VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
kedekatan Keluarga vanesa dengan REyhan



Mendengar jawaban seperti itu  Vanessa langsung memberikan sebuah pukulan ke luka yang dialami dari Reyhan, tentunya Reyhan langsung meringis karena mendapatkan pukulan.


“Katanya bukan luka  seberapa?” ejek Vanessa.


“Ya tidak dipukul juga kali!”


Mereka langsung terlibat perdebatan, beruntung Di sana  tidak ada milla karena ia sedang tertidur dan tidak tahu kalau Reyhan  habis saja bertarung dengan beberapa luka yang seperti ini, jika ia tahu mungkin ia sudah sangat khawatir melihat pahlawannya mengalami luka luka.


Saat Ia  sedang di obati seperti ini ia tidak tahu kalau IA  telah membuat seorang tertarik untuk masuk dalam dunianya juga, dengan Ucapan dari aether,  Sandex langsung penasaran dengan berbagai hal yang di madsuk dengan Vof.


Tentu beberapa orang yang ada muridnya mengenal hal tersebut, walaupun tidak ada satu dari mereka yang bermain. Hingga Sandex memutuskan untuk bermain,  karena merasa dunia itu adalah dunia yang dulu sangat dia impikan.


“Ingatlah kirim berbagai murid untuk menjadi lawan bertarung dari orang itu, jika bisa buat mereka memberikan kita saran untuk bagaimana cara yang baik dalam bermain game .”


Sandex segera memberikan perintah kepada anak didiknya, untuk mulai menjalin kerja sama dengan baik Dengan Reyhan dan perusahaannya.  Untuk orang seperti Sandex ia tahu kalau perusahaan itu tidak sesederhana yang mereka lihat.


Ia adalah orang yang mengenal Orang yang menjadi kepala keamanan dalam perusahaan tersebut, dan untuk mempekerjakan orang seperti itu pasti pemimpin mereka bukanlah orang sembarangan.


Tidak berselang lama boni datang melapor kepada  reYhan, “Jarang-jarang melihatmu terluka seperti ini bos,” ucapnya mengejek reyhan.


“Jadi, bagaimana?” tanya Reyhan mengabaikan ejekan dari Boni.


“tidak ada masalah, mereka akan secara bertahap mengirimkan seseorang untuk menjadi lawan tanding mu, mereka juga tidak meminta bayaran, karena sepertinya cukup  tertarik untuk ikut bermain dalam Vof.”


Boni melaporkan tentang orang orang dari padepokan  yang sepertinya tidak tertarik untuk mendapatkan bayaran dari Reyhan tapi dengan syarat mereka dapat mengirimkan berbagai murid yang dia inginkan, dan tentu kelas instruktur akan juga mereka bawah dan jika Reyhan ingin ia bisa melakukan pertarungan ulang dengan master mereka.


“Hahaha, untuk luka seperti ini dengan  mendapatkan uang yang begitu banyak seharusnya tidak menjadi masalahkan,” ucapnya kepada Vanessa.


“Ya, kau benar, “Blas Vanessa dengan tersenyum.


“Kau sendiri bagaimana? apakah kau sudah membuat akun,” tanya reyhan kepada Boni.


Ada sebuah Konsol gir yang tidak terpakai yang ada di rumahnya, konsol tersebut adalah konsol yang sepat ia kira nyasar saat awal awal ia belum masuk rumah sakit. Yang akhir ini ia ketahui kalau konsol tersebut pemberian dari Mawar.


Tapi karena itu tidak digunakan ia memutuskan untuk memberikannya kepada Boni sehingga orang itu bisa membuat akunnya sendiri,   boni sebenarnya lebih mudah bekerja dalam malam hari saat tidak ada orang di kantor sedangkan siang hari seperti ini ia tidak memiliki terlalu banyak pekerjaan sehingga  reyhan memutuskan untuk memberikannya dan membuatnya bermain jika tidak dalam waktu kerja.


“Sudah, aku memutuskan untuk menggunakan kelas fither, dan saat ini masih berada di training center sih,”  ucap boni malu-malu.


“Kalau ada masalah kau bisa bertanya apapun kepada orang orang yang ada di sini, tapi Jika  ada apa-apa dengan para pendekar itu Bisa aku minta tolong kepadamu untuk mengurusnya, saat ini aku masih tidak bisa meninggalkan misi yang aku dapatkan,” ucapnya kepada Boni.


