VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
solo yang tidak buruk



Seperti biasa Reyhan bangun di pagi hari, ia akan langsung pergi mempersiapkan makanan. Ia sudah terbiasa untuk memasak jika hanya ingin makan, dan sangat jarang mempersiapkan makanan malam harinya.


Walaupun ia persiapannya hanya berupa nasi, yang ia masak di reskuker,karena   lauk pauknya akan ia masak jika memang telah lapar, tapi Dapurnya akan terus dipenuhi dengan berbagai bahan dapur.


Dan yang paling banyak yang ia persiapkan tetaplah mie instan, bagi orang orang seperti Reyhan yang pernah mengalami hidup Susah indomie sudah bagaikan makanan favorit untuknya bahkan terkadang ia tidak bisa tidak bisa tidak memakan makan itu dalam satu minggu saja


Akan ada yang berbeda jika tidak memakan satu jenis Mie instan yang beredar di pasaran, yang terkadang ia masak Sesuai dengan kreasinya, baik itu menjadi kreasi yang enak dan Aneh pernah di cobanya.


Dan salah satu aktifitas pagi dari Reyhan adalah minum kopi sambil mengecek beberapa Berita dari dunia luar atau di Vof.


Pagi itu ia melihat berita persatuan Guild yang turun dengan kekuatan penuh,  termasuk disana ada GUILd GARUDA   terlihat turun dengan kekuatan penuh.  Ada tujuh wakil dari para Guild garuda.


Dan mereka Semua turun langsung dalam medang perang, dan memperlihat kekuatan dari mereka,  di medang pertempuran mereka menjadi trending topik  di berbagai platform yang ada, karena memang gaya-gaya bertarung dari para wakil yang selama Ini tidak terlihat di Publik kini terlihat.


Reyhan tidak berkomentar banyak, karena baginya mereka memang layak untuk mendapatkan julukan Sebagai para guild- guild terbaik.


Hari itu banyak yang harus Reyhan harus kerjakan  termasuk untuk memeriksa bangunan yang telah ia beli, pekerjaan masih terus dilakukan,  ini hanya Sebuah renovasi kecil kecilan, Sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama.


Itu hanya meliputi beberapa kamar yang akan dibuat menjadi Sebuah Studio, atau ada ruangan yang dirombak untuk nantinya menjadi sebuah kantor. Gambaran penuh dari perusahaan yang ingin dibuat Reyhan Sudah tertata dengan baik.


Sehingga dalam hal perencanaan mendasar Seperti ini, terus berjalan dengan Baik. Reyhan yang  juga tidak terlalu terburu, membuatnya Semakin sempurna.


 


. . . . . . . . . . . .


Selama beberapa hari terus memakan Daging Zombie Orang –orang yang ada dalam grup Aether bahkan mendapatkan Resentase terhadap racun.


Jadinya mereka tidak memerlukan Potion lagi untuk memakan dagin Zombie masakan dari Aether.  Mereka cukup  lama berada di kawasan para zombie, ini tidak lain adalah keputusan dari Aether, Sehingga nantinya mereka tidak perlu khawatir dengan kehabisan Makanan.


Dengan banyak makan daging Zombie yang mereka makan, North bahkan mulai terbiasa, bahkan ia mulia terlihat menikmati masakan masakan daging dari Aether.


Karena Aether memasaknya dengan berbagai cara membuat mereka yang ada di sana tidak bosan dengan masakan itu.


Setelah bosan dan merasa Cukup Aether memutuskan untuk memimpin mereka untuk naik, North juga mulia terbiasa dengan kontrol para Skelton miliknya. 


“Kalau mau men solonya kami tidak akan mengganggu?” ucap North.


Mereka yang ada dalam rombongan itu Segera melihat North dengan tatapan aneh, ia tahu kalau Ucapan itu diarahkan kepada Aether, tapi Monster yang ada di hadapannya bisa dikatakan terlalu berlebihan.


Bagaimana tidak monster yang ada di hadapannya saat ini adalah Seorang Dullahan, yang dikatakan Sebagai Monster terkuat di jenis Skelton, Dullahan itu terlihat sangat mengerikan  dengan kepalanya yang masih terus Di pengangnya.


