VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
hadiah dan rencana Aether



Semua yang ada saat ini terasa aneh, tapi mereka berhasil memenangkan pertempuran. Sehingga semua prajurit yang ada disana senang bukan main.


 Tapi Aether hanya penasaran karena misinya belum selesai, "Nikmatilah dulu perayaannya, setelah ini selesai misi muh juga kan berakhir."


Aether tidak tahu harus merespon apa mendengar itu keluar dari mulut sang Asura, sehingga  saat itu ia hanya mengikuti apa yang dikatakan dan segera membaur dengan perayaan kemenangan.


Dan memang benar setelah aether menyelesaikan pesta segera muncul pemberitahuan kalau ia yang telah menyelesaikan misi.


Dungeon [knight's nightmare] telah selesai.


Menghitung kontribusi yang telah anda lakukan dalam medan perang….


Nilai Kontribusi yang anda lakukan sangat sempurna mendapatkan: ss


Nilai penyelesaian misi: ss


Nilai keseluruhan: ss


(Karena anda mendapatkan nilai sempurna dalam misi, maka dalam beberapa menit kedepan gangeon akan dihancurkan.)


Perhitungan selesai silahkan pilih hadiah apa yang anda ingin dapatkan.


Artefak sakanade (grade: s).


Skill series raja penyegelan( grade: s).


berbagai perhitungan tentang hasil kerjanya selama berada dalam dungeon segera diberikan.


Tentu tidak lupa ia juga mendapatkan pemberitahuan tentang hadiah apa yang dia dapatkan dalam penaklukan ini.


Saat ini dunia masa lalu itu telah sirna yang ada hanya dunia dimana sekarang dia hanya berada dalam suatuh tempat kosong dan semuanya terlihat putih.


"Seharusnya aku sadar satunya elf yang bisa menyelesaikan ujianku dalam keadaan sempurna hanya ashura itu sendiri," ucap seorang elf tua yang tiba tiba muncul di hadpannya.


"TIdak perlu bertanya, waktuku tidak banyak aku hanya datang menyapa, dan memberikan saran walaupun sepertinya itu tidak  perlu," ucapnya.


Dan memang benar apa yang dia katakan, pertama Aether memang sudah menebak siapa elf tua itu, dan yang terakhir ia sudah memiliki pilihannya tersendiri.


"Jika seperti itu buat apa kau muncul," gumam aether, yang merasa kedatangannya tidak berguna.


"Sepertinya para elf jaman mu kurang sopan santun, hingga tidak menghormati leluhurnya."


Ucapnya yang sepertinya membaca mimik muka dari aether, hal ini membuat aether semakin jengkel.


"Karena kau sepertinya tidak berminat kepada hadiah yang aku miliki, kau bisa melupakan untuk menapdapatkannya." 


Mendegar kata hadiah membuat Aether melunak sehingga ia kembali berusaha untuk membuat dirinya menjadi lebih dekat kepada oran tua itu.


"Ayolah……'' aether sebenarnya mualai ingin melancarkan jurus mencilatnya, tapi baru awal perkataannya sudah di potong oleh elf tua itu.


"Cukup, kau sama saja dengan pendahulumu." Ucapnya menyentuh dahi aether dan segera menhilang.


Tapi Aether belum berpaling dari tempatnya, untuk kembali memilih hadiahnya. Orang tua itu kembali muncul dengan tampan terlihat cegegesan.


"Ingat, kalau kau kembali ke dunia mu, jangan lupakan untuk membunuh sosok barak yang asli karena di dunia mu yang sekarang ia seharusnya sudah bebas dan bersiap untuk mencari kembali kekuatan yang tersegel."


Setelah mengucapkan itu ia kembali menghilang bahkan tambah menunggu balasan dari aether.


Yang sebenarnya tanpa diberitahu pun ia sudah tahu kalau Barak sudah bebas, walaupun saat ini lokasinya belum terlalu pasti.


Sehingga Aether lebih memilih untuk mengabaikannya, dan kembali untuk memilih hadiah yang dia inginkan.


Disana ia sudah menemukan hilal, yanģ terlihat khwatir, bagaimana mungkin ia tidak khwatir karena  beberapa waktu yang lalu pohon suci yang selama ini dia jaga tiba- tiba layu.


Sedangkan Aether masih terus berada dalam keadaan meditasi, sehingga saat melihat tuannya sudah kembali.


