VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
vanesa pulang



Sang asura saat ini sedang berhadapan dengan  barkan sang Oni terkuat dalam sejarah,   Barkan sudah hancurkan beberapa kerjaan manusia hingga sampai di tempat ini, sehingga ia memang memiliki pasukan yang tidak terbatas karena memang setiap Makhluk yang ia bunuh otomatis menjadi salah satu pasukannya.


“sepertinya kau memiliki seseorang rekan yang menarik,” ucap barkan kepada  sang asura.


Aku akan memperlihatkan kepadamu kalau satu satu kesalahan yang kau miliki adalah dengar menyerang para elf,” balas sang asura kepada Barkan.


“Kau bahkan belum berhasil mendaratkan satu serangan kepadaku tapi kau sudah banyak sekali bicara kalau kau bisa membuat ku menyesal, bukankah itu masih terlalu cepat untuk mengatakannya?” ucap Barkan yang merasa kepercayaan diri sang asura yang ada di hadapannya masih terlalu cepat.


Yang mengejutkan adalah Barkan dapat melawan sang asura baik itu dalam pertarungan dalam jarak jauh dan maupun jarak dekat.


Tapi hingga saat ini Asura terus di paksa untuk melakukan pertarungan jarak jauh dengan Barak Sehingga Ia sampai saat ini belum bisa membuat Barak mengakui kekalahan.


“ yang  seharusnya mengatakan itu adalah aku dari tadi aku memang hanya berusaha menahanmu untuk tidak pergi mengacau seperti Apa yang kau lakukan di bagian Barat, tapi karena sekarang situasi telah berubah maka seharusnya tidak lagi menjadi masalah jika aku bertarung serius dengan muh,” ucap Asura yang terlihat bersiap mengeluarkan kekuatan terbaiknya.


“Siapa yang takut, lagian sepertinya kedatangan sang Barier lord sudah membuatmu sudah sangat percaya diri.” Balas Bark yang melemparkan beberapa sihir kepada Asura.


Tapi serangan itu segera di tangkis dengan mudahnya bahkan sihir sihir yang iarahkan kepadanya di belah dengan mudah mengunakan tombak yang dia miliki.


Terlihat sini Kalau Asura ini sudah menguasai Aura of king  dengan sangat baik sehingga serangan setebal apapun akan lebih mudah untuk ia lepaskan.


. . . . . . . . . . . . . . . . .


Setelah reyhan menyelesaikan masalah ia di keluarkan secara paksa oleh drive ia kembali masuk dalam permainan, dimana ia disana di tungguh sebuah pasukan besar para demon yang di pimpin oleh seorang demon bertubuh besar yang sepertinya merupakan seorang demon besi.


“Jadi ini perang terakhir,” ucap Aether melihat pasukan yang ada disana.


 “Sang asura sudah memberikan komando perang untuk kau ambil alih,” ucap salah satu jendral yang memiliki pangkat yang sama dengan apa yang dia miliki.


Mendengar itu Aether hanya mengangguk dengan berbagai pencapaian yang terjadi saat ini tentu komandan pertempuran Akan menjadi miliknya.


“Apa kau akan langsung turun untuk mengaktifkan kemampuan tato mu?” tanya orang tadi.


Ia adalah teman satu angkatan rahim sehingga ia sangat mengala setiap kemampuan dari satu angkatannya itu.


“Tidak, sepertinya lihat musuh telah mengetahui kemampuan dari Sakanade, sehingga akan percuma untuk mengunakannya itu hanya membahayakan diriku sendiri dan belum tentu itu jika aku melakukannya dan itu akan berhasil.


Terlihat kalau kemampuan sakanade terlihat sangat oper power dalam perang tapi sebenarnya jika mereka mengetahui cara dari tato ini bekerja maka sangat mudah untuk membatalkan efeknya.


Misalkan saja Aether diganggu selama proses dari kemampuan sakanade diaktifkan dan ia diserang secara membabi buta di sana  maka itu akan sangat berbahaya untuknya.


Sebenarnya Aether sangat kagum dengan orang yang melakukan semua ini, perencanaan demi perencanaan yang dia lakukan sangat hebat, misalkan saja walaupun saat ini ia a sudah di hadan oleh sang Asura para Elf ia masih terus mengeluarkan berbagai konter yang bisa membuat para elf yang ada disini kocar kacir..


Walaupun pada akhirnya dalam pertempuran terakhir ini, yang tetap menjadi penetu adalah siapa yang terkuat di antara mereka.


“Untuk di awal aku akan mensupport kalian dari belakang, sekaligus melihat bagaimana perkembangan pertarungan,” ucap Aether.


Dan semua orang yang memiliki jabatan disana segera menyetujui perintah dari Aether, “Cobalah untuk menargetkan para demon kuat, untuk para demon lemah biarkan aku membuat para prajurit kita mengurusnya,” lanjut Aether.


Yang Aether inginkan para pemimpin dari para elf ini mengurus para demon kuat, sehingga ia bisa memobilisasi  para prajurit kecil untuk melawan para demon.


“Syean tolong pimpin para Archer untuk membuat kekacauan di medan perang,” ucapnya kepada seorang archer yang memang dari tadi menolongnya.


Sama seperti di medan perang di bagian barat ia ingin para penyihir memiliki kebebasan untuk menyerang dan membantu sebisa mereka Sehingga ia menginginkan para Archer untuk mengacaukan medan perang.


Intinya Aether ingin menjebak para demon untuk bergerak secara individualisme, dan jika itu terjadi Aether yakin Kalau ia bisa membuat peperangan ini menjadi milik mereka.


Para pemimpin pasukan segera mengambil alih dan mulai melakukan apa yang Aether katakan, benturan antara para demon dengan para elf  juga segera terjadi  dan diatas dinding Aether terus melihat diatas dinding.


Ia segera mengirimkan pesan kepada para operatornya untuk memulai melakukan tugasnya, untuk mengambil gambar terbaik yang bisa diambil dalam peperangan ini.


. . . . . . . . . . . . . . . . . .


Setelah Reyhan dikeluarkan dengan paksa Ia segera menyuruh orang orang di bagian editin untuk mengambil Videonya untuk segera di edit dan seger segera mungkin untuk Diupload.


Reyhan ingin membagi misi dalam dungeon ini menjadi 3 Video utama dan bagian pertama Area Pertempuran Barat.


Setelah satu hari pengeditan Video, akhirnya video itu siap untuk di bagikan, sebelum reyhan Masuk dalam permainan ia sudah berpesan kepada mereka ia sudah memberikan arahan walaupun ia tidak keluar mereka bisa me upload video itu.


Semua orang yang ada disana sebenarnya tahu kalau Video ini akan membuat semua orang  empar pasalnya Hingga saat ini dalam Vof pertempurang Kelas atas seperti Aether saat ini belum ada Sehingga Video ini akan terus menarik perhatian banyak orang.


Sehingga saat mereka ingin menguploadnya mereka semua bingung harus memberikan judulnya apa, hingga orang yang selama ini tunggu akhirnya datang juga itu tidak lain adalah Vanesa.


Yang baru datang dari Paris Tapi karena ia tahu kalau saat ini kantor sedang dalam keadaan sibuk Maka mau tidak mau ia harus segera datang kekantor.


Ia disana melihat kebingungan anak- anak sehingga ia menanyakan apa yang terjadi kepada mereka, daniela Segera menjelaskan secara singkat apa yang terjadi.


“Oh itu ma mudah,” ucap Vanesa yang segera  berjalan ke arah komputer untuk menulis thumbnail dalam video yang akan mereka upload.