
Untuk keluar dari kepungan wartawan mereka membutuhkan Ekstra tenaga, banyak pertanyaan yang dilontarkan Tapi Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Vanessa Sebelum mereka di sampai di hotel ini, mereka tidak menjawab berbagai pertanyaan apapun yang nantinya mereka akan terima.
Mereka juga mendapatkan Sebuah insiden jelek di mana salah satu wartawan Sempat berperilaku tidak Sopan kepada Reyhan dengan berusaha Menarik topeng yang saat itu ia kenakan. Tapi karena Refleks dari Reyhan Sudah lumayan terlatih pelaku dapat ia cegah dengan baik.
Dan memang setelah mereka masuk dalam ruangan dimana Pesta Sebenarnya diadakan, mereka telah aman karena para Wartawan memang hanya di persilahkan untuk mengambil gambar di luar pintu masuk saja.
“Sepertinya aku mulai mengerti, tentang istilah menjadi terkenal itu sangat merepotkan,” gumam Aether Setelah mereka keluar dari kepungan wartawan yang ada.
“Mungkin lain kali, kau akan terbiasa,Dan Sebaiknya kau mulai membiasakan diri,” balas Vanessa yang mendengar gumanan tersebut.
Ia melihat kalau saat ini Semua pandangan sedang mengarah ke arah mereka, Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Vanessa saat mereka masih di rumah Reyhan mereka Sepertinya mereka adalah tamu yang terakhir datang.
Sehingga ketangan mereka sedikit penarik perhatian entah Itu karena memang Vanesa yang terlihat sangat cantik, atau Memang sedang penasaran saja siapa yang terakhir datang. Tapi Sepertinya mereka sama sekali tidak menunggu Reyhan setidaknya itu yang dipikirkannya.
“untuk sementara aku akan menuju ke beberapa kenalanku, kau bisa ikut atau mau mencari Makan yang ada di sebelah sana?”
“Mungkin makan adalah pilihan terbaik, dan kau bisa fokus untuk menyapa para kenalanmu itu, karena jujur saja Aku Sedikit tidak nyaman untuk berada dalam suasana Seperti ini,” ucap Reyhan dengan jujur.
Vanessa mengerti akan hal itu Sehingga ia mempersilahkan Reyhan untuk melakukan Sesuai dengan apa yang diinginkannya. Sedangkan IA akan melakukan Proses basa-basi ala pejabatnya kepada orang orang yang ada di sini.
“Semoga makanan yang ada tidak terlalu mengecewakan.”
Aether mulai berjalan menuju Tempat makanan yang disediakan, tempat ini mengusung Konsep acara pernikahan, entah itu karena diadakan di sebuah Ballroom pernikahan yang sangat luas. Tapi reyhan sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. karena konsep yang seperti ini terdapat berbagai makan yang siap untuk disantap.
“Hi Kita akhirnya ketemu di dunia nyata.”
Belum sampai ia di tempat mereka menyediakan makanan ia Sudah didatangi oleh perempuan yang berusaha menyapanya, perempuan itu tidak lain adalah Mawar.
Reyhan sudah tahu kalau Akan bertemu dengan Mawar disini namun ia juga tidak berharap Kalau Mawar akan langsung mendekatinya Setelah ia berpisah dengan Vanessa, Reyhan Sedikit berharap Untuk setidaknya Ia sedikit bisa mengisi perutnya Sebelum ia membuat masalah dengan Mawar dan anak-anak dari storm hunter.
“kau masih mengenalku kan,” ucapnya.
Ia saat ini mengenakan Sebuah pakaian dres pesta berwarna Merah cerah, yang terlihat sangat Cocok dengan tubuhnya yang terlihat sangat Seksi, rambutnya yang di gurai dan kulitnya yang sangat Mulus membuatnya terlihat sangat menawan pada saat itu, walaupun Mungkin masih tidak bisa mengalahkan Vanessa yang sepertinya akan menjadi Ratu dalam acara ini.
Reyhan hanya membalas ucapan dari Mawar hanya dengan Sebuah Anggukan yang menandakan kalau Ia masih mengenalinya, ia saat ini masih mengenakan Topeng dan lebih memilih untuk berjalan menuju tempat meja Makan untuk mengambil makanannya.
