VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
mulai datangnya masalah



Bagi Aether, tempat yang paling cocok untuk Zegion adalah kandan para singa, dan itu ada di kekaisaran, misinya untuk menjadi mata-mata, akan sangat membantu perkemagannya.


“Kau yakin, karena jika itu memang benar ia memang harus masuk dalam pelatihan pasukan kekaisaran,” ucap sang pelatih.


“Sepertinya kau cukup ragu, maaf untuk pertama karena melihat tadi kalian latihan, tapi aku berani bertaruh diantara anak didikmu barusan, tidak ada satupun orang yang ada disana bisa mengalahkannya,” ucap Aether dengan sangat percaya diri.


“dan mohon maaf walaupun aku adalah seorang pengguna tombak aku sama sekali tidak tertarik dengan ilmu tombak kekasaran, aku hanya mengatakan ini karena aku kasihan dengan sandex mungkin harapannya membuat anak ini menjadi seorang ksatria disini cukup besar,” lanjut Aether, yang merasa ia dicurigai juga telah belajar ilmu tombak tersebut


“HAHAha kau benar, aku tidak masalah dengan jalan itu karena memang kau adalah orang yang cukup kuat untuk sombong,” balas sang pelatih yang mulai mengajak Aether dan zegion menuju lapangan.


Sampai disana sang pelatih  segera memberikan perintah untuk menutup setiap lokasi dan tidak membiarkan orang luar masuk.


“Hari ini kita kedatangan tamu, ia adalah kenalan salah satu petinggi,  karena saat ini mereka memiliki waktu luang Aku sebagai pelatih mengajukan sebuah pertarungan antara kalian dengan muridnya,” ucap sang pelatih kepada mara murid yang ada disana.


Mungkin maksud dari sang pelatih cukup baik untuk menyembunyikan identitas kalau Zegion telah mempelajari seni menggunakan tombak kekaisaran, tapi secara tidak sadar ia malah menjelaskan identitas asli dari zegion itu sendiri.


Setelah mendengar itu mereka semua langsung bersemangat, beberapa dari mereka terlihat meremehkan karena melihat Zegion yang masih sangat mudah rata-rata orang yang ada disini adalah 17 tahun karena memang mereka yang dikhususkan untuk latihan untuk memasuki militer yang sesungguhnya.


Sedangkan Aether yang saat itu masih sepuluh tahun tentu akan sangat diremehkan dalam skuad tersebut.


“Cobalah untuk mengalahkan mereka dengan murni kekuatan saja jangan perna menggunakan skil,” ucap Aether yang mengirim Zegion kearah lapangan.


“Kalian bisa maju, baik itu satu lawan satu atau satu lawan banyak,” ia mendapatkan perintah dari Aether untuk tampil keren api bagi Zegion itu masih belum cukup hanya seperti yang keren itu jika ia bisa mengalahkan mereka saat mereka melawan banyak orang.


“Ia sih kau akan tampil keren, tapi itu akan sangat memalukan saat kau kalah bodoh,” gumam Aether yang melihat tingkah Zegion yang sedikit berlebihan.


Pancingan dari Zegion berhasil, salah satu siswa pelatihan yang ada disana terpancing dengan berusaha menyerang Zegion dengan ceroboh dan membuat Zegion menemukan celah dengan mudah sehingga ia bisa mengalahkan orang tersebut dengan sekali pukulan tombak.


Tombak yang mereka saat ini adalah tombak yang terbuat dari kayu sehingga tidak terlalu berbahaya jika dipakai untuk latihan, orang orang yang ada disini adalah para npc yang tidak pernah terlibat dalam perang walaupun level mereka cukup tinggi, tapi tetap saja pengalaman mereka jika dibandingkan dengan Zegion pasti akan sangat berbeda jauh.


Satu orang kalah, maju dua orang, Zegion terlihat sangat tenang dalam menghadapi lawan lawannya, ia sudah banyak belajar saat melawan Cobra dan dan cleo. Dalam perjalan menuju antang.


Sehingga apalagi ditambah dengan pengalamannya melawan puluhan goblin dalam sebuah pertarungan membuat Zegion tidak melakukan hal ceroboh saat bertarung seperti ini.


