
Terlihat elf itu mendekat, kearah Aether dan kawan kawan, mereka semua waspada karena hal itu, “Tenanglah, dia itu guruku,” ucap Aether membuat semua orang terkejut.
Setelah mereka berhadapan, Aether memberikan salam penghormatan kepada Baron, “Aku tidak akan memberikanmu apa apa karena memang saat ini aku tidak memiliki apa apa untuk diberikan,” ucapnya kepada Aether.
“Saat ini aku tidak memiliki banyak Waktu, apakah diantara para Oni yang ada disini , ada yang bisa menggunakan sihir teleportasi seperti apa yang dilakukan oleh rekanku tadi?” tanya Baron.
Para Oni yang ada lasung saling pandangan hingga akhirnya sang kepala desa yang ada disana angkat tangan, “Aku bisa, walaupun itu hanya bisa mengirim seseorang dengan acak,” ucapnya.
“Segera siapkan itu dan kirim aku, kalau bisa tempat terjauh dari daerah sini,” balasnya sehingga para Oni yang ada disana segera menuruti permintaan tersebut.
“Kabur?” tanya Aether singkat, di pikiran Aether Baron ingin Kabur dari kejaran dari gereja kegelapan setelah membunuh salah satu rekannya.
“Bodoh!” ucapnya langsung memberi jitakan kepada Aether, “Tentu tidak! Ini hanya sebuah alasan jika nantinya aku kembali ke markas aku bisa memberikan alasan dengan kematian dari rekanku,” terang Baron.
“O,” sebuah jawaban singkat kembali Aether berikan
“Sepertinya kau memang minta di pukul,” Balas Baron.
“Tapi untuk pertarungan tadi, itu tadi benar benar membuatku bangga telah melatihmu,” lanjut kepada Aether.
Untuk menyiapkan sihir teleportasi membutuhkan waktu, apalagi level mereka cukup redah untuk melakukannya Sehingga Aether dan Baron Sempat untuk berpincang bincang, “Tidak adakah info yang bisa kau berikan kami untuk melawan orang orang dari gereja kegelapan,” akhirnya Aether tidak menahan diri untuk bertanya.
“Tidak ada informasi yang bisa kuberikan karena jika aku memberikannya itu hanya akan mengganggu perjalananmu, Sehingga untuk saat ini lakukan saja yang bisa kau lakukan bersama teman temanmu, dan aku melakukan yang bisa dilakukan di gereja kegelapan,” ucap Baron yang seperti memang dari awal tidak berniat memberikan Aether petunjuk.
Sihir teleportasinya sudah siap, sehingga Baron sudah bersiap untuk meninggalkan tempat ini, “Sekali lagi aku tekankan aku tidak tahu kemana arah dari gerbang ini jadi anda harus bersiap dengan segala situasi yang dapat terjadi setelah anda memasuki gerbang itu,” ucap sang kepala desa yang menyiapkan gerbang teleportasi.
“Tidak masalah,” balasnya yang mulai masuki gerbang itu.
Namun beberapa langkah sebelum ia pergi ia berbalik kepada Aether, “Ngomong ngomong sepertinya salah satu muridmu ada di gereja kegelapan dan berusaha untuk menjadi pasukan yang di miliki gereja.”
Setelah mengatakan itu, Baron langsung menghilang, meninggalkan Aether yang penuh akan pertayaan beruntung saat itu kecuali para Oni seperti tidak ada lagi yang mendengarkan ucapan terakhir dari Baron.
Mereka semua terlihat mengirimi sesuatu, yang sepertinya merupakan barang dropan dari kematian sang Oni tadi, melihat itu Aether segera kesana untuk melihat apa yang sebenarnya mereka lihat.
Setelah sampai kesana IA melihat orang orang yang disana menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu kau beruntung atau bagaimana, tapi sepertinya kau memang akan terkenal,” ucap Cleo melihat kedatangan dari Aether.
Aether tidak mengerti hingga ia di lemparkan sesuatu oleh North, itu adalah sebuah relik yang membuatnya juga terkeujut.
