VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
tawaran ginting



Sebenarnya kondisi dari black word lebih buruk dari lagi dari kondisi dari kelompok Aether yang hanya berisikan lima orang, bukan karena level atau cara bertarung mereka yang lemah, tapi memang sudah di kepung oleh para paladin dan seorang yang memiliki kekuatan setingkat dengan gading.


Cukup satu orang kuat itu dan puluhan priest yang di lindungi oleh para paladin sudah bisa membuat semua orang yang ada disana menjadi tidak lagi bisa meransak lebih jauh


"Jangan menyerah, north sudah berusaha sebaik mungkin untuk mengalihkan orang dari guild untuk tidak kesini, yang kita lawan hanya orang dari gereja, jadi kita tidak bisa gagal dalam pertempuran ini.!” Zondo berusaha memberikan semangat kepada teman temannya.


{Art earth}


Sebuah gelombang tanah segera menghempaskan mereka, “Jangan terlalu banyak bercita cita kalau bahkan tidak bisa menumbangkanku,” ucap laki laki yang bernama denta.


Orang itu terus mempropokasi mereka, dengan berbagai ocehan yang merendahkan orang -orang yang ada disana. Tapi zondo dengan rekan -rekannya berusaha untuk tenang.


Tapi belum bisa ia tenang mereka sekarang di kejutkan dengan tiba- tiba adanya sebuah serangan dari belakang para priest.


Sehingga gerakan orang-orang o dari gereja terlihat sedang kacau, sehingga mereka segera memanfaatkan kesempatan ini. Banyak dari mereka juga terkejut bukan main karena melihat ada serangan dari sosok kuat yang berasal dari belakang pasukan gereja.


Ia sempat menduga kalau orang itu adalah orang yang tadi mereka lihat di medan perang yang sedang berusaha Gading tahan, ia adalah orang yang terus berusaha mencari aman Sehingga sedikit saja kejadian tidak terduga seperti ini akan memngangu pikirannya sehingga ia dengan mudah untuk di serang.


Setelah beberapa saat akhirnya melihat sosok orang yang menyerang tersebut, yang tidak lain adalah lilith, yang saat ini terlihat sangat berbeda dengan sebuah aura kegelapan yang terlihat menyelimuti dirinya.


“KETUA!!!” ucap zondo terlihat bersemangatn beberapa orang juga berusaha menyapa llith tapi ada juga yang terlihat ragu untuk menyapanya karena saat ini terlihat sangat berbeda.


“Maaf sepertinya aku membuat kalian semua khawatir, tapi untuk sekarang mari tinggalkan tempat ini, sota segera pimpin area pelarian,” ujar lilith memberikan perintah


“ketua, tapi....” ucap seseorang yang melirik laki -laki yang dari tadi mengalahi mereka telah berdiri, kini bersiap untuk kembali melawan.


{gravitasion}


“biarkan saja dia, untuk sekarang kita anggap ini sebagai dendam, karena jujur saja untuk saat ini aku belum bisa mempertahankannya terlalu lama,” balas lilith yang memberikan sihir kepada sang ksatria tanah supaya pergerakannya terhenti untuk sementara waktu.


“sebaiknya kita melalui jalur dimanah tempat Aether dan north saat ini berada, untuk menghentikan tiga pasukan guild sialan itu.” ucap salah satu wakil kapten mereka.


Dan mereka semua setuju untuk ke sana, di tempat lain aether saat ini tidak tahu apa yang terjadi menanyakannya kepada North.


“Sepertinya lilith sudah bebas, dan sebentar lagi akan kesini,” jawab north singkat.


“Kalau seperti itu, mari bantu Aldo untuk mengalahkan pendekar pedang itu, north tolong buat ruang untuk membuat pendekar pedang itu tida bisa kabur, walaupun itu tidak bisa menahannya setidaknya ia bisa memberikan gerakan untuk mengalahkan pasukanmu,” balas Aether.


Bersama dengan Sandra ia sekarang berusaha untuk membantu sang pendekar pedang, “Tidak bisa ka kau memejamkanku kemampuan untuk menggunakan tombakmu itu,” ucap Sandra dengan bercanda.


Jangan bercanda, dengan tubuh kecilmu itu menggunakan tombak sama saja seorang anak kecil yang berusaha menggunakan tusuk gigi sebagai senjata,”


“Biarkan aku membantu, mari akhiri ini secepat mungkin,” ucapnya kepada Aldo.


