
Dengan adanya penampilan dari Renata acara terus berjalan dengan sebagaimana Mestinya, Reyhan masih tetap berada di dunianya menikmati berbagai hidangan yang ada disana.
Tampah terganggu dengan Para tamu undangan yang saat ini kembali riuh karena sesuatu hal yang tidak ia tahu sampai vanessa datang kepadanya menyampaikan kalau saat Ini dunia Vof sedang gempar.
“Gempar?” tentu ia tidak tahu apa-apa Sehingga ia tidak mengerti tentang apa yang dimaksudkan oleh Vanessa Seperti itu.
“Sudahlah, untuk sekarang ayo pulang dan aku akan menjelaskan di dalam mobil nantinya.”
Balas Vanessa sedikit Jengkel melihat Reyhan yang terlihat masih sangat santai dan berusaha mencicipi beberapa makanan yang belum ia coba sebelumnya.
Tidak seperti Mereka masuk, Tidak ada lagi Wartawan yang meliput para petinggi seperti Arjuna telah memberikan perintah untuk memberikan tapi undangan untuk segera meninggalkan Tempat karena saat ini adalah masalah yang mendesak.
“Kalau masalah semendasak itu, Kau tidak perlu mengantarku pulang.”
Reyhan masih tidak mendapatkan jawaban dari Vanessa tapi setidaknya ia telah mendapatkan gambaran tentang apa yang terjadi melihat dari Reaksi orang orang yang ada disekitarnya.
Kepanikan ini hanya terjadi kepada orang-orang yang memiliki posisi tinggi dalam guild, dan orang –orang yang sepertinya berbasis di benua barat.
“Jika Reyna sampai tahu Aku tidak mengantarmu pulang, bisa-bisa ia membunuhku,” ucapnya
“Sepertinya Ada sebuah persepsi yang terbalik disini,” gumamnya yang mendengar ucapan dari Vanessa agak aneh untuk ia dengar.
Tapi ia tidak membantah dan lebih memilih untuk mendengarkan ocehan-ocehan dari perempuan itu, yang sepertinya Sedikit teralihkan Sehingga Reyhan lebih memilih untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi melalui internet.
“Sepertinya kau tidak kaget melihat berita itu,” ucap Vanessa melihat Reyhan yang tidak melihat menunjukkan ekspresi apapun setelah melihat beritanya dan mendengarnya langsung dari Vanessa.
Saat ini dunia sedang gempar karena salah satu kerajaan terbesar Benua barat, yang saat itu telah ditaklukan Para Orc yang saat itu juga telah membuat kerjaaan sendiri, yang katanya telah memulai invasinya ke benua tengah.
Jika di benua barat Ada para orc Yang memulai Invasinya maka di benua timur saat ini terjadi kejadian yang sama di mana salah satu Kerajaan kcil yang ada disana telah ditaklukkan oleh para Goblin yang tiba tiba menyerang.
Para pemain menduga kalau ini Ada hubunganya dengan cerita pertama, tentang munculnya para pahlawan dari jenis mereka masing masing.
Reyhan sedikit khawatir dengan keadaan kerajaan maritengae, tapi mengingat kalau Yuno, dan Kawan-kawan masih ada seharusnya tidak ada masalah berarti untuk mereka menghalau serangan dari para Goblin itu.
Perang seperti ini juga tidak terlalu buruk, karena mereka berfungsi untuk meningkatkan level dari para Npc, sehingga level mereka dapat seimbang di berbagai penjuru dunia.
“Aku tidak kaget melihat penaklukkan sebuah kerajaan, di awal-awal seperti ini.”
“Kenapa?” tentu Vanessa heran kenapa Reyhan mengatakan hal Seperti itu, sedangkan ia sebagai Petinggi para pemain tahu kalau Tidak ada yang menduga kalau Kejadiannya akan seperti ini.
Penjelasan dari Reyhan Segera membuka Mata dari Vanessa, dan ia juga tidak Bisa membantah hal tersebut, karena ia dan teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Walaupun Guild mereka Sendiri sangat dekat dengan para Gereja Pusat.
