
Malam harinya Reyhan Sedang bersantai, ia kedatangan Seorang tamu yang tidak ia Duga saat itu.
“Reyhan kan?” ucapnya Setelah reyhan Keluar dari rumahnya.
Reyhan benar benar bingung tentang orang yang ada di hadapannya saat ini, pasalnya ia sama Sekali tidak pernah membuat janji dengan Seseorang apalagi orang itu wanita cantik Seperti saat ini.
“siapanya?” sebuah pertanyaan Singkat reyhan lontarkan karena memang ia tidak mengenal orang yang ada di hadapannya.
“Jadi benar kau tidak mengenalku nya?” ucap Renata dengan Keheranan.
Awalnya ia bertanya kepada Vanesa tentang Reyhan tapi Vanessa Malah menggodanya Kalau Reyhan Tidak akan datang di hari di mana Acara mereka makan Malam bersama, tentu Renata Tidak percaya dengan hal itu, Bukannya Sombong tapi Ia merasa selama mereka ada di indonesia dan mereka tidak terlalu tua maka dipastikan mereka pasti akan berniat untuk makan bersama dengannya.
Tapi setelah melihat Ekspresi Reyhan yang terlihat biasa-biasa saja saat ia datang Membuat berpikir Sepertinya apa yang dikatakan oleh Vanessa Kalau Reyhan tidak terlalu tertarik kepadanya walaupun ia itu adalah Seorang Artis.
“Maaf kalau Memang aku melakukan Sesuatu yang penting.”
“kalau undangan makan Malam apa kau masih mengingatnya,” ucap Renata yang mulai merasa Sedikit malu, rasa percaya dirinya yang awalnya sangat tinggi Mulai Sedikit menurun.
“OH, Sorry, sorry, sorry, aku tidak mengingatmu karena melihat penampilan yang terlihat sangat berbeda dengan Saat berada di pesta,” ucapnya.
“Aku tidak menyangka kau bisa Secantik ini jika Dilihat dari dekat,” lanjutnya.
“Jika memang Seperti itu kau tidak akan melupakan ku bukan?” balas Renata mendengar ucapan basa basi dari Reyhan
“Jadi apa, bukankah Seharusnya jadwal makan malam itu bukan Sekarang.”
Aether masih tidak mengerti tentang kedatangan dari Renata, ia juga tidak berniat untuk berbasa basi lebih jauh.
“Aku dengar dari Seseorang kalau kau yang tidak berniat untuk Datang dalam acara Makan malam yang akan diadakan penyelenggara, tapi karena aku ada beberapa hal yang ingin kutanyakan jadi kalau kau tidak keberatan bisa aku minta waktumu untuk Semantara waktu.”
Renata juga memberikan maksud dan tujuannya untuk datang kerumah Reyhan, dan permintaan itu sama Sekali tidak bisa Ditolak Oleh reyhan karena Tamu nya Sendiri Sudah datang kerumah.
“Jadi mau ngobrol di dalam,” Balasnya Reyhan yang mempersilahkan renata untuk masuk ke dalam rumahnya.
“Jika kau tidak keberatan tidak jauh dari tempat ini ada Sebuah cafe yang sudah menjadi langgananku saat ingin bersantai, jadi jika tidak keberatan Bisa kita ngobrolnya disana saja,” balas Renata dengan cepat.
Hari ini Sudah cukup malam, dan untuk masuk kedalam rumah Seseorang laki-laki yang masih bujang sepertinya itu Sedikit belum waktunya baginya dan ia takut kalau itu akan menjadi Pembicaraan jika sampai ada orang yang melihatnya.
“Kalau begitu Tunggu sebentar,” ucap reyhan yang sadar kalau ucapannya Sedikit tidak enak di dengar apalagi untuk Seukuran Artis yang lumayan terkenal.
Reyhan dengan cepat mengganti baju karena tidak ingin membuat seorang perempuan terlalu lama, Ia masih mengenakan pakaian santai dengan kaos hitam dengan celana Levis panjang, dengan merapikan Sedikit rambutnya yang memang lumayan panjang.
“Kau tidak masalah dengan begini bukan?” ucapnya Setelah kembali ke mobil Renata.
“Santai, aku juga bukan tiper artis yang selalu memperlihatkan penampilan,” balas Renata santai, dang dengan mengajak.
“Berarti, ia menganggap Penampilanku ini jelek nya.”
Reyhan Sepertinya Menganggap berbeda dari ucapan Renata namun ia tidak berkomentar apa-apa dan segera naik ke mobil pribadi milik renata.
