VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
laba-laba peledak2



Dengan


Aether menjadi topik dari pembicaraan, mereka membentuk sebuah pembicaraan yang


lebih bagus dan cepat, karena mereka sudah membuat sebuah kesepakatan north


membawa mereka menuju tempat Aether.


Saat mereka sampai di sana terlihat Aether masih terus


melihat situasi, dengan suara ledakan yang semakin besar, ia menengok ke arah


mereka yang datang bersama dengan beberapa orang.


“Tidak bisakah kau


mengeluarkan sebuah ekspresi yang menarik dengan topeng kakumu itu?” ucap North yang  sudah mengharapkan ekspresi terkejut


dari Aether.


Aether sudah mengenal baik sikap Dari North yang aneh itu,


mungkin ia berharap kalau ia akan membunuh mereka karena sikap anehnya itu,


tapi saat ia membawa rombongan dari perempuan yang diselamatkan ia sama sekali


tidak terkejut.


Karena dalam pertemuan pertama mereka, tidak sempat kali


ini sasha mengambil kesempatan ini untuk memperkenalkan diri.


“Aether,” jawab Aether sangat singkat.


“Kau........” melihat kakaknya yang di acuhkan membuat sang adik ingin


protes dan membentak orang itu, begitu pula dengan rombongan dari mereka yang


tidak kuat melihat sikap dari Aether yang terkesan sombong


Namun mulutnya langsung bungkam saat sebuah tombak


diarahkan kepadanya, dan menunjuk North untuk setidaknya dapat mengontrol


mereka.


“Kau yang membawa


mereka, jadi setidaknya bungkam mereka untuk tidak terlalu banyak bicara


disaat seperti ini.”


Mendengar itu North hanya tersenyum, melihat bagaimana


reaksi Aether kepada mereka ini, untuk saat seperti ini, untuk sekarang ia


hanya bisa mengontrol orang yang ia bawah, karena harus ia akui kalau saat ini


mereka tidak bisa berbicara terlalu banyak.


Saat ia memberikan perintah tiba-tiba Aether berbicara


tentang beberapa info yang dapatkan melalui slimenya, aether sudah memberikan


perintah kepada Rangga untuk mencari sebuah jalan masuk lain dengan menggunakan


Clonnya.


“Jadi bagaimana


rencananya?”  tanya North


“Bukankah? Kau


kaptennya disini.”


Sebuah jawaban yang sangat singkat diberikan oleh Aether,


Aether sendiri sangat sadar posisinya disini, dan bagaimana ia berfungsi. Tapi


sekarang ia malah melihat North yang berusaha memojokkannya.


“Aku tahu


posisiku, jujur saja aku berencana untuk membawa beberapa orang masuk kesana,


dan mulai melakukan perburuan secara langsung,”  jelas Aether.


“Dan alasan kenapa


Aku tidak berencana untuk membawa pasukan kesana, walaupun kemungkinannya


sangat sedikit untuk terjadi tapi aku berharap masih ada pasukan yang berjaga


jika memang berhasil membuat jalan masuk dari sini.”


Aether menjelaskan rencana dan membiarkan keputusan Akhir


tetap berada di tangan north sebagai orang yang memimpin pasukan dari lizardman


yang akan paling dirugikan jika memang rencana ini gagal.


“Kita jalankan


rencanamu, dan aku akan ikut denganmu untuk masuk ke dalam sana,”


Mendengar rencana dari Aether , tidak ada alasan bagi north


untuk setuju.  Ia sudah beberapa waktu ini sudah sangat dibuat frustasi


terus dipojokkan, dan baginya sekarang adalah waktu yang tepat untuk


menerobos  dan membuat laba-laba itu merasa terpojokkan.


“Dan untuk yang


memberikan perintah kita bisa memberikannya kepada mereka ,”ucap North yang menunjuk Kelompok dari sasha.


“Memang mereka


akan mendengarkan perintah dari manusia?” balas Aether cepat.


“Tidak juga sih,


untuk masalah itu aku bisa mengaturnya Sehingga akan ada beberapa komandan lain


yang mengambil alih tempat ini,” North


tidak ingin melepaskan masalah ini.


Kelompok dari sasha sempat mengajukan diri untuk ikut


dengan mereka, tapi segera di banta oleh North yang menganggap mereka masih


memiliki level yang rendah untuk masuk ke dalam sana.


“Diantara kalian


apakah ada orang yang dapat melakukan sihir elemen angin.”


