
Aether terus bertarung sesuai dengan mana kapasitasnya, Beberapa kali mereka bertarung dan hampir mati oleh para hantu yang ada di rumah ini, apalagi rangga yang tidak bisa bertarung dengan melawan para hantu ini.
Tapi terlepas itu serangan dari para hantu sama Sekali tidak mempan kepada Rangga, sehingga Sering kali dalam perburuan yang Aether lakukan Rangga terus berperang Sebagai perisai bila mana Aether sedang dalam keadaan terdesak.
Setiap pertarungan akan dijadikan sebagai tempat berlatih yang baik untuk Aether Sehingga ia tidak ingin kesempatan Seperti ini terbuang sia-sia dan lebih memilih menjadikannya Sebagai kesempatan yang baik untuk melatih kemampuannya.
karena ia dengan mudah diserang oleh Lawan Sedangkan ia harus melakukan ekstra tenaga dalam pertarungan itu, situasi seperti ini adalah situasi Ideal untuk berlatih. di pertarungan ini juga Aether sadar kalau exp yang juga didapatkan dari membunuh hantu ini juga akan di bagikan juga kepada Rangga, padahal Sebelum Evolusi tidak ada hal yang seperti ini
Aether terus menjadi berbagai hantu sebagai lawan latihan Sumber exp yang sangat bagus, mungkin exp yang diberikan tidak sebanyak waktu mereka bertarung melawan Para laba-laba dimana mereka bisa mendapat Exp dengan muda.
Tapi Setidaknya mereka bisa bertahan tahan tanpa takut mereka mati dalam pertarungan ini, karena para hantu ini tidak meledak.
“Seberapa besar tempat ini,” gumamnya saat beristirahat.
Aether tahu kalau tempat ini, akan sangat besar tapi saat ia menjelajahinya rasa takjub masih ada tentang bagaimana besarnya Mansion ini.
Namun sebuah kejadian menarik perhatiannya, saat sedang istirahat di salah satu sudut tempat di mansion ini, pasalnya ia melihat ada seseorang yang terlihat kebingungan yang berada tidak jauh dari tempatnya, t namun saat aether berusaha berbicara dengannya.
Tapi terlihat kalau Orang itu sama Sekali tidak berniat untuk membalas ucapan dari Dari Aether, dan lebih memilih untuk menjauh dari tempat dari Aether saat itu.
awalnya Aether mengira kalau ia adalah pemain pro yang tidak mau berhubungan orang lain tapi tidak berselang waktu lama ia datang kembali.
“Ada apa?” tanya Aether karena melihat Orang terlihat kebingungan melihatnya yang saat itu belum bergerak dari tempatnya Semula.
Tapi kembali lagi ia sama Sekali tidak menjawab pertanyaan dari Aether dan kembali meneruskan perjalannya. Diacuhkan Seperti itu membuatnya Sedikit Jengkel tapi ia tidak bisa berkata apa-apa dan lebih memilih melanjutkan waktu santai untuk memasak makan yang dia inginkan.
Sehingga saat perempuan itu datang untuk yang ketiga kalinya Aether lebih memilih untuk diam dan tidak berbicara sama Sekali, Awalnya ia mengira kalau Ia masih akan melajutkan perjalannya ternyata tapi kali ini berbeda Setelah melihat kalau perempuan itu tidak melanjutkan perjalanannya.
Dan lebih memilih untuk duduk di dekat dari Aether tanpa mengucapkan satu katapun, dengan begitu aether juga tidak terlalu memusingkannya dan mulai menikmati makanan yang telah ia masak.
Masakan dari Aether sebenarnya sangat simpel yang tidak lain hanya Sebuah Sosis yang memiliki ukuran yang cukup besar, yang ia bakar bersama dengan beberapa bumbu, yang membuatnya sedikit terkejut adalah saat melihat orang itu, jarak duduk yang awalnya lumayan jauh kini semakin dekat dengan tempat.
“Mau?” tanya Aether yang mengira kalau orang itu sepertinya Ingin makan makanannya
Dan dijawab oleh sebuah anggukkan, Sepertinya Sekaligus memberikan penawaran barter dengan roti yang ia miliki.
“Kalau roti mah aku juga punya banyak.”
Aether sepertinya ingin sedikit usil dengan orang ini, sehingga ia mulai mengandalkan kata-katanya yang sangat ahli untuk mempermainkan seseorang.
Apalagi setelah ia melihat kalau orang itu perempuan yang memang merupakan Seorang pemain, setelah aether memberikan pernyataan Seperti itu seperti itu, ia tidak menyerah kali ini ia mengeluarkan beberapa Koin perak yang bertujuan untuk membeli makan itu.
Ia tidak mau meminta makanan Seseorang jadinya saat rencana barter itu gagal maka mau tidak mau ia menawarkan beberapa uang untuk membeli makanan tersebut.
“Sepertinya aku juga sama Sekali tidak kekurangan uang,” aether kembali menolak tawaran dari Perempuan itu.
“Cih....”
“Hahaha, setidaknya aku tahu kalau kau bisa berbicara.”
“jika kau memang menginginkan makanan ini aku hanya ingin mendengar siapa namamu,” lanjut aether ia juga tidak ingin perempuan itu terlalu marah kepadanya.
“Lilith.” Balasnya dengan cepat yang kali ini langsung menyodorkan tangannya meminta sosis yang dijanjikan oleh Aether.
Dan sesuai kesepakatan mereka akhirnya makan bersama, dan beberapa kali Lilith ingin nambah dengan alasan kalau namanya tidak senilai satu buah Sosis semata.
Melihat lilith yang makan dengan lahap Seperti itu membuat Aether Sedikit kasihan, dan bahkan menganggap kalau Sepertinya di dunia nyata hidup dari lilith seperti ini.
“Hidup yang sudah sangat susah kenapa ia harus memilih ras yang sangat dibenci oleh penduduk dunia ini,”
Saat Lilith mulai makan ia telah membuka penutup tudungnya yang selama ini menutupi penampilannya. Dan menurut Aether ia terlihat sangat cantik, walaupun mungkin yang hanya terlihat aneh adalah adanya dua tanduk yang ada di kepalanya .
Jika ada yang mengatakan kalau penampilan Suku itu terlihat sangat aneh tapi bagi Aether setelah melihat Lilith Seperti menurutnya tidak terlalu buruk.
Nama dari Ras Adalah LUNARIA ia seperti halnya kebanyakn ras lainnya yang memiliki bentuk manusia, jika Para elf ciri utamanya memiliki bentuk Telinga yang sedikit lebih panjang, kalau ras Lunaria memiliki bentuk Tubuh yang sama persis dengan manusia tapi yang membedakannya kulitnya Biasanya terlihat sedikit lebih pucat dan ada Sebuah tanduk di dahinya.
Yang juga telah menjadi simbol kekuatan dari ras tersebut, semenjak Aether tahu kalau Lilit bisa berbicara ia mulai Bercerita banyak tentang kehidupannya, ia sangat nyaman berbicara Seperti ini karena terlihat Lilit sama sekali tidak tertarik mendengar cerita tersebut.
Tapi ia juga tidak menyuruh Aether untuk Diam Sehingga IA terus meneruskan cerita nya, sampai di titik Reyhan menceritakan pengalaman hidupnya bersama dengan mawar yang berujung dalam penghianatan.
“Apa nama guild itu?” tanya lilith tiba-tiba.
“Akhirnya ada juga yang membuatmu tertarik dengan ceritaku?” balas Aether.
“Storm hunter.” Lanjutnya.
Aether tidak tahu kalau cerita ini akan menjadi Sebuah malapetaka yang cukup merepotkan bagi Orang orang yang ada di storm hunter.
Setelah cerita percintaan dari aether tidak ada lagi cerita yang menarik perhatian dari lilith sehingga mereka berdua. Mengelilingi tempat itu hanya melihat Aether bertarung ataupun menjadi tempat curhat yang baik.
Terkadang lilith merasa tidak enak karena melihat Aether terus bertarung sedangkan ia sama sekali menjadi orang yang tidak berguna dengan terus menempel di belakang nya.
Tapi ia juga tidak bisa melakukan apa-apa karena kekuatan dari sama sekali tidak berguna di tempat ini. Hingga ia merasakan tubuhnya saat ini sedang berusha di bangungkan oleh Seseorang,
Jadinya ia meminta izin ke aether untuk logut untuk semenatara waktu karena saat ini memang sudah siang yang menandakan ia waktunya untuk makan.
“Maaf tuan, tapi saat ini raja dan ratu sudah menunggu anda di meja makan.”
Sambut seorang pelayang saat lilit keluar dari perangkat game tempat ia biasa bermain, dan sesuai dengan apa yang di peredeksikannya kalau itu merupakan panggilan makan, menanggapi ucapan dari pelayanan tersebut ia hanya mengangguk.
“Jika boleh, untuk nanti aku ingin makan beberapa sosis yang enak,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia mungkin teringat beberapa hal yang membuat lilith sedikit memiliki suasana hati yang lumayan baik hari ini.