VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
melawan pasukan tiga guild



Sekarang mereka telah membagi dua tim, yaitu tim Aether dan tim dari Black word. “Tidak bisakah kau mencari cara dimana kita berada dalam keadaan yang lebih mudah?” ujar sandra yang merasa Aether menempatkannya dalam keadaan dimana ia harus bertarung dengan susah payah.


“Sebuah kekuatan hanya bisa didapatkan dalam sebuah pertarungan sulit, bukan begitu!” balasnya dengan tersenyum.


“Ya memang, tapi tapi dengan keadaan Seperti ini menurutku kita hanya menyerahkan diri kepada kematian bukan?” balas sandra sarkastik.


“santailah, hidup dan mati itu sudah menjadi takdir tuhan, jika memang sudah takdirnya berada di manapun kita pasti akan mendapatkan ajal,” balas Aether dengan bercanda.


“jika itu didunia nyata aku sudah memang pistol di kepala untuk menguji takdir itu betulan memang nyata,” ucap sandra yang mulai emosi.


Sedangkan north dan aldo hanya tersenyum tipis mendengar perdebatan mereka. Dua tim itu sudah terbagi tim pertama adalah Aldo, aether, sadra, north, dan tentu saja adalah rangga. Tugas mereka adalah untuk menarik perhatian dari orang orang yang ada disana sebanyak mungkin Sehingga kelompok kedua yang terdiri dari para petinggi dari black world bisa menyerang dari sisi samping untuk menyelamatkan lilith.


“Mereka datang!” ucap north mengingatkan mereka untuk segera bersiap.


perhatian mereka segera terarah kesana, “Pada akhirnya lawan kita adalah 3 guild sialan itu nya?” ucap Aether melihat ada tiga bendera besar yang mengarah ke arah mereka saat ini.


“Sepertinya Aldo akan mendapatkan lawannya sendiri,”  ucap sandra melihat seseorang yang berada di dalam pasukan lawan.


Orang itu adalah Ginting seorang ahli pedang terkuat yang memang sudah cukup dikenal luas oleh para pemaian saat ini.


Dengan santai mereka berlima bergerak untuk menghadapi ribuan orang yang bersiap untuk menghadapi mereka.


“Karena mereka tidak mulai menyerang bagaimana kalau kau memulainya.”


Aether memberikan saran kepada Sandra untuk memulai pertempuran yang ada disini, terlihat musuh mereka sedikit ragu untuk memulai pertempuran.


“Sesuai perintahmu bos,” ucapnya yang bersiap untuk memulai pertempuran.


Sandra terlihat mulai mengangkat panahnya menuju ke atas langit. “Tidak mungkin ada pelangi sebelum datangnya hujan, air yang datang dari penjuru dunia berkumpul menjadi satu untuk menghancurkan sebuah gunung yang kokoh”


Sebuah matra Sadra ucapkan untuk memulai pertempuran ini, “Seperti biasa dia tidak akan main-main dalam memulai sesuatu,” ujar Aether yang melihat sandra yang sepertinya memulai pertempuran ini dengan sebuah skil ultimat.


“Berpencar, dan untuk Rangga lindungi dia!” lanjut Aether segera itu mereka berpencar untuk mencari posisi terbaik.


Aether sendiri mengambil sisi kanan Sedangkan North mengambil sisi kiri, tentu sang bos akan berada di barisan tengah untuk menunjukkan kekuatannya.


Setelah beberapa saat mereka sudah berada dalam posisi masing masing, mereka segera mengeluarkan Skillnya.


{King aura} milik aether.


{fighting spirit} dari aldo


{Death spirit} dari north


Semua itu adalah skill yang hampir sama Sehingga itu  segera melepaskan gelombang aura yang sangat kuat karena itu dilepaskan secara bersamaan.


Sehingga orang- orang yang tidak bisa menahan itu langsung merasa tidak kuat, beberapa  orang langsung mati, atau setidaknya mereka tidak bisa bergerak selama beberapa saat.


Ginting berusaha melindungi pasukannya juga dengan melepaskan fighting spirit yang dia miliki, tapi karena ada tiga skill yang hampir dilepaskan bersamaan tentu dengan ia seorang diri tidak bisa melakukan apa-apa bahkan dengan mudah fighting spirit yang dia miliki di tekan oleh gabungan skil kelompok Aether.