Ia sebisa mungkin untuk tidak berbicara untuk sekarang karena saat ia mengeluarkan suaranya Sudah di pastikan ia akan langsung dikenali oleh Mawar. Walaupun Terlihat Reyhan terlihat acuh tak acuh kepadanya Mawar masih terus mendekat, ia baru sedikit menjaga jarak saat melihat Aether saat ini berniat untuk makan.
Sebagai rakyat indonesia yang baik mengganggu seseorang yang sedang makan merupakan sesuatu yang sangat tidak boleh untuk dilakukan. Setelah itu reyhan tidak tahu kemana Mawar pergi, tapi Ia juga tidak peduli setelah melihat bagaimana Semua makanan yang ada di sana adalah makan-makanan Favoritnya.
Ia bahkan tidak peduli lagi dengan identitasnya yang bisa saja terbongkar lebih cepat, ia mulai mengambil berbagai makan yang ada disana, dan segera mencari meja Makan untuk mulai menikmati makanannya.
Sebenarnya kebanyakan dari mereka yang masuk keruangan ini akan melepas topeng yang mereka kenakan karena identitas mereka bisa terjamin setelah memasuki tempat ini, tapi memang masih ada beberapa Orang yang berusaha mengenakannya karena mereka juga tidak ingin diketahui oleh sesama pemain.
Sebenarnya ia masih bisa makan menggunakan topeng itu, tapi itu sangat merepotkan. Sehingga ia sekali melepaskannya saat ia mulai duduk Di meja Makan.
Namun sepertinya Itu adalah sebuah kesalahan yang telah diambil oleh Reyhan, belum satu menit ia melepaskan topengnya untuk ia memulai makan, ia sudah mendapatkan sebuah masalah oleh teriakan seseorang.
Salah satu orang yang berada di dekatnya ternyata memanggil pihak keamanan dari acara ini, awalnya Reyhan tidak terlalu peduli karena menganggap kalau bukan ia yang menjadi biang masalahnya.
“Disana ada seorang penyusup!” teriak orang itu, sambil menunjuk ke arah Aether saat itu yang sedang ingin menikmati makanan.
Dengan teriakan Seorang penyusup seperti semua orang yang ada dalam ruangan itu segera mengarahkan pandangannya ke arah orang yang ditunjuk beberapa orang juga langsung mengambil topeng yang telah mereka kepada karena takut kalau yang menyusup merupakan Seoarang wartawan yang berusaha mengambil gambar mereka.
Saat semua pandangan sedang mengarah kepadanya Reyhan yang saat itu sedang berniat mencoba suapan pertama, langsung tertahan.
“Apa?” ucapnya kepada semua orang yang memperhatikannya.
iya mendengar kalau Ada seorang penyusup tapi tidak memperhatikan kalau Orang yang saat ini ditunjuk adalah dirinya.
Sedang pihak keamanan yang dipanggil tidak bisa melakukan apa-apa karena di jas dari Aether sangat tertera Papan nama yang diberikan untuk para tamu Undangan, dan papan nama itu baru diberikan saat mereka ingin masuk sehingga selama mereka memiliki papan nama itu tidak mungkin orang yang menyusup masuk.
“Kenapa kalian diam saja, dia adalah seorang penyusup, para Tamu di tempat ini adalah orang –orang yang ahli dalam game Sehingga koki rendahan sepertinya tidak mungkin mendapatkan tamu undangan.” Ucap laki laki yang memanggil Pihak keamanan dari gedung itu.
Orang itu adalah Anto dari Storm hunter, yang saat ini menjadi pacar dari Mawar, Mawar akhirnya juga mulai melihat muka dari Reyhan. ia sama sekali tidak percaya kalau Orang yang selama ini berusaha ia berusaha Rekrut adalah Mantang pacarnya Sendiri.
Ia mulai mengingat berbagai pembicaraan saat mereka berperang melawan para Goblin, tentang Mawar tidak mungkin mau merekrutnya saat mereka bertemu di acara ini.
“Apa topeng ini dan Nama ini tidak bisa menjelaskan siapa Aku,” ucap Reyhan setelah itu ia mulai melanjutkan makanya tanpa mempedulikan ekspresi dari orang orang yang ada di sekitarnya.a
sedikit promo saya juga ada karya yang berjudul pedang Buta dan Jika perkenang silahkan Mampir untuk melihat lihat siapa tahu suka, dan saya mengucapkan banyak terimakasih karena telah memberikan Like dan berkomentar dalam cerita sayan yang banyak kekurangan ini