VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
perubahan Zegion



Sepanjang perjalan mereka  terus mengadakan pelatihan setidaknya jika mereka tidak berkembang mereka bisa menambah penguasaan skil yang mereka miliki, saat mereka masih berada dalam perjalanan menuju Antang, Zegian dan yang lainnya saat itu sedang berlatih seperti biasanya.


Tiba-tiba datang lebih dulu, tambah ada cobra yang sudah biasa menjadi lawan bertarungnya, “Guru,” ucap Zegion.


Saat Zegion sudah  terdengar memanggil aether sebagai  guru ia terkejut  bukan main tapi ia sudah tahu kalau ada beberapa hal yang ingin dibicarakan oleh nya, pasalnya semenjak ia mengakuinya sebagai seorang murid zegion sama sekali tidak pernah untuk memanggil sebagai guru.


Terkadang ia dipanggil sebagai Elf yang kejam, terkadang telinga panjang dan berbagai nama aneh lainnya, hingga Aether sendiri malas mengingat semua nama panggilan yang disematkan kepadanya.


“kau terlihat seperti Kucing yang terjepit ekornya saat kau memanggilku guru, jadi ada apa?” ucap Aether.


“bisa kutarik ucapanku yang kemarin mengatakan kalau aku ingin menemani kumara yang akan masuk dalam gereja Gaia,” balas Zegion yang terlihat tidak berani menatap Aether.


Beberapa hari yang lalu sebelum mereka berpisah dengan Aldo dan rangga, Aldo sempat bertanya tentang apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Kumara sangat tegas menjawab kalau ia ingin menjadi seorang ksatria yang memiliki kekuatan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, dari berbagai bahaya yang ada, sehingga saat itu Aldo menyarangkan Kumara bergabung dengan Gereja Gaia.


Ia ingin Kumara terus memberikan pegadiamnya kepada gereja gaia, ia tidak memaksa kumara untuk bergabung dengan Gereja tapi ia ingin kumara mencari sebuah pengalaman disana sekaligus ia akan menggantikan aldo untuk membantu gereja itu.


Tentu Aether sangat setuju akan hal ini karena itu memang akan sangat membantu jika orang seperti Kumara akan bergabung dalam gereja Gaia,  tapi saat ia bertanya kepada Zegion walaupun terdengar sangat tegas Aether bisa tahu kalau sempat ada keraguan di jawabanya.


Ia mengatakan kalau ia akan mengikuti kumara kemanapun kumara pergi dengan alasan ia satu satunya keluarganya saat ini, karena itu sudah menjadi keputusan dari Zegion tidak ada yang menyalahkannya walaupun Aldo dan Aether merasa Kalau zegion tidak akan cocok dalam  gereja.


Zegion adalah tipe orang yang sepertinya berjiwa bebas dan sangat sulit untuk di kekan, sedangkan jika mereka masuk dalam gereja akan ada beberapa peraturan yang tidak cocok dengan jiwa kebebasan seperti Zegion.


Mereka adalah dua orang yang sudah seperti cahaya dan kegelapan mereka memang sangat tidak cocok namun mereka saling mengisi sehingga terjalin sebuah harmonisasi saat mereka bersama.


“Kenapa? Sepertinya kemarin kau sangat yakin untuk mengikuti Kumara,” balas Aether.


“Semua yang terjadi saat ini membuatku sadar kalau selalu bersama dengannya hanya akan menghambat perkembangan kami,  sehingga aku terus memikirkan sebuah cara untuk menutupi hal tersebut, tapi aku tidak mendapatkan apapun yang dapat menjawab keraguanku.”


Zegion mulai menceritakan kesedihannya, awalnya kekalahan mereka membuatnya sadar kalau terus seperti ini mereka akan semakin para, tapi ia berusaha untuk menutupi hal itu dengan masih berpikir kalau ia masih bisa menutupinya dengan latihan yang keras


Sebelum ia melihat kalau Kumara sangat serius untuk terus berkembang, dan perasaan itu membuatnya takut kalau Kumara akan jauh lebih perkembang dari pada dirinya.


“Sebenarnya apa yang kau katakan ada yang benar ada yang salah,” balas Aether.


