
Aether langsung kembali serius, dari tadi ia sebenarnya menyuruh zegion dan kumara untuk menemukan letak dari sang Goblin kaisar yang sesungguhnya karena ia tahu kalau Goblin kaisar adalah kunci untuk kemenangan ini.
“Apa goblin sialan itu masih ada di dalam kastil dan melihat arah perang saat ini,” gumam Aether yang sedang berpikir.
“Zegion, kumara dan bruce masing masing dari kalian mundur dan bergabunglah dengan setiap divisi, dan tunggu perintah selanjutnya.” Lanjutnya kepada 3 orang itu.
Karena perang sudah dalam keadaan seperti ini ia harus menarik mundur mereka karena takut kalau mereka tidak bisa mengatasi ini kalau mereka bergerak sendiri.
“aldo bergabunglah dengan rangga dan mengamuklah, untuk kedali pasukan biarkan rere dan lawalata yang sepenuhnya mengamil alih,”
“Baik,”
“Baik,”
“Baik,”
“Baik,”
Ucap mereka mendengar perintah Aether, Rere dan lawata sepertinya Paham kalau Aether tidak lagi bisa sering memberikan perintah sehingga ia segera mengatur pasukannya. Sebaik mungkin.
Sedangkan Aether sendiri mulai bergerak memberikan bantuan kepada kelompok yang lain untuk melawan sang pahlawan goblin.
Wico dengan tombak dan perisai membuat mereka sangat kerepotan, Aether bisa melihat mereka saat ini sedang bertarung dengan sama ganasnya.
Sebelum Aether mendekat Aether mengganti tombaknya menjadi tombak biasa, dan langsung mengaktifkan salah satu skill yang paling diandalkan dalam bertarung yaitu [GALAKSI SPIRAl,] yang dapat membuatnya melemparkan tombaknya.
Di level penguasaan yang yang sekarang berada dalam tingkat intermediate skillnya ini sudah dapat memberikan 500% kerusakan kepada lawan, itu kalah terkena secara langsung, tapi karena Wico sang goblin pahlawan menggunakan Tamen membuat efek kerusakannya menurun secara drastis.
“Kau lagi itu Elf siala!!” ucap wico setelah mengenali Aether.
Sangat sedikit makhluk yang dapat memberikannya luka dalam melakukan sebuah pertarungan,sehingga ia sangat mengingat Aether karena sempat memberikan luka yang cukup dalam saat mereka bertarung beberapa saat yang lalu.
“Sebuah kehormatan, dapat diingat oleh sang pahlawan,” ucap Aether, yang kembali melemparkan tombaknya, walaupun skill ini tidak menimbulkan banyak kerusakan walaupun sudah berada dalam penguasaan yang lumayan tinggi tapi sebagai gantinya Aether dapat melemparkan beberapa kali tombak yang sama sehingga itu seperti seorang yang menembakan panah kepada lawan.
Setelah cukup dekat IA menggunakan skil lainnya yang ia dapat kan dari desa lizardman, yaitu [Milky way] dimana Aether memegang tombaknya di ujuang gagangnya dan memutar tomabk itu searah jarumnya setelah itu masih bersama dengan tombaknya Aether terbang untuk menghantam bagaikan peluru ke arah wico.
Serangan dari Aether sangat menimbulkan banyak kerusakan kepada Perisai dari sang goblin, “Aku sudah bilang bukan, Kau akan menyesal jika tidak menghabiskan saat itu,” ucap Aether setelah mendaratkan serangan kepada wico.
Walaupun Serangan itu masih ditahan menggunakan perisai dari wico dapat dari serangan tersebut membuat Wico terpukul mundur karena salah satu Efek dari serangan tadi memang membuat lawan terpukul mundur.
“Kalian tidak menyuruhku untuk mengalahkan Goblin itu sendirian bukan?” ucap Aether kepada para petinggi Guild yang terlihat menikmati aksinya memberikan beberapa serangan kepada wico.
Segera setelah ucapan dari Aether mereka semua langsung bergerak, dimulai Arjuna yang melepaskan panah untuk menyerang serangan merupakan satu skillnya yaitu triple shot, Sepertinya disertai Yumo dan Aqua melakukan serangan yang bersamaan.