“Tuan, jika boleh bersuara bisa aku menyarangkan sesuatu?” balas Aldo tiba -tiba, sehingga aether mulai berpikir kalau Aldo tersinggung ia mengganggu pertarungannya.


“Tidak, tidak, tidak, aku hanya berpikir kalau Ada baiknya kalau kita melepaskan orang itu, dari pada menghabisinya, lagian jika kita bisa menghabisinya itu hanya akan menguntungkan pihak gereja kegelapan bukan? Ucapnya menjelaskan.


“Lagian jika kita melepaskannya seharusnya itu tidak lagi memngangu bukan?” lanjut Aldo meminta persetujuan dari Ginting.


Sehingga saat ini semua pandangan terpusat kepada Ginting tapi saat ini Ginting masih di sibukkan dengan serangan panah dari Sandra, Sehingga aether memberikan tanda kepada sandara untuk menghentikan serangannya.


“Aku tidak mengerti maksud kalian, bukankah kalian berada di pihak gereja kegelapan!” ucap Ginting.


Ia merasakan kebingungan dengan percakapan dari Aldo yang mengatakan itu akan merugikan untuk pihak mereka jika Ginting mati dalam pertarungan ini.


“sebenarnya kalau kau tidak berpandangan sempit seharusnya kau bisa mencari tahu, saat ini kami sudah bekerja sama dengan gereja Gaia, kami memang memiliki aliansi yang unik, tapi tidak semua yang memiliki kekuatan kegelapan akan berada di pihak gereja kegelapan bukan?”


Aether memberikan penjelasan yang sebisa mungkin harus masuk akal kepada Ginting, karena itu akan sangat membantu Jika Ginting bisa berpihak kepada mereka.


“Mari kita ambil contoh, manusia -manusia yang ada di kekaisaran Bone, apakah mereka semua adalah manusia yang baik, begitulah kami, kami masih berpihak kepada jalan kebenaran walaupun beberapa di antara kami harus mengambil kekuatan melalui jalan yang sama dengan apa yang di miliki oleh gereja kegelapan.”


Aldo melanjutkan penjelasan dari Aether Sehingga itu bisa menjadi lebih sempurna lagi, “tapi Kenapa kalian malah terlibat untuk membebaskan lilith jelas-jelas ia adalah burunonan paling di cari di kekaisaran Bone.”


Ginting masih mencari celah dalam penjelasan mereka, ia tentu tidak ingin asal percaya dengan apa yang mereka katakan.


“aku sudah bilang bukan alinasi kami memang sedikit unik, jika kau memang berasal dari Bone seharusnya kau tahu bagaimana diskriminasi apa yang dia alami oleh makhluk hidup lain selain manusia disana, lilith, dan kelompoknya berusaha untuk menhapus diskriminasi tersebut atau setidaknya menyelamatkan sebanyak mungkin ras yang di jadikan budak oleh orang -orang bone.”


Mendengar itu Ginting tidak bisa membantah banyak sehingga ia terdiam memikirkan bagaimana mereka harus bertindak kedepannya.


“Baiklah, walaupun saat ini aku tidak bisa percaya sepenuhnya denganmu, seperti juga aku tidak mempunyai pilihan lain karena jika aku terus memaksa bertarung kemungkinan besar aku kalah sangat besar.”


Ginting juga sadar diri, kalau situasinya saat ini, tidak memunkinannya untuk tawar menawar sehingga satu-satuya cara yang terpikirkan olehnya yaitu ia harus mundur.


“karena sudah seperti itu, satu-satunya yang bisa ku tawarkan kepada kalian, adalah aku bersama dengan rekanku juga akan menarik diri dalam pertempuran ini, apa itu sudah cukup!” lanjut Ginting memberikan penawaran kepada Aether dan Aldo.


“Itu sudah cukup, dan aku hanya bisa berharap untuk kau tidak menarik ucapanmu itu,” balas Aldo.


“kalau begitu aku akan pergi, dan sedikit bantuan, akan ada bantuan besar dari pasukan red kningt dari Kekaisaran dari Bone, jadi jika kalian ingin selamat ada baiknya kalain segera meninggalkan tempat ini.”


Sebelum pergi ia sudah terlebih dahulu mengigatkan Aether bersama dengan Aldo kalau bantuan dalam jumlah besar sedang menuju kemari Sehinga kalau mereka tidak cepat kemukinan besar mereka bisa kemabali mendapatkan bahaya.