VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
taruhan dengan ayah Vanesa



Reyhan terlihat menunjukkan sebuah ekspresi yang tidak pernah vanessa lihat, “Berikan aku waktu sebentar, jika anak bertanya bilang saja Aku sedang sakit perut,” ucap reyhan kepada Vanessa.


“Tapi.....” ucap Vanessa tapi belum selesai ungkapan tersebut.


“Kumohon,” potong Reyhan yang terlihat memohon kepada Vanesa untuk memberikannya Waktu sendiri.


Melihat itu sebenarnya alasan kenapa orang-orang yang ada di kantor saat ini sebua kepikiran ide untuk membuat acara seperti ini, itu tidak lain karena vanessa akan mengatakan ini kepada Reyhan tentang masalah ini.


Ia tahu setelah mendengarnya emosinya akan tidak terkendali sehingga ia berharap dengan ia mendapatkan pesta bersama dengan Anak itu akan memperbaiki moodnya.


Tapi rencananya Sedikit gagal karena Reyhan terlihat menolak tawaran dari Vanesa untuk bergabung dengan acara anak- anak.


Ia sangat tahu kalau niat mereka untuk menyekolahkan Reyhan adalah hal yang baik, tapi Reyhan sendiri entah kenapa terus merasa tidak nyaman akan hal ini karena baginya hidupnya sendang dikendalikan oleh seseorang.


Dan baginya itu adalah hal yang sangat tidak nyaman untuk terjadi. Karena baginya hidupnya itu adalah hidupnya sendiri dan tidak ada yang boleh mengaturnya.


Ia terus berusaha menenangkan diri, ia tidak ingin pesta anak anak yang ada diluar kacau karena ia tidak hadir disana, Sehingga ia berusaha untuk melupakan segala pikiran yang mengganggunya.


Dan setelah itu ia keluar dan mulai bergabung dan yang lain, seolah olah tidak ada yang terjadi apa- apa hari itu, beberapa dari mereka menayakan pegalaman Reyhan megikti ujian seperti itu.


Reyhan pun menceritakan pengalaman demi pengalaman yang dia lihat saat mengikuti ujian dimulai awalnya ia mengira kalau orang yang akan mengikuti ujian ini adalah para orang tua, tapi ternyata banyak dari mereka adalah orang orang yang seakatan dengannya yang sepertinya juga akan mencari  pekerjaan.


Mereka semua terhanyut dalam pesta dan beberapa dari mereka harus tinggal menginap karena rumah mereka yang terlalu jauh tapi bagi orang yang cukup dekat mereka pun pulang di rumahnya masing termasuk dengan Vanessa.


“Katakan pada ibu kalau Ada Waktu aku bicara,” ucap Aether yang di iyakan oleh Vanessa, tentu Vanessa mengerti kalau akan  permintaan seperti dari Reyhan Setelah ia mengatakan yang sebenarnya kepada Reyhan.


Dan Reyhan sendiri pulang kerumah untuk tidur karena terlalu banyak orang di kantor saat ini Sehingga semua tempat yang  bisa di tempat tidur udah di tempat oleh karyawan yang ada disana.


. . . . . . . . . . . . . .


Saat Reyhan di pusingkan dengan masalah yang ada dalam  tubuhnya, di kerajaan maritangae saat ini sedang di pusingka dengan para kerajaan tentangga yang mulai melakukan pergerakaannya.


3 kerajaan tersebut adalah Baranti, Amparita, dan Kadidi. Mereka adalah tiga kerajaan yang cukup besar yang sepertinya berniat untuk berperang.


Mereka membagi serangan pemjadi tiga arah walaupun fokus utama mereka terpang pang jelas berada di area paling depan.


yang sebenarnya menjadi masalah utama dalam pertarungan ini adalah area tengah serangan yang sepertinya menjadi pusat serangan jika mereka memfokus diri untuk melawan area tengah maka mereka masih bisa bertahan.


Tapi kedua sisi lainnya akan kosong, sehingga itu akan menjebakan mereka berada dalam masalah lainnya.


Hal ini membuat mereka bingung, “Biarkan Kumara dan pasukannya  untuk mengatasi pasukan yang berasa dari sisi kanan kerajaan,  katakan kepadanya untuk jangan terlalu memaksakan diri usahakan saja untuk menahan mereka sampai perang area utama selesai.”


Yuno mulai memberikan perintah kepada prajurit yang bertugas untuk menyampaikan pesan, dalam medan perang di sisi kira karena itu masih lumayan dekat dengan takkalasi yuno telah mengirimkan permintaan kepada orang yang ada disana untuk membantu menghentikan pasukan tersebut.


