VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
Rangga dan aldo



 “Sesuai dengan apa yang kau harapkan, waktunya menunjukkan makhluk yang katanya pernah melawan dewa?” ucap kepada Aldo yang menanyakan apa yang akan dia lakukan.


IA juga mengeluarkan Rangga, dan menyuruhnya untuk menjadi seorang manusia, setelah itu ia menyerahkannya sebuah pedang yang sama dengan apa yang Aldo gunakan.


“Ikuti cara dia bertarung,” ucapnya kepada rangga.


Aether berniat membantu Aldo untuk naik level sekaligus membuat kesempatan ini untuk membuat Rangga mengganti cara bertarung dengan pedang dari Aldo yang memang merupakan masternya.


Sekarang ini Aldo berada dalam tingkat berada dalam ilmu pedang sehingga Ini adalah saat yang tepat untuk membuat rangga belajar banyak dari aldo.


“Tidak ada masalahkan?” tanya kepada Aldo.


“Tidak masalah, aku juga penasaran bagaimana ia akan meniru setiap gerakan yang akan aku lakukan,” balas Aldo yang juga bersemangat.


“Jangan mengeluh jika ia bisa meniru setiap gerakan yang kau kuasai,”  balas Aether yang juga berdiri dan mulai perburuan mereka.


Level Rangga saat ini sudah mencapai level 30 dan setelah ia mencapai level tersebut ia mendapatkan skill  weapon mastery itu adalah skil yang akan menyempurnakan Rangga yang dia inginkan.


Sehingga Rangga saat ini bisa menggunakan senjata apapun yang dia inginkan, yang sekarang yang Aether harus lakukan adalah mencari nya guru dan aldo adalah salah satu guru terbaik.


Selama seharian itu rangga hanya berada di belakang dan terus melihat Aether dan Aldo bertarung, ia tentu mengingat perintah yang dia dapatkan sehingga fokus utamanya mengingat setiap gerakan yang aldo lakukan.


Setelah seharian itu Aether memberikan perintah, untuk membuat rangga yang mengambil alih dan mereka yang akan melindungi rangga di belakang.


Dan hasilnya sangat memuaskan, baik itu langkah kaki dari Aldo atau bagaimana Aldo mengayunkan Pedangnya Rangga dapat melakukannya dengan sangat sempurna.


“Bagaimana? Masih meragukannya.” Ucap Aether kepada Aldo.


“sekarang aku tidak heran kenapa ada seorang slime yang bisa merepotkan para dewa jaman dahulu,” ucap aldo.


Ia tahu ini baru awal semakin tinggi setiap skil itu pasti akan semakin banyak perubahan yang akan bisa Rangga Hasilkan, bahkan hanya ada 3 skill itu jika di kemabngkan sampai titik tertinggi itu sudah sangat merepotkan lawan lawannya.


Misalkan meniru wujudnya  untuk menyamar menjadi seorang sekutu, di gabungkan dengan skil copy itu jika ia melakukan riset yang mendalam maka  penawarannya bisa tidak akan terbongkar.


“Jangan terlalu melebih-lebihkannya, bahkan sekarang kau sudah mendapatkan semua skill yang Rangga miliki saat ini,” ucap Aether  kepada Aldo yang terkesan melebihkan lebihkan Rangga.


Dengan membentuk party mereka terus melanjutkan apa yang Sempat membuat Aether terhenti yaitu menyelamatkan desa desa yang ada di sekitar.


“Jadi? Aether tidak tahu harus melakukan apa-apa,” pasalnya ia juga bukanlah seorang seorang swordsman.


“Sebenarnya dari dulu aku memiliki idola dan cara bertarung yang sangat cocok dengan tubuh seperti ini, tapi aku juga tidak ingin membuat seni berpedang ku hilang begitu saja  sehingga aku butuh penerus untuk membuat ini terus berlanjut.”


Aldo kini ingin mencari penerus, ia memiliki beberapa orang kenalan yang memiliki cara bertarung yang sama dengan Aldo, tapi ia tidak mungkin mendapatkannya saat ini,  “Untuk saat ini kau berhatahan saja dan siapa tahu akan ada beberapa anak yang tuhan jatuhkan untuk menjadi penerusmu,” ucap Aether dengan asal ngomong.


