VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
laba-laba peledak 1



Terlihat kalau lizardman aneh itu berusaha untuk membentuk sebuah pembicaraan dengan Aether, Aether awalnya bingung kenapa ada hal seperti ini seorang lizardman bisa mengerti bisa mengerti bahasa Manusia.


“Bisa kita bicara sebentar?” ucapnya kepada Aether yang saat ini masih sedang bertarung dengan beberapa rekannya.


“Bisa, kau hentikan mereka dahulu sebelum banyak bicara,” balas Aether yang sedang kesusahan melawan para lizardman yang ada.


Momentum yang telah ia bangun dengan satu serangan tadi, sehingga ia yang mulai kelelahan mulai kesulitan untuk membangun momentum, sehingga saat melihat ada peluang untuk ia mengambil nafas tentu ia akan mengambil momen tersebut dengan baik .


Dengan perintah dari lizardman tersebut mereka semua segera menghentikan serangan sehingga  Aether dapat berbicara dengan baik dengan mereka. 


“perkenalkan North adalah pemain yang ada di desa ini, dan berniat untuk membuat kerja sama denganmu!” 


“Untuk?”  


Tentu Aether tidak mengerti kenapa Mereka tiba-tiba mengajukan sebuah proposal kerja sama dengannya yang notabene  hanya sendiri yang tidak mungkin mendapatkan perubahan yang signifikan.


“seperti yang kau lihat kami saat ini sedang mengalami kesulitan melawan para laba-laba peledak itu,”


Ia mulai menjelaskan kalau ia sudah memperhatikan Aether semenjak ia bertarung dengan serigala serakah, dengan beberapa kemampuan yang ia miliki ia melihat bagaimana ia bertarung, yang intinya ia sangat percaya kepada Aether adalah bantuan yang baik bagi para lizardman untuk menghadapi para Laba-laba peledak yang ada disana.


“Itu semua bisa diatur, tapi aku punya beberapa syarat?” Aether tentu terima terima saja kalau mereka memang berniat untuk membuat kesepakatan dengannya.


Tapi ia juga tidak bisa melupakan niat sebenarnya untuk berada di tempat ini, sehingga Aether sangat menghormati sebuah perjanjian sehingga dari awal- ia juga ingin menjelaskan niat awalnya menuju tempat ini.


Jadi setelah mereka melakukan kerja sama ia tidak ingin kerja sama itu di nodai oleh Aether yang tertarik dengan sebuah item yang semata sedangkan nantinya mereka akan bertarung bersama.


Terlihat beberapa dari mereka terlihat marah karena mendengar permintaan dari Aether, walaupun Aether tahu kalau permintaan tersebut sedikit sulit tapi ia yakin kalau Mereka bisa menyanggupi masalah ini dengan mudah.


“Harus ku akui kalau Permintaanmu sedikit sulit!”


“Tenang saja aku juga sudah siap mati kok.” 


Aether mengerti kalau pembicaraan ini akan kembali menjadi pertarungan hidup dan mati, sehingga Jika pembicaraan ini gagal ia akan selalu siap untuk terus bertarung .


Terlihat ia diam selama beberapa saat, membuat Aether semakin tegang, hingga Ia akhirnya ia mengeluarkan persetujuan.


“Baiklah kami akan menyanggupi permintaanmu, tapi dengan syarat permintaan kami juga berhasil untuk membunuh sang ratu laba-laba peledak?”


Akhirnya mereka membentuk sebuah aliansi sederhana,  dengan kelompok Lizardman melalui pemain North.


[ANDA BERHASIL MEMBENTUK SEBUAH ALIANSI KERJASAMA BERSAMA DENGAN LIZARDMAN MELALUI PEMAIN North, SELAMA ALIANSI TERBENTUK KALIAN TIDAK BISA SALING BERTARUNG SATU SAMA LAIN.]


Terutama, mereka juga yang juga terbagi dari beberapa tingkatan yang harus mereka kalahkan. Sebelum mereka bisa bertemu dengan Ratu mereka. 


Dengan mendapatkan rekan yang dapat diajak bekerja bersama mereka aether dan North dapat merencanakan beberapa cara untuk menghadapi kelompok laba laba ini, di kelompok mereka tidak terdapat  orang yang dapat menggunakan sihir, kelompok ini hanya terdiri dari para pejuang yang berperang di garis depan sehingga pertarungan ini menjadi semakin sulit.


Sehingga pertarungan memang semakin menyulitkan, mungkin jika para lizardman ini memiliki beberapa penyihir berlevel tinggi, mungkin mereka setidak nya tidak terlalu kesulitan untuk melawan balik.


Ada satu hal yang Aether sangat soroti, saat ia mulai dekat dengan para lizardman ini. Ia melihat ada beberapa pemimpin lizardman yang sudah berlevel tinggi, termasuk  North yang ia sekarang paham kenapa seranganya sangat mematikan karena perbedaan level mereka yang terlalu jauh.


Misalkan Aether saat ini berada di kisaran level 30 an sedangkan north saat ini berada di level 50an. Ia bahkan tertawa mengingat bagaimana ia sangat percaya diri untuk menang melawan para lizardman yang ada di tempat ini. Ada satu hal yang menarik perhatian aether, ia sempat mendapatkan curhatan dari North kalau ia sudah bermain dari Game ini di buka.dan berhasil mencapai level ini dengan hanya bermodalkan memburu para Laba-laba itu.


akhirnya mereka memutuskan untuk membuat beberapa jebakan di sekitar markas laba-laba itu, dulu walaupun mereka tidak menembus sampai bertemu dengan ratu mereka, tapi setidaknya para lizardman ini masih bisa mengimbangi atau mengontrol perkembangan para laba laba ini.


Dan menurut North, perkembangan mereka yang tidak bisa di kontrol di mulai saat pemberitahuan kalau cerita pertama dari Vof sudah dimulai. Mendengar itu Aether sempat berpikir kalau Ada kemungkinan kalau ratu mereka adalah kunci dari cerita ini.


Namun mereka berdua segera menepis Semua itu, pasalnya mereka berpikir jika memang mereka adalah kunci monster yang disebutkan di cerita, sudah di pastikan mereka sudah memulai invasinya, dan North yakin dengan pasukan seperti mereka laba-laba ini sudah dipastikan akan membuat berbagai masalah yang akan merepotkan dunia.


North menjelaskan kalau tempat tinggal dari target mereka adalah sebuah labirin yang terdapat dalam sebuah gua. Mereka terus mengawasi dengan cara masing masing, Aether bersama dengan rangganya, sedangkan North bersama dengan seekor gagak yang ternyata juga merupakan petnya yang telah ia rawat sendiri.


Dan burung  gagak itulah yang membuat north tahu banyak Tentang perbuatan Aether di hutan rawa ini, mereka berencana membuat beberapa jebakan dan berusaha sebaik mungkin untuk bertarung di jarak jauh.


Tapi setelah Aether memantau bagaimana jumlah dari Laba-laba ini terus keluar perdetiknya membuatnya berpikir kalau mereka sendiri tidak sempat membuat jebakan jebakan itu.


“Sudah kubilang bukan kalau ini tidak semudah yang kau pikirkan.”


“Ia sepertinya kita butuh peledak,” ucapnya mengeluarkan beberapa buah bom  yang merupakan hadiah dari Moli.


Yang ia tidak tahu apakah ini mereka sudah tahu kalau ia akan menghadapi laba-laba peledak. Tapi Ia akan sangat berterimakasih jika memang Bom-bom ini akan akan berguna baginya nantinya.


“Aku akan mencoba beberapa hal, kalian cukup lihat,”


Ucapnya yang mulai memanggil  Rangga dan memulai Aksinya untuk menerobos menuju kelompok Laba-Laba itu, semakin tinggi level rangga ia saat ini semakin mirip dengan serigala, sehingga kecepatannya sudah sangat cukup untuk bermanufer menhidari para laba-laba ini.


Targetnya adalah mulut gua dimana para laba laba itu terus keluar, sehingga ia tidak menyerang satupun  dari mereka, ia tidak langsung menuju targetnya beberapa dari laba itu ia giring menuju tempat yang bagus, sehingga nantinya ledakan yang ia inginkan akan sesuai dengan harapan.


Dan saat itu sudah sesuai dengan perkiraan nya ia mulai melemparkan bom buatan dari Moli, mungkin para laba laba ini memiliki efek untuk menetralkan sihir, tapi bom itu tidak terbuat dari sihir sehingga dengan sekali ledakan dan timing yang tebak ledakan dari satu bom yang ia lembaran.


Menimbulkan sebuah efek berantai, dan sesuai dengan dia harapkan ledakan itu mulai meruntuhkan mulut gua sehingga tidak ada lagi jalan masuk maupun keluar.