VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
laba-laba peledak 4



Monster monster ini bernama Penambang hantu, yang  menarik perhatian mereka


jumlah exp yang mereka terima dari membunuh hantu lumayan tinggi dari monster


apa yang di level yang sama, Sehingga mau tidak mau Piko juga turun tangan


langsung untuk membunuh mereka, dengan menggunakan Sihir mereka dapat dibunuh hanya


hitungan detik.


Level dari Piko saat ini berada di level 28, dan Aether berharap sebelum mereka bertemu dengan para


laba-laba itu, ia dapat berada di level 30, yang seharusnya melihat exp yang mereka dapat seharusnya tidak sulitnya untuk sampai di titik itu.


Disana  Aether juga melihat bagaimana penggunaan Sihir angin yang dimiliki oleh Piko, yang nantinya


ia harpkan akan berguna untuk bertarungan melawan laba-laba peledak itu.


“Ternyata goa ini merupakan tempat pertambangan, yang mungkin sialnya malah terhubung dengan markas


seorang spider queen.”


Piko yang mulai terbiasa dengan mereka, mulai bisa mengucapkan pendapatnya tentang tempat ini. Mereka


saat ini sedang beristirahat. Karena sedikit kelelahan melawan para hantu yang


ada di goa ini.


Bahkan Aether yang


awalnya tidak berguna Sekarang sudah bisa bertarung melawan para hantu itu, itu


semua tidak lain karena piko yang memang memiliki Skil pendukung yang cocok


untuk Aether.


“sepertinya bagian depan


sudah jebol, mereka yang ada disana sudah memulai pertempuran!” ucap Piko.


“kalau begitu ayo pergi,


kita tidak bisa membuang waktu lagi,”  di pimpin oleh


North mereka mulai memasuki bagian terdalam dari tmabang ini.


Setelah melewati aula


besar tembang, mereka akhirnya memasuki gua tempat monster yang sebenarnya


berada. Sebelumnya mereka hanya membunuh para penambang hantu, dan bukan


monster yang sebenarnya.


“Berhenti,” ucap North.


Setelah melewati


beberapa belokan dan memasuki terowongan batu mereka mulai dapat menjumpai


beberapa spider peledak, yang berjumlah sekitar 20 puluhan.


Mungkin tidak tahan,


sumpah serapah piko terlantarkan saat melihat statik tik dan efek yang


ditimbulkan dari Laba-laba itu.


IA baru mulai mengerti


apa yang mereka maksudkan diawal tentang mereka yang berpotensi terkubur


hidup-hidup di tempat ini, baik Aether atau north mengerti tentang ekspresi


pertama yang ditunjukkan oleh Piko karena saat bertemu pertama kali dengan laba


laba ini ia merasakan perasaan yang sama.


“Kalau kalian ingin aku


mengalahkan laba-laba itu, bukankah itu sedikit tidak mungkin apalagi dengan


menggunakan sebuah Sihir angin,” bisikkan kepada Aethe


yang masih berada di sampingnya.


“Tenanglah, tugasmu


disini hanya mendengarkan perintah, dan ku jamin kau tidak akan kenapa-kenapa.”


Aether memberikan


sedikit kata untuk membuat Piko kembali tenang, ia menjelakan untuk kedua


kalinya jadinya ia hanya meminta nya untuk tenang dan mendengarkan Arahan


darinya,.


..........


Disaat Aether dan North


bersiap untuk pertempuran yang sebenarnya, diluar memang tengah terjadi


pertarungan antara kelompok lisarman dengan para bayi-bayi laba-laba itu.


Sasha masih mengalami


mood yang kurang baik setelah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari


Aether.


“Siapapun kamu,


kupastikan suatu saat akan mengungkap identitas dari orang itu!”


Membayangkannya saja sasha


tidak bisa membantu tetapi diam diam bersumpah di dalam hatinya!


Seluruh rangkaian


perlengkapan mengesankan  yang menonjolkan sosok langsingnya memberikan


Aura yang mengandung Aura yang mengandung kehadiran besar, membuatnya sangat


menarik, sambil memberi tampilan yang harmonis.