Ia mulai sedikit jengkel dari kemarin monyet ini terlalu bawel, dan terlalu banyak yang dia inginkan sehingga Itu malah membuat Aether ribet sendiri.


Mereka melanjutkan untuk terus bertarung dan menyelamatkan beberapa warga desa, Hingga Aether sadar kalau ia telah melupakan priest yang ia pesan dari piko dari gereja gaia. Namun ia juga tidak terlalu panik pasalnya pemimpin dalam pasukan tersebut adalah sangar seharusnya memang tidak ada masalah yang terjadi.


Maksud dari Rangga memanggil mereka untuk membuat Gereja gaia mendapat beberapa poin Fame sehingga Saat mereka berusaha membangun gereja baru dan mencari  pengikut disini mereka tidak lagi kesusahan.


Sehingga saat mereka menyelamatkan warga desa yang masih ditahan oleh para goblin mereka harus menggunakan Potion dari Aether. Walaupun sebenarnya Aether tidak terlalu khawatir kalau ia akan kehabisan bahan karena Rangga sudah terlatih untuk mengumpulkan bahan bahan pembuatan potion jika kurang Aether sudah memiliki langganan yang dapat membuat mereka mendapatkan bahan itu dengan tepat.


Satu hal yang dia minta dari yuno, adalah untuk membantunya mengumpulkan sebanyak mungkin bahan bahan pembuatan potion,  saat ini mereka adalah orang orang yang memiliki pasukan untuk menyelesaikannya sehingga Aether tentu berusaha memanfaatkan mereka sebaik mungkin.


Aldo dan Aether terus memberikan sebuah kombinasi baik dalam bertarung, untuk sekarang aether berusaha untuk mengikuti irama dari langkah dari lado, karena levelnya yang Rendah, tapi Aether tahu kalau itu tidak akan berlangsung lama karena ia bisa melihat bagaimana peningkatan statistik setiap Aldo Naik level itu terlihat sangat mengerikan.


Kecepatan naik levelnya juga tidak kalah mengerikannya, dalam kurung Waktu satu hari ia sudah mencapai level 10, kecepatannya baru mulai berkurang saat ia berlevel 30 puluh.


Kemarin ia yang mengejek Aldo dengan menggunakan Rangga, tapi sekarang IA ditampar kenyataan bagaimana menakutkan level dari kelas mitos yang sesungguhnya. Dan bahkan ia  mulai merasa kalau kekuatan seperti itu terlalu tidak adil untuk dilihat.


Ia dari dulu terus membangakan Rangga mulai merasa Kalau Beberapa hari yang lalu saat Aldo memuji Rangga ia hanya mengejek, karena perkembangan ini terlalu mengerikan.


Semakin tinggi level dari Aldo semakin banyak pula clon yang dapat ia buat, sehingga mereka mulai bertarung dan menyerang kota-kota goblin lagi, dan kekuatan mereka saat ini sudah sama  dengan kekuatan tempur pasukan Aether  bersama dengan Sangara yang berjumlah 1000 orang itu.


Tubuh Aldo juga semakin tumbuh dan membentuk yang lebih mirip manusia, sehingga Aldo mulai bisa menggunakan beberapa armor warior yang dijatuhkan beberapa Goblin.  “Apa kau melihat apa yang aku lihat?” tanya Aether.


Pasalnya saat ini Aether melihat sesuatu yang sangat luar biasa saat menyerang  salah satu kamp yang seperti mantan  sebuah kota besar yang ada di maritengae, “Sepertinya dewa Gaia benar benar mengabulkan permintaanmu,”  ejek Aldo kepada Aether.


Mereka saat ini melihat dua orang anak yang sedang membunuh puluhan goblin menggunakan senjata seadanya satu menggunakan pedang satu lagi menggunakan sebuah tombak. Terlihat kemarahan yang ada dalam diri mereka sehingga mereka terus membunuh sebanyak goblin yang mereka bisa.


“Mungkin mulai saat kau harus bisa percaya dengan para dewa,” ucap Aether yang bergerak untuk membantu anak itu.


Di susula rangga dan aldo juga bergerak untuk membunuh para goblin yang ada  sehingga anak tersebut bisa diselamatkan, walaupun mereka terlihat sangat kuat tubuh mereka sudah mengalami luka yang terlalu banyak dan ia tidak  tahu apakah mereka bisa bertahan.