“Beberapa kali, aku juga harus mendapatkan waktuku Secara pribadi,” balasnya.
“Bukan itu yang kumaksud, kau tidak khawatir aku melakukan apa-apa kepadamu?”
“ Tidak juga, aku sudah banyak bertanya kepada Vanesa Sebelum sampai kesini,” balas Renata dengan Cukup percaya Diri.
Dan memang benar Sebelum ia menemui Reyhan Secara pribadi ia telah telah bertanya tentang banyak hal tentang bagaimana kepribadian dari Reyhan itu Sendiri, tentu Semua itu ia lakukan untuk menghindari Sesuatu Seperti apa yang dikatakan oleh rayhan barusan.
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Renata memang ada Sebuah Cafe yang tidak jauh dari rumah Reyhan, kafe itu memang terkenal sangat ramai akan pengujung, tapi Reyhan sama Sekali tidak menyangka kalau Ramenya tempat itu adalah Renata yang memang sering datang kesana.
Renata di tempat ini Sudah Seperti pemilik, karena ia bahkan memiliki tempat duduknya Sendiri, sehingga serame apapun tempat itu Jika renata Ia tidak perlu untuk menunggu dan bisa langsung duduk.
“Sepertinya aku memang harus memakai topeng,” ucap Reyhan Setelah melihat bagaimana pandangan Seseorang.
“Sudahlah anggap saja mereka tidak ada, walaupun mereka menggosipkan kita paling-paling mereka akan menggap salah satu laki-laki yang berusaha mengambil hatiku.” Balas renata yang terlihat santai dengan pandangan Semua orang yang ada disana.
“YA kau utung aku yang rugi, karena pasti mereka akan mencari tahu Siapa sebenarnya aku,” ucap Reyhan dengan Sedikit lesu mendengar ucapan dari Renata yang berusaha menenangkannya.
Walaupun dengan keadaan yang ogah ogahan, reyhan tetap duduk di tempat yang memang telah disediakan.
“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?”
Reyhan tidak ingin terlalu membuang waktu bersama dengan perempuan ini, karena untuk Sekarang ia memang prinsip kalau perempuan cantik itu hanya akan membuat masalah untuknya.
“Jangan terlalu buru-burulah, apakau benar-benar tidak ingin datang ke acara malam itu.”
“Kalau kau dengar dari Vanesa, itu hanya Omongan Asal-asalan semata,” ucap Reyhan yang bagi Renata terlihat kalau Reyhan Sedang berusaha mengalihkan pembicaraan
“Sepertinya aku lebih percaya Dengan Vanessa,” balas renata.
“Sebenarnya aku hanya ingin meminta beberapa saran dari muh tentang megembakan karakter di Vof,” lanjutnya Akhirnya masuk ke dalam topik yang Sebenarnya.
“Haahh,” Reyhan sama Sekali kalau akan mendapatkan pertayaan Seperti ini.
Karena ia mendapatkan rekomendasi dari Vanessa, Reyhan Awalnya Ia berharap Kalau renata menawarkannya Sebuah pekerjaan, Tapi saat sampai disini ia malah mendapatkan pertanyaan Tentang Game.
“serius kau Ingin menanyakan hal itu,” lanjutnya Ia jujur sama sekali tidak akan berekspektasi mendapatkan pertanyaan Seperti ini, memang ia datang Ke tempat di mana orang-orang yang hadir disana diakui oleh sebagian para Game profesional.
Tapi Jika ingin di tanya tentang Mengembangkan Karakter bukankah ada banyak lebih Orang lebih banyak daripada dirinya
“Sebenarnya, aku penasaran tentang bagaimana Bermain Supaya tidak membosankan, Dan saat Aku bertanya kepada Vanessa Ia menyarankan Sebagai kandidat terbaik.”
Sebenarnya Apa yang dikatakan oleh Vanesa Adalah benarnya untuk Seseorang yang ingin mencari Kesenangan, dan kebanyakan orang yang ada Di acara pesta itu terlibat dalam guild, Sehingga petualangan Seperti itu tidak cocok untuk Renata.
Dan satunya orang yang tersisah memiliki pengalaman pribadi yang menarik dan mendapatkan predikat bebas yang sesungguhnya itu hanya Reyhan Semata.
sepertinya tektok kan nya Sedikit kurang, tapi aku ingin berterima kasih karena telah sampai kesini, dan membaca cerita yang penuh kekurangan ini.