VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
black dwart



Yang sebenarnya tidak musuh ketahui adanya  sebuah lorong lain yang dibangun untuk keluar dari tambang tersebut, tapi itu belum selesai Sehingga saat kumara dan yang lainnya tahu akan hal ini mereka awalnya merencanakan untuk menghancurkan lorong utama agar pasukan musuh tidak lagi mengkhawatirkan serangan dari sana.


Yang untungnya mereka malah berniat menyerang lebih dulu Sehingga kumara saat itu hanya melakukan improvisasi dengan memancing mereka dan meledakkannya disaat yang tepat.


setelah menerimah provokasi dari musuh mereka mulai melakukan penggalian lebih cepat dengan mencoba bertahan dengan sedikit prajurit. Sehingga para komandan yang ada harus turun secara pribadi. Dan semua itu berhasil dan Mereka berhasil mengalahkan para pasukan yang berjaga di kamp musuh dan berhasil membunuh komandan utama mereka.


. . . . . . . . . . . . . .


Setelah sampai disana IA melihat beberapa perubahan misalkan rumah rumah yang ada di sana terlihat lebih kokoh daripada rumah yang ia lihat saat pertama kali sampai di desa.


Ia menemukan sebuah pemandangan yang menarik di mana  Aldo membawa dua orang dark elf untuk bertemu dengannya.


“Ada apa, mau balas dendam?” tanya Aether langsung karena mereka terlihat ragu untuk mengatakan apa yang mereka lakukan .


“Tidak, tidak tidak, bantah mereka cepat,” ucapnya


“Sebenarnya.....” lanjutnya mulai menjelaskan kalau mereka ingin bergabung dengan desa lakalasi.


 Salah satu tradisi mereka adalah siapapun yang bisa mengalahkan kepala desa maka mereka berhak untuk menjadi pemimpin dalam desa itu, Sehingga mereka meminta Aether untuk menjadi pemimpin mereka.


Walaupun sebenarnya mereka awalnya minta Aldo untuk menjadi pemimpin mereka tapi Karena aldo dasar adalah moster panggilan dari Aether jadi mereka harus meminta pemimpin mereka jika mereka menginkannya.


“Jika kalian memang ingin bergabung kami akan selalu membuka pintu,  tapi apa kalian hanya berdua?” tanya Aether.


Selama mereka tidak membuat masalah di desa aether  sama sekali tidak masalah para dark elf untuk bergabung malah itu akan membuatnya bisa lebih tenang jika para dark ini bergabung.


“Tidak masih ada sekitar seratus dari kami yang bersembunyi karena kami datang secara langsung, kami takut kamu akan membunuh kami semua,” balas mereka membuat Aether terjeut karena ia tidak menyangka padangan mereka terhadapnya semenakutkan itu.


 “Apa aku terlihat sekejam itu?” balas Aether.


Mereka mengangguk dengan keras, dan Aether terlihat tidak ingin terlalu memperpanjang nya sehingga ia mempersilahkan para elf ini untuk memanggil para elf yang tersisa, tapi ia mengiatkan  mereka untuk sementara mereka harus membangung rumah mereka sendiri terlebih dahulu karena mereka memang saat ini belum memiliki terlalu banyak dana.


Setelah mereka pergi Aether bergerak secara pribadi untuk memasuki area hutan yang telah dikuasai para ogre, area pertama yang perlu Aether cek adalah area dimana yang north ketahui sebagai area dimana para Dwarf  di tahan.


Area tersebut berubah area tambang besar yang memang telah menjadi gowa, disana ia melihat para dwarf diperlakukan secara sadis bahkan di pekerjaankan paksa. Aether terus melihat dan menunggu saat yang tepat.


Untuk melakukan pembicaraan dengan para dwarf, menurut Aether satu satunya jalan untuk melakukan penyelamatan kepada para dwarf yang sangat banyak.


Setelah ada kesempatan, Aether segera menyusup kesana waktunya tidak banyak karena memang saat ini sepertinya  ada jadwal pertukaran penjaga dari para ogre.


