
Syukurnya walaupun hampir sedikit terlambat ia bisa mengikuti perkuliahan dengan normal, di sana akhirnya ia mengerti alasan kenapa isabela menyuruhnya menjadi asisten dosen.
Pasalnya saat dosen yang mengajar saat itu menjelaskan bagaimana game sang penguasa, bisa masuk hampir semua yang dia jelaskan salah total, reyhan tidak menyalahkannya.
Karena memang informasi itulah yang tersebar di khalayak umum, "maaf pak, jika anda berkenang bisa saya sedikit menambahkan masalah permainan sang penguasa."
Mendengar itu semua perhatian lasung mengarah kepadanya, "apa yang ingin kau tambahkan, semua itu adalah pengetahuan yang sudah beredar, emangnya kau memiliki pengetahuan yang lebih baik dari pada ada yang di luar sana," ucap sang dosen yang terlihat meremhkan reyhan.
Seperti yang beredar di luar sana, topik pembahasan tentang game in8 sedikit kurang sehingga informasinya memang sedikit kurang, sehingga salah salah satu alasan topik ini mereka angkat adalah memberikan penjelasan yang lebih banyak lagi ke khalayak umum.
Tangapan seperti itu membuat reyhan sedikit bingun harus merespon apa, "maaf jika ada orang yang lebih tahu tentang game itu dari pada sang penciptanya sendiri mungkin hanya orang itu seorang," ucap salah satu siswa membela reyhan.
"Ayolah bahkan kalian mengaku oranv yang mencintai game lebih dari siapapun tapi kalian malah tidak mengenali orang yang sudah menaklukkan sebuah game yang di beri lebel game tersulit di dunia."
Orang yang mengatakan merasa tidak percaya bahkan setelah pertemuan kedua mereka, masih beluam ada yang memyadari kalau reyhan itu adalah orang yang itu adalah orang indonesia yang pernah terkenal beberapa tahun lalu karena menjadi orang pertama memyelesaikan game itu.
Dan menjadi orang yang menyelamatkan ratusan ribu orang, bahkan sekarang reyhan kembali menyebarkan namanya di game vof, mereka masih belum mengenalinya.
Orang ini adalah orang yang sama yang menjadi orang pertama menyapa reyhan dan sekarang salah satu orang yang selalu mengutit kemanapun reyhan pergi di kampus ini.
Bahkan pagi tadi sepertinya ia sampai rela menggu reyhan di parkiran hanya untuk ia bisa jalan bersama dan lebih kenal dengan reyhan. Pada akhirnya di persilahkan untuk maju menjelaskan apa yang ingjn dia jelaskan.
"Karena nantinya kita tetap akan membahas game ini lebih dalam, munkin aku hanya akan menjelaskan berbabai persepsi salah tentang game itu, misalkan persepsi jika kita gagal atau satu kali mengalami kematian kalian akan lasung mati, semua itu adalah kesalahan."
Reyhan mulai menjelaskan berbagai persipsi salah dalam permainan itu, "sekaligus aku juga akan memperkenalkan dalam matz kuliah ini kemunkinan besar aku yang akan menjadi penbajat kalian, dan sebagai penutup apakah ada yang ingin bertanya."
Terlihat beberapa orang yang bertanya apakah reyhan adalah kenalan dari ibu isabela kemarin, tapi pertayaan seperti itu tidak di jawabnya.
"Jika masalah pribadi kalian bisa bertanya di luar jam pelajaran," ujar reyhan tegas.
"Jadi begini kami sudah tahu kalau bapak adalah yang menyelesaikan permainan itu, yang kudengar sampai sekarang game itu masih bisa di mainkan, dan ada beberap informasi yang kudengar kalau siapapun yang menyelesaikannya memiliki kontrol penuh kepada permainan, yang menjadi pertayaanku kenapa anda yang sudah tahu bahaya dari permaianan itu malah membiarkan game itu terus berjalan dimana itu bisa saja semakopin banyak memakan korban?"
