
Aether mempersilahkan mereka lebih dulu, dan Ia mengatakan kalau ia segera menyusul karena saat ini pasukannya juga akan segera bergerak.
“Kami mendapatkan pemanasan yang sangat baik,” ucap orang orang yang ada dalam Guild garuda.
“Btw, aku ada beberapa kegiatan di dunia nyata yang harus kalian dapat ketahui di ketua guild kalian, jika kalian tidak sibuk datang saja,” ucap aether membahas acara peresmian perusahaannya.
“ok, sebenarnya aku sudah di tanya, dan mungkin aku dan wahyu yang akan menjadi perwakilan dari guild garuda,” ucap Katek yang mulai pergi.
Setelah mereka pergi mereka juga telah bersiap, dalam waktu persiapan itu Aether segera log-ut, ia berencana pergi untuk menjemput salah satu rekannya, yang ia mendapatkan pesan kalau ia juga hadir dalam acaranya nanti.
Ia tidak lain adalah Bruce, kemarin ia telah tiba di ibukota dan sekarang dalam perjalan menuju tempat reyhan sehingga Reyhan berniat untuk mejemputnya.
Sebenarnya North juga tengah dalam perjalanan, ia hanya tidak memberitahukan itu kepada reyhan dan reyhan juga tidak curiga karena North masih aktif sedangkan dalam pesawat tidak bisa login dalam bermain.
Tentu kalau itu adalah pesawat biasa tapi pesawat yang ditumpangi north bukanlah pesawat sembarangan melainkan sebuah jet pribadi dengan kelas Vvip, sehingga dalam perjalan menuju indonesia ia masih bermain karena pesawatnya memang sudah sangat canggih.
(walaupun itu tidak mungkin sih, tapi sudahlah angap aja bisa,)
“Sorry bro, my ingilis, so bath,” ucap reyhan memberikan sebuah alat penerjemah kepada Bruce untuk membuat pembicaraan mereka bisa menjadi lebih lancar.
Itu adalah alat yang mirip seperti aerophone yang akan dipasang di telinga, sehingga apapun yang dikatakan lawan bicara akan diartikan dengan cepat menuju earphone lawan pembicaraan kita, prinsip kerja nya itu alat penerjemah yang kita miliki harus terhubung lawan yang ingin kita temani bercerita sehingga walaupun mereka berkomunikasi dengan banyak orang tidak ada masalah selama mereka berbicara secara bergantian.
(tapi jika memang ada alat seperti ini entah kenapa bayangan ku malah aneh ketika mereka berbicara, pasalnya akan ada dua orang atau lebih yang menggunakan bahasa yang berbeda tapi masih bisa menyambung, karena suara dari orang yang berbicara tentu akan masih keluar sebagai bahasa normal, sedangkan sang alat hanya menerjemahkan tapi hanya lawan bicara yang bisa mendengarnya sehingga jika saya adalah orang yang tidak tergabung dalam pembicaraan tersebut mungkin saya akan tertawa melihatnya, hehe sedikit curhat.)
“Ok,” balas bruce.
Hal seperti ini sudah sangat wajar di muka umum sehingga Aether menawarkan hal seperti ini ia tidak lagi terkejut, “Kalau begitu mari kita lanjut ketempat dimana kau bisa beristirahat,” ucap reyhan mengajak bruce menuju kantornya sehingga ia dapat beristirahat disana.
“tunggu sebentar, masih ada seorang yang harus kita tunggu,” ucap bruce yang membuat reyhan heran siapa lagi yang harus mereka tunggu.
Karena seingatnya tidak ada lagi undangan yang harus mereka tunggu dari luar negeri, tapi walaupun reyhan sudah bertanya , bruce tidak ingin menjawab pertanyaan dari reyhan tentang identitas orang tersebut.
Tidak lama muncul seorang pria tampan yang sepertinya berasal dari korea, ia datang seorang diri dengan beberapa koper di tangannya, setiap orang yang ada di sekitar terutama orang orang dari kaum Hawa langsung menawarkan pandangannya kepadanya.
“Jangan bilang dia North?” ucap Reyhan melihat orang korea itu.
Tentu reyhan tahu kalau North adalah orang korea, karena north sendiri pernah mengatakannya, tapi ia tidak menyangka Kalau north akan seperti ini penampilanya, apalagi jika mengingat penampilan saat menjadi seorang lizardman yang mengerikan, tentu tidak akan banyak yang akan menduganya.