Dan Bisa dikatakan kalau mereka adalah salah satu guild terbaik yang masih peduli dengan keselamatan para Npc yang ada disana, tapi- tapi banyak tindakan yang mereka Ambil diusahakan untuk memberikan Perkembangan kearah Guild.
Baik itu berusaha membentuk hubungan baik dengan pihak gereja Atau Pun pihak kerjaan tempat mereka berdiam Diri.
“Jadi apa yang harus Kami lakukan?” ucapnya mengejek reyhan menurutnya sok tahu.
“Tidak ada? Coba kalahkan mereka itupun kalau Bisa,” ucap Reyhan santai.
Dengan Para monster yang telah membentuk Kerajaan Sendiri, Perang habis-habisan tidak bisa dihindari, tapi tentu itu akan sangat berbeda saat mereka belum membentuk Kerjaan dengan tidak, karena pergerakan mereka sudah Dipastikan akan lebih terorganisir dengan sangat sempurna dan tidak dihitung sebagai Monster dengan akal rendah lagi.
Danbagi Reyhan untuk mengalahkan kerajaan Monster membutuhkan aliansi dari seluruh pemain, tapi yang ia lihat Tadi untuk membuat sebuat aliansi besar akan sangat sulit untuk direalisasikan karena masing-masing dari Guild besar tidak ingin senjata utamanya di perlihatkan satu sama lain.
“Setidaknya beri aku saran.” Ucap Vanessa setelah mereka sampai di depan rumah Reyhan, Ia setidak nya ingin melihat bagaimana sudut pandang Reyhan untuk menyelesaikan masalah ini.
Reyhan tidak langsung menjawab Pertanyaan Dari Vanessa, ia terlihat berpikir untuk beberapa saat dan ia akhirnya memberikan sebuah Sedikit saran kepada Vanessa.
“Mungkin Incar goblinnya,” ucapnya setelah itu ia meninggalkan vanesa yang memikirkan ucapan dari Reyhan yang memang terdengar sedikit masuk akan .
Walaupun ia sempat minum beberapa Gelas Alkohol bersama dengan lain kondisi Dari reyhan masih sangat baik, karena menurutnya masih ada Waktu ia memutuskan untuk masuk dalam permainan dan berniat untuk melihat kondisi gereja saat ini.
Ia juga berencana untuk meminta pendapat dari vincent tentang masalah ini, tapi ia saat ini tidak bisa membantu banyak jika memang perang akan tercipta antara para Monster sehingga ada kemungkinan ia hanya akan berfokus untuk menyelesaikan mis yang Vincent berikan.
Dan memang sesuai dengan apa yang dipikirkannya Vincent Memberikan pilihan kepadanya. Walaupun tetap saja Ia mengatakan kalau saat ini Kekuatan dari aether masih sangat kurang Untuk terlibat dalam masalah ini.
Dan lebih berharap untuk reyhan lebih berfokus untuk membantu mereka menemukan pusaka atau item-item dari Gereja Gaia hingga nantinya Jika Mereka harus Terlibat dalam sekalah yang seperti ini gereja Gaia Setidaknya dapat memberikan bantuan yang layak.
Setelah berpamitan kepada Para anak-anak Aether akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya, menuju tempat yang disinyalir menjadi tempat Item item yang mereka cari.
Aether melakukan perjalan pribadi karena memang tempat itu memang tidak terlalu jauh, Aether mengandalkan kecepatannya yang mungkin lebih baik dari pada kuda biasanya apalagi dengan rangga yang bersama dengannya.
Beberapa hari ini Rangga selalu merajut karena tidak diberi kesempatan untuk bertarung, dan Aether juga mulai merasakan Kalau Sudahnya mereka mulai mengembangkan kemampuan bertarung sesuai dengan apa yang dari Awal Aether inginkan.
Apalagi Sepanjang perjalanan Aether memang telah mencari bahan-bahan yang memang diperlukan Rangga menjadi jenis Slame baru.