
Setelah Reyhan dan yang lainnya mengadakan rapat pertama Reyhan lebih sering terlihat lebih banyak di kantor ia bahkan lebih banyak tidur disana, sehingga jika ada yang mencarinya maka Mereka harus datang ke kantor.
Termasuk Mila, yang sering berkunjung karena orangnya sedang keluar negeri sehingga ia lebih besar untuk banyak bermain, terkadang ia akan datang bersama dengan Vanesa, sama dengan halnya dengan reyhan Vanessa juga mulai sering datang kesini.
Karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia lakukan, karena Vanessa termasuk dalam perusahaan ini ia harus membuat beberapa konten yang sama dengan apa yang Aether lakukan.
Tapi mereka mengenakan untuk vanesa untuk lebih mengutamakan segi kekuatan yang dimilikinya dari pada segi yang sama dengan dengan apa yang Aether pertunjukan.
Karena VAnessa juga bergabung di sebuah guild yang cukup besar tentu akan ada batas video yang harus ia upload di channel mereka nanti, Vanessa juga telah membuat perjanjian dengan ketua guild tersebut sehingga tidak akan masalah nantinya.
Hari itu Reyhan mendapatkan pujian karena memberikan sebuah kejutan dengan mengupload video bagaimana Aether melatih Zegion, memang awalnya video tersebut menarik terlalu banyak perhatian bahkan banyak menghujat tapi setelah komentarnya video tersebut kini mendapatkan banyak pujian.
Karena mereka berpikir bagaimana Aether menjelaskan bagaimana cara untuk terus bertambah kuat dalam game Vof, dan kebanyakan dari mereka setuju dengan apa yang Aether katakan, tentang mereka yang harus keras jika memang ingin bertambah kuat dalam arti sesungguhnya.
Yang membuat komentar Reyhan dalam video tersebut meledak adalah banyak pemain profesional yang mengomentarinya dan mengatakan kalau apa yang Reyhan katakan adalah kebenaran yang sesungguhnya.
Arjuna adalah orang yang paling menarik perhatian dengan komentarnya, “Jika kalian bahkan tidak bisa keras terhadap diri sendiri jangan berharap untuk mengalahkan para pemain profesional.”
Selain itu Reyhan memperlihat bagaimana potensi bertarung dari Rangga dan Aldo, dan sekarang mereka bertambah nyakin kalau mereka bisa menembangkan ini menjadi karakter yang sangat hebat dari menarik perhatian dunia.
Yang perlu Aether timnya lakukan membuat Aldo dan Rangga menjadi sosok yang memiliki banyak penggemar, Rangga akan di plot sebagai karakter imut dengan kemampuan bertarung yang besar.
Sedangkan Aldo akan dibuat sebagai sebagai kesatria yang menjadi panutan banyak orang, itu memang terdengar gambang Tapi itu adalah sesuatu yang sangat sulit karena mereka harus membuat plot dan video secara teratur hingga mereka bisa sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
Saat Aether kembali bermain ia mendapatkan info dari Dari zegion tentang sebuah desa yang ada di sekitar sini, desa tersebut masih terdapat sebuah manusia yang dilindungi sebuah penghalang yang tidak bisa dirusak oleh para goblin.
Zegion mendengarnya dari salah satu goblin yang dulu pernah menahannya, Zegion saat itu protes karena mereka terus berada dalam hutan tampah mencari tempat yang baik untuk berteduh untuk ia dengan kumara .
Mendengar itu Aether langsung memberikan perintah kepada Rangga untuk menyebar klonnya, untuk menemukan desa Yang dimaksudkan Zegion tidak membutuhkan waktu untuk menemukan desa tersebut.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Rangga untuk menemukan desa Yang dimaksudkan oleh Zegion, desa itu terlihat memiliki sebuah penghalang yang melindungi dari aura monster, bahkan Saat clon dari Rangga berusaha menerobos Clon tersebut langsung hancur karena sesuatu hal.
Sehingga Aether langsung mengajak mereka untuk mengecek keadaan desa yang ada disana, lokasi dari desa itu memang tidak terlalu jauh sehingga mereka dapat sampai disana dengan mudah.
Sehingga awalnya mereka mengira kalau hanya para Monster yang tidak bisa masuk, tapi sepertinya penghalang ini tercipta untuk menahan apapun untuk masuk ke dalam sana.
Tidak berselang lama seseorang yang sangat Aether kenal keluar, itu tidak lain adalah Evan, anak dari aleta yang dulu pernah ia selamatkan.
Sepertinya bukan hanya Aether yang terkejut evan juga tidak kalah terkejutnya, evan segera melakukan sesuatu sehingga Aether dan yang lainnya bisa masuk, yang masuk hanya Aether Zegion dan kumara.
Dua anak itu langsung di beritakan untuk membersihkan diri sedangkan Aether memulai beberapa pembicaraan dengan Evan, Aether sama sekali tidak bermaksud apa-apa, tapi ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan orang orang yang dia kenalnya.
Sehingga evan mulai menceritakan apa yang terjadi tentang bagaimana mereka bisa selamat dari serangan para Goblin, evan mengatakan kalau ia tidak tahu apa yang terjadi dengan Moli tapi Ayahnya yaitu Aleta sudah meninggalkan dan membuat sihir pelindung ini untuk menyelamatkan beberapa prajurit dan warga desa yang ada disini.
Semua orang yang ada disana adalah orang yang sudah terluka bahkan ada yang sudah sakit parah karena harus bertahan di desa ini selam mungkin sehingga ini menjadi sesuatu yang sangat mengkhawatirkan untuk dilihat.
Yang akhirnya Aether harus mengeluarkan puluhan potion tingkat tinggi untuk menyembuhkan mereka, ia juga telah menyuruh aldo dan Rangga untuk membunuh beberapa binatang untuk menjadi makanan disini.
Ia menyerahkan potion itu kepada Evan untuk menyembuhkan sebanyak mungkin prajurit yang ada disana dan berbagai warga desa yang mengalami sakit, ia juga menyuruh Zegion dan kumara untuk membantu.
Sedangkan ia berusaha untuk menyiapkan masakan untuk semua orang yang ada disana, “Jika misi ini tidak berhasil aku akan rugi sangat besar,” gumam Aether sedikit mengurut tentang ia sudah keluar banyak dalam misi ini.
Ia sudah gagal dalam mengembangkan puluhan prajurit, sekarang ia sudah membantu Dua orang anak satu desa, tentu banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk semua itu.
Apalagi jika misi ini gagal, mungkin Aether akan menangis selama beberapa hari karenanya. Ia tidak peduli dengan Levelnya yang turun karena ia masih bisa membuatnya mengingat dengan mudah, tapi uang adalah sesuatu yang berbeda mau bagaimanapun itu memandangnya.
Pengalaman untuk memasak untuk ratusan orang prajurit akhirnya berguna sehingga sekarang ia tidak terlalu kerepotan dalam memasak untuk orang orang yang ada di dalam desa, walaupun yang ia masalah adalah hal yang sederhana seperti bubur karena itu akan sangat cocok untuk orang orang yang sedang kelaparan.
Setidaknya itu yang terjadi kepada orang orang yang ada dalam dunia nyata, Aether hanya berusaha membuatnya serealistis mungkin.
Mereka semua sangat berterima kasih, karena mendapatkan makan tersebut, setelah itu Aether baru mulai membakar berbagai daging yang Aldo buruh bersama dengan Rangga.
Sehingga mereka semakin puas dengan dengan makanan yang mereka makan sehingga mereka mulai mempersiapkan kehidupan mereka ke depan dengan lebih baik.