Dengan penampilan seperti itu dengan ia menjadi seorang elf, mungkin akan ada ribuan Cewek yang akan mengejarnya.
“Jujur aku tidak tahu, tapi aku berharap ia bukan North,” ucap bruce, ia tahu kalau bruce juga dalam perjalanan menuju indonesia tapi ia sendiri tidak tahu bagaimana penampilan bruce yang sebenarnya Sehingga
Park ji sung langsung mengerti, sehingga ia juga mengeluarkan alat penerjemahnya Sehingga Mereka bisa mengerti apa yang dikatakan reyhan dan yang lainnya.
“Hanya untuk sebuah kenyamanan,” ucap Aether.
“Perkenalkan aku park je sun, seperti yang kalian lihat aku adalah orang korea yang lumayan ganteng dan penuh akan canda dan tawa,” ucapnya Mulai memperkenalkan diri.
“Ah, sial dunia ini memang tidak adil,” gumam bruce.
“Aku percaya itu kau,” balas reyhan, dari lulocon garingnya saja mereka sudah tahu kalau orang itu adalah north yang asli.
Setelah itu reyhan mulai mengajak mereka menuju tempat dimana ia akan beristirahat, untuk melakukan sebuah penjemputan reyhan telah meminjam Mobil dari Vanesa untuk hal ini, karena reyhan sendiri sampai saat ini belum memiliki mobil.
Ia hanya memiliki sebuah motor yang akan digunakan dalam perjalan yang jauh sedangkan Jika ada perjalan dekat ia lebih memiliki jalan kaki, atau menaiki skateboard listrik buatannya.
Karena ini seorang tamu khusus tentu reyhan harus menjemputnya dengan sebuah mobil, dan memang untungnya reyhan menjemput dengan mobil karena jika saja ia datang ke bandara menggunakan motor mereka harus memesan taksi online jika itu terjadi.
“selamat datang di indonesia dengan segala hiruk pikuk kendaraannya,” ucap kepada mereka saat dalam perjalanan.
“ini sangat menarik aku jaran-jarang melihat keadaan seperti ini,” ucap Bruce yang seperti ini cukup semangat melihat bagaimana kendaran di indonesia sangat ugal ugalan.
Hanya saja oppa-oppa kita yang berasal dari korea kurang nyaman dengan aksi reyhan dalam membawa Mobil, terutama saat reyhan mulai memasuki jalan tol disana Reyhan langsung gas sekuat mungkin, hal ini sempat membuat tamu-tamu nya sedikit teang.
Park juga pernah menaiki sebuah mobil berkecepatan tinggi dalam sebuah balapan, resep tahu setidaknya saat mereka sedang berusaha mengetes bagaimana kecepatan mobil.
Tapi hal itu dilakukan dalam treknya bukan di jalan yang dipenuhi dengan mobil yang seperti ini dimana peluang mereka saling menabrak sangat tinggi.
“Aku dengar kalian baru pertama kali ke indonesia, sehingga aku sedikit memperkenalkan budaya disini,” ucap reyhan setelah mereka kembali memasuki jalan yang ramai sehingga reyhan tidak bisa ugal ugalan lagi.
“Kalau kau ingin memperkenalkan budaya, aku sangat senang jika kau memperkenalkan budaya bukan sebuah budaya yang bisa membuat nyawaku melawan!” tegas park kepada Aether. Dan aether hanya tersenyum mendengarkannya.
Saat mereka sampai dan reyhan memarkir mobilnya, keluar seorang perempuan yang mengecek keadaan dari Mobil tersebut itu tidak lain adalah Vanesa, yang dari tadi sangat khawatir dengan keadaan dari mobilnya.
Menggunakan handphone yang tersambung dalam mobilnya ia mengetahui Kalau Aether sempat memacu kendaraannya di kecepatan 100 km lebih yang sama sekali tidak pernah digunakan dalam kecepatan segitu.
Reyhan sedikit ngeles dan mengambil alasan kalau tamunya sedang kecapean sehingga mereka harus buru-buru, dan Bruce dan park je sun tau kalau mereka ditumbalkan langsung menolak ucapan dari Reyhan dan menceritakan kejadian yang sebenarnya
Ini permintaan prbadi sih, kalau berkenan silah datang ke karya saya yang satunya dan memberikan komentar terhadap karya saya tersebut, pasalahnya saya sedikit bingun dengan alasan kenapa kaya ini lumayan orang yang baca dimana saya kurang serius dalam mengarapnya tapi karya itu terlihat sedikit peminat walaupun alur alur ceritanya hampir sama