
Monster monster ini bernama Penambang hantu, yang menarik perhatian mereka
jumlah exp yang mereka terima dari membunuh hantu lumayan tinggi dari monster
apa yang di level yang sama, Sehingga mau tidak mau Piko juga turun tangan
langsung untuk membunuh mereka, dengan menggunakan Sihir mereka dapat dibunuh hanya
hitungan detik.
Level dari Piko saat ini berada di level 28, dan Aether berharap sebelum mereka bertemu dengan para
laba-laba itu, ia dapat berada di level 30, yang seharusnya melihat exp yang mereka dapat seharusnya tidak sulitnya untuk sampai di titik itu.
Disana Aether juga melihat bagaimana penggunaan Sihir angin yang dimiliki oleh Piko, yang nantinya
ia harpkan akan berguna untuk bertarungan melawan laba-laba peledak itu.
“Ternyata goa ini merupakan tempat pertambangan, yang mungkin sialnya malah terhubung dengan markas
seorang spider queen.”
Piko yang mulai terbiasa dengan mereka, mulai bisa mengucapkan pendapatnya tentang tempat ini. Mereka
saat ini sedang beristirahat. Karena sedikit kelelahan melawan para hantu yang
ada di goa ini.
Bahkan Aether yang
awalnya tidak berguna Sekarang sudah bisa bertarung melawan para hantu itu, itu
semua tidak lain karena piko yang memang memiliki Skil pendukung yang cocok
untuk Aether.
“sepertinya bagian depan
sudah jebol, mereka yang ada disana sudah memulai pertempuran!” ucap Piko.
“kalau begitu ayo pergi,
kita tidak bisa membuang waktu lagi,” di pimpin oleh
North mereka mulai memasuki bagian terdalam dari tmabang ini.
Setelah melewati aula
besar tembang, mereka akhirnya memasuki gua tempat monster yang sebenarnya
berada. Sebelumnya mereka hanya membunuh para penambang hantu, dan bukan
monster yang sebenarnya.
“Berhenti,” ucap North.
Setelah melewati
beberapa belokan dan memasuki terowongan batu mereka mulai dapat menjumpai
beberapa spider peledak, yang berjumlah sekitar 20 puluhan.
Mungkin tidak tahan,
sumpah serapah piko terlantarkan saat melihat statik tik dan efek yang
ditimbulkan dari Laba-laba itu.
IA baru mulai mengerti
apa yang mereka maksudkan diawal tentang mereka yang berpotensi terkubur
hidup-hidup di tempat ini, baik Aether atau north mengerti tentang ekspresi
pertama yang ditunjukkan oleh Piko karena saat bertemu pertama kali dengan laba
laba ini ia merasakan perasaan yang sama.
“Kalau kalian ingin aku
mengalahkan laba-laba itu, bukankah itu sedikit tidak mungkin apalagi dengan
menggunakan sebuah Sihir angin,” bisikkan kepada Aethe
yang masih berada di sampingnya.
“Tenanglah, tugasmu
disini hanya mendengarkan perintah, dan ku jamin kau tidak akan kenapa-kenapa.”
Aether memberikan
sedikit kata untuk membuat Piko kembali tenang, ia menjelakan untuk kedua
kalinya jadinya ia hanya meminta nya untuk tenang dan mendengarkan Arahan
darinya,.
..........
Disaat Aether dan North
bersiap untuk pertempuran yang sebenarnya, diluar memang tengah terjadi
pertarungan antara kelompok lisarman dengan para bayi-bayi laba-laba itu.
Sasha masih mengalami
mood yang kurang baik setelah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari
Aether.
“Siapapun kamu,
kupastikan suatu saat akan mengungkap identitas dari orang itu!”
Membayangkannya saja sasha
tidak bisa membantu tetapi diam diam bersumpah di dalam hatinya!
Seluruh rangkaian
perlengkapan mengesankan yang menonjolkan sosok langsingnya memberikan
Aura yang mengandung Aura yang mengandung kehadiran besar, membuatnya sangat
menarik, sambil memberi tampilan yang harmonis.