[Selamat untuk pemain Aether karena berhasil melakukan solo kepada dangeon tingkat A, apakah Anda ingin memperlihatkan hasil pencapaian Anda.]


Sebuah pemberitahuan yang menanyakan apakah aether ingin menampilkan hasil pencapaiannya ini, aether berpikir sesaat.


TAPI Setelah ia berpikir ia menemukan tidak ada alasan untuknya menyembunyikan masalah ini.


Sehingga, ia memutuskan untuk tidak menutupinya, dan dengan begitu orang- orang yang ada di desa juga tahu kalau aether telah selesai, dan segera kembali menuju desa.


Saat pengumuman aether yang berhasil menyelesaikan dungeon ini, terdengar di seluruh pemain, berbagai respon akan hal itu, terutama orang -orang yang ada  di desa.


Bukannya senang akan hal itu, mereka semua terlihat panik terutama north yang sudah kembali mengambil alih pasukan untuk menyelesaikan medan perang ini secepat mungkin.


"Ini menarik sepertinya bos mereka sudah keluar, dan segera ia akan datang, mari lihat apa mereka bisa menyelesaikan medan perang sebelum kedatangannya,"


"Sepertinya ini akan menarik untuk melihat kedatangan bos mereka, ada sedikit harapan ku berharap kalau aether bisa sedikit memperlihatkan apa yang didapatkan dalam medan perang itu."


Beberapa penonton berharap aether bisa sampai lebih dulu sebelum perang berakhir sehingga mereka bisa melihat perkembangan kekuatan setelah melakukan solo dalam sebuah dungeon.


"Kalian ini, apa tidak kasihan kepada para npc yang dari tadi berusaha membuat tuannya senangnya?"


Ucap vanessa yang melihat tanggapan penonton yang berharap aether bisa datang menyelesaikan medan perang, sedangkan disini banyak npc yang sudah berjuang keras untuk memuaskan tuannya.


Mendapatkan ceramah dari vanessa para penonton langsung merasa bersalah. Berbagai permintaan maaf segera memenuhi kolom komentar.


"Karena sepertinya sebentar lagi perang akan berakhir dan para penonton sudah mulai berkurang, aku akan memberikan kalian bocoran, kalau selanjutnya bos kami akan mengadakan sebuah event yang cukup besar." 


Ucapannya ini membuat semua orang bingun, tapi apapun yang dilakukan penonton untuk membuat vanesa membuka lebih banyak hal tidak berpengaruh.


Yang mereka tidak tahu sebenarnya vanessa sendiri tidak tahu apa itu, yang ia tahu kalau reyhan saat ini sudah merencanakan tugas besar untuknya.


Dan jika ia menebak itu pasti berhubungan dengan vof, sehingga sekarang ia mengeluarkan ini ke penonton untuk membuat mereka tertarik.


Bahkan para ketua guild besar, terlihat penasaran dengan ucapan vanessa.


"Bos, apa aku harus memberikan kode kepada vanesa untuk menarik ucapannya?" Tanya nas.


Yang sudah lebih dulu logout, medan di desa telah berkurang banyak, sehingga beberapa yang memiliki tugas penting segera lagout, begitu pula dengan reyhan.


Karena melihat kalau medan perang saat ini bisa diatasi oleh mereka, maka sekarang ia bisa sedikit bersantai.


Dan saat santainya itu ia malah melihat vanesa yang memberikan spoiler, tentang apa yang akan dibuatnya.


"Tidak, biarkan dia melakukan apa yang dia mulai," balas reyhan.


"Jadi apa tebakan itu benernya?" Balas nas


Karena reyhan tidak membantah ucapan dari vanessa maka ada kemungkinan apa yang dia ucapkan memang benar.


"Ya, aku berniat mengadakan sebuah turnamen beladiri, di takkalasi," ucapnya membuat semua orang yang ada disana terkejut.


Pasalnya tidak ada yang menyangka, kalau akan ada kata itu keluar dari mulut reyhan, jangan tanya lebih lanjut, ini hanya ide dasar, tentang bagaimana turnamen itu berjalan itu akan menjadi tugas kalian mendiskusikannya."


Semua orang yang ada disana langsung menarik nafas panjang karena mereka tahu kalau itu tidak akan menjadi tugas yang mudah.