
Reyhan saat sampai di inggris mereka tidak menduga kalau akan ada sambutan besar dari pihak penggemar Renata, yang awalnya mereka mengira kalau Kedatangan mereka sudah tidak di ketahui.
Sehingga saat keluar dari bandara dimana ada puluhan kamera memotret mereka bersama, dimana Terlihat Renata sangat dekat dengan reyhan tentu ini membuat mereka terkejut bukan main.
“Sangat jarang melihat ekspresi terkejut seperti itu di mukanya,” ucap Vanesa.
Yang memang menjadi dalang dimana kedatangan mereka di ketahui, Ia cukup terhibur melihat ekspresi terkejut dari Reyhan.
Walaupun Ia menyiapkan hal ini ia juga menyiapkan beberapa pengawalan Sehingga mereka segera bisa masuk Mobil dengan aman.
Di dalam mobil Vanesa sudah ada dalamnya sambil tertawa, “Aku sudah menebak ini perbuatanmu,” ucap Reyhan saat masuk kedalam mobil.
“Sangat jarang melihat ekspresi terkejut Seperti itu, Lihat anak- anak yang ada dalam grup juga terhibur melihat ekspresi terkejut seperti itu.” balasnya yang merasa tidak bersalah dengan Masalah tadi.
Saat kejadian ia sudah memotret kejadian dan mengirimkannya ke grup perusahaan mereka Sehingga semua orang bisa melihatnya
“btw, ibu sudah tahu kalau kau memberikannya hadiah.” Lanjutnya kepada reyhan
“Itu sudah bisa di tebak, lagian aku juga masih punya Malu datang kepesta ulang tahun,” balas reyhan yang masih terlihat Jengkel.
“Ngomong- ngomong soal pesta yang akan datang, aku tidak menyangka Kau akan memiliki kenalan Orang inggris,” balas Vanesa.
“Aku awalnya juga tidak percaya kalau orang sekolot itu akan memiliki kenalan orang inggris.” Timpal Renata.
“Ayolah, kalian ini kenapa saat jaman sudah menjadi serbah online Seperti ini, apa anehnya memiliki kenalan orang luar,” balas Reyhan yang sepertinya mulai kelelahan melayani Dua perempuan yang dari tadi terus meledeknya.
Setelah beberapa saat reyhan mengetahui sepertinya ada yang aneh dengan ucapan dari Vanessa “bagaimana Kau tahu, aku memiliki kenalan disini Sedangkan aku tidak pernah cerita padamu, atau yang kau Madsud Apa itu Mawar?” lanjutnya yang baru sadar kalau ia tidak pernah menceritakan kenalannya yang berada di inggris.
“Kalau Mawar aku sempat bertemu dengannya, karena memang seluruh mahasiswa indonesia yang ada di inggris diundang dalam acara ini, tapi Aku juga bertemu dengan seorang yang terlihat sangat aktif bertanya tentang mu,” ucapnya, yang langsung membuat Reyhan menjadi keringat dingin.
“Oh, ia TA, sepertinya kau akan memiliki lawan dalam pesta itu nanti,” lanjutnya kali ini mengoda Renata.
Pikiran Reyhan sudah terbanyakan Bagaimana canggungnya nanti Jika sampai IA bertemu dengan Mawar, “Apa perempuan itu semenakutkan itu buatmu.” Balas Vanesa yang melirik Ekspresi Reyhan berubah saat membahas Mawar Yang akan datang ke pesta.
“Aku tekankan aku sama sekali tidak takut, hanya malas saja untuk bertemu kembali dengannya,” balas reyhan.
“eleh,” di mataku itu sama sekali tidak ada bedanya.
“Terserah, jadi Maksudmu lilith, juga akan hadir dalam acara ulang tahun itu?” balas reyhan sedikit mengubah pebicaraan.
“Jadi kau meynembutnya lilithnya, tapi aku sarankan saat di pesta nanti Sebaiknya kau tidak menyebutnya Seperti itu!” balas Vanesa.
“Jadi aku harus menyebutnya apa, ka namanya memang lilith?” balas reyhan Bingun karena semakin ia berbicara dengan dua perempuan ini Ia semakin pusing.
Sepertinya Vanesa tidak ingin menjawab pertanyaan dari Reyhan Tadi Sehingga “Sudahlah, supir bisa mobilnya diperCepat bawah Aku ke hotel, ,” lanjutnya karena pertanyaan tidak digubris ia menyuruh supir yang ada disana segera melanjutkan perjalan mereka menuju ke hotel secepat mungkin.
“Hahaha, siap Bos,” Vanesa yang menjawab dan segera ia memberikan Kode agar mereka Segera membawa mereka menuju Hotel mereka masing masing.
Semua hotel yang memang telah dia siapkan khusus untuk Reyhan Dan renata mereka semua memang sudah di pesankan sebuah Hotel Khusus yang akan dekat dengan acara perayaan ulang tahun itu nanti Akan dijalankan.
Sehingga mereka nantinya tidak perlu terlalu repot dengan memasang kendaraan Saat Acara terjadi.
“Kau sudah memesan Sebuah Gear untuk aku gunakan bukan?” Tangannya kepada Vanessa.
“Aman, aku ingatkan Jangan sampai kau terlalu asyik bermain hingga melupakan acara ulang tahunnya!” balas Vanessa.
Ejekan itu langsung kena karena Vanesa tidak bisa membalasnya, sehingga Semua orang yang ada dalam Mobil itu tertawa termasuk Sopir yang ada disana tertawa.
