VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
acara para pemain pro



Setelah menyelesaikan urusannya dengan Vincent, aether juga logout.  karena ia  baru mengingat kalau ia Sedang ada masalah penting yang harus diurus di dunia nyata.


Karena terlalu Fokus dalam masalah Gereja Of Gaia ia sampai melupakan Acara pertemuan para pemain yang harus IA hadiri, ia belum melakukan banyak hal untuk persiapan ke pesta itu.


Saat ia Logout dan memeriksa Handphone miliknya, ia menemukan Ratusan panggilan tidak terjawab dari Vanessa, Melihat itu membuatnya memiliki niat untuk tidak datang ke acara itu.


“Apa aku tidak usah datang,” gumamnya


Bagaimana tidak ia harus datang bersama dengan Vanesa, dengan penampilannya yang sekarang bisa dipastikan kalau mereka di sana akan jomplan terutama dengan penampilan Vanessa yang memang selalu menawan mau mengunakan apapun itu.


Dengan Rambutnya yang belum dipotong Sehingga terlihat acak-acakkan, dan baju yang ia memang sudah beli sudah ada namun belum ia permak Sehingga baju itu masih Sedikit kebesaran.


Masih memikirkan apakah ia akan datang atau tidak Tiba-tiba Pintu dari Rumahnya diketuk oleh seseorang yang tidak disangka itu adalah Vanesa.


“Sudah kuduga kau tidak mempersiapkan apa-apa bukan?” ucapnya Setelah melihat penampilan dari Aether.


Yang saat itu masih mengenakan kaos polos yang sering ia gunakan Setelah mandi.


“Seperti yang kau lihat, jadi kau tidak perlu datang bersama denganku bukan.”


Ucapan dari Aether terasa melayang saat Vanesa mengeluarkan Sebuah pakaian yang berupah jas hitam yang terlihat Mewah.


“Ibuku telah mempersiapkannya dengan baik, ia yang menduga kalau Pasti lebih asik dalam bermain game sehingga kan melupakan untuk mempersiapkan baju baju mu, jadi cepat ambillah dan Segera pakai, karena kita sudah cukup terlambat menghadiri pestanya.”


“Mendapatkan perlakuan seperti ini membuatku berpikir kalau orang tuamu sudah merestui kalau kita bisa pacaran,” ucap Aether mengambil jas itu dan Segera kabur karena takut akan mendapatkan pukulan dari vanessa.


Tidak berselang lama Reyhan keluar dengan setelah lengkap dengan jas yang tadi dibawah Oleh Vanessa, Walaupun itu terlihat seadanya namun Itu terlihat sangat pas di tubuh dari Reyhan saat itu.


Untuk terlihat rapi Ia mengikat rambutnya yang memang lumayan Panjang Sehingga saat ini ia telah memperlihat muka Orientalnya dengan Sempurna, Aether yang cukup lama  tidak terkena Sinar matahari membuatnya kulitnya terlihat sedikit lebih putih dan terlihat lebih mulus di mukanya.


“Tidak buruk,” sebuah pujian kecil Vanesa berikan kepada Reyhan yang keluar dengan penampilan Seperti itu.


“Tapi, kau tidak cocok untuk terlihat terlalu rapi Seperti ini,” lanjutnya dan mulai melepaskan ikatan rambut dari Aether, dan membiarkan bergerak sebagaimana mestinya.


Aether tidak mengatakan apa-apa tentang itu, dan memang ia memang  merasa tidak nyaman untuk berpenampilan terlalu formal Seperti ini. Setelah itu Vanessa mengajaknya menuju mobilnya yang telah terparkir di luar sana.


“Tunggu.” Ucap Aether sambil menunjuk kakinya yang saat ini masih nyeker.


Ia sedikit malu untuk mengakui jas yang diberikan Vanesa adalah jas yang terlalu mahal, yang ia sama sekali tidak memiliki stok sepatu yang cocok dengan jas Seperti ini.


“Maaf lupa, sepatunya ada di mobil kau bisa memakai di dalam sana,” jawabnya.


 Mereka pun akhirnya berangkat, awalnya mereka Sedikit berdebat tentang siapa yang menyetir, tapi Akhirnya Aether mengalah dan membiarkan Vanesa yang mengambil alih.


