
Setelah tenang mereka saling memperkenalkan diri, termasuk laki-laki yang barusan mereka sembuhkan yang belakangan mereka tahu Sebagai anak dari Aleta, bangsawan yang mengutus Aether menuju tempat ini.
Aether sampai menganga mendengar penjelasan dari mereka, akhirnya ia mengerti kenapa orang tua sialan itu lumayan bersemangat untuk memberikan bantuan kepadanya.
“Dia itu kenapa?” ucap Laki tersebut heran Setelah melihat tingkah Aether yang terlihat seperti terpukul mendengar ucapannya.
“Tenang saja, biarkan ia Seperti itu,” ucap North yang menenangkan Mereka berdua.
Saat ini mereka akan bersiap siap untuk segera memulai perang kembali dengan sang ratu, dengan ada dua bantuan, seharusnya mereka tidak terlalu terberat kan lagi untuk membunuh sang ratu.
Aether segera memulai rencana, mereka cukup beruntung karena Ternyata Evan berlevel cukup tinggi, setidaknya levelnya lebih tinggi dari North, ia bersyukur disebabkan priset yang bersama dengan Evan tidak terlalu tinggi, bahkan berlevel sama dengan dengan piko.
Evan yang merupakan Seorang Elf Sekaligus Seorang Pemanah yang sangat handal membuat kelompok ini menjadi Semakin baik.
Beberapa informasi tentang sang ratu di bagikan oleh evan terutama tentang sang ratu yang tidak bisa di serang di titik yang sama dengan laba-laba yang lain.
“Jika bagian bawah tidak bisa, satu satunya yang tersisah pastilah titik lemahnya, yang kemungkinan besar tidak bisa kita sentuh.” Ucap Aether santai.
Dan memang mereka semua yang ada disana setuju dengan apa yang aether ucapkan tapi yang menjadi masalah utama dalam masalah itu, adalah ukuran dari laba-laba itu yang sangat besar dan untuk sampai disana membutuhkan ekstra tenaga.
“Mau coba bagaimana cara mati yang tragis?” ucap Aether tiba tiba kepada North.
Ucapan tersebut langsung membuat North menjadi merinding bukan kepalan, pasalnya itu keluar dari mulut Aether yang ia lihat dan setidaknya bisa disimpulkan memiliki pemikiran yang cukup gila.
Sebenarnya yang berbahaya dari orang gila bukanlah pikirannya yang berbeda daripada orang lain, namun kemampuannya untuk menciptakan pikirannya itu menjadi sebuah kenyataan , pikiran gila itu jika tidak terlaksana hanya menjadi sekedar pikiran semata, namun Aether adalah satu orang yang dapat membuat berbagai pikiran gila itu menjadi sebuah kenyataan dan bahkan dapat divisualisasikan menjadi sebuah kenyataan.
“Kau tidak ingin menyuruhku naik kesana, untuk menjadi seorang bom bunuh diri bukan.”
North tahu kalau Aether masih memiliki satu buah Bom yang saat ini masih bisa digunakan, sehingga beberapa ide gila terlintas di kepalanya terutama beberapa rencana bodoh yang mungkin bisa terpikirkan oleh Aether saat itu.
“Sepertinya kita mulai sehati,” ucapnya memberikan jempol kepada North yang berhasil menebak isi pikirannya.
Dua orang yang baru gabung dalam tim ini, tidak mengerti tentang pembicaraan yang dilakukan oleh Aether, sedangkan Piko terus berpikir kalau ia ada baiknya diam daripada dilibatkan rencana rencana dari Aether.
Tentu North tidak mudah setuju dengan rencana tersebut, tapi Aether dengan kemampuannya berbicara yang sangat bagus membuat North sama sekali tidak bisa menolak. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya dijadikan Aether Sehingga North bersedia melakukan rencana tersebut.
“walaupun kau sudah memiliki pikiran untuk mengorbankan ku, kau masih harus memikirkan masalah lainnya bukan?” ucap North.
Permasalahan utama dari tank besar ini tidak terletak bagaimana ia bisa bertahan untuk terus mengalihkan perhatian lawannya selama North berusaha naik ke atas sana. untuk ia terus menghasilkan anak-anak bisa mereka pikirkan nanti, karena saat ini Evan sudah menyanggupi untuk mengurus masalah itu.
“Lupakan saja cara yang tadi, mari kita gunakan cara melawan para elit mereka kemarin,” keputusan pada Akhirnya diputuskan secara sepihak, lagian pada saat dia memandangi Status bar dari Sang ratu laba-laba ia menemukan sesuatu yang ganjil.
