
Pertempuran menjadi babak yang sebenarnya, sekarang yang mereka lawan adalah death knight bukan lagi pasukan skeleton atau lainnya.
Terlihat death knight ini terdiri dari berbagai ras Sehingga para death knight itu terlihat menakutkan, sebenarnya tidak hanya ada death knight semata diantara mereka yang di bakitkan ada Seperti deat archer, atau Seorang dead magician.
Para death knight saja sudah sangat merepotkan apalagi saat ini adalah berbagai lanjutan dari pasukan immortal yang menyerang.
“Ini baru perang.”
“Sepertinya ratu kita tidak akan santai lagi,”
“Aku penasaran bagaimana mereka akan menahan ribuan death knight ini secara bersamaan,”
“Lihat sepertinya Archbishop dari Gereja Gaia akan langsung turun langsung untuk hentikan pemimpin musuh.
Semua orang yang berada dalam kolom komentar streamer segera ribut menunggu pergerakan mereka.
“Tunggu, ini baru permulaan jadi biarkan para prajurit bertarung sesuai dengan m kemampuan mereka.” Tahan Aldo yang melihat Nomos terlalu terburu buru untuk bertarung dengan musuh.
“Mari kita sambut mereka dengan tembakan selamat datang ,” ucap Aldo memberikan perintah untuk para priest yang bertugas mengendalikan meriam untuk bersiap.
“Booom,” bunyi tembakan segera terdengar menargetkan para death knight yang terus mendekat.
[black Holl]
Hanya terdengar sebuah mantra dari Pihak musuh, dan segera muncul sebuah lubang hitam yang sangat besar yang segera menghisap sebuah sihir yang mereka tembakkan.
Bisa menahan puluhan Sihir cahaya itu membuktikan berapa kuat lawan yang mereka hadapi. Tapi Nomos Sepertinya tidak ingin kalah Sehingga ia mengambil salah satu meriam yang belum digunakan.
“Itu akan hancur jika kau yang menggunakannya,” sebuah peringatan didapatkan dari raja dwarf yang berada di sana.
Tapi nomos tidak mendengarkan itu, ia tidak suka dengan pihaknya dikalahkan dengan mudah apalagi senjata ini sudah sangat ia banggakan.
Dan saat Nomos menggunakannya dan sesuai dengan apa yang raja dwarf katakan meriam itu tidak kuat menahan kekuatan dari nomos Sehingga Setelah meledakan sihir itu, terlihat meriam tersebut langsung hancur menjadi sebuah debu.
Tapi Nomos tidak peduli, karena ia ingin melihat kalau apa serangannya itu dapat menghancurkan sihir milik musuh.
Terlihat black hole itu berusaha menghisap serangan dari Nomos, tapi karena Power dari serangan Nomos Sudah ditingkatkan maka hal itu tidak terjadi Sehingga malah sihir dari black hol itu dinetralkan oleh sihir dari Nomos.
“Tapi dengan begitu kita sudah tahu apa yang kurang dari meriam ini bukan!” ucap Nomos sambil tersenyum kepada para dwarf.
“Aku tidak menyangkalnya,” balasnya kepada ucapan dari Nomos.
“Jujur aja kalau dampaknya hanya Seperti itu, aku bahkan bisa melakukannya tanpa menggunakan meriam,” ucap Nomos yang terdengar ragu.”
Saat nomos dengan para dwarf yang ada disana berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan terhadap meriam apa yang mereka miliki.
Aldo Sudah memberikan perintah untuk menyerang.
Kali ini keluarga sedap Family juga ikut dalam pertempuran, walaupun mereka memilih berada di barisan yang berbeda, ia dipimpin oleh sedap satu dan disana juga ada Boni.
Yang mengejutkan Para Death knight ini terlihat berada dalam posisi bertahan, dan mala menunggu serangan dari pihak lawan, ini aneh karena terlihat koordinasi mereka terlihat sangat baik.
“Ini berbahaya, sepertinya ada death knight yang memiliki kemampuan mengatur pasukan,” ucap Debora.