Akan ada kemungkinan kalau orang dari padepokan akan meminta saran kepada mereka tentang Masalah Game tersebut, sehingga ia meminta Boni mengurusnya, yang sudah lebih tahu daripada para pemula itu.


“Aman bos, tapi itu akan mendapatkan bayarankan?” ucap boni, sedikit bercanda.


Setelah beberapa luka  berhasil diobati Vanessa, reyhan berniat kembali masuk dalam game, karena mereka saat ini dalam perjalan menuju tempat dimana North mencari para lizardman yang selamat.


“Mau kemana?” tanya Vanessa.


“Main,” Jawab Reyhan singkat.


“Mau kupukul lagi, ibu dan ayahku hari ini sedang dalam perjalan pulang dan kita bersama dengan Mila harus datang untuk menjemput mereka,” ucap Vanessa.


“Aku ikut?” tanya Reyhan , ia bertanya karena merasa ia sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk ikut menjemput mereka.


“Harus, jika tidak ibu akan berpikir kalau aku membuat kau marah lagi,” ucap Vanessa koko ingin membawa Reyhan untuk menjemput orang tuanya.


“Bilang saja kepada mereka kalau Reyhan sedang terluka karena berlatih dengan seorang master beladiri,” balas Reyhan malas bertemu dengan keluarga dari vanesa saat ini.


“Kalau kau menginap di rumah sakit selama satu minggu hanya karena luka seperti itu, aku bisa mengatakannya kepada Ibu.”


Vanessa langsung memberikan sebuah statement untuk Reyhan tidak bisa berbuat apa, dan hanya terkejut karena tahu ia tidak bisa apa-apa melawan itu semua .


Sehingga ia terpaksa ikut dengan vanessa menuju bandara , pertama mereka membangunkan Mila Karena ia  yang sedang tertidur,  saat bagun Ia terkujut melihat Reyhan yang sudah dipenuhi dengan balutan perban di sekujur badannya.


Sehingga Reyhan sedikit berbohong kepada Mila tentang seorang pahlawan yang harus banyak berlatih untuk menjadi semakin kuat. Dan segala omong kosong lainnya.sehingga mereka dengan cepat sampai di bandara.


Apalagi yang membawa mobil adalah Reyhan yang ternyata lumayan Ahli dan lincah dalam membawa Mobil.


“Bukankah ini sudah sangat sering kalian keluar negeri, apa setiap kali kalian pulang, akan ada penjemputan seperti halya ini?”  tanya Reyhan.


Saat mereka masih menunggu keluarga vanesha keluar, ia saat itu sedang menggendong Mila di pundaknya, “Kata mama, itu semua  untuk menjaga keharmonisan keluarga ini,” balas Mila, menjawab pertanyaan dari Reyhan.


“Maaf bertanya soalnya aku tidak pernah tahu akan hal seperti ini,” ucap Reyhan santai.


“Tidak apa-apa karena Kakak sekarang adalah keluarga Mila,” ucap Mila dengan sangat bersemangat.


“Kalau aku ingin jadi keluarga mila, aku harus menikah dengan mila atau kak vanessa,” Mungkin karena tidak tahu  harus melakukan apa, Ia mulai bercanda dengan Mila dengan beberapa hal.


“Lanjut lagi kupukul Kau,” Vanesa yang tidak tahan dengan bercandaan mereka memilih memperingatkan Reyhan untuk tidak terlalu berlebihan bercanda dengan Mila.


“ tidak boleh......” mila sepertinya ingin mengatakan sesuatu, tapi segera terpotong akan teriakan Vanessa yang melihat kedua orang tua mereka yang telah keluar dan membawa berbagai  barang.


Sehingga  reyhan langsung diberikan kode dari Vanesa untuk mengurus  masalah barang barang tersebut, “Seperti yang ku perkirakaan aku datang kesini hanya untuk mengambil barang-barang,” Gumamnya.


Reyhan paling malas ikut karena merasa ia akan berakhir dalam keadaan seperti ini, tapi karena memang sudah takdir ia hanya bisa mengikuti arah dari takdir yang ditentukan untuknya