
persiapan dilakukan secara singkat, karena yang akan turun kali ini adalah para pemimpin pasukan maka harus ada orang yang bisa mengawasi orang- orang yang ada di kamp Setidaknya mereka bisa memberikan kepada Kelompok yang akan bergerak jika ada sesuatu masalah di Kamp ini.
tim ini dibentuk dalam sesuatu yang sangat sempurna, misalkan Yuno yang bertugas sebagai tanker, aether sebagai spearman, Aqua sebagai swordman dan cleo sebagai Assassin, dan sisanya terdiri dari satu Mage dan Seorang Archer.
salah satu yang mereka hindari dengan melakukan persiapan secepat mungkin, adalah roses, mereka tidak mau pergerakannya di ketahui oleh roses. Cleo sudah menjelaskan bagaimana roses berusaha mencari tahu tentang siapa pria bertopeng yang ada di kamp.
tapi sepertinya itu percuma, pasalnya pada akhirnya mereka ditemukan oleh roses saat ingin memasuki hutan, pertemuan mereka membuat semua orang yang ada disana Sedikit deg-degan.
pasal-pasalnya mereka masih ragu kalau Aether tidak akan lepas kendali dan menyerang Roses, tapi tanpa diduga Aether masih terlihat masih sangat santai, setidaknya itu yang dapat mereka lihat saat itu.
“Mau kemana kalian?”
“Siapa orang itu, kenapa ia bertingkah sebagai bos disini?” bukanya menjawab pertanyaan dari Rose, aether malah melontarkan sebuah pertanyaan yang sebenarnya ia sudah ia ketahui.
Tentu Aether bertanya Seperti itu setidaknya ia bisa berpura-pura tidak mengenal Rose, dan sepertinya teman-temanya yang ada disana telah mengerti hal itu.
“IA adalah roses salah satu anggota strom hunter yang membantu saat perang kemarin, dan untuk mu roses ia adalah Aether orang yang kemarin kau cari,”
“Orang yang kau bilang ingin merekrut ku masuk kedalam guildnya bukan?”
Aether tentunya tidak akan menyerang, tapi ia tidak pernah bilang untuk tidak membuat masalah dengan perempuan itu, sebuah pesan yang mereka terima dari Aether.
“Kalian cukup melihat dan mengikuti alur yang akan kubuat.”
“baguslah kau membuat ini lebih mudah, kalau kau berniat masuk di Storm hunter, kami siap memberikan apapun itu,”
“Termasuk menjadikan ku ketua?”
mereka semua yang ada disana sudah sangat kaget mendengar bagaimana Roses yang berusaha memberikan penawaran kepada Aether, tapi Sepertinya mereka tidak bisa di buat tenang oleh Aether.
disini Aether sudah sangat memperjelas kalau ia sama sekali tidak berniat membuat pembicaraan ini menjadi mudah terutama bagi roses.
“Ada sebuah peribahasa di negeriku yang mengatakan untuk tidak perlu menjadi orang serakah, untuk bisa menjadi orang yang sukses.”
Jawaban mengejek tentu berusaha roses tenangkan, ini adalah Sebuah mis baginya. dan ia tidak ingin gagal dalam misi ini, tapi syarat yang diajukan dari Aether tentu tidak akan diterima.
“Aku juga tidak menemukan letak, dimana aku di jamin sukses jika bergabung dengan guild mu.”
sebuah jawaban singkat, dari Aether yang ia berikan terhadap peribahasa yang Roses berikan, mereka adalah dua yang serumpung, tentu peribahasa-peribahasa juga tidak lepas dari Aether Sehingga ia dapat membalikan peribahasa itu dengan muda.
“apalagi jika kemampuan petinggi guild mu hanya setingkat denganmu, aku sama sekali tidak melihat ada masa depan yang cerah disana,” lanjut Aether dengan ejekannya.
aether benar-benar menyeran kelemahan terbesar dari Rose, sehingga ia tidak lagi bisa berkata apa-apa. semenjak ia bermain ia tidak pernah bertemu dengan pemain Seperti ini, ia sudah merekrut puluhan orang untuk guild Storm hunter, namun ia tidak pernah bertemu dengan orang yang seperti Aether ini.