“ini mungkin pilihan terbaik tapi jumlah pasukan yang kita hadapi juga masih terlalu banyak,” ucap Joker masih berpikir.


“Aku sudah mengirimkan pesan kepada aether tapi sepertinya saat ini ia ada urusan di dunia nyata Sehingga sampai saat ini ia belum membalas pesanku,” balas yuno.


“Seperti yang kau katakan, walaupun saat ini kita dalam keadaan terdesak semenagat juan para perajurit kita terlihat sangat tinggi,”


sehingga kemungkinan mereka menang sebenarnya tidak la nol, mereka sudah mendapatkan pelatihan dari seorang instruktur dari kekaisaran maritengae, beberapa peralatan utama dari maritengae,  sehingga kekuatan mereka sebenarnya tidak bisa diremehkan.


. . . . . . . .


Kembali kepada reyhan yang besoknya  bahkan tidak sempat untuk sampai di kantor ia sudah dijemput oleh ayah dari Vanessa di depan rumahnya.


Hal ini sangat berbeda dengan apa yang dia harapkan, ia mulai berpikir kalau orang tua vanessa Sepertinya marah dengan sikapnya.


“Masuk,” ucap  suara yang ada di dalam sana.


Tidak berselang lama seorang keluar itu adalah supir yang ada di dalam mobil tersebut ia terlihat memberikan kode kepada reyhan  untuk masuk sebagai supir.


Saat masuk kesana ia melihat di dalam sana hanya ada ayah dari Vanessa, “Jalan sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh map yang ada disana,” ucapnya


Reyhan hanya menurut, dan mengikuti apa yang dikatakan ayah Vanesa,  dari apa yang ia lihat itu adalah sebuah taman yang ada di pusat kota.


Mereka sampai di sebuah taman yang cukup ramai di pagi hari seperti ini terlihat beberapa orang yang berusaha untuk berulang dengan lari santai, sedangkan Aether terlihat berusaha mensejajarkan jalannya dengan Ayah vanessa.


“Aku dengar kau di daftarkan di sebuah univ disini, dan merasa hidupmu terlalu diatur oleh kami.”


Mereka pun akhir masuk dalam pembicaraan utama mereka, reyhan terlihat kebingungan untuk menjawabnya.


“Asal kau tahu walaupun istriku yang sangat ngotot untuk mendaftarkan masuk kesana, ide awalnya dari aku, jadi  jika kau ingin protes masalah ini seharusnya kau datang kepadaku,” ucapnya terlihat tegas.


“Kalau begitu bisakah paman menjelaskan kenapa aku harus mengikuti idemu,” setelah Berpikir akhirnya reyhan mulai memperlihatkan sifatnya kepada laki laki ini.


“kau tahu aku sudah mencari tahu Semua informasi tentangmu, dan jujur aku sangat kagum dengan bagaimana kau berusaha bertahan hidup dalam dunia Sekeras itu,  jadi aku berusaha untuk membuat semua itu menjadi sebuah cerita yang sempurna dengan membuatmu merasakan sesuatu yang tidak pernah kau rasakan selama ini yaitu dunia remaja yang mungkin tidak pernah kau rasakan kecuali dengan pacaran yang hanya sebentar itu.”


“Om, tapi menurutku aku tidak membutuhkannya,” balas reyhan singkat.


Ia tahu kalau ia tidak merasakan itu, tapi menurutnya hidup Seperti itu tidak penting baginya Sehingga untuk merasakannya reyhan merasakan itu adalah sesuatu yang tidak perlu.


 “Begini saja, mari taruhan, cobalah untuk mengikuti perkuliahan itu selama satu tahun, jika menurutmu tidak ada perubahan maka kamu bisa keluar dan aku juga bersumpah tidak akan ikut campur lagi dengan masalah hidup dan perusahaan yang berusaha kau bangun, tap jika sampai kau merasakan ada yang berubah dalam dirimu kau harus tinggal dan menyelesaikan proses pembelajaran,” ucap ayah Vanesa yang pada akhirnya memaksa Reyhan untuk mengikuti keinginan ayah vanessa.


“Jujur saja ni, itu tidak terlihat sebagai taruhan sama sekali,” balas Aether.


“Kalau begitu aku ingin tambahan syarat selama satu tahun masa taruhan kita ku ingin om, menjamin sponsor dan sejenis dalam perusahaan,” ucap reyhan.


Karena sudah terlanjur taruhan seperti ini membuatnya tidak ingin rugi dan berusaha memanjat kesempatan ini untuk keuntungannya.


“Hahaha, aku benar menyukaimu, sepakat!”


Mereka pun sepakat untuk kedepannya mereka akan taruhan apakah Reyhan akan nyaman dalam lingkungan perkuliahan atau tidak.