VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
mereka yang gila



Sebelum mereka memulai penyerangan, segalanya kembali di cek, terutama perlengkapan. mereka saling memberitahukan kelemahan termasuk Skil yang mereka miliki agar Sinkronisasi mereka dapat berjalan dengan baik.


Tentu Potion masih disokong oleh Aether, sehingga sebelum mereka bergerak Aether sudah membagikan potion-potion simpanan.


“Ingat rencana kita disini hanya sebagai pemancing agar mereka tidak dapat mempersiapkan pasukan Sebelum bantuan kita dapat santai, jadi jangan menahan diri, untuk formasi jangan terlalu  ribet, Yuno akan menjaga pemain jarak jauh, dan sisanya bertarunglah dengan sendiri!!”


Aether memberikan sedikit beberapa kata sebelum melaksanakan Aksinya, ia juga memberikan instruksi khusus kepada Cleo yang merupakan Seorang Cleo.


“Ada apa?”  ucap Cleo  yang tidak mengerti atas tatapan dari Aether.


“Jangan bilang kau tidak mengerti tugasmu Sebagai Seorang Assassin?” ucap Aether yang tidak percaya kalau Kodenya tidak dipahami oleh Cleo .


“Bertarung dan membunuh sebanyak mungkin bukan?” ucap Cleo yang terlihat bingung kenapa mereka semua melihatnya dengan kecewa.


“Ya dia maksud, kau disini bertugas untuk memancing para goblin menuju kita!”


Yuno kembali bertugas menjadi penengah di antara mereka, ia sudah pusing dengan terus mendengar kata-kata kasar dari Aether, jadi ia memutuskan untuk menjelaskan nya kepada Cleo . Cleo ingin mempertanyakan kenapa harus dia pasalnya Yuno dan Aether bisa melakukan tugas dari ini.


“Kalian pilih aku yang bertugas memancing goblin-goblin itu, atau Cleo.”


Sebuah pertanyaan kecil yang langsung membuat Cleo terdiam karena dia sadar ia pasti yang akan terpilih, karena ia sadar kalau Aether yang bertugas untuk memancing para goblin itu. yang ada bisa-bisa ia membawa satu desa goblin menuju ke arah mereka.


Dan benar saja tidak ada satu orang yang memilih Aether untuk melakukan tugas itu, Sehingga dengan berat hati ia mulai bergerak Sesuai dengan apa yang diperintahkan, sedangkan sisanya mulai bergerak menuju tempat yang dijanjikan.


Pemilihan lokasi bertarung adalah salah satu cara terbaik untuk bertarung, apalagi dengan jumlah lawan yang lebih banyak, walaupun cara tidak selamanya dapat berhasil setidaknya mereka bisa membunuh beberapa  goblin yang berhasil di pancing oleh Cleo.


 Tidak membutuhkan waktu lama bagi cleo membawa ratusan Goblin , serangan pertama di buka si Archer dan Si mage. Dan dilanjutkan oleh Serangan lanjutan oleh Aether dan Aqua yang mulai menyerang goblin yang masih tersisah.


Dengan waktu yang sangat singkat mereka meratakan goblin-goblin yang ada disana, mereka sudah mulai mengerti cara bertarung dari Kelompok ini sehingga tampah perintah dari si bos besar, mereka langsung kembali bertugas Sesuai dengan apa yang di arahkan.


Walaupun tetap saja Cleo masih protes  karena menurutnya orang yang paling kerja keras adalah dirinya.


“Ok,ok,ok. Kalian tunggu di titik selanjutnya untuk biar aku yang menggantikan Cleo yang membawa musuh,” ucap Aether yang membuat mereka langsung merasa gugup.


 Aether sama sekali tidak menunggu persetujuan mereka ia hanya langsung pergi, dan mereka tidak ada yang bisa menahan kepergian Aether. Melihat kepergian dari Aether yang ada di pikiran mereka pada saat itu hanya bisa bersiap  karena tidak tahu apa yang nantinya akan dibawakan oleh Aether.


Aether merasa cleo tidak bisa memancing kurang banyak Goblin sehingga Ia merasa harus turun tangan secara langsung, ia tahu kalau Cleo tidak akan bisa membawa lebih banyak monster, ia Sudah melihat bagaimana kepintaran dari Monster ini.