Sampai di kamar yang telah ia sediakan Reyhan langsung menuju GEAR yang telah disiapkan untuk nya dan langsung masuk ke dalam permainan.
Saat disana Ia langsung mengecek berbagai hal yang telah disiapkan terutama latihan para prajurit. Saat sampai disana ia bertemu dengan Aldo dan Nomos yang terus melihat latihan mereka.
“jadi kau memutuskan untuk bergabung dalam pelatihan ini yah,” ucapnya kepada nomos.
“semangat pasukanmu membuat para Paladin kami juga terpompa untuk bergabung dalam pelatihan,” balasnya tampah beralih melihat Aether.
“Kalau begitu bagaimana perkembangannya?” tanyanya kepada Aldo.
Seperti apa yang di atur Aether di rintangan pertama para penyihir akan berusaha menahan mereka tapi karena saat ini para paladin dan berbagai pasukan dari Gereja gaia bergabung dalam pelatihan ini maka mereka harus memberikan beberapa penyesuaian .
Sehingga saat ini di beberapa bagian tersembuyi aldo telah menempatkan para pemanah untuk memburu mereka Sehingga Kekuatan pasukan menjadi lebih seimbang. Dan para pemanah itu Diberikan arahan lasung oleh Aldo Sehingga Kombiniasi mereka menjadi mematikan.
Dengan begini seluruh pasukan yang dimiliki oleh Desa takkalasi sudah berkumpul. Di dalam pasukan pemanah ini tentunya didominasi oleh para elf ini yang cukup menarik perhatian adalah para Elf ini adalah didominasi oleh para Wood elf yang terlihat sangat unggul dalam bidang panahan.
Dalam pasukan tersebut ada beberapa dari mereka adalah sisah archer dari Dark Elf dan beberapa lagi adalah para MEOna yang bisa mengunakan Panah.
Sekarang ini Aldo tidak memfokuskan dalam Kerja sama tim melainkan indifidu, Sehingga mereka hanya akan saling berlomba untuk melewati berbagai Rintangan yang ada.
Maksudnya disini adalah pasukan dari Fiwi dan pasukan dari gereja akan menjalani pelatihan individual, sedangkan para pemanah dan penyihir mereka mendapatkan jatah untuk terus bekerja sama.
“Untuk saat ini, hanya Ada Fiwi dan Kumara yang masih terus berlomba untuk menjadi terbaik dalam individu ini.” Ucap Aldo melaporkannya kepada Aether.
Di bagian kedua mereka sudah ditunggu Oleh Debora yang akan terus menyerang mereka, Jika di rintangan pertama mereka tidak di persilahkan kerja sama, untuk Kabur dari para penyihir, tapi Di rintangan dimana Debora sudah menunggu mereka Mereka dipersilahkan untuk bekerja sama bahkan mereka di persilahkan untuk menyerang Debora Jika itu diperlukan.
Hasilnya cukup menarik untuk di lihat, Karena Itu memperlihat kerja sama yang cukup unik Antara Kumara Dan fiwi untuk Melawan Debora. “woi manusia Kecil kau jangan menhalagi jalankunya,” ucap Fiwi yang melepsakan Skil Dashnya.
“Babi sialan, ini bukan saatnya kau terus keras kepala,” balas Kumara, yang bersembunyi Dibalik tubuh dari Fiwi.
Ia menjadikan fiwi sebagai perisai daging, hal ini membuat fiwi jengkel tapi mereka terus bekerja sama untuk melawan Debora.
Selama tidak ada Aether mereka terus mendapatkan hukuman karena tidak berhasil melewati rintangan pertama tapi Sekarang mereka sudah melewati rintangan pertama terkadan mereka langsung dihabisi oleh Debora tentu mereka tidak mau terus menerus mengalami hal itu.
Kombinasi ini terus berlanjut Hingga mereka berhasil mendekat kepada Debora dan bersiap untuk memberikan serangannya.
Kumara yang pertama menyerang menggunakan [blade Dance] miliknya hal ini mengunci pergerakan dari debora.
Sat pergerakan dari Debora sudah dalam keadaan terkunci, Fiwi sudah bersiap dengan serangaanya .
“Dash” segera Kapak besarnya itu ia arahkan secara vertikal. Dan memotong tubuh dari Debora.
Melihat itu mereka sama sekali tidak senang karena tahu kalau Orang yang saat ini mereka lawan adalah Bukan Debora yang asli, dan memang benar debora yang asli sudah ada di Belakang mereka dan siap melepaskan sebuah skil tingkat tinggi.
“Kami menyerah,” ucap mereka secara bersamaan .
Setelah itu Debora segera menurunkan tangannya dan Membiarkan mereka berdua beristirahat, “Kalian ini, apa kalian tidak kapok mendapatkan Pukulan dari Aether dan Aldo, sudah beberapa kali mereka bilang tugas kalian hanya untuk kabur dari musuh dan terkadang melawan jika diperlukan, tapi bukannya mendengar akan yang dia katakan kalian masih berusaha untuk mengalahkanku,” ucap Debora frustasi.
“dua makhluk ini benar benar merepotkannya,” gumamnya Setelah itu dua orang yang di madsud akhirnya datang.
Aether lasug memberikan pukulan kepada Kuamara, sedangkan Fiwi lasung mendapatkan tendakan sabutan dari Aldo