“Selama kau tidak memukul Orang seharusnya itu tidak masalah,” ucap Vanessa santai.


“Kau tidak takut aku merusak nama Baikmu, jika aku membuat masalah disana?” Tanya Aether Sedikit penasaran.


“Aku datang hanya untuk sekedar basa-basi dan untuk melihat bagaimana perkembangan dari para pemain indonesia saat ini, jadi apapun yang mereka pikirkan terhadapku aku sama sekali tidak peduli,” ucap dengan Sedikit Sombong.


“jika kau membicarakan itu, aku jadi teringat tentang seharusnya ayahmu mendukung sebuah Guild. Apakah Guild itu juga akan hadir disana? Tapi aku sedikit bingung tentang kau yang terdengar tidak memilih untuk bergabung dengan Guild yang ada di Indonesia yang didukung ayahmu dan lebih memilih untuk berpetualang dengan rekan- rekanmu Sendiri.”


“Semua itu adalah pilihan, dan aku lebih memilih untuk berpetualang dengan rekan-rekanku yang memang pada dasarnya tidak tahu aku siapa. Dan untuk masalah Guild yang dibentuk Oleh ayahku, kau tidak perlu pusing tentang masalah itu bergerak saja Seperti biasanya.”


Ia tahu alasan kenapa Aether bertanya seperti ini Sehingga Vanessa memberikan penjelasan singkat kepada Aether untuk bergerak saja Sepuasnya, tanpa takut kalau mereka bertarung satu sama lain.


“kalau begitu aku tidak akan bicara lagi?”


Reyhan tahu kapan harus bertanya, kapan harus diam dengan mendapatkan jawaban Seperti itu Secara kasar itu adalah Sebuah peringatan Untuk ia saat belum bisa masuk ke dalam rana politik keluarga dari Vanessa.


Dan ia cukup nyaman dengan balasan Seperti itu, karena saat ini ia masih menikmati masalah kebebasannya, yang ia Sedikit takut kalau sampai ayah dari Vanessa yang meminta untuk masuk ia pasti akan sangat kesulitan untuk menolaknya.


 Jarak antara rumah Reyhan dan tempat acara di lasungkan memang tidak terlalu jauh, acara yang diadakan di sebuah hotel paling mewah di daerah ini,  bahkan Reyhan dari kecil yang telah berada disini tidak pernah berani bercita- cita untuk masuk ke dalam sana.


Di pintu masuk saja sudah berjejer berbagai wartawan dari berbagai media baik itu dalam negeri dan beberapa dari mereka berasal dari luar negeri, yang bertugas untuk meliput acara ini, jadi saat mobil Vanessa datang mereka yang mengenalnya langsung bersiap, di dalam acara ini salah satu tamu yang paling di nanti adalah Vanesa.


Walaupun ia tidak tergabung dalam guild yang berbasis di indonesia, tapi tidak ada yang meremehkan kemampuannya Sebagai salah satu pemain terkuat dari indonesia Saat ini, bahkan Julukan ia Vof saat ini.


“WHITE EMPIRES,"


 Saat Vanessa keluar dari Mobil teriakan white Empres mulai terdengar dari para penggemarnya, dengan mengenakan Pakaian dress One piece berwarna putih membuat Julukan itu terlihat sangat cocok dengannya.


Yang mereka tidak tahu kalau Reyhan dengan Gila-gilaan mengejek Vanessa di dalam Mobil dengan julukan tersebut,  walaupun seperti Itu reyhan juga tidak kalah menarik  perhatian karena ia datang bersama dengan Vanessa.


Yang untungnya saat ini ia telah mengenakan Sebuah topeng, untuk menutupi identitasnya Sebuah Topeng yang sama persis dengan Topeng yang dikenakan reyhan saat menjadi Sebagai Aether.


Jika Vanessa Termasuk orang yang paling dinanti kedatangan karena keterkenalannya Begitu pula dengan Reyhan Sebagai pendatang baru paling terkenal saat ini dan pihak penyelenggara yang telah membocorkan kehadirannya  membuat ia Juga sangat dinanti oleh para Wartawan.


Dengan datangnya dua orang yang paling di nanti, bersamaan bahkan berada di dalam satu Mobil membuat Para Wartawan yang ada disana Juga langsung meledak, untuk mengejar mereka berdua untuk diwawancarai.