
Dengan
Aether menjadi topik dari pembicaraan, mereka membentuk sebuah pembicaraan yang
lebih bagus dan cepat, karena mereka sudah membuat sebuah kesepakatan north
membawa mereka menuju tempat Aether.
Saat mereka sampai di sana terlihat Aether masih terus
melihat situasi, dengan suara ledakan yang semakin besar, ia menengok ke arah
mereka yang datang bersama dengan beberapa orang.
“Tidak bisakah kau
mengeluarkan sebuah ekspresi yang menarik dengan topeng kakumu itu?” ucap North yang sudah mengharapkan ekspresi terkejut
dari Aether.
Aether sudah mengenal baik sikap Dari North yang aneh itu,
mungkin ia berharap kalau ia akan membunuh mereka karena sikap anehnya itu,
tapi saat ia membawa rombongan dari perempuan yang diselamatkan ia sama sekali
tidak terkejut.
Karena dalam pertemuan pertama mereka, tidak sempat kali
ini sasha mengambil kesempatan ini untuk memperkenalkan diri.
“Aether,” jawab Aether sangat singkat.
“Kau........” melihat kakaknya yang di acuhkan membuat sang adik ingin
protes dan membentak orang itu, begitu pula dengan rombongan dari mereka yang
tidak kuat melihat sikap dari Aether yang terkesan sombong
Namun mulutnya langsung bungkam saat sebuah tombak
diarahkan kepadanya, dan menunjuk North untuk setidaknya dapat mengontrol
mereka.
“Kau yang membawa
mereka, jadi setidaknya bungkam mereka untuk tidak terlalu banyak bicara
disaat seperti ini.”
Mendengar itu North hanya tersenyum, melihat bagaimana
reaksi Aether kepada mereka ini, untuk saat seperti ini, untuk sekarang ia
hanya bisa mengontrol orang yang ia bawah, karena harus ia akui kalau saat ini
mereka tidak bisa berbicara terlalu banyak.
Saat ia memberikan perintah tiba-tiba Aether berbicara
tentang beberapa info yang dapatkan melalui slimenya, aether sudah memberikan
perintah kepada Rangga untuk mencari sebuah jalan masuk lain dengan menggunakan
Clonnya.
“Jadi bagaimana
rencananya?” tanya North
“Bukankah? Kau
kaptennya disini.”
Sebuah jawaban yang sangat singkat diberikan oleh Aether,
Aether sendiri sangat sadar posisinya disini, dan bagaimana ia berfungsi. Tapi
sekarang ia malah melihat North yang berusaha memojokkannya.
“Aku tahu
posisiku, jujur saja aku berencana untuk membawa beberapa orang masuk kesana,
dan mulai melakukan perburuan secara langsung,” jelas Aether.
“Dan alasan kenapa
Aku tidak berencana untuk membawa pasukan kesana, walaupun kemungkinannya
sangat sedikit untuk terjadi tapi aku berharap masih ada pasukan yang berjaga
jika memang berhasil membuat jalan masuk dari sini.”
Aether menjelaskan rencana dan membiarkan keputusan Akhir
tetap berada di tangan north sebagai orang yang memimpin pasukan dari lizardman
yang akan paling dirugikan jika memang rencana ini gagal.
“Kita jalankan
rencanamu, dan aku akan ikut denganmu untuk masuk ke dalam sana,”
Mendengar rencana dari Aether , tidak ada alasan bagi north
untuk setuju. Ia sudah beberapa waktu ini sudah sangat dibuat frustasi
terus dipojokkan, dan baginya sekarang adalah waktu yang tepat untuk
menerobos dan membuat laba-laba itu merasa terpojokkan.
“Dan untuk yang
memberikan perintah kita bisa memberikannya kepada mereka ,”ucap North yang menunjuk Kelompok dari sasha.
“Memang mereka
akan mendengarkan perintah dari manusia?” balas Aether cepat.
“Tidak juga sih,
untuk masalah itu aku bisa mengaturnya Sehingga akan ada beberapa komandan lain
yang mengambil alih tempat ini,” North
tidak ingin melepaskan masalah ini.
Kelompok dari sasha sempat mengajukan diri untuk ikut
dengan mereka, tapi segera di banta oleh North yang menganggap mereka masih
memiliki level yang rendah untuk masuk ke dalam sana.
“Diantara kalian
apakah ada orang yang dapat melakukan sihir elemen angin.”