“Sudah-sudah jika kau memang berniat merekrutnya ada baik kalau masalah yang ada disini selesai, sekaligus ada waktu bagimu untuk bertanya kepada para petinggi untuk memikirkan cara bagaimana merekrutnya.”
“kalau Ketua mu Serius ingin merekrut Setidaknya bawah seseorang yang lebih kompeten dari orang yang bahkan kalah dari seekor goblin di levelnya yang sudah tinggi.”
Aether sama sekali tidak ingin melepaskan Rose dengan mudah, bahkan ia mulai ditarik oleh cleo dan yang lainnya ia masih berusaha menyerang hati yang terdalam dari rose.
Yuno masih tinggal bersama dengan Rose, untuknya setidaknya ia harus Sedikit basa-basi kepada perempuan itu, mau bagaimanapun sikap aslinya ia tetaplah perempuan yang harus dihormati dan dijaga.
“seperti yang kau lihat ia adalah tipe pemain profesional yang memiliki egonya tersendiri, dan seperti apa yang dikatakan Aqua jika kau merekrutnya dengan cara yang biasa itu hanya akan datang dengan mempermalukan dirimu Sendiri.”
sedikit saran, yuno berikan kepada Rose yang terlihat masih terkejut sebelum ia menyusul Aether dan teman2 teman mereka yang sudah lebih dulu masuk ke dalam hutan sana.
sedangkan mereka yang ada di dalam hutan sedang berdebat, pasalnya Aether sedikit tidak terimah mereka yang ada disana ikut campur urusannya dengan rose.
“Kalian itu tidak mengenal perempuan itu,”
“Iya,iya,iya, kami tidak mau saja kau membuat seorang perempuan menangis disini,” balas Aqua membela diri.
“Hahahha.”
Bukannya menyesal atau mengerti alasan kenapa sahabat-sahabatnya berbuat seperti itu, Aether terlihat malah tertawa terbahak-bahak,tertawanya Aether membuat mereka bingung pasalnya mereka merasa tidak ada yang lucu dari ucapan yang dia katakan.
“Kalian pasti berpikir kalau Rose akan sakit hati dengan ucapanku setelah itu, ia akan melapor kepada ketua guildnya dan mereka akan memburuku bukan?’’
Mereka semua mengangguk tanda apa yang Aether pikirkan ternyata benar.
“atau begini saja, kalian taruhan denganku. aku bertaruh kalau perempuan itu tidak akan pergi dan akan datang lagi untuk bertemu dengan ku,” ucap Aether terlihat sangat nyakin dengan pendapatnya.
“apa yang kita pertaruhkan?”
Sepertinya mereka mulai tertarik dengan rencana yang aether Ajukan, termasuk Yuno yang baru saja datang, tentu yuno tidak ikut dalam taruhan itu, pasalnya ia yang terakhir melihat Rose dan setidaknya ia bisa melihat kalau kemenangan kedua dilihat pihak ada di perbandingan 50;50.
“taruhannya Simpel, kalau sampai kita kembali dan perempuan itu sudah tidak ada di kamp, bisa dikatakan kalian menang, tapi jika sampai ia sudah tidak ada lagi kalian berhak meminta satu drop item dan skil yang kalian inginkan.
“Dasar pelit!” ucap Cleo melihat Aether yang memang Seperti tidak ingin melihat mereka mendapatkan keuntungan yang berlebih.
“jika dengan menjadi dermawan bisa menjadikanku cepat kaya, aku sudah akan lebih dulu mencobanya,”
“Sepertinya tidak ada orang yang dapat menang berdebat dengannya?” ucap Yuno sambil bertepuk tangan.
bagaimana ia tidak takjub setiap ada ucapan dari lawan bicaranya Aether Seperti orang yang sudah menyiapkan balasannya, semua balasan itu akan terus muncul sampai lawan bicara tidak bisa berkutik lagi.
Aku ingatkan aku bukanlah orang yang mengerti tentang game atau orang yang jago akan menulis cerita jadi jika memang ada yang membaca karya ini tolong berikan komentar kalian tentang apapun yang bisa dikomentari dalam karya ini setidaknya itu dapat menjadi pembelajaran yang berharga bagiku sebagai seorang penulis