VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
pertemuan ji sun dan ayahnya



Reyhan pada akhirnya harus menceritakan secara singkat apa yang ia alami untuk bisa bertahan hidup dalam death game dan alasan kenapa ia bisa melakukan berbagai hal di dunia tidak lain karena death game itu sendiri.


“Walaupun Vof adalah Game yang bisa dikatakan menyatukan dunia, tapi mendengar ceritamu Bos, Seperti death game berada di tingkatan yang berbeda,”  ucap Nasruddin.


“kau benar, alasan Kenapa aku sama sekali tidak tertarik selain karena memang aku ada masalah karena bagiku Vof tidak terlalu menantang setelah merasakan bagaimana deat game itu.”


Reyhan menjelaskan kalau memang Death game bukan la Sebuah game yang hanya bisa di kembakan dengan kemampuan berbamain game biasa, juga tidak bisa dilupakan kalau Aether juga pernah merasakan Vof versi beta  dan Jika Aether mengatakan kalau vof tidak menatang Hal itu bisa di maklumi.


“Bos tapi sepertinya kau masih harus melakukan penjelasan akan masalah ini,” ucap Rachel.


Rachel memperlihatkan bagaimana reaksi masyarakat tentang masalah ini terlihat sangat berlebihan, walaupun Death game bukanlah rahasia umum tapi beberapa generasi mudah sepertinya baru tahu akan masalah ini dan malah membuat semua orang penasaran.


“Untuk masalah itu biarkan aku yang mengurusnya,”   ucap Aether yang berjalan menuju salah satu komputer terdekat.


Disana ia mencari beberapa berita yang berhubungan death Game lalu men screen shootnya, ia mengambil hasil gambar tersebut, dan memansukkannya ke dalam media sosial yang mereka miliki.


“Aku dengar kalian sangat penasaran dengan deat game, jika kalian ingin memainkannya aku punya copyan game itu  jadi jika kalian mau bergabung dengan orang orang yang telah mati aku bisa membagikannya.”


Tulisnya dalam Caption postingan tersebut, reyhan emosi dengan orang orang, yang sudah diperingatkan malah semakin penasaran, padahal sudah banyak orang kematian dari masalah ini.


“semangat bang,”


“aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi orang yang beranggapan kalau game itu adalah sebuah game biasa Sepertinya harus di kejiwaannya.”


“PEMBUNUH!!”


Berbagai komentar ada dalam postingan Reyhan, tentu itu adalah hal yang biasa terjadi , namun ia tidak menyangka Kalau akan ada yang berkomentar membunuh seperti itu.


Ia ingin membalasnya tapi ia segera di tahan Oleh Vanesa, biarkan itu seperti itu, jangan membuat masalah sebelum ulang tahun Ibu ku,” ucapnya kepada reyhan sehingga Reyhan segera membatalkan niatnya untuk membalasnya lebih lanjut.


Komentar yang mengejek Reyhan sebagai seorang pembunuh langsung dibanjiri sebagai komentar, yang kebanyakan dari mereka melaknat orang tersebut.


“Kita tidak tahu apa yang terjadi saat itu, lihat salah satu foto yang ia bagikan disana tertulis karena sebuah organisasi kriminal game itu tiba-tiba bisa diakses oleh semua orang sehingga bisa jadi Aether hanya terlihat di dalamnya dan berakhir ia memenangkan game itu.”


Walaupun reyhan tidak terlalu peduli  beberapa orang dari kantornya membalas pesan itu dengan berusaha membenarkan kalau Aether hanyalah orang yang terlibat dalam pertarungan sehingga membuatnya hanya ingin bertahan hidup sampai selesai.


“Maaf sepertinya aku melakukan sedikit kesalahan dengan menyebarkan masalah laluku,” ucap Aether meminta Maaf kepada semua orang yang ada disana.


Ia sudah menebak kalau ada beberapa kontroversi dengan ia mengatakan sebagai orang yang memenangkan death Game, awalnya ia hanya ingin menarik perhatian beberapa kenalannya di masa lalu.


Tapi sepertinya perhatian yang ia dapatkan masih terlalu besar sehingga ini bisa saja berdampak kepada perusahaan kedepannya, dan sebenarnya ia sedikit ia menggunakan kesempatan sebagai orang yang berasal dari death game untuk berurusan dengan kuliahan.


