
Melupakan Vanessa yang sedang mengurus masalah penonton stereminya terlihat kalau medan perang saat ini terlihat sangat aman dimana mereka terlihat lebih unggul terutama Di Paling depan ada North yang memimpin.
“sepertinya bukan hanya ini yang akan menjadi pasukan utama musuh bukan!” ucap nomos yang merasakan kalau Pasukan musuh saat ini terlihat terlalu lemah.
Pasukan saat ini hanya diisi para skeleton dan zombie yang biasanya hanya bisa dipanggil para necromancer rendahan.
Sehingga Nomos merasakan kalau masih akan ada serangan lain yang jauh lebih kuat nantinya, musuh saat ini memang terlihat kuat karena jumlah mereka yang terlihat mengerikan tapi kebanyakan musuh yang ada di sana terlihat
“Ini akan sangat membosankan kalau sampai hanya ini yang menjadi pasukan musuh.”
Debora sendiri terlihat sedikit tersenyum melihat peperangan seperti ini.
“Tenang saja ini baru permulaan, aku bisa merasakan kalau Lich yang ada disana bukalah tubuh asli melainkan hanya Sebuah sihir atau Makhluk yang dihidupkan juga.”
Aldo sebagai jendral lapangan terlihat tenang untuk melihat situasi, sampai saat ini ia tidak bergerak karena ia tahu dengan menggunakan mata khusus ia dapat mengetahui apa yang saat ini dia hadafi.
“Mata dari sang kera sakti memang sangat mengerikan,” ucap Debora mengomentari mata Aldo, sebagai makhluk yang sudah berumur sangat panjang tentu ia tahu banyak tentang berbagai legenda terutama legenda sang kera yang pernah mengacau di kayangan.
Disana juga ada raja dari black dwarf bersama dengan mereka, di awal tadi ia bergabung dengan pasukannya tersendiri untuk menyiapkan berbagai alat berat yang mereka miliki.
“Apa senjata senjata kesayanganku belum waktunya beraksi?” tanya kepada nomos dan aldo.
Mereka sudah tahu kalau lawan mereka nanti adalah para mahluk imortal sehingga mereka sudah mempersiapkan senjata berat untuk melawan mereka.
Senjata senjata yang telah dibuat oleh para dwarf membuktikan kalau mereka ini bukalah ras lemah, seandainya mereka di waktu untuk mempersiapkan diri saat melawan para ogre tentu mereka tidak akan kalah dengan mudah.
Walaupun mereka belum bisa membuat senjata api tapi terlihat mereka sudah bisa membuat beberapa bom, sepertinya yang pernah Aether dapatkan saat melawan para laba laba di tempat para lizardman.
Senjata -senjata besar yang dimaksud disini adalah ketapel, meriam sihir, dan berbagai jenis senjata yang digunakan pada zaman kerajaan.
“untuk saat ini, mari simpan senjata itu,” balas Aldo
Mereka saat ini masih sangat mendominasi sehingga mereka tidak perlu senjata tambahan untuk mengalahkan mereka .
Dan mereka semua setuju akan hal itu, “Bagaimana, apa senjata yang sudah kita rancang telah siap?” tanya Nomos.
Semenjak kepergian aether dan para dwarf yang datang ke desa Nomos tiba tiba menghilang yang sepertinya mereka melakukan sebuah penelitian kasar bersama para dwarf sehingga akan ada sebuah kejutan yang akan mereka tampilkan dalam perang kali ini.
“Semuanya aman tinggal menunggu eksekusi dari kalian”
Saat para petinggi sedang sibuk melihat dan meneliti apa yang terjadi Kondisi perang saat ini adalah pasukan mereka berhasil mendesak serangan bahkan saat ini North sudah berhasil menangkap sang lich yang memimpin para mahluk imortal yang menyerang.
“segera mundur, untuk orang yang memiliki kemampuan defence yang segera melindungi teman kalian,” ucap North.
Ucapan dari north itu terdengar aneh karena saat itu ia ingin membunuh sang lich, tapi ia tiba tiba melamar sang lich yang sudah berusaha ia tangkap.
Tapi mereka semua yang ada disana tahu kalau North pasti ada alasan di setiap tindakannya, sehingga semua pemimpin dari setiap regu yang sedang bertarung segera melakukan apa yang north katakan.
Dan tidak membutuhkan waktu mereka segera mengetahui apa yang datang kepada mereka, [corpse explosion], adalah sihir kegelapan yang dimiliki para necromancer untuk membuat semua panggilan nya meledak.
Beruntung mereka sudah bersiap jadinya berbagai ledakan yang ada disana tidak berarti apa- apa walaupun banyak korban tapi masih bisa diselamatkan karena adanya Apra priest semuanya masih bisa untuk diatasi.
“Aku tidak menyangka kalau sihir[corpse explosion] begitu kuat” ucap sang pemimpin dari regu penyihir.
“tetap tenang, ini baru permulaan,” teriak aldo Sehingga mereka segera bersiap untuk mengatasi gelmpobang selanjutnya.
“Ini saatnya senjata senjata untuk beraksi,” ucap Aldo kepada para dwarf yang dari tadi sudah bersiap untuk melihat sejauh apa mereka akan bertarung.
Mengikuti apa yang aldo katakan pasukan yang berada di garis depan segera mundur secara teratur karena saat ini para dwarf yang akan tunjukkan taji.
“sepertinya akan pertunjukkan baru yang akan mereka perlihatkan,”
“satu satunya alasan mundurnya mereka, hanya karena mereka sepertinya memiliki rencana yang lebih baik,”
Sepertinya biasa saat ada perubahan suasana dalam perang berbagai analisis online segera berdiskusi tentang apa yang terjadi.
Terkadan Vanessa hanya melirik mereka karena ia sendiri saat ini sibuk untuk mengobati para korban, dan semua orang Paham Akan hal itu, bahkan beberapa Penonton tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Vanessa mereka lebih memilih fokus dengan kejadian kejadian yang akan terjadi kedepannya .
Setelah beberapa saat sebuah pasukan baru yang keluar dari dalam tembok yang membawa berbagai alat berat yang siap untuk di lontarakan, terlihat juga ada beberapa terlihat sebuah senjata yang menyerupai sebuah meriam yang di keluarkan dan di pasang di atas tembok, semua itu mereka persiapan dengan cepat saat terlihat saat ini para pasukan immortal sudah kembali untuk di bangkitkan dengan jumalh yang dua kali lebih banyak dari Pasukan immortal yang pertama.
Itu tidak lain adalah Para sedap yang sudah sampai, alat berat ini terlalu besar untuk dikendalikan para Dwarf sendiri sehingga mereka membutuhkan bantuan dari orang orang lainnya.
Dan satunya pilihan yang terisah adalah para Sedap yang memang sering kali memfokuskan stat mereka dalam kekautan dan ke tahanan sehingga mereka sangat cocok untuk tugas ini.
Mereka bahkan Seka hati melakukannya ,salah satu alasan terbesar mereka masuk dalam permainan ini adalah untuk merasakan bagaimana hidup dalam dunia dimana fantasi bisa terjadi Sehingga saat di berikan pilihan untuk melakukan taktik perang seperti apa yang mereka pelajari dari buku buku sejarah maka tentu mereka dengan senag hati melakukannya.
Bersama dengan Dengan Sedap1 dan Dwargo segera memimpin mereka untuk memulai serangan, karena terlihat para pasukan musuh sudah mulai mendekat.
“tembakan pertama Sudah siap?” teriak sedap satu.
Terdengar semua orang sudah siap, tapi ada yang aneh terlihat mereka memegang Sesuatu yang terlihat saat Sedap 1 sudah memberikan arahan mereka segera melemparkan benda tersebut.
Yang ternyata itu adalah sebuah Bom, level para sedap ini hanya berkisar 150 ke atas tapi kalau masalah melempar kekuatan di level segitu sudah cukup bagus apalagi jika akurasi mereka tinggi maka itu sudah sangat sempurna untuk melakukannya.
Sekitar lebih 40 bom segera di lembarkan berbagai arah, Sehingga medan perang terlihat langsung kacau, apalagi melihat ledakan ledakan yang ada disana terlihat sangat ampuh terhadap para pasukan kegelapan milik lawan.
Bom bom itu tidak terlalu menimbulkan ledakan yang besar malah terlihat seperti bom asap namun Hasil ledakannya sangat berbahaya untuk para pasukan lawan
Lawan
By: ….
Kosongnya makna dalam sebuah keruhnya perasaan
Membalut tawa di sebuah luka
Malam tanpa bintang yang menyaksikan
Dalamnya luka yang tak bisa aku sampaikan
Aku yang dulu pernah menantang dunia
Kini merasakan di permainkan dunia
Entah takdir yang telah berkehendak
Atau tuhan yang mengingikannya
Aku memang tak peduli
Dengan terpaan badai yang ada
Pada akhir menangis karena tidak bisa melakukan apa apa
tolong komen Doan apa tidak masalah kalau aku membuat berbagai puisi dalam akhir karyaku seperti ini