Sedangkan tangannya yang satunya terlihat memegang sebuah tombak, North sudah mengenal Aether cukup baik sehingga Ia menyarankan untuk mencoba mensolonya, dan ia tahu kalau Aether sangat tertarik terutama saat melihat Dullahan itu Menggunakan senjata tombak.


“Kalau begitu aku tidak sungkan, akan tawaran itu.”


Aether langsung bergegas untuk maju melawan Dulahan yang ada disana, berbeda dengan para Skeleton Knight, para Dullahan tidak memiliki kemampuan untuk memanggil para Skelton lainnya.


“Apa menurut kalian ia bisa menang?” ucap Xander menanyakan pendapat dari North dan Bruce .


“Jujur  saja aku berharap Ia kalah, karena selama ini aku belum pernah melihat Aether  kalah dalam pertarungan satu lawan satu menggunakan Tombak,” ucap North.


Ucap North itu sebenarnya sangat mendasar karena Bahkan Lawalata kepala suku para Lizardman memberikannya pujian dalam kemampuan menggunakan Tombak.


“ kalau masih yakin kalau Aether masih bisa menang,namun seperti apa yang dikatakan North kita juga harus bersiap untuk membantu jika memang aether dalam bahaya.” Lanjut Bruce menanggapi ucapan dari North dan Xander.


Ucapan itu juga timbul karena saat ini ia  melihat Aether sedang dalam keadaan terpojok, dan tidak ada tanda tanda kalau Aether  bisa memenangkan pertarungan, serangan - serangan dari Aether juga terlihat di tangkis dengan mudah Oleh  dullahan itu.


Memang di beberapa kesempatan Serangan dari Aether berhasil masuk ke tubuh dari Dullahan itu.  walaupun berada dalam keadaan terpojok aether malah terlihat senang,  itu terlihat dari gerakannya yang sama Sekali tidak mengendur dan terus semakin bersemangat.


“Jika boleh berpendapat Elf itu benar benar elf tergila  yang pernah kutemui, bahkan barbarian tidak akan Segila itu  dalam pertarungan ,” ucap Xander Setelah memperhatikan pertarungan aether lebih lama.


Semakin lama IA melihat Aether jujur saja ia semakin takjub dengan kemampuan pribadi dari Aether,  IA  kadang Kala merasa terpukul melihat kebenaran dari Aether Seperti ini.


Menanggapi ucapan dari Xander Baik itu North dan Bruce hanya bisa tersenyum karena menganggap Kalau xander terlambat menyadari bagaimana gilanya Aether itu.


Saat para penonton sedang asik dengan khayalan yang lumayan dalam Pertarungan Aether menjadi Semakin intens entah bagaimana Aether Sepertinya mulai terbiasa dengan serangan dari para  dulahan tersebut.


Jadi walaupun pertarungan itu terjadi cukup lama, semakin lama pertarungan itu Terlihat aether akan semakin mendominasi hingga akhirnya ia berhasil menang dan mengalahkan sang dullahan.


“Sepertinya kau Sudah cukup puas dengan ini,” ucap North yang menghampiri Aether yang sedang terbaring kelelahan.


“Seperti yang kau lihat aku lumayan puas akan hal itu,”  balas sekaligus melepas topengnya.


Untuk memperlihat Raut wajahnya yang sangat puas dengan Pertarungan yang baru saja ia lakukan.


“Kau tidak menyuruh kami untuk terus menonton bukan?”


“Untuk selanjutnya itu urusan kalian, aku sudah lumayan puas dengan pertarungan barusan .”


Setelah pertarungan yang melelahkan Aether memberikan Kepada teman-temannya untuk melanjutkan pertarungan tanpa dirinya kali ini ia  yang akan menjadi penonton.


Menurutnya Monster monster yang ada disini tidak akan ada habisnya,  jadi ia juga membiarkan teman-temanya juga berkembang.


Beberapa kali Aether juga harus bergabung dalam pertarungan mereka, Karena tidak Sesuai dengan apa yang mereka harapkan para Dulhan ini  juga memiliki Tingkatan dan kemampuan yang berbeda-beda.


Apalagi saat senjata yang mereka kenakan juga berbeda-beda pula.  Membuat mereka juga harus memikirkan beberapa cara untuk melawan  para Dullahan yang ada di sini.