Sehingga reyhan harus membuat masalah ini kehalanyak, dan mereka nantinya tidak akan lagi curiga kalau Reyhan memberikan sertifikat tersebut ke khalayak Umum.


“Bos kenapa kau tidak menyebarkan video bagaimana kau menyelesaikan game itu, mungkin itu bisa menarik banyak penonton,” balas NAS.


“Semua itu sudah kumusnahkan, walaupun itu ada itu sama sekali tidak cocok dengan channel kita karena isinya membunuh dan ledakan tubuh yang berhamburan,” ucap reyhan terdengar dilebay lebaykan.


Mereka terus mendiskusikan masalah ini hingga ia mendapatkan sebuah Email dari universitas tempat Reyhan mendaftar tentang ia yang  mendapatkan undangan untuk bergabung dengan fakultas Game yang baru mereka bentuk.


“ada pepatah lama yang  mengatakan tentang dibalik sebuah masalah Pasti akan ada berkah  tersendiri di baliknya.”


Reyhan hanya terseyum saat melihat Itu, karena bagianya ini sudah lanyak untuk segala keributan yang dibuat,  sehingga ia menyuruh orang orangnya untuk membalas email tersebut tentu mereka setuju untuk bergabung.


“Aku tidak menyangkan saudaraku memiliki masa lalu yang cukup mengerikan seperti itu,” komentar JI SUN setelah melihat berita yang beredar tentang Reyhan yang merupakan raja terakhir dari Death game.


Ia saat ini sedang menyombongkannya kepada Ayahnya kalau ia memiliki saudara yang keren, “Aku dengar sepupumu baru saya merekrut salah satu pemain death game Juga,”  balas Ayahnya.


Seperti yang diketahui kalau Perusahan Ayah dari JI sun saat ini juga memberikan biaya kepada salah satu guild yang berasal dari Korea selatan, yang ketua guildnya juga merupakan sepupu dari Ji sun.


“Aku harap ia masih orang baik, karena aku dengar kalau orang orang yang berasal dari death Game hanya orang –orang aneh,” karena pengaruh dari lingkungan yang sangat keras saat masih bermain,”  balas Ji sun.


 Mereka saat itu berusaha menikmati waktu santai bersama sehingga berbagai hal mereka bicarakan dari masalah perusahaan sampai bagaimana Ji sun mulai bermain bersama dengan teman temannya.


Saat Jisun berkunjung ke indonesia karena menghadiri salah satu acara temannya yang baru saja berusaha mendirikan sebuah perusahaan Ia sangat senang sekaligus takut kalau Anaknya hanya dimanfaatkan.


Walaupun ia tahu kalau Anaknya adalah orang yang pintar dan sangat sedikit kemnkinan kalau anaknya akan di tipu dengan sebuah embel embel berteman seperti itu.


Tapi tentu sebagai orang tua ada rasa takut tersendiri yang sangat sulit untuk dibicarakan, ia tahu kalau anaknya sangat sulit untuk percaya dengan seseorang karena  kesalahannya.


Tapi sekarang setelah melihat anaknya dapat tumbuh dengan sangat baik baik memiliki seorang sahabat yang dianggap sebagai saudaranya sendiri itu sudah sangat memuaskan untuknya.


“Tok, tok, tok,” terdengar suara pintu yang diketuk.


“Masuk,” ucap Ji sun dengan sedikit emosi ia sudah menikmati waktu yang sangat sulit didapatkan bersama dengan orang tuanya sekarang waktunya itu sedikit diganggu.


Ia adalah salah satu pemain yang bergabung dalam guildnya yang berusaha mereka bangun, dan perempuan tersebut memiliki jabatan yang lumayan tinggi disana.


“Apa yang membuatmu datang menanggu, saat aku sudah mengatakan untuk tidak ada yang mengagu waktu kami,” Ucap Ji sung dengan sedikit Jengkel.


“Maaf Bos, tapi Aku hanya ingin  keluar dari Guild,” ucapnya yang membuat Ji sun sadar sepertinya ini masalah serius sehingga ia menanyakan perempuan itu dan menanyakan alasan kenapa ia ingin keluar dari Guild.