VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
latihan para perajurit



Hari hari Aether dan Reyhan menjadi hari yang super sibuk berbagai hal ia kerjakan di dunia nyata Reyhan harus masih harus berkutat dalam kehidupannya dan persiapannya menuju inggris.


Dan Aether melakukan persiapan yang besar besar untuk mempersiapkan perjuangan mereka melawan para Mahluk imortal.


Dalam peang tersebut ia sudah menjanjikan sebuah siaran lasung tentang apa yang akan terjadi kedepannya hingga Semua orang yang sudah mengikutinya mulai kembali berkoar koar karena sudah menugggu siaran lasung dari Aether.


“Aku bahkan hampir lupa kalau orang ini sangat ahli dalam membuat sebuah pertunjukan yang menarik,”


“Jika ia sudah memutuskan  untuk membuatnya sebagai siarang langsung maka ini pasti akan menjadi sebuah pertunjukan yang sangat panjang dan menarik.”


“Tidakkah kau lihat, yang Dia lawan adalah seorang Lich yang kemungkinan berlevel 4 sampai 500 san, bagaimana mungkin bukankah itu sudah menjadi kekalahannya sebelum bertarung.”


“Untuk orang yang di atas sepertinya kau belum mengenal legenda kami, jadi Jangan berkomentar sebelum melihat legenda kami turun dalam medan perang.”


Itu hanya sebuah Postingan Reyhan tentang screen shot misi yang akan mereka lalui dan itu sudah di banjir berbagai komentar kebanyakan dari mereka penasaran bagaimana misi ini akan dijalankan oleh Aether.


Dimana itu terlihat sangat sulit, beberapa Orang yang juga sering kali mengamati dunia Vof bahkan membuat podcast tentang apa yang Akan Aether lakukan untuk membuat itu semua terjadi.


Beberapa dari mereka beranggapan Kalau Aether masih sangat sulit untuk Memenangkan pertempuran jika daya tempur yang dimiliki desa hanya seperti yang ditampilkan saat melawan Mahkota raja.


Namun beberapa orang masih percaya sebenarnya Aether meyembuyikan sesuatu hingga membuatnya pecaya diri,   dalam perang itu.


Terutama mereka yang sudah tahu kalau Aether memiliki hubungan yang sangat baik dengan gereja Gaia, sehingga dalam perang ini kemungkinan besar mereka akan terlibat dengan besar dalam pertarungan tersebut.


“Bukankah semua orang tahu kalau Aether adalah aktor utama perkembangan kerajaan maritengae saat ini bukankah ada kemungkinan kalau Aether melibatkan mereka dalam misi ini?” tanya pembawa acara dalam Podcast tersebut.


“Tapi jika melihat perkembangan perang yang juga mereka lakukan sepertinya sangat sulit untuk memberikan bantuan, walaupun mereka datang membantu hanya ada beberapa dari mereka yang datang, karena baik itu Strom Hunter, War lion Atau Blue  Rooter mereka semua memiliki tugas mereka sendiri Sehingga sangat sulit untuk mereka  memberikan bantuan.”


Narasumber yang mereka datang saat itu sepertinya memang sangat mengerti tentang apa yang terjadi Sehingga ia dapat menjelaskan situasi perang yang ada disana dengan sangat baiknya.


Tapi belum selesai podcast itu dijalankan, sebuah Postingan baru  Reyhan kepada mereka hal ini membuat mereka kembali semakin penasaran.


Di dalam postigan tersebut, ada beberapa foto beberapa Ras yang di satukan  menjadi sato Foto, dalam foto itu terdapat berbagai Foto dari Berbagai Ras yang ada di Takkalasi.


“Sepertinya kalian sangat Penasaran bagaimana perkembangan pertarungan nantinya,” Jadi bagaimana kalau aku memberikan kalian beberapa Kisi- kisi sebelum pertarungan terjadi.”


Hal itu langsung kembali membuat media sosial kembali dipenuhi berbagai komentar, yang meninggikan Aether memberitahukan rencana kepada mereka.


Ada beberapa Orang yang berpendapat kalau memberikan kisi -kisi hanya akan membuat saat hari HA hanya itu malah akan membosankan sehingga ada baiknya tidak diberikan kisi kisi.


“Karena kalian setuju maka setiap 3 kali dalam satu minggu aku akan memberikan perkembangan situasi perang yang akan kami lakukan.