Alis sudut, wajah yang
dipahat dengan tepi yang ditandai, ekspresi yang dingin, dan sepasang mata yang
hitam pekat napak jauh dan penuh misteri. Tapi semua itu sepertinya tidak bisa
Setelah seorang
perempuan memiliki rasa ingin tahu tentang seorang pria, tentu itu masih jauh
untuk dikatakan sebagai cinta, meskipun sasha tahu itu, pria itu jujur sangat
menarik minatnya, membuatnya ingin lebih dalam tentang pria tersebut.
Banyak yang mengatakan
kalau pria akan lebih keras kepala untuk mendapatkan kemauan mereka, tetapi
mereka hanya tidak tahu kalau setiap perempuan melakukan hal yang sama ketika
serius tentang sesuatu, mereka sering kali terbukti sepuluh kali lebih keras
kepala dari pada seorang pria.
“Sepertinya mereka juga
sudah melakukan pertarungan,” ucap Adik dari sasha
yang saat itu ada disampingnya.
Piko merupakan sahabat
dari Adik sasha Sehingga mereka akan lebih untuk terus berhubungan, beberapa
hal Juga telah piko infokan kepada Nya namun ia merasa ragu untuk menginfokan
hal itu kepada kakaknya.
Pasalnya ia merasa kalau
saat ini Piko terlalu bersenang senang, atau bisa dikatakan terlalu beruntung
untuk di manjakan oleh para pemain hebat seperti Aether dan North.
Pertarungan mereka sebenarnya
tidak terlalu merepotkan Walaupun mereka sempat kaget tentang laba-laba yang
bisa meledakkan diri, tapi Tank mereka ternyata memiliki resistensi terhadap
beberapa ledakan yang cukup sehingga masih sempat untuk berbincang bincang saat
pertarungan sendang terjadi.
“Kalian jangan terlalu
senang, apa yang kalian hadapi sama sekali tidak sebanding dengan apa yang
dihadapi temanmu di dalam sana.”
Ucap salah satu kapten
lizardman yang menggantikan North, mereka mendapatkan teguran seperti karena
salah satu temannya sempat sesumbar tentang mereka yang dapat menyelesaikan
masalah laba-laba Seperti ini dengan satu party.
“Kalau begitu ayo cepat
selesaikan ini dan lihat apa yang sebenarnya mereka hadapi disana.” Ucap sasha dengan tegas.
“Seandainya itu semudah
kau bicara,” balas lizardman itu dengan sinis.
Ia adalah satu lisarman
yang berhasil di kalah oleh Aether saat mereka berusaha mengalahkan Aether dalam
pertarungan langsung.
Seandainya ini bukan
perintah dari pemimpin ia juga malas untuk bekerja sama dengan Seorang manusia,
berbeda dengan Aether yang memang sudah ia kui kekuatannya, kelompok dari sasha
bisa di bilang merupakan kelompok yang sama sekali tidak sebanding dengan satu
orang yang bernama Aether itu.
Tentu mereka akan
sangat berbeda, Aether yang tidak suka banyak bicara saat serius apalagi dalam
pertarungan, sedangkan mereka hanya pemain yang tipe akan selalu
menganggap ini adalah permainan dan tidak akan bisa serius di situasi hidup dan
mati pun.
Terlepas dari banyak
protes yang mereka lontarkan, tapi disaat yang sama mereka juga sangat puas
dengan banyaknya Exp yang mereka dapatkan dari membunuh Laba-laba itu.
Yang mereka tidak tahu
kalau saat ini temannya yang ada di dalam goa sedang menderita, bukan karena
laba-laba atau monster apapun. Tapi di sebabkan medan yang ada disana sangat
ekstrim dalam artian yang lebih mengarah ke menjijikan.
Secara umum gua
laba-laba biasanya sangat lembab. Gua laba-laba sihir yang meledak ini
juga sama, atau mungkin lebih menjijikan, bukan hanya kotor dan berantakan.
Mereka juga bisa melihat cairan hijau yang tertinggal setelah mereka meledakkan
diri.
Bahkan Aether merasa
dirinya cukup kuat menahan ini, harus mematikan sensor penciumannya di menu
sistem untuk mencegah dirinya muntah di tempat ini, yang juga harus diberi
apresiasi adalah usaha dari piko untuk terlihat baik baik saja dimana tubuhnya
sering kali terkena cairan hijau tersebut.