“Bomnya?” tanya North
“Simpan saja, siapa tahu kita tidak berhasil membunuhnya. Itu bisa digunakan Sebagai serangan putus asa,” ucapnya dengan nada bercanda.
“Atau kau memang lebih suka melakukan Aksi bom bunuh diri,” ucap Aether melihat tingkah tersebut.
North berusaha tidak mendengar ucapan tersebut dan lebih memilih untuk bergerak Sesuai dengan rencana, Dan segera disusul oleh Aether, dan evan dan Piko yang menyerang dari Belakang.
Serangan gabungan dari Piko dan Evan segera menghabisi para laba-laba yang baru lahir Sehingga saat Aether dan North berada di garis depan terlepas ledakan ledakan yang ada disana.
Serangan dari North dan Aether benar benar menyatu, mereka saling melengkapi terkadang mereka akan saling melindungi jika ada salah satu serangan yang mengarahkan kepada mereka namun tidak bisa dihindari mereka saling bergantian untuk mengisi kekosongan yang ada disana.
Beberapa kali Evan memberikan bantuan berupah serangan anak panahnya. Piko juga melakukan hal yang sama. Sebenarnya Piko juga sedikit malu kepada Aether dan North yang di awal sebelum mereka bertarung melawan sanga ratu ia sempat mengatakan kalau teman-temanya tidak lama lagi datang.
Tapi sampai mereka sempat beristirahat teman temannya sama sekali tidak datang bahkan ia sempat melihat kalau ada beberapa dari mereka yang mati karena terbuang dari Para Hantu pengelana yang ada disana.
IA sedikit bersyukur karena Aether dan North sama sekali tidak pernah mengungkit bantuan yang mereka harapkan itu. yang tidak disadarinya kalau North dan Aether dari awal tidak pernah mengharapkan mereka dapat sampai ke tempat mereka dengan mudah.
Sehingga saat kelompok dari sasha sama sekali tidak menunjukkan diri, mereka sama sekali tidak peduli bahkan mungkin telah melupakan kehadiran mereka, pertarungan terus berlanjut terutama Aether .
Walaupun seperti itu serangan mereka yang tidak pertahanan sang ratu laba-laba yang tidak mudah ditembus membuat mereka Sedikit frustasi beberapa serangan dari Evan yang diarahkan menuju titik lemah dari sanga ratu terkadang membuat menimbulkan beberapa efek yang menarik untuk dilihat.
Hp yang berkurang sangat terlihat jauh perbedaannya jika dilihat jika mereka menyerang Titik lemah dari sarang laba-laba dan jika ia menyerang Bagian Lain. Namun letak dari kelemahan tersebut yang memang berada diatas membuat Orang orang seperti Aether dan North Sangat sulit untuk menjangkaunya.
“Woi North apa kau bisa melemparku naik ke atas sana.” ucapnya menunjukkan punggung atas dari sang ratu laba-laba
Sebuah ide Spontan Ide dari Aether ia kemukakan kepada North, Aether ingat kalau North memiliki Skil tipe melempar sebuah benda besar.
Ini pada dasarnya sebuah pertanyaan isen, namun ia bahkan sedikit terkejut setelah melihat North yang terlihat sangat bersemangat untuk melemparnya menuju atas sana.
“Sangat terlihat kau hanya ingin membunuhku,” ucapan Aether dengan nada datar.
“Jadi bagaimana ni? Jadi kulempar tidak.”
Ucap north memastikan, ia tidak menolak argumen dari aether yang mengatakan kalau ia sebenarnya hanya ingin membunuhnya.
“Lihat saja dulu,” ucapnya yang kembali bertarung, saat ini mereka telah berhasil mengurangi HP dari sang ratu sampai setengahnya, yang menunjukkan kalau ini terus berlanjut dengan baik mereka masih dapat membunuh ratu ini.
Tapi Sepertinya mereka tidak dibiarkan bersenang senang, dengan mudah. Tidak lama Setelah Aether mengatakan hal itu. sebuah itu langsung berubah kembali di mana Hp yang sudah berkurang banyak bahkan hampir mati
Seketika langsung beregenerasi, dan bahkan hampir mengisi penuh Hp itu, orang orang yang ada disana melihat kejadian tersebut hanya bisa mengagah. Karena kembali apa yang Aether ucapkan kalau Laba-laba ini dapat kembali dari kematiannya.