3 hari pertama berbagai Pasukan paladin yang dimiliki Gereja Gaia segera sampai pasukan ini dipimpin langsung oleh nomos, dan secara penuh siap berperang melawan para mahluk terkutuk  itu.


3 hari itu berbagai pasukan bantuan yang dimiliki Aether mulai berdatangan termasuk di dalamnya para  dwarf yang bersiap untuk mempersiapkan berbagai peralatan yang dimiliki para prajurit dari desa takkalasi.


Hari ini Aether datang ke tempat pelatihan dari pasukan yang dipimpin oleh Fiwi ia pensaran dengan perkembagan mereka, kedatangan Aether dalam latihan tersebut membuat suasana sedikit menakutkan.


Terutama para Dark Elf yang masih memiliki ketakutan yang mendalam dengan Aether, dan memang di tambah pasukan ini di dominasi oleh para Dark elf dan Barbarian, tapi tentu yang memimpin mereka adalah Fiwi yang half dari Orc dan elf.


“Siap,” balas mereka dengan sangat yakin.


“Ambil ini,” lempar Aether.


“Disana ada sebuah peta dari hutan Jura aku sudah memberikan tanda pada peta tersebut, dan tugas kalian adalah melakukan perjalanan dari sini kesana  hanya dengan waktu kurang dari sehari.”  Lanjutnya kepada mereka semua.


“Dan terakhir, jangan takut mati karena orang- orang dari gereja Gaia sudah bersiap kalau kalian terluka,” ucap Aether


“Ding.”


Skill: kamu mengunakan Lion Roar


Fighting spirit tentara sekutu meningkat 200%


Selama lima menit kedepan leadership akan meningkat 180%


Segala kebingungan yang di terima perajurit akan di hilangkan.


Untuk membuat semua ini menjadi lebih manrik Aether mengunakan Lion Roarnya  untuk membuat prajurit yang ada disna.


“Lakukan,” ucapan kepada para penyihir yang ada disana.


Dengan perintah dari Aether para penyihir yang ada di sana mulai merapalkan mantra dan siap untuk melakukan serangan kepada para prajurit tersebut.


Fiwi adalah orang yang bertama sadar apa yang akan Aether lakukan Sehingga mereka semua segera memberikan perintah kepada orang orangnya untuk segera meninggalkan tempat ini.


Tapi kesadarannya sedikit terlambat sehingga  serangan Yang ada mulai berdatangan, “Untuk para barbarian segera aktifkan perisai kalian dan lindungi  teman teman kalian sebanyak mungkin,” ucap Fiwi.


Ia mengatakan itu sambil mengarahkan beberapa skil untuk menahan para serangan  yang mengarah kepada mereka.


Terkadang ia akan menggunakan  tubuhnya sendiri untuk melindungi para prajurit mereka, sambil terus melakukan hal tersebut  mereka terus berjalan secara perlahan untuk mencapai tujuan.


Mereka terus mengikuti ritme, Saat para penyihir sudah kehabisan mana Atau skil terus harus mengisi Cooldownnya mereka akan mempercepat perjalan tapi saat  mereka kembali mendapatkan serangan mereka akan bergerak secara perlahan untuk mengurangi korban.


Aether terus melihat mereka dari atas sana ia menggunakan Rangga sebagai kendaraan terbang untuk terus memantau keadaan mereka, ia tidak memberikan mereka arahan untuk hari pertama ini ia ingin melihat bagaimana cara mereka melewati rintangan rintangan yang telah ia siapkan.


Fiwi terbukti apuh karena sangat sedikit korban yang jatuh dalam  serangan sernagan yang mereka alami dari para penyihir.


Tapi Aether terlihat kecewa dengan kinerja mereka Sehingga saat mereka sampai di tempat yang kedua.  “habisi mereka dengan sekali serang,” ucapnya kepada Debora.


Yang akan bertugas untuk memberikan pengujian dalam tempat kedua adalah debora, di dalam tes kedua ini mereka hanya perlu membuat Debora meninggalkan tempatnya atau membuatnya meninggalkan satu lenah dari tempatnya itu maka mereka bisa langsung ke babak selanjutnya.


Dan sesuai dengan apa yang diperintahkan Aether, Debora langsung  memberikan kekuatan penuh sehingga sama sekali tidak ada harapan untuk asukan itu melakukan keajaiban Sehingga mereka akan terus kembali ke awal.


“Sepertinya aku memang mendapatkan tuan yang gila,” Ucap Debora sambil tersenyum dan semua itu kelompok Fiwi segera dihancurkan.