Aether memoton ucapan dari North ia sudah mendapatkan
persetujuan, jadi sekarang ia akan mempersiapkan sebaik mungkin apapun yang ia
bisa digunakan, saat ini ia sudah memiliki sebuah bom, dan menurutnya ia
membutuhkan sebuah skil yang memiliki elemen Angin untuk menambah efek ledakan
yang ada disana.
sangat semangat bicara? Giliran ditanya malah seperti seseorang yang tidak
memiliki Mulut!” lanjut Aether
setelah tidak mendapatkan jawaban dari kelompok itu.
Setelah sedikit terdesak akhirnya ada salah satu dari
mereka yang mengaku sebagai seorang penyihir, Aether melihat sejenak tanpa
bertanya.
“ok, kau ikut.”
“Maaf, tapi aku
tidak ingin pergi jika teman-temanku tidak ikut.”
Tanpa diduga Ia akan ditolak dengan keras seperti itu,
walaupun terlihat kalau sepertinya orang itu merupakan seorang pemalu, sehingga
Aether tidak bisa berkomentar banyak.
“Yasudah, aku
juga tidak terlalu peduli dengan kau mau ikut atau tidak,” ucapnya sambil berjalan menjauh.
“Hahaha,
sepertinya Temanku ini kurang suka dengan wanita cantik,” tawa North dan segera menyusul Aether yang terlihat akan
semakin menjauh.
Baru beberapa langkah North pergi, ia tiba-tiba dihentikan
oleh sasha, yang berusaha membuat pembicaraan dengannya.
“Selama kau bisa
menjamin keselamatan temanku, aku tidak masalah kau membawanya bersama dengan
laki-laki banyingan itu!”
bahkan teman-teman dari sasha tidak mengerti kenapa ia
tiba-tiba mengucapkan hal seperti itu, beberapa dari mereka ingin protes,
terutama gadis yang harus pergi bersama dengan Aether dan North.
“Tentu, tenang
saja kami tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepada teman mu itu, bahkan
kalau kau mau kita bisa membuat sebuah kontrak .”
“Dan bisa ku
pastikan kalau kalian mengirim seseorang bersama dengan kami, setidaknya kalian
bisa melihat sebuah pertunjukan yang mungkin hanya bisa kalian dapatkan di
sebuah film semata. Atau keuntungan terbesarnya kalau setidaknya bisa sedikit
lebih dekat dengan orang itu,”
lanjutnya sambil menujuk Aether di kejauhan.
Dengan ucapan seperti itu sasha segera membujuk temannya
untuk mengikuti North dan Aether, mereka tidak bisa berdebat terlalu lama
pasalnya North mengingatkan kalau Mereka bisa ditinggal oleh Aether.
Aether terus menunggu di depan pintu gerbang goa yang ada
disana, setelah beberapa saat Akhirnya ia melihat North bersama dengan penyihir
yang awalnya menolak untuk bergabung dengan mereka.
“Dengan kemampuan
bacotmu yang seperti itu, kau tidak berpikir untuk membuat Sebuah guild?” ejek Aether yang mengira kalau North lama karena ia sempat
membujuk mereka untuk ikut dengannya.
“paling tidak
mungkin kau bisa membuat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh lizardman,” lanjut Aether masih berusaha mengejek North
“ Aku mungkin bisa
mempertimbangkannya jika kau berniat menjadi wakilku,” Balas North.
“Teruslah
bermimpi.” sebuah tolakan cepat Aether
lontarkan
“Maaf, tapi aku
harus melakukan apanya. Karena jujur saja kemampuanku dalam pertempuran
sangat kurang.”
Dengan nada sedikit kecil perempuan yang terlihat sangat
malu-malu itu mulai berbicara ia tidak mau kalau nantinya mereka akan kecewa,
jadi sebelum mulai ia ingin jujur kalau kemampuannya itu sangat di bawah
rata-rata pemain Vof saat ini.
“Tenang saja, kau
cukup dengarkan ucapanku, dan kan kubuat kau lebih ahli dalam pertarungan dari
Teman-temanmu yang lain!” ucap Aether
dengan sedikit bersemangat.
Ia terlihat sangat berbeda dengan pertemuannya yang awal,
kini ia terlihat seperti orang baik. Berbeda dengan tadi yang terlihat sangat
menakutkan bagi Piko. Sikap Aether yang berubah itu membuat Piko langsung
merasa nyaman dan tidak takut lagi dengan Aether.
Pintu dari gua ini tertutupi dengan sebuah batu
besar yang sangat berlumut yang memang membutuhkan ketelitian ekstra untuk
menemukannya.
“Kau bisa
menggesernya bukan?” tanya Aether kepada
North yang seharusnya memiliki kekuatan paling besar diantara mereka.
North tidak menjawab, ia langsung mencobanya dengan empat
tangannya ia terus mendorong Batu itu agar segera bergeser.