VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
jeda ajalah



Kekalahan demi kekalahan membuat Hati Reyhan menjadi tidak mood untuk masuk lebih  cepat dari biasanya,  bahkan mungkin hari ini  ia tidak berniat untuk bermain. Sampai saat ini Ia memang dikatakan Secara perlahan untuk melihat perkembangan yang lumayan baik dalam pertarungannya melawan Sang Death Knight.


Terutama saat ia tidak kalah dalam satu serangan lagi, dan kadang kalah ia Bisa Mencoba mendaratkan Serangan, walaupun itu masih di tangkis dengan mudah.


Ia Cukup senang karena melihat sang death knight entah kenapa tidak berniat untuk menghabisinya, Sedangkan ia yakin Kalau Ia mau pasti dengan mudah IA pasti Bisa membunuh reyhan.


Ini juga sekaligus petunjuk yang memberikan tanda, kalau misi itu sebenarnya tidak Menjadi hal yang mustahil untuk diselesaikan, seperti yang terus reyhan gaungkan serelistis apapun game VOF, tetap saja ini masih lah tetaplah sebuah Game.


Jadi selama itu adalah sebuah Quest, pasti akan ada Cara untuk menyelesaikannya, karena Reyhan Sudah membuktikannya Sendiri  jika memang Quest itu tidak sesuai dengan kemampuannya ada kemungkinan Kalau Quest tersebut tidak akan diberikan.


Beda halnya dengan sebuah Quest, untuk mendapatkan Pusaka dari Gaia ini, itu adalah sebuah Quest yang memang dibuat untuk membantu perkembangan dari Para pemain.


Ia berusaha mencari sebuah hiburan dengan menonton TV, dan mendapati yang ada di Tv hanya berbagai pemberitaan Tentang kekalahan Para  Guild yang saat ini tengah melawan para Orc


“Dilihat dari mana pun sepertinya Death knight yang saat ini kulawan Sepertinya lebih kuat dari para Death knight yang dimiliki oleh para Orc,” gumamnya.


Setahu nya Para Death knight seharusnya dapat Memiliki bawahan Para Skelton dan Yang lainnya tapi Sepertinya death knight yang ada di pihak Para Orc masih bisa mempertahan kesadarannya Sehingga sebelum ia meninggal sehingga Ia tidak memiliki kekuatan untuk memanggil para Skelton.


Tapi bagi Reyhan, sebagai pemimpin dari rombongan Para Orc Seharusnya memang lebih baik dari para pasukan skeleton yang terus ia lawan Selama beberapa saat terakhir ini.


“Tapi Sepertinya North Juga akan Seperti itu de?” gumamnya Setelah mengingat Salah satu temannya yang akan bernasib sama dengan mereka, jika dilihat dari variasi Skil yang dicari dan Bagaimana North mendiskripsikannya seharusnya Job baru dari Nrt Nya tidak jauh berbeda dengan para death knight


Bukannya memikirkan bagaimana kekuatan dari North Setelah ia mengambil Job Lanjutan yang dimilikinya. IA malah terbayakn bagaimana nantinya penampilan dari North Jika Memang Tembakan yang akan menjadi death knight terjadi.


Ia sebenarnya tidak masalah dengan Job death knight dan Sejenisnya Tapi masalah nya penampilan North yang Seorang Lizardman  menjadi pemimpin dari pasukan Makhluk hidup, itu memang terdengar Sedikit menakutkan.


“Sepertinya penampilannya tetap menjadi yang paling aku nantikan,” gumamnya sambil tertawa membayangkan hal tersebut.


Ia tidak perlu berlama-lama berada di depan tv, karena berita Kekalahan itu sama Sekali tidak membuatnya Senang Sehingga setelah sarapan dan minum Beberapa Kopi hangat, ia Segera bersiap menuju tempat dimana Stadio sedang di bangun.


Salah satu bangunanan yang bisa di katan telah Selesai seratus persen, hanya pembangunan Tempat latihan dari Reyhan, itu meliputi tempat beberapa peralatan Gym yang digunakan untuk melatih fisik , dan Sebuah ruangan Kosong yang akan digunakan sebagai tempat ia melatih bela dirinya.


Walaupun berbagai peralatan berat, untuk keperluan Gym saat ini belum datang karena uang yang  belum mencukupi.


Tapi beberapa peralatan kecil, yang seringkali digunakan untuk berlatih beladiri telah disediakan disana. Sehingga Reyhan berniat untuk melepaskan penatnya dengan berlatih pribadi Sepuas yang dia inginkan.


Ini tidak lain karena ia membutuhkan pelampiasan untuk mencari samsak, karena saat ini ia merasa  saat ini saat menjadi aether ia akan dijadikan samsak oleh Death knight itu.