Mereka semua bergantian membuat mereka dalam keadaan yang terdesak sehingga wico berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan.
Beberapa goblin yang ada disana berusaha menyelamatkan pahlawan mereka tapi Rangga dan lado yang bekerja sama membuat sebuah area bertarung yang cocok untuk para pemimpin perang sehingga wico tidak ada yang bisa menyelamatkannya.
Yang memang Awalnya mereka tentu tidak sebanding dengan pasukan utama para Guild yang ada disini dengan kekuatan kegelapan yang dimiliki oleh para goblin membuat mereka setara dengan pasukan Elit dari Guild bahkan mungkin sekarang lebih kuat daripada mereka.
Perang ini terus berjalan, hingga mereka mendengar sebuah suara dari atas dan menemukan sebuah monster Naga yang terbuat dari tulang terbang diatas sana.
Semua perhatian lasung mengarah kepada sang naga tulang itu, dan mereka penasaran tentang dipihak mana monster itu akan berada Walaupun Aether tahu kalau pastinya naga itu akan berada dalam pihak sang Goblin.
“Tenanglah wahai rakyatku naga ini akan berada dalam pihak kita,” teriak seorang goblin yang duduk diatas sang Naga.
Yang mulai menyerang berbagai pasukan dari pihak lawan, walaupun “aldo tolong urus,” ucap Aether singkat
“Zegion, kumara, dan Bruce tolong dukung aldo dari belakang.” Lanjut.
Jika kebanyakan orang terkejut dengan perubahan situasi seperti ini Aether masih berusaha untuk tenang, dan terus melakukan perubahan mengikuti setiap perubahan yang ada dalam medang perang.
“Sepertinya kejadian perang melawan para orc akan terulang,”
“Ayolah mereka belum kalah kalian sudah underestimate seperti itu.”
“Walaupun aku tidak ingin mereka kalah tapi seekor naga walaupun itu hanya tulang untuk level mereka yang sekarang belum bisa di lalui,”
Perubahan kejadian ini kembali membuat para penonton menjadi kembali ribut kebanyakan dari mereka pesimis kalau pertempuran ini akan dimenangkan oleh pihak guild.
“Sial kenapa bisa seperti ini jika ini gagal, ini bebenar menjadi sebuah awal yang sangat buruk,” ucap Nasruddin yang memukul mejanya, ia saat ini tidak habis berbagai perubahan peristiwa yang terjadi dalam perang ini.
Mereka semua beranggapan kalau perang melawan orc tidak segitunya dalam perubahan situasinya, pasalnya saat mereka berniat mengakhiri para pahlawan goblin muncul sosok baru, kekuatan para Goblin terus bertambah sehingga kian membuat mereka semua kesusahan.
“Pikir pikir, pikir,” Aether terus berpikir untuk membuat hal ini menjadi kemenangan mereka.
“aldo! Tukar,” ucap Aether.
Baru beberapa saat lalu ia menyuruh Aldo untuk mengatasi naga itu, setelah beberapa pertimbangan ia akhirnya memberikan perintah untuk bertukar tempat dengan aldo.
Ia meminta Aldo untuk bertukar posisi dengannya, setelah itu ia mengajak Arjuna ikut dengannya, “Apa tidak masalah aku memberikan perintah kepada ketua guild garuda?” tanyanya kepada Arjuna.
Jujur saja Ia punya ide, tapi akan sangat merepotkan kalau idenya itu tidak disetujui oleh rekan rekannya, apalagi ia memang membutuhkan bantuan dari Arjuna yang notabene dapat menyerang jarak jauh.
“tidak masalah,” ucap arjuna santai.
“Walaupun saat ini aku sedang melakukan siaran langsung?” tanya Aether lagi.
“Aku tahu, entah kau sadar atau tidak, kau saat ini sangat menarik perhatian di indonesia.”
Arjuna sama sekali tidak masalah dengan ia mendapatkan perintah dari Aether, lagian ia juga penasaran tentang bagaimana rencana Aether.
Setelah mendapatkan persetujuan aether segera memberikan arahan kepada Arjuna, sedangkan ia langsung mengaktifkan skill god speednya dan mulai berusaha menyerang naga tengkorak itu.