
Setelah mengatasi masalah tersebut mereka segera berpindah menuju Gereja Gaia, untuk bertemu dengan Nomos, yang sepertinya juga telah menunggunya.
“Sepertinya tempat ini telah berubah banyak semenjadk terakhir kali aku melihatnya,” ucap Aether saat pertama kali masuk.
Walaupun di berbagai tempat masih terlihat masih banyak hewan ternak namun kehidupan yang ada di gereja ini terlihat lebih hidup, dengan beberapa orang yang pergi untuk menyembah gaia.
“Guru, sepertinya kau memiliki posisi yang cukup tinggi di tempat ininya,” ucap Zegion yang melihat adanya patung Aether di halaman utama dari gereja ini.
Bahkan dalam patung tersebut ada beberapa orang yang terlihat sedang berdoa di bawah patung tersebut, dengan melemparkan beberapa koin di dalamnya.
“Tidak terlalu tinggi setidaknya aku hanya menjalin kerjasama dengan archbishop di tempat ini,” balas Aether.
Kau berbicara seolah olah Archbishop itu hanya sebuah npc biasa,” potong dari cleo yang mendegar Aether seolah olah meremehkan seorang archbishop.
Di tempat para gereja berkuasa Archbishop sudah bisa disejajarkan dengan seorang Raja, sehingga saat aether terdengar sangat meremehkan Seorang Archbishop ini membuat telinganya sedikit gatal.
“Aku sedang tidak ingin berdebat, ayo masuk,” balas Aether tidak berniat untuk menanggapi ocehan dari cleo.
Disana sudah ada Nomos yang terlihat sedang sibuk dengan tumpukan berkas, ia yang sudah mendengar kalau nomos saat ini memiliki kesibukan baru yaitu mengurus masalah keuangan yang ada di gereja.
Seharusnya ini bukanlah menjadi tugasnya, tapi setelah Bruce mengajari bagaimana cara mengelola keuangan yang baik, membuatnya terlihat sangat bersemangat untuk mengelola keuangan gereja, sampai sampai beberapa orang petinggi gereja merasa Nomos sudah melupakan identitasnya sebagai seorang archbishop.
“Sepertinya Aku masih meremehkan perubahan yang ada di gereja ini,” ucap Aether memulai pembicaraan.
“Aku tidak menyangkal hal itu,semua perubahan ini tidak lain terjadi karena bantuan dari teman- teman yang kau bawah ketempat ini,” balas nomos.
Sebenarnya apa yang dikatakan nomos memang ada benarnya, dari kelompok dari Sasha,yang terus menyelesaikan berbagai misi yang ada di gereja atau Bruce yang dengan cepat memulihkan keuangan gereja yang ada di antang.
Sehingga perubahan yang ada di gereja saat ini tidak terlepas dari Aether, sehingga dari hati yang paling dalam IA sangat berterima kasih kepada Aether dan yang lainnya.
Setelah sedikit berbasa basi, Aether dan Nomos langsung masuk ke inti nya, untuk menjelaskan sebuah lokasi dari pusaka selanjutnya, yang setelah ia dengar itu sama sekali tidak berbeda dengan apa yang dia dengar dari piko lewat piko dari sebuah pesan.
Ia awalnya berpikir karena ini adalah sebuah pesan sehingga pico tidak bisa menjelaskan dengan baik, tapi setelah ia mendengarnya dari Nomos itu sama sekali tidak berbeda, pasalnya Nomos hanya mengatakan terdapat sebuah desa yang dihuni oleh berbagai ras yang hidup berdampingan.
Karena gaia sangat cinta dengan berbagai ras tampah memberikan deskriminasi apapun, terlepas bagaimanapun itu, sehingga ia menletakkan salah satu pusakanya disana. Walaupun ia berasal dari maritengae ia sama sekali belum pernah mendengar ada sebuah desa seperti itu disana.
“Apa hanya itu informasi yang kau dapatkan?” tanya Aether .
“Maaf aku hanya bisa mendapatkan itu setelah mencari berbgai dokmen rahasia yang ada di gereja,” ucap Nomos kepada Aether.
“Sepertinya untuk sekarang aku memang harus menemani Aiko menuju kekaisaran bone,” Gumamnya setidaknya niatnya memang sudah sedikit bulat untuk menemani Aiko menuju kekaisaran dengan harapan Aiko juga memiliki beberapa informasi tentang desa yang tengah ia cari.