“Aku tidak memiliki waktu banyak jika kalian ingin bebas dari para ogre berikan aku petunjuk untuk melawan mereka,” ucap Aether singkat.


“pergilah ke pusat kota, disana Raja kami sedang di tahan, jika kau berhasil menyelamatkan raja kami maka kami juga akan melawan para ogre ini,” balas salah satu dwarf yang sepertinya orang yang paling diagungkan antara para dwarf yang ada disini.


Quet : MENYELAMATKAN RAJA DARI PARA BLACK DWARF.


Ras black dwarf saat ini tengah mengalami penjajahan oleh kaum ogre.


 mereka saat ini tidak bisa melawan karena takut dengan keselamatan raja mereka yang sedang di kurung dalam markas ogre.


Bebas raja mereka dan kau akan mendapatkan bantuan para dwarf


Reward: para pasukan dari negeri para dwarf akan membantu untuk mengalahkan para ogre.


“Ok, mungkin akan memerlukan waktu  tapi aku harap kalian tidak melakukan sesuatu yang  bodoh dalam waktu dekat.” balas Aether menerima misi tersebut dan ia segera pamit karena mereka  sudah terlalu banyak menghabiskan waktu.


Beruntung ogre yang datang seperti nya tidak menyadari keberadaan dari Aether, sehingga Aether dapat kabur dengan mudah.


Setelah mendapatkan pengetahuan seperti itu Aether saat ini setidaknya memiliki rencana kedepannya mu melakukan apa,  sambil menunggu kedatangan satu persatu dari rekannya ia berniat untuk melakukan beberapa farming dengan memburu para ogre yang akan keluar untuk mencari makanan.


Seperti halnya monster pada umumnya mereka ini akan memiliki jadwal sendiri untuk berburu, dan Aether telah mendapatkan Jadwal tersebut dari para Dwarf tadi, sehingga Aether dapat memulai perburuannya dengan berusaha menyergap mereka.


Para ogre ini memiliki bentuk buruk rupa dengan tubuh yang besar lebih besar dari para Orc, Sehingga mereka ini memang sangat kuat untuk diatasi.


Tim berburu mereka terdiri 4 ekor ogre biasa dan satunya lagi adalah seorang orc warrior, para ogre ini adalah para monster petarung sehingga mereka tidak memiliki mage dalam kelompoknya Sehingga Aether tidak takut terkena serangan sihir.


Dalam sergapan pertama itu Aether hampir mati karena ia yang terlalu meremehkan kekuatan para ogre ini saat bertarung bersama. Ia sudah melakukan serangan dia diam sambil terus menunggu di saat yang tepat untuk menyerang.


Cara bertarungnya ini sudah layaknya para assassin, atau para ranger yang sedang berburu dalam hutan. Dalam serangan mendadak seperti ini serangan pertama adalah serangan yang paling menjadi penentuan apakah mereka berhasil untuk mengalahkan musuh.


Satu ogre langsung Aether menggunakan [galaksi spiral], serangan itu lasung kritikal karena memang Aether menargetkan sang ogre serangan itu langsung membunuh targetnya.


Setelah membunuh satu ogre, ia kembali menggunakan [Galaksi spiral nya] untuk membuat sang ogre warrior sedikit mengambil jarak, dan Aether Segera weapon Aura yang Ia miliki dan langsung mengaktifkan [Milky way] untuk membunuh satu ogre lainnya .


Karena saat ini dua ekor ogre Sedang di handle oleh rangga sehingga Aether dapat berfokus untuk melakukan pertarungan melawan para ogre Warrior.


“apa para dark elf ingin berperang melawan para ogre?” ucap sang ogre yang mungkin mengerti kalau Aether adalah salah satu dari daek warrior yang melanggar area perbatasan.


“Ah bacot,” balas Aether yang terus melanjutkan pertarungan dengan sang ogre ini, ia sedang tidak berniat untuk berbicara panjang lebar dengan para ogre ini Sehingga ia ingin lebih cepat untuk mengakhirinya.