Tapi terlihat ada beberapa gerakan yang menurut Aether itu masih ada celah karena mungkin terbiasa dengan memberikan celah tersebut kepada Kumara yang biasanya ada disampingnya.


Saat para peserta mulai berniat memukuli Zegion beramai ramai pelatih tadi yang memulai pertarungan ini mencoba menghentikannya, “Ini hanya sebuah pertarungan latihan tapi kalian malah kalah secara memalukan aku tidak masalah kalau kalian kalah secara terhormat tapi saat kalah bukannya mencari kesalahan terhadap diri sendiri kalian malah mencoba mencelakai lama latih kalin, bagiku itu sangat memalukan,” ucapnya dan mengajak Aether dan Zegion menuju tempat yang berbeda.


“bagaimana anak ini bisa sehabat itu?” tanya kepada Aether.


“Sepertinya yang aku katakan tadi aku bertemu dengannya saat Sandex dalam keadaan bertempur dengan salah satu pasukan raja Goblin, disana  ia berusaha meminta tolong kepada rombonganku untuk menyelamatkan sandex, tapi karena  goblin saat itu terlalu banyak kami gagal untuk menyelamatkan sandex berakhir yang memberikan emblem tadi, setelah itu karena aku bingung melakukan apa kepada anak ini, aku memberikannya beberapa pelatihan lanjutan dan menyuruh terlibat dalam perang besar melawan para goblin saat itu,”


Sebuah penjelasan panjang Aether berikan untuk memperjelas kalau Zegion adalah murid yang sangat berbakti kepada sandex, Aether tahu kalau dengan pola pikir seperti itu Zegion pasti diterima dalam kamp pelatihan ini.


“maaf sepertinya anak itu tidak bisa masuk dalam kamp ini,” ucap sang pelatih dengan terlihat murung.


Mendengar itu Aether terkejut bukan main, pasalnya keyakinannya tentang zegion yang akan diterima sangat besar sehingga saat ekspektasinya dihancurkan tentu ia sangat kaget.


“Kenapa?” Tanya Aether.


“kekuatan nya terlalu besar, tapi  jika kau memang berniat membuatnya tinggal disini aku tidak akan ragu untuk membuatnya menjadi sebuah ksatria termuda  dalam kekaisaran saat ini,” ucapnya menjelaskan kalau ia sebenarnya berniat membuat sZegion menjadi langsung menjadi kesatria dari pada mengikuti pelatihan bersamanya.


Emang Nya itu bisa dilakukan aku dengar kekaisaran sangat selektif dalam memilih ksatria mereka?” tanya Aether.


“Selama orang itu lanyak tentu itu tidak masalah, walaupun ia mungkin harus memulai dari awal,” balasnya


“Tapi semua itu kembali lagi ini semua tergantung akan keputusan kalian,” lanjutnya kepada Aether dan Zegion.


Aether hanya melihat Zegion dan melihat bagaimana keputusannya, “Aku ingin terus bertambah kuat agar tidak mengecewakan guru,” ucap Zegion yang terdengar sangat tulus itu menunjukkan kalau ia setuju untuk tinggal.


Sehingga setelah itu Ia meminta Waktu berdua bersama dengan Zegion karena ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka.


Yang tidak ia ketahui saat ini saat Aether masih mengurus masalah dari Zegion Celoa dan yang lainya sedang dalam keadaan tidak baik, yang entah bagaiamna tempat di mana mereka tinggal saat ini telngah di kepun oleh Orang-orang yang tadi datang ke tempat sang paman.


Dapat  terdengar teriakan yang meneriaki sebagai penyembah iblis kepada mereka, semua terjadi alam waktu yang cepat Sehingga mereka tidak bisa kabur, dan saat ini mereka berusaha untuk bertahan sekaligus saat ini berusaha memberitahu Aether tentang apa yang terjadi saat ini.


Sebisa mungkin mereka bertahan, Cleo dan cobra terus bertahan dari gempuran para kesatria merah yang ada disana, sekaligus berusaha melindungi Aiko agar tidak terjadi apa—apa padanya.