VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
berangkat inggris



Setiap mereka tidak berhasil dalam melewati rintangan  yang telah Aether siapkan makan mereka harus mengulangnya dari Awal Sehingga itu akan sangat melelahkan untuk dilakukan tapi karena ada Potian yang cukup banyak membuat latihan ini terlihat tidak ada habisnya.


“Kau tahu, yang kulihat tadi hanya sebuah kelompok prajurit yang takut terluka, masing- masing dari kalian memiliki skill regenerasi yang cukup tinggi, jadi kenapa Kalian terus Seperti ketakutan untuk terluka bukankah Sudah kubilang kalau kita memiliki berbagai potion yang membuat kalian tidak mati dalam pertempuran ini.”


Setelah mereka di habisi oleh Debora dan segera disembuhkan oleh para pengikut gereja, Aether memberikan mereka ceramah yang sangat panjang, yang mengatakan intinya ia sedikit kecewa dengan performa mereka.


Mereka sebenarnya tidak sembarangan untuk dipilih para para prajurit yang ada disini terpilih karena memiliki skil regenerasi atau skil yang membuat kulit mereka sangat kebal dalam serangan atau benda tajam, dan salah satu tujuannya memang untuk membuat skil tersebut meningkat.


Mereka semua tertunduk mendapatkan amarah dari Aether termasuk fiwi yang merasa  sedikit gagal menjadi seorang pemimpin.


“Tapi terlepas dari