RELIK
Tingkat: S+
Efek: membuat orang yang akan menggunakannya menjadi seorang pengguna Tato.
Mendapatkan skil [LION MAN],
Saat mengaktifkan skil tersebut pemain dapat merubah bentuknya menjadi setengah singa dapat mendapatkan peningkatan 500% kekuatan, 200% kecepatan....
Aether tidak membaca semua penjelasan karena ia tahu kalau ini adalah relik asli, walaupun ini tidak sebagus dari relik yang mereka dapatkan di kekaisaran tapi dengan ini saja mereka sudah dapat mendapatkan Uang lebih banyak dari apa yang Aether dapatkan dari Relik pertama yang dia jual.
Jika kemarin ia hanya mendapatkannya dengan harga kurang dari 1 juta koin emas tapi sekarang ia harus bisa mendapatkan lebih dari itu.
“Kalian tidak menggunakannya,” tanya Aether kepada orang yang ada disana, sebenarnya ini hanya pertanyaan retoris karena Aether tahu Kalau mereka tidak akan ada yang menggunakannya.
“untuk kali ini, relik itu akan menjadi milikmu, saat kau berbicara dengan gurumu kami sudah membagi semua rampasan perang,”balas Cleo.
North mendapatkan sebuah kalung yang membuatnya bisa menambah energi kegelapan yang adalah dalam karternya.
Cleo sebagai seorang assassin mendapatkan sebuah jubah yang sepertinya memiliki kegunaan untuk menyembunyikan keberadaan dari musuh.
Hanya aldo yang tidak mendapatkan apa apa yang tersisah hanya sebuah kalung yang sepertinya itu tidak berguna untuknya sehingga memutuskan untuk memberikan kalung tersebut kepada Aether.
Aldo juga merasa kalau dalam pertarungan ini ia tidak melakukan apapun, walaupun ia berhasil menahan serangan para skelton yang datang menyerang mereka tapi menurutnya Aether adalah orang yang melakukan kinerja yang paling baik dalam pertarungan ini.
{SERPENTINE AMULET( tidak dapat diakses)}
Aether hanya menceknya sesaat sebelum menimbanya dalam kanton penyimpanan karena melihat kalau info dari status kalung tersebut masih terkunci sehingga Aether tidak bisa melakukan apa apa tentangnya.
“Enzy karena kau sudah disini, bisa aku minta tolong untuk mengurus sisanya,” ucap Aether kepada enzy.
Karena ia tahu kalau nezy cukup dengan para Oni ini, jadi seharusnya tidak ada lagi hambatan untuk enzy mendapatkan pusaka dari Gaia dari tangan mereka.
“North sepertinya kau juga masih ada hubungan dengan mereka, jadi aku berharap kau bisa membujuk mereka bergabung dengan desa, karena jika mereka terus ngotot tinggal disini maka ada petinggi gereja kegelapan akan mengincar mereka.”
Tidak Lupa Aether juga memberikan arahan kepada North, sebenarnya ia masuk kedalam permain ia tidak ingin terlalu memaksakan diri karena situasi yang mendesak membuatnya kembali harus memaksakan diri.
untuk tidak mengulangi kejadian yang serupa Aether memutuskan untuk logout lebih dulu Sehingga ia bisa beristirahat lebih banyak.
Mereka semua mengangguk dengan ucapan dari Aether, dan memang Mereka telah sepakat kalau Aether saat ini tidak perlu memaksakan diri, terlalu banyak.
“Serahkan kepadaku,” balas North.
“sebenarnya sebelum pertarungan aku bersama dengan kepala desa sudah mengamankan pusaka Sehingga jika kami mati dalam pertempuran ini pusak tersebut tidak akan jatuh ke tangan mereka, sehingga Kakak tidak perlu khawatir, aku akan membantu North membujuk mereka untuk pindah dan aku yakin mereka setuju akan hal itu.” balas enzy yang sepertinya memiliki sebuah kepercayaan diri yang tinggi terhadap kepindahan mereka.
“Ok, kalau begitu maaf karena belum bisa bekerja Seperti biasanya,” ucap Aether yang saat itu segera log out dalam permainan