
Bagi Aether berada dalam posisi bertahan seperti ini akan menjadi hal yang paling menjengkelkan, pasalnya perasaan tertekan itu sebuah perasaan yang dimana Aether paling berusaha hindari yang dia inginkan adalah untuk terus menekan seseorang terutama dalam sebuah pertarungan.
Ini membuatnya dari terus berlatih beladiri, tapi keadaan saat ini mengharuskan untuk berada dalam posisi tersebut, sehingga saat Aether melihat ada posisi untuk menyerang, ia tidak ragu untuk memperlihat kemampuanya kepada yang lainnya.
Walaupun keadaan mereka tidak sesuai dengan harapan, karena saat Sampai ditempat yang memang sedikit terbuka tersebut mereka sudah ditunggu oleh para knight dark elf yang siap menyerang mereka.
Tapi dalam ruangan terbuka seperti ini mereka bisa bertarung dengan bebas, Piko juga tidak perlu dilindungi karena ia juga bisa bertarung dalam keadaan seperti ini, misalkan ia mengirimkan skil yang membuat lawan-lawan dari Cleo dan Nina menjadi melambat.
Atau membuat sihir serangan kepada lawan-lawan mereka yang lolos dari cleo dan nina, Enzy mendapatkan printah dari Aether untuk mengurus para assassin sedangkan cleo dan Nina berusaha untuk mengurus para archer.
Untuk para knight untuk akan diurus oleh Aether sendiri, dimana satu lawan 3 masih bisa Aether Hendel.
Para knight ini adalah para knight yang bersenjatakan pedang dan sehingga ia cukup merepotkan, tapi melawan mereka membuat mereka mendapatkan peningkatan level yang cukup banyak karena perbedaan levelnya dengan Aether yang lumayan tinggi.
Seperti biasa selesai pertarungan tidak lupa Aether memugut senjata yang di jatuhkan kematian para elf yang mereka kalahkan.
“Aku tidak terkejut lagi jika yang menunggu kalian di sana adalah para dark magician,” ucap Cleo.
“Kenapa kau begitu memperdulikan masalah dark magician, sedangkan di pihak kita ada Enzy yang bisa mengurus mereka.”
Aether menjelaskan selama ada Enzy disisi mereka berbagai sihir kegelapan tidak akan mempan, contoh kecil mereka akan dengan mudah mengalhkan para asasin walaupu asasisn ini memiliki skill yang bertipe kegelapan yang sangat ampuh.
Jika orang lain melihat Enzy bertarung daripada disebut sebagai anak tuhan mungkin berserker adalah kata cocok yang mewakilinya. Ia sudah terlihat seperti sebuah bos monster yang memiliki skill regenerasi yang cukup tinggi.
Yang sebenarnya skill yang dia gunakan adalah skil penyembuh tapi karena luka yang di sembuhkan menhilang dengan cepat jadi itu terlihat sepertii skil regenerasi.
“Untuk sekarang apa yang harus kita lakukan, terus menunggu disini atau menerobos untuk melihat bagaimana penampakan desa dark elf ini?” tanya Nina.
Ia sepertinya ia masih sedikit takut dengan Aether karena masalah yang pernah terjadi di desa lizardman, itu terlihat dari kemarin mereka melakukan perjalan bersama ia terlihat berusaha menghindari tatapan dari Aether.
“Untuk sementara ijinkan aku untuk membiasakan diri dengan cara bertarung mereka, setelah itu kita akan terus maju,” Ucap Aether,
bagi Aether cara Bertarung dari lawannya memiliki polanya sendiri, sehingga sangat menguntungkan jika mereka tahu bagaimana cara bertarung dari lawan.
Bagi Aether manusia nyata saja memiliki pola dalam melancarkan serangan dalam bertarung apalagi ini hanya sebuah kecerdasan buatan sehingga tentu mereka memiliki cara bertarungnya sendiri, kecuali beberapa Npc termasuk Aldo.