Kini reyhan mendapatkan sebuah pertayaan yang sedikit menyudutkannya, "pertama pangil aja kk, atau rey pangilan bapak sepertinya terlalu tua untukku, sedangkan pertayaan seperti itu sebenarnya cukup sulit untuk di jawab karena itu sangat komplikatet,"
Reyhan terlihat tenang walaupun pertayaan itu sedikit menyudutkanya, pasalnya reyha sudah menebak cepat atau lambat pertayaan ini akan keluaar dari para mahasiswa ini.
Reyhan berusaha menjadi orang terbaik dalam menyusun kata-katanya.
"Tapi tetap saja itu akan sangat berbahaya jika ada orang yang memainkanya bukan? Bahkan di beberapa negara masih ada beberapa berita yang di kabarkan meningalkan karena permaianan itu,"
"Sebenarnya aku tidak menjawab seperti ini karena menurutku kalian tidak akan bisa memahaminya, tapi simpelnya generasi sekarang dari game sang penguasa sudah mengetahui bahayanya, sehingga saat mereka masuk ke dalamnya maka seharusnya apapun yang terjadi mereka sudah siap akan konsekunsinya."
Sebuah jawaban lainnya di berikan reyhan, tapi sepertinya jawaban itu masih belum bisa di terimah oleh orang yang bertanya sehingga ia melanjutkanya
"Dan jika kau masih belum menerima jawaban itu, aku bisa menjawab kalau aku tidak peduli dengan nyawa mereka yang sudah di perigatkan tapi hanya karena penasaran masih ingin mencobanya."
Kini semua orang yang ada disana terdiam, mereka tidak menyangka kalau reyhan dengan gamblannya mengatakan itu kepada orang orang yang ada disana.
Dimana dunia saat ini di gemborkan dengan hak asasi manusia harus di utamakan, sangat jarang ada orang yang berani mengatakan ha, seperti itu ke khalayak umum.
Yang mereka lupa kalau kebanyakan dari orang orang yang bertahan dalam game itu adalah orang orang yang tidak sama dengan kebayakan dengan orang normal.
Sehingga melihat hal seperti ini membuat mereka tertegun dan tidak tahu harus membalas apa, seperti yang di awal tadi reyhan sudah membangun jawabanya untuk memperjelas jawabannya yang terakhir.
"Jika tidak ada lagi pertayaan, aku akan mentupnya dan membiarkan dosen kita melanjutkan, dan sampai jumpah di kesempatan lainya, walaupun pada akhirnya aku hanya berada di sana duduk bersama kalian," ujarnya menutup sesi tanya jawab tersebut.
Entah itu karena ucapan dari reyhan atau bagaimana tapi semua orang bisa merasakan suasana kelas saat itu terdengar sangat cangung, untungnnya dosen yang mengajar saat itu juga bisa mencairkan suasana sehingga perkuliahan bisa berjalan dengan sangat baik.
Sebenarnya tidak semua orang yang ada disana mengangap reyhan gila, buktinya masih ada beberapa orang yang mendatanginya, dan mengajaknya mengenal lebih baik lagi.
Tapi semua itu ia tolak dengan alasan ia harus pulang cepat karena ia harus ke kantor mengurus beberapa hal penting.
"Sepertinya aku mulai mengerti kenapa dulu ada berbabai anak kuliahan sering mengeluh," gumamnya saat sampai di kantor.
Beberapa orang sina hanya tertawa melihat tingkah reyhan yang seperti itu, "nikmati saja semua itu, akan ada beberapa hal yang bosa di lakukan disana, kalau kau jeli melihat peluang," ucap daniela.
"Misalkan," balas reyhan.
"Contoh, mencari talent baru untuk kontent kita mungkin, bukankah ada beberapa gamers berbakat disana, bagaimana kalau merekrut mereka untuk bergabung karena jujur saja jika terus berlanjut kita suatu saat pasti akan kekurangan kontent, jadi ada baiknya kalau kita merekrut talent baru sehingga cadangan video kita bisa lebih banyak."
Reyhan mendengarkan dengan baik apa yang daniela katakan dan menemukan kalau apa yang dia katakan memang ada benarnya.