Sehingga ia sedikit skeptis kalau Cleo bisa membawa lebih banyak Goblin, Aether tidak perlu mencari goblin yang ada di sekitar  hutan, karena Aether langsung mendatangi desa goblin.


Ia datang bagaikan halilintar, dan membunuh berbagai goblin yang ada di desa itu,  para goblin  tidak ada yang mengira akan ada orang gila yang akan menyerang seperti ini.


Tapi terlihat Aether dapat menghindari semua serangan yang ada, sambil terus berlari menuju tempat dimana teman temanya telah menunggu dengan sangat dg-dengan.


Dari kejauhan mereka sudah melihat Aether dengan goblin yang mengejarnya dari Belakang.


“Sudah kubilang bukan, kalau orang itu memang gila,”  ucap Yuno.


Mereka hanya bisa menelan luda, pasalnya mereka bisa melihat ada hampir 500 goblin yang mengikuti Aether di belakangnya. Yuno mulai mempersiapkan diri untuk bagaimana bertarung dengan kelompok yang benar.


Seperti di awal, si archer dan si Mage  yang akan menyerang duluan. Kali ini telah mempersiapkan skil terkuat yang mereka miliki. Karena jumlah mereka yang skill Area yang mereka utamakan.


 Sedangkan Aether sudah memulai pertarungan pribadinya, karena salah satu pemimpin goblin seperti ada yang ikut untuk mengejarnya. Ia bertarung  di levelnya sekarang sudah tidak terlalu kesusahan untuk melawan satu goblin shaman.


Sehingga ia berusaha cepat mungkin untuk mengalahkan goblin itu, sehingga ia bisa membantu teman-temannya yang lain.  Walaupun butuh waktu ia bisa mengalahkan goblin shaman itu, dan segera berpindah untuk membantu ke teman-temanya yang sedang terpojok di balik Yuno dan perisainya.


“Gila, seumur hidup aku tidak pernah bertarung seperti orang bodoh begini ?” keluh cleo.


“Diam kalau kau tidak mengeluh kita tidak mendapatkan masalah seperti ini,” Aqua yang sedang sibuk tidak tahan dengan terus mendengar ocehan dari temannya.


“kemampuan individu kalian itu sebenarnya bagus? Tapi kenapa kalian terlihat seperti orang bodoh.”


Aether datang memotong percakapan mereka, dengan Tubuh yang sudah berlumuran darah para goblin ia masih terus membunuh goblin yang ada di sekitar, melihat Aether bertarung mereka sebenarnya penasaran tentang apa Sebenarnya Job dari Aether sendiri.


seorang Elf yang menggunakan tombak, itu saja sudah sangat jarang terlihat di tambah mereka yang ada disana tahu Setelah mereka membentuk Sebuah party dengan Aether mereka mendapatkan peningkatan semua status ba Sekitar 15%.


Dan Aether yang terlihat sangat Selektif dalam memilih Skil yang akan digunakan, Awalnya Mereka hanya mengira kalau Aether adalah Seorang pemula dalam dunia permainan namun Semakin lama mereka mengenalnya, mereka semakin yakin kalau Aether Sebenarnya adalah orang yang sangat pengalaman dalam dunia game.


Dengan bantuan dari Aether mereka terlihat sangat berbeda, baik dalam mengeluarkan Skil atau posisi mereka terjalin dengan baik, walaupun sedikit kesusahan mereka pada akhirnya berhasil untuk meratakan goblin-goblin yang ada disana.


Dan seperti biasa hanya Aether yang dapat berdiri hingga setelah pertarungan itu, mereka semua sudah sangat kelelahan bahkan yuno yang seharusnya memiliki poin stamina tertinggi diantara mereka sudah tidak kuat lagi untuk berdiri karena terlalu kelelahan untuk bertarung.


Bagi Aether salah satu kenikmatan tersendiri untuknya setelah pertarungan, adalah mengecek barang jarahan yang mereka miliki, baginya tidak ada rasa lelah jika kalau barang jarahan yang mereka miliki mendapatkan keuntungan yang bagus.


Satu persatu ia periksa dengan cermat, dengan Sebuah harapan ada yang bisa dijual dengan harga yang lumayan atau Setidaknya ia bisa menggunakannya, akhirnya Setelah banyak mengecek ia akhirnya melihat Sebuah skill yang menarik minatnya dan menurutnya bisa digunakan sebagai variasi dari skil yang ia miliki.