Hanya saja itu hanya berlaku jika level mereka sama sehingga akan mudah menebaknya, tapi jika level kita sangat jauh berbeda atau para npc seperti Aldo tentu akan sangat sulit membuat kita paham dengan bagaimana cara mereka berjuang.
Setelah melawan sekitar dua kelompok dark elf mereka segera mengerti cara mereka bertarung dan dibawah pimpinan dari Aether mereka segera bergerak maju untuk melihat bagaimana desa dar para dark elf.
Seperti yang telah di duga oleh Cleo mereka akhirnya menemukan para elf yang mage yang menyerang mereka, tapi karena mereka sudah siap untuk akan hal tersebut sehingga tidak terlalu susah untuk mereka mengalahkan mereka.
Weapon Aura
tipe : skil aktif
Penguasaan: intermade
Fokus energi dalam pindah senjata, mengaktifkan kerusakan yang diberikan sebanyak 25%, ditambah sekarang dan membelah skil tipe sihir menjadi dua, dengan catatan skil tersebut memiliki wujud.
Durasion: 15 menit
Coldown : 5 menit
Awalnya Aether bingun dengan penjelasan dari skillnya ini sehingga ia membutuhkan beberapa percobaan untuk memastikannya hingga akhirnya tahu kalau skil tersebut memang digunakan untuk menghancurkan skill lawan yang memiliki wujud seperti api dan tanah sedangkan untuk angon yang dikatakan tidak berwujud tidak bisa ia rusak.
Contoh salah satu knight mengeluarkan skill Wind blade, Aether tidak menangisnya atau menghancurkannya menggunakan aura weapon miliknya, tapi saat para Dark Mage ini mengeluarkan skil Dark fire ball Aether bisa membela bola api itu menjadi dua.
Semua orang yang melihatnya menjadi terkejut karena tidak mengira ada sebuah skil yang membuat mereka bisa membela dua Sihir seperti itu, mereka masih masuk akall jika itu dilakukan oleh Enzy tapi melihat Aether melakukan hal yang sama membuat mereka terkejut.
“Berikan tepuk tangan kepada lork kalian,” ucap Aether menyombongkan diri.
Mendengar aether yang menyombongkan diri membuat mereka tidak lagi berniat untuk mendengarkan apa yang Aether jelaskan, “Kalian tidak asik.” Lanjut Aether melihat ekspresi mereka.
“Itu adalah skill dari job yang ku ambil dan seharusnya kalian sering aku menggunakannya, dan itu adalah efek baru setelah mencapai intramade,” jelas Aether.
“Aku awalnya itu adalah skil yang sama dengan skil yang aku gunakan, tapi jika kau mengatakan seperti itu sepertinya itu adalah skil yang berbeda,” balas enzy.
“Ya, aku jamin itu adalah skill yang berbeda, untuk sementara kita berburu beberapa Dark elf lagi karena sepertinya para dark elf menjatuh beberapa barang barang yang menarik.
Setelah berjalan dan memburuh cukup banyak akhirnya mereka sampai dalam desa dari para Dark elf ini, walaupun mereka semua terkejut karena bagi mereka ini sudah tidak bisa disebut sebagai desa lagi.
Melainkan sebuah benteng karena itu memiliki tembok yang tentu sangat sulit untuk mereka tembus nantinya.
“Bagaimana?” tanya cleo.
Jika luas dari desanya memang seperti ini dengan kekuatan mereka yang sekarang tentu mereka bukan lawan yang cocok untuk mereka saat ini, karena jumlah mereka pasti terlalu banyak.
“Bisa kau masuk dan menyusup untuk mengecek jumlah lawan, semenatara kami mundur, untuk memanggil rangga dan Aldo untuk bergabung dalam pertempuran jika memang cocok kita bisa langsung menyerang jika susah kita bisa farming untuk smeneatara dan menuggu bantuan untuk kita.”
Aether memberikan perinah kepada cleo untuk menyusup kedesa musuh untuk melihat bagaimana kuakatan mereka di dalamya dan menentukan apa yang mereka akan lakukan kedepannya.