“Aku tahu, sepertinya apa yang Aether khawatirkan malah terjadi.”
Aldo Juga merasakan hal yang sama sehingga ini terlihat aneh namun hingga saat ini orang itu belum terlihat, karena jika itu terjadi maka mereka sudah berusaha mengurusnya.
Walaupun berada dalam posisi bertahan, sebenarnya itu tidak masalah karena pihak aldo sudah mengantisipasi masalah ini Sehingga itu giliran para penyihir bergerak.
kini mereka menggunakan Skil yang berhubungan dengan tanah Sehingga mereka bisa membuat sebuah getaran Sehingga lawan akan gocah dan Kumara, piwi dan North dapat menerobos masuk dan merusak formasi mereka.
“Biarkan aku yang mengasuh para death knight yang besar,” ucap Fiwi.
Di dalam pasukan inti ada kelompok death knight yang seperti berfungsi Sebagai tank dalam perang yang dapat terlihat peralatan mereka yang cukup berat dan rata dari mereka mengunakan perisai.
“Kalau begitu kami akan mengurus sisanya,” kini Kumara tidak mau kalah dengan Fiwi yang berencana mengambil bagian.
“Bagus, biarkan aku dengan para sedap mengurus Archer dan Magician.” Kini North juga sudah menentukan bagiannya.
Sesuai dengan apa yang mereka telah latih dalam perang mereka pihak dari archer dan magician tidak akan terlibat dalam pertarungan langsung. Yang mereka perlukan adalah membuat rekannya tetap aman, dan terus berusaha membuat celah untuk rekannya yang lain bisa menyerang.
“Dasar jiwa Mudah, apa mereka masih mengingatku,” protes lawalata yang seolah tidak dianggap dalam medan perang ini.
“Menyebar, bantu orang orang yang bisa kalian bantu,” ucapnya pada akhirnya ia hanya sebuah pendukung untuk membantu orang orang yang berada dalam perang.
“Dalam perang seperti ini, membuatku merindukan anak itu,” gumam Lawalata dalam hati.
“ia sendiri berniat melakukan penyerangan berasama dengan tim unggulannya karena melihat membutuhkan waktu untuk North dan para sedap untuk mengurus para archer Sehingga IA bersama dengan para rekannya Segera menuju tempat para Magician.
Karena disini terlihat kalau mengician milik musuh masih terus berusaha menargetkan magician rekannya.
Bentrokan dengan musuh segera terjadi dan Semua orang telah mendapatkan lawan yang terlihat seimbang dengan musuh mereka masing masing.
Pra priest juga mulai bergerak untuk memberikan batuan kini bantuan mereka akan sangat di perlukan karena musuh yang mereka tidak sama dengan yang tadi Sehingga sekarang mereka akan di betuhkan di balakang pasukan untuk memberikan penyembuhan.
Nomos terlihat sangat puas dengan kinerja dari Vanessa, sekarang ia sudah mempertimbangkan Vanesa untuk mendapatkan posisi yang lebih di gereja.
Lagian Terlihat sekali kalau anak anak yang memang menjadi anak buah dari Aether terlihat dengan Vanessa maka tidak ada alasan untuk mereka merasa ragu untuk membuatnya tidak memberikan posisi yang baik kepada Vanessa.
“North mundur, dan lindungi para Priest!” teriak aldo yang melihat Kalau musuh terlihat menargetkan para priest walaupun terlihat para archer sudah berusaha memberikan perlindungan tapi ini tetap berbahaya Sehingga ada baiknya para pasukan lain harus Segera undur.
“Kau lanjutkan saja, untuk masalah priest biarkan aku dan para sedap yang mengurusnya,” ucap Boni.
Ia bahkan tidak menunggu jawaban dari North ia segera mengajak beberapa sedap untuk mundur dan memberikan bantuan kepada Vanessa.
North hanya mengangguk masih ada beberapa sedap yang tinggal bersama dengannya karena menurut mereka untuk memberikan perlindungan kepada para priest mereka tidak perlu turun semua.