“bagi kalian yang masih bisa bergerak Cepat lindungi teman kalian!” teriak ginting


“Jujur aku benar benar benci untuk melepaskan skil ini,” ucap sandra yang terlihat tidak lagi memiliki  kekuatan untuk berdiri setelah ia melepaskan skil itu.


Untuk berdiri saja ia membutuhkan bantuan dari Rangga, yang sudah berubah menjadi bentuk serigalanya.


Karena keadaannya yang seperti ini tentu ia harus segera pergi untuk mengungsi. Jika tidak ia hanya akan menjadi hambatan untuk kelompok mereka.


“Aku menyuruhmu untuk memulainya, bukan untuk membuat dirimu tidak bisa bertarung lagi,” keluh Aether terdengar di kelompok mereka sendiri.


Aether berbicara disini mengunakan kemampuan pasifnya yang membuat semua orang yang berada dalam grup nya bisa mendengar apa yang dia bicarakan.


“istirahatlah untuk sementara waktu, tapi tolong jangan terlalu lama, karena itu akan membunuh kami,” lanjut Aether masih terdengar santai.


Satu skil itu sudah membunuh kurang lebih ratusan orang, aldo juga tidak mau kalah setelah melihat serangannya dari Sadra mendarat dengan baik ia juga merasakan salah satu skil serangan jarak jauhnya.


{Tempest}


Dengan satu ayunan dari pedang besarnya itu, tercipta sebuah tornado yang cukup besar yang segera meluluhlantakkan pasukan musuh yang ada di hadapannya.


“wahai makhluk - makhluk kegelapan dan para pendosa yang berada di alam bawah bangkitlah, penuhi panggilanku dan bunuh semua musuh yang sedang menghalangi jalanku ini,” North juga mulai mengambil bala tentara nya.


Disini hanya Aether yang tidak melepaskan sebuah skil berskala besar, tapi penampilannya tidak kalah menonjol dengan yang lainnya.


Karena ia terlihat seperti orang gila, ia terus membunuh semua orang yang ada di hadapannya, tidak peduli berapa banyak prajurit yang diarahkan kepadanya semua itu dibunuh olehnya dengan satu tebasan dan berbagai serangan dari tombaknya.


. . . . . . . .


“Aku berharap, apa yang kalian rencanakan berjalan dengan baik,” ucap xiao lan yang masih berada di menara untuk melihat pertempuran dari sana.


“tenanglah, setelah mereka kelelahan kita bisa maju untuk mengambil kredit utamanya,” balas smith.


“seingatku, kalian melakukan hal yang sama di maritengae dan hasilnya kalian dikalahkan dengan mudah,” balas Xiao lan


“Kita sudah mengerahkan terlalu banyak pasukan dan jika ini gagal, maka terlalu banyak kerugian yang akan kita dapatkan.” Lanjutnya.


“Tenanglah, petnya telah diurus oleh ginting sehingga tidak mungkin ia bisa bertahan dari banyak pasukan yang menyerangnya.” Gading yang dari tadi diam kini bersuara.


“kau diam, jika dari awal kau tidak mengusulkan untuk menangkap mereka hidup hidup ini semua tidak akan terjadi,” xiao lan masih merasa rencana awal mereka untuk menangkap aether dan sadra hidup adalah biang dari masalah ini.


Mendapatkan bentakan seperti itu tentu, gading tidak terima, namun untuk sekarang ia hanya bisa diam dan memendam perasaan marahnya itu.


“Smith, bukankah kau bilang, yuradisil akan membantu dalam pengamanan tahanan, sudah sampai dimana mereka sekarang.” Lanjutnya menanyakan lokasi dari bantuan mereka saat ini.


Smith memiliki seorang kakak yang bergabung dengan yudarisil guild terbaik saat ini, melihat berbagai hal seolah tidak berpihak kepada mereka membuat smiths mengusulkan meminta bantuan kepada Yudrisil


“Tidak masalah sebentar lagi mereka datang,” balas smith.


Setelah itu mereka terus melihat arah dari pertempuran. Disini hanya tinggal mereka karena para petinggi lainnya sudah bergerak untuk menghadap black word yang sudah berada di depan gerbang.