Kali ini mereka memasuki babak baru dalam percakapan mereka, “Aku dengar dari Bruce kau saat ini berusaha untuk membentuk sebuah pasukan khusus dari para orang orang yang berbakat di gereja?” tanya Aether.
“Dulu saat kami masih berjanya gereja gaya memiliki sbebuh pasukan khsus yang terdiri dari berbagai paladin pilihan yang memang di persipkan untuk menhadapi sebuah pertarungan yang super keras. Dan sekarang saat kami berusaha untuk bangkit tentu tidak masalah untuk membakitkan pasukan itu lagi.”
Nomos menjelaskan beberapa hal tentang pasukan dari gaia dahulu ia juga menjelaskan spesifikasi mereka yang bergerak tidak lebih sebagai paladin namun memiliki kemampuan tempur yang lebih kuat dari paladi yang pada umumnya.
“Kalau begitu aku ada seorang calon yang sepertinya cukup layak untuk masuk dalam sana,” ucapnya yang mulai memperkenalkan Kumara.
“Harus aku akui kalau ia adalah anak yang hebat, tapi kenapa kau berpikir kalau anak itu lanyak masuk dalam grup yang ingin aku buat?” tanya Nomos.
Dengan matanya ia mengetahui kalau Kumara bahkan anak yang satunya lagi cukup hebat, tapi dari apa yang ia dengar dari Aether sepertinya anak ini cukup berbakat dan dia penasaran dari mana Aether melihat itu.
“Setidaknya ia cukup lanyak untuk medapatkan pengakuan dari aldo untuk menjadi penerus dari teknik perpedang dari aldo,” ucap Aether membuat nomos terkejut.
Tentu nomos sangat mengenal Aldo monyet yang memiliki seorang jiwa kesatria di dalamnya, dan ia tahu bagaimana kemauan Aether dan cara bertarungnya sehingga ia begitu terkejut kalau anak ini adalah penerus dari aldo.
“Kalau seperti itu aku sama sekali tidak akan menolak, jika memang ia seperti apa yang kau katakan aku berharap ia bisa mencapai posisi kapten dalam skuad yang dibentuk nantinya.” Balas Nomos yang tidak memiliki alasan lagi untuk menolak Kumara.
Awalnya ia meragukan karena kumara terlihat masih terlalu kecil untuk masuk kedalam pelatihan yang akan dia lakukan tapi setelah ia mendengar kalau kumara adalah penerus dari Aldo tentu ia bersemangat untuk melihat perkembangan dari anak tersebut.
“Kalau anak itu, pasti anak itu tidak kalah hebat bukan?” setelah mendengar kumara punya latar belakang hebat sehingga ia cukup penasaran dengan zegion.
“tidak ada yang penting baginya, ia hanya anak yang kutemukan dalam perjalan menuju tempat ini,” ucap Aether ia menjelaskan kalau ia memiliki rencana tersendir untuk anak didiknya sehingga Nomos tidak berani untuk ikut campur dalam keputusan dari Aether tersebut.
Terakhir ia mengajukan permintaannya kepada Nomos untuk mengalihkan arah penyebaran gereja lebih mengarah ke arah timur, dari pada ke barat.
Nomos menanyakan alasan kenapa Aether tiba-tiba menanyakan alasan Aether bisa menyarankan seperti itu, karena bagi nomos memulai perkembangan gereja dalam konflik di kerjaan timur saat ini sangat berbahaya dan sangat berisoko mereka mendapatkan kerugian.
“untuk sekarang aku hanya ingin kalian meyebarkan kepercayaan dari gereja gaia, terutama di maritagae yang menuruk Aether akan sangat strategis mengigat berbagai gereja saat ini sudah meninggalkan daerah timur.”
Bagi Aether saat ini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan gereja Gaia di timur terutama bagian maritengae, itu akan menjadi sebuah simbolis yang akan saling menguntungkan.
Jika Gereja mebangun pondasinya disana itu akan samakin mempermudah mereka sedangkan kalau mereka berhasil membuat pondasinya perkembangan harapan hidup masyarakat yang ada di maritengae akan semakin meningkat.
Sehingga cita-cita Aether akan lebih muda terealisasikan, lebih cepat. Walaupun Ada potensi dan kegagalan dari misinya untuk mencari pinjaman di kekaisaran bone.