Alis sudut, wajah yang


dipahat dengan tepi yang ditandai, ekspresi yang dingin, dan sepasang mata yang


hitam pekat napak jauh dan penuh misteri. Tapi semua itu sepertinya tidak bisa


Setelah seorang


perempuan memiliki rasa ingin tahu tentang seorang pria, tentu itu masih jauh


untuk dikatakan sebagai cinta, meskipun sasha tahu itu, pria itu jujur sangat


menarik minatnya, membuatnya ingin lebih dalam tentang pria tersebut.


Banyak yang mengatakan


kalau pria akan lebih keras kepala untuk mendapatkan kemauan mereka, tetapi


mereka hanya tidak tahu kalau setiap perempuan melakukan hal yang sama ketika


serius tentang sesuatu, mereka sering kali terbukti sepuluh kali lebih keras


kepala dari pada seorang pria.


“Sepertinya mereka juga


sudah melakukan pertarungan,” ucap Adik dari sasha


yang saat itu ada disampingnya.


Piko merupakan sahabat


dari Adik sasha Sehingga mereka akan lebih untuk terus berhubungan, beberapa


hal Juga telah piko infokan kepada Nya namun ia merasa ragu untuk menginfokan


hal itu kepada kakaknya.


Pasalnya ia merasa kalau


saat ini Piko terlalu bersenang senang, atau bisa dikatakan terlalu beruntung


untuk di manjakan oleh para pemain hebat seperti Aether dan North.


Pertarungan mereka sebenarnya


tidak terlalu merepotkan Walaupun mereka sempat kaget tentang laba-laba yang


bisa meledakkan diri, tapi Tank mereka ternyata memiliki resistensi terhadap


beberapa ledakan yang cukup sehingga masih sempat untuk berbincang bincang saat


pertarungan sendang terjadi.


“Kalian jangan terlalu


senang, apa yang kalian hadapi sama sekali tidak sebanding dengan apa yang


dihadapi temanmu di dalam sana.”


Ucap salah satu kapten


lizardman yang menggantikan North, mereka mendapatkan teguran seperti karena


salah satu temannya sempat sesumbar tentang mereka yang dapat menyelesaikan


masalah laba-laba Seperti ini dengan satu party.


“Kalau begitu ayo cepat


selesaikan ini dan lihat apa yang sebenarnya mereka hadapi disana.” Ucap sasha dengan tegas.


“Seandainya itu semudah


kau bicara,” balas lizardman itu dengan sinis.


Ia adalah satu lisarman


yang berhasil di kalah oleh Aether saat mereka berusaha mengalahkan Aether dalam


pertarungan langsung.


Seandainya ini bukan


perintah dari pemimpin ia juga malas untuk bekerja sama dengan Seorang manusia,


berbeda dengan Aether yang memang sudah ia kui kekuatannya, kelompok dari sasha


bisa di bilang merupakan kelompok yang sama sekali tidak sebanding dengan satu


orang yang bernama Aether itu.


 Tentu mereka akan


sangat berbeda, Aether yang tidak suka banyak bicara saat serius apalagi dalam


pertarungan,  sedangkan mereka hanya pemain yang tipe akan selalu


menganggap ini adalah permainan dan tidak akan bisa serius di situasi hidup dan


mati pun.


Terlepas dari banyak


protes yang mereka lontarkan, tapi disaat yang sama mereka juga sangat puas


dengan banyaknya Exp yang mereka dapatkan dari membunuh Laba-laba itu.


Yang mereka tidak tahu


kalau saat ini temannya yang ada di dalam goa sedang menderita, bukan karena


laba-laba atau monster apapun. Tapi di sebabkan medan yang ada disana sangat


ekstrim dalam artian yang lebih mengarah ke menjijikan.


Secara umum gua


laba-laba  biasanya sangat lembab. Gua laba-laba sihir yang meledak ini


juga sama, atau mungkin lebih menjijikan, bukan hanya kotor dan berantakan.


Mereka juga bisa melihat cairan hijau yang tertinggal setelah mereka meledakkan


diri.


Bahkan Aether merasa


dirinya cukup kuat menahan ini, harus mematikan sensor penciumannya di menu


sistem untuk mencegah dirinya muntah di tempat ini, yang juga harus diberi


apresiasi adalah usaha dari piko untuk terlihat baik baik saja dimana tubuhnya


sering kali terkena cairan hijau tersebut.