VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
pertempuran Aldo vs ginting



Sial jika ada orang yang berada dalam keadaan paling kacau saat ini itu mungkin itu adalah lilith walaupun ia berada dalam keadaan ditahan secara perlahan ia sudah mengetahui keadaan yang berada di luar dimana teman temannya sedang berusaha menyelamatkannya.


“sial,sial, sial, jika saja aku tidak tertangkap dan aku sedikit lebih kuat, teman temanku tidak ada yang mati seperti ini,”


Bagi lilith tidak ada npc atau manusia nyata baginya semua orang yang berada dalam guildnya adalah orang orang terdekatnya makanya kebanyakan dari mereka juga merupakan npc yang mereka ajak bekerja sama di di kekaisaran Bone.


Sebenarnya merekrut banyak nc untuk bergabung dalam guild mereka tidak menimbulkan kerugian, contohnya saat ini, sebagai ganti nyawa mereka yang hanya satu kali kecepatan naik level mereka juga lebih cepat dari para pemain pada umumnya.


Sehingga saat ini beberapa orang orang petinggi dari Black word menjadi pondasi utama dalam guild mereka. Dan sekarang bisa memperlihatkan diri dalam menyelamatkan ketua mereka.


Saat rasa putus asanya memuncak semua asap tebal keluar dari anting yang saat itu ia kenakan, “Kau terlihat mengerikan saat sedang dalam keadaan putus asa seperti itu saudara ku,” ucap sosok monster yang keluar dari sana.


Jika Aether berada disini tentu ia sangat mengenal monster tersebut itu tidak lain adalah monster yang sama yang saat itu hampir membunuh di rumah hantu tempat lilith bertemu.


“terus ingatlah ini sudari ku, bagi seorang witch sumber kekuatan mereka adalah rasa pahit dalam sebuah penyesalan. Berhentilah menangis kali ini aku akan membantumu.” Ucapnya yang kini membuat lilith memiliki harapan baru


. . . . . .. . .


Kembali lagi dalam pertarungan di kelompok aether, sudah berlangsung cukup lama dimana sudah berhasil mengalahkan kelompok pertama dalam pasukan ini, tapi tentu itu tidak berakhir sampai disini saja.


Karena rombongan prajurit baru telah muncul siap untuk menghabisi mereka, “wahai sang ksatria bagaimana kalau kita mencari tempat yang lebih baik, untuk pertarungan kita.” Ucap Ginting yang memberikan sebuah tantangan kepada aldo untuk mencari tempat yang lebih baik untuk melakukan sebuah pertarungan.


“Kenapa aku harus menuruti permintaanmu, sedangkan kalau kita bertarung disini kau bisa membantuku membunuh pasukan kalian sendiri,” balas Aldo santai.


Hal membuat ginting tertekan karena tentu itu memang yang dihindari jika ia bertarung dengan serius dengan aldo tentu mereka akan dirugikan karena pasukan mereka sendiri bisa terkena dampak dari pertempuran tersebut.


“tapi karena kau terlihat sangat percaya diri, mari kita lakukan sesuai dengan gayamu,” lanjut aldo sedikit mengambil jarak. Yang kini posisi itu digantikan oleh Aether dan north.


Setelah ronde pertama selesai. Ronde kedua juga siap untuk di mulai, sadra sudah kembali siap untuk melakukan pertarungan.


“Mau melakukannya seperti tadi?” ucap Aether menggoda.


“skil seperti itu hanya bisa dilakukan satu kali Sehari,” balas sadra.


Tentu Aether tahu hal itu ia hanya berniat untuk menggoda Sandra, “Kalau bisa simpan skilmu untuk menargetkan 3 orang yang diatas sana,” lanjut aether sedikit pelang.


Kini sandra akan memimpin pasukan pemanah dari makhluk panggilan dari North, dan kali Rangga akan berduet dengan aether untuk menghadapi lawannya.


Tapi kali duet mereka hanya sekedar rangga akan menjadi kuda Aether dalam medan perang. “sebuah skil menarik,” ucap Sandra setelah merasakan aether melakukan sesuatu terhadapnya.


Mereka tidak tahu sampai kapan perang ini akan berlangsung sehingga jarak terbaik bertahan di tempat seperti ini adalah berusaha untuk menghemat sebanyak mungkin tenaga, karena jika mereka sampai kehabisan tenaga maka itu pertanda kalau riwayat mereka saat itu sudah habis.


Bersama dengan rangga Kembali Aether sudah seperti sebuah kesatria yang tidak terbendung dan terus membunuh orang orang yang ada di hadapannya.


Beberapa orang terlihat berusaha menjatuhkan Aether namun tidak ada satu dari mereka yang bisa melakukannya. Dengan kekuatan rangga yang sekarang akan sangat sulit untuk menjatuhkannya.


Apalagi kebanyakan dari mereka adalah para pemain yang masih berada di level 200 ke bawah. Rangga yang sudah seperti Bos monster akan sangat sulit untuk memberikan luka kepadanya.


Hal ini membuat kebanyakan orang yang berada di sana menjadi frustasi, apalagi  tidak hanya Aether yang sangat berbahaya disana, baik itu north dan sandra melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.


Sehingga walaupun Aldo saat ini sedang ditahan oleh ginting tapi mereka semua masih bisa menghadapi perlawanan dari para penyerang yang ada.


“harus kuakui kekuatan tuanmu memang hebat!” ucap ginting yang saat ini sedang menahan tebasan cepat  dari Aldo.


“jika makhluk seperti ku akan melayani tuan yang biasa biasa saja itu hanya menandakan kalau pandanganmu terhadap dunia masih terlalu sempit,” balas Aldo menohok.


“Sebenarnya siapa kau, walaupun kau adalah seorang makhluk mitologi, tidak mungkin kau akan mengetahui ilmu pedang dari dari dunia ini.”


Ginting saat ini sebenarnya sedang berada dalam kebingungan, tidak hanya ia tidak bisa mengalahkan monyet ini, tapi berbagai skil pedang yang ia keluarkan malah dikerjai oleh Aldo.


Seolah olah ia sudah mengetahui teknik atau skil pedang itu dari masa  lalu, “dulunya aku juga manusia dan seorang ahli pedang seperti mu, tapi karena beberapa hal, aku terakhir di tubuh ini,” ucap Aldo santai.


“Kamu adalah seorang makhluk mitologi yang dulunya manusia tapi kenapa kau masih mengikuti seorang tuan yang berada di jalan sesat sepertinya?” ucap ginting yang terlihat emosional.


“Darimana Aku melihat kami sebagai orang yang berada dalam jalan kesesatan, jika hanya karena ini kamu menganggap kami sesat, itu akan sangat mengecewakan blog,” balas aldo yang terlihat masih sangat santai.


“Dalam ilmu pedang saat pandanganmu terhadap kehidupan itu sangat dangkal, kemampuan berpedang mu tidak akan berkembang lebih jauh,” ucap Aldo yang terlihat kecewa dengan pandangan dari ginting yang terlihat sangat dangkal.


Ia mungkin tidak akan mempermasalahkan kalau mereka menganggap kelompok aether adalah orang orang sesaat karena membunuh dengan sembarangan, tapi menurutnya ginting berpandangan saat ini hanya karena mendengar berbagai berita yang tentunya hanya di lebih lebihkan.


“Diam, dan jangan mengajariku!” balasnya yang tidak terima mendapatkan hal seperti ini.


“YA, ya, ya, teruslah berbicara sepertinya dan kemenangan sudah berada dalam pihak kami.”


Aldo masih terlihat santai apalagi saat ini terdapat sebuah perubahan besar semua orang terlihat mundur.


“tidak perlu berpikir tentang mereka disini tugasku adalah menghentikanmu untuk bergerak,” balas ginting dengan sangat percaya diri. Sehingga mereka melanjutkan pertarungan tampah memedulikan masalah yang ada di sekitar.