Aether memoton ucapan dari North ia sudah mendapatkan


persetujuan, jadi sekarang ia akan mempersiapkan sebaik mungkin apapun yang ia


bisa digunakan, saat ini ia sudah memiliki sebuah bom, dan menurutnya ia


membutuhkan sebuah skil yang memiliki elemen Angin untuk menambah efek ledakan


yang ada disana.


sangat semangat bicara? Giliran ditanya malah seperti seseorang yang tidak


memiliki Mulut!” lanjut Aether


setelah  tidak mendapatkan jawaban dari kelompok itu.


Setelah sedikit terdesak akhirnya ada salah satu dari


mereka yang mengaku sebagai seorang penyihir, Aether melihat sejenak tanpa


bertanya.


“ok, kau ikut.”


“Maaf, tapi aku


tidak ingin pergi jika teman-temanku tidak ikut.”


Tanpa diduga Ia akan ditolak dengan keras seperti itu,


walaupun terlihat kalau sepertinya orang itu merupakan seorang pemalu, sehingga


Aether tidak bisa berkomentar banyak.


“Yasudah,  aku


juga tidak terlalu peduli dengan kau mau ikut atau tidak,”  ucapnya sambil berjalan menjauh.


“Hahaha,


sepertinya Temanku ini kurang suka dengan wanita cantik,” tawa North dan segera menyusul Aether yang terlihat akan


semakin menjauh.


Baru beberapa langkah North pergi, ia tiba-tiba dihentikan


oleh sasha, yang berusaha membuat pembicaraan dengannya.


“Selama kau bisa


menjamin keselamatan temanku, aku tidak masalah kau membawanya bersama dengan


laki-laki banyingan itu!”


bahkan teman-teman dari sasha tidak mengerti kenapa ia


tiba-tiba mengucapkan hal seperti itu, beberapa dari mereka ingin protes,


terutama gadis yang harus pergi bersama dengan Aether dan North.


“Tentu, tenang


saja kami tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepada teman mu itu, bahkan


kalau kau mau kita bisa membuat sebuah kontrak .”


“Dan bisa ku


pastikan kalau kalian mengirim seseorang bersama dengan kami, setidaknya kalian


bisa melihat sebuah pertunjukan yang mungkin hanya bisa kalian dapatkan di


sebuah film semata. Atau keuntungan terbesarnya kalau setidaknya bisa sedikit


lebih dekat dengan orang itu,”


lanjutnya sambil menujuk Aether di kejauhan.


Dengan ucapan seperti itu sasha segera membujuk temannya


untuk mengikuti  North dan Aether, mereka tidak bisa berdebat terlalu lama


pasalnya North mengingatkan kalau Mereka bisa ditinggal oleh Aether.


Aether terus menunggu di depan pintu gerbang goa yang ada


disana, setelah beberapa saat Akhirnya ia melihat North bersama dengan penyihir


yang awalnya menolak untuk bergabung dengan mereka.


“Dengan kemampuan


bacotmu yang seperti itu, kau tidak berpikir untuk membuat Sebuah guild?” ejek Aether yang mengira kalau North lama karena ia sempat


membujuk mereka untuk ikut dengannya.


“paling tidak


mungkin kau bisa membuat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh lizardman,” lanjut Aether masih berusaha mengejek North


“ Aku mungkin bisa


mempertimbangkannya jika kau berniat menjadi wakilku,” Balas North.


“Teruslah


bermimpi.” sebuah tolakan cepat Aether


lontarkan


“Maaf, tapi aku


harus melakukan  apanya. Karena jujur saja kemampuanku dalam pertempuran


sangat kurang.”


Dengan nada sedikit kecil perempuan yang terlihat sangat


malu-malu itu mulai berbicara ia tidak mau kalau nantinya mereka akan kecewa,


jadi sebelum mulai ia ingin jujur kalau kemampuannya itu sangat di bawah


rata-rata pemain Vof saat ini.


“Tenang saja, kau


cukup dengarkan ucapanku, dan kan kubuat kau lebih ahli dalam pertarungan dari


Teman-temanmu yang lain!” ucap Aether


dengan sedikit bersemangat.


Ia terlihat sangat berbeda dengan pertemuannya yang awal,


kini ia terlihat seperti orang baik. Berbeda dengan tadi yang terlihat sangat


menakutkan bagi Piko. Sikap Aether yang berubah itu membuat Piko langsung


merasa nyaman dan tidak takut lagi dengan Aether.


Pintu dari gua ini   tertutupi dengan sebuah batu


besar yang sangat berlumut yang memang membutuhkan ketelitian ekstra untuk


menemukannya.


“Kau bisa


menggesernya bukan?” tanya Aether kepada


North yang seharusnya memiliki kekuatan paling besar diantara mereka.


North tidak menjawab, ia langsung mencobanya dengan empat


tangannya ia terus mendorong Batu itu agar segera bergeser.