Hari ini Ia benar benar ingin libur dari Bermain game, Karena ia tidak tahu apa yang harus IA lakukan ia lebih memilih untuk berada di tempat beladirinya Sekaligus melihat bagaimana para tukang yang ada disana bekerja.


Siang harinya Reyhan juga memberikan beberapa Pelayanan Spesial kepada para pekerja yang ada disana  dengan menjadi juru masak mereka pada hari itu,  terkadang reyhan Juga bercanda ria dengan para tukang saat mereka Sedang beristirahat.


Hal ini Secara tidak langsung membuat para pekerja yang ada disana Semakin bekerja dengan baik dan berusaha Sebaik mungkin mengerjakan  tempat dari Raihan, dan Reyhan Pulang pada malam harinya.


Baru beberapa Langkah ia keluar dari Rumah, ia sudah menemukan seseorang yang juga sudah lumayan lama ia tidak temui.


“Halo, ha!” ucap Mawar saat berpapasan dengan reyhan.


Reyhan hanya mengangguk tanda menjawab sapaan tersebut, Setelah itu ia melajutkan perjalannya menuju tempat tujuan. Ia Sedikit jengkel Setelah melihat Mawar juga berjalan ke arah yang sama dengan Ia tujuh saat itu.


“Masih Sering jalan-jalan malam menuju taman?” tanya Mawar yang mencoba membuka pembicaraan.


“Bisa dikatakan Seperti itu,” jawab  Reyhan Singkat.


Jarak dari rumah reyhan Dan taman Tidak terasa Setelah Reyhan bersama dengan Mawar, bisa dikatakan Jarak itu tidak terlalu dekat ataupun tidak terlalu jauh, tapi jika dalam keadaan yang seperti ini jarak Sejauh apapun Sepertinya akan terlihat dekat.


Ia memilih untuk duduk di bangku yang biasanya terus ia tempat  jika berada di taman ini, dan ia tidak Bisa Apa-apa setelah melihat Mawar juga mengikutinya Sampai di tempat ini, bahkan Sekarang ia telah duduk di sampingnya.


“Aku datang Kesini  untuk mencari Ketenangan, bukan malah menjadi menambah pusing yang telah kurasakan,” gumam reyhan dalam hati.


Dengan adanya Mawar disini membuatnya tidak tahu harus melakukan apa, dan ia melihat kalau saat ini mawar sedang ada yang ingin dikatakan.


Namun Reyhan terus menunggu apa yang ingin dikatakan, tapi setelah hampir satu jam duduk disana dan tidak melakukan dan berbicara apapun, setelah beberapa hentakan nafas Reyhan memutuskan untuk pergi.


Baru Setelah melihat gerakan untuk pergi dari Reyhan, Sebuah tarikan kecil dapat ia rasakan dari tahannya, itu tidak lain adalah Mawar.


“Aku sudah keluar dari storm hunter,” ucapnya.


Ucapan itu membuat Reyhan terpaksa harus duduk, walaupun ia sadar kalau ia tidak lagi memiliki perasaan kepada mawar namun ia tetap lagi yang masih memiliki hati, ia Sedikit ragu tapi Sepertinya ini berkaitan dengan masalah yang telah ia buat kepada Storm hunter.


Intinya ia menceritakan Hubunganya dengan Anto yang terus tidak berjalan dengan Baik, makanya ia memutuskan untuk keluar dari Storm hunter, dan memilih untuk bermain lagi dan ia juga telah memutuskan untuk melanjutkan Studi yang menurutnya sempat tertunda di luar negeri dan hari ini adalah hari terakhirnya ia berada indonesia.


Mendengar Itu  Reyhan mengambil nafas  dalam –dalam, dan mengeluarkan Sebuah Hp yang dulu Sempat ia Sempat ingin berikan kepada Mawar Sebelum mereka putus, ia mengeluarkan mengeluarkan berbagai kartu yang ada disana


“Aku harap ini menjadi pelajaran yang baik untukmu, jika nantinya kau bisa memilih laki-laki yang baik kau bisa melihatnya bagaimana ia berjuang sepenuhnya untuk bukan melihat bagaimana banyaknya uang yang di miliki sedangkan ia sama sekali tidak berniat untuk memperjuangkanmu,” ucapnya sambil memberikan Hp yang ada di tangannya itu.


“Dan ini akan menjadi pembalasanku,” lanjutnya yang tidak diduga oleh Mawar, Reyhan langsung mencium pipinya.


Reyhan tidak berani  untuk menengok ke belakang entah itu karena takut ia di tabok, atau takut karena Mawar bisa saja membanting Hp yang sudah ia berikan itu, yang ada di kepalanya adalah Segera meninggalkan tempat ini secepat mungkin.