk membuat mereka mencari tahu apa itu death game malah membuat Mereka semakin penasaran terhadap reyhan yang berhasil menaklukkannya.