“jika kau berpikir dengan terus bersama dengan Kumara akan berpengaruh kepada perkembangan kalian, aku bisa katakan itu adalah kebenaran, tapi seberapa pengaruh pun itu, tidak akan sampai dalam tahap kau tidak bisa mengalahkannya, karena kau saat ini, masih memiliki teknik menggunakan tombak dari kekaisaran bone, hanya saja selama kau terus bersama dengan kumara cara bertarung mu akan sangat terpegaruh sampai dimana kau tidak akan berdiri sejajar dengan kumara,” ucap Aether.


Dalam seni dalam bertarung pandangan seorang seniman akan sangat dipengaruhi dengan lingkungannya, dan Aether berangan kalau zegion terus bersama dengan kumara itu hanya akan sangat mempersempit pandangannya dalam sebuah pertarungan itu sendiri.


Sehingga secara tidak langsung ia hanya terus menjadikan Kumara sebagai batasannya dan setidaknya mereka berusaha untuk berada dalam standar yang sama dengan kumara, dan seperti itu kumara juga melakukan hal yang sama dengan menangkap zegion sebagai batasan yang mereka miliki.


Hingga suatu saat perkembangan mereka akan berhenti, dan akan mengalami kebuntuan  dan tidak lagi dapat mengembangkan sebuah cara bertarung yang baru, sehingga cita cita mereka untuk menjadi  orang terkuat hanya akan berakhir menjadi angan-angan saja.


“Aku sama sekali tidak masalah jika kau tidak mau bergabung dengan gereja Gaia karena memang aku juga memiliki rencana tersendiri untuk mu, tapi yang ku inginkan saat ini terus lah bersabar, maka aku  berjanji membuat kalian berada dalam puncak dunia yang kalian inginkan,” ucap Aether.


Sebuah kalimat yang membuat Zegion seperti tersentak, sehingga membuatnya sangat menghormati Aether sepenuhnya.


“Kau janjikan!” balasnya.


“Tentu, walaupun aku berutal, aku masihlah seorang elf yang menjunjung harga dirinya,” Aether sedikit membangakan identitasnya yang merupakan sebagai seorang elf untuk membuat Zegion semakin percaya.


“Terimah kasih guru! Awalnya aku mengira kalau kau hanya seorang elf yang hobi menyiksa anak-anak tapi sepertinya kau memang cukup layak untuk dihormati,” ucap zegion yang saat itu langsung kabur menuju tempat kobra menunggunya.


Setelah megatakan semua itu kepada Aether, terlihat sebuah kelegaan terlukis di wajajhnya ia juga mulia semakin semakangat dalam berlatih, ia juga akan mulai mencari Waktu untuk menejlasakan hal tersebut kepada Kumara.


Yang tidak ia ketahui kalau dari awal Kumara juga telah mendengar hal tersebut, dan ia juga semakin bersemangat untuk berlatih karena beban pikiran yang ada dalam kepalanya juga telah terangkat.


Tentu sebagai seorang keluarga, kumara juga sangat khawatir dengan Zegion yang terlihat hanya berusaha mengikutinya tanpa ada sebuah semangat untuk mencari jalan lain dalam hidupnya pertemuan mereka dengan aether dan aldo mengubah banyak cara padang dari kumara sehingga ia sadar kalau obsesi dari zegion untuk terus berusaha melindunginya adalah sebuah kesalahan.


Jadi Nya saat ia mendapatkan sebuah guru hebat seperti aldo, ia tentu sangat senang, dengan ia mendapatkan guru seperti aldo ia berharap terus bersama dengan Zegion dan saling membahu untuk melewati masalah yang ada di hadapan mereka.


“jujur tadi adalah sebuah kalimat yang bagus untuk membuat anak termotivasi,” ucap Cleo.


“jangan mengejekku, aku memang tidak berbohong kalau aku punya rencana membuat mereka menjadi npc terkuat yang ada dalam game ini.”


Bagi Aether jika ia bisa membuat sebuah slime menjadi seorang bos tipe mistis seharusnya tidak terlalu sulit untuk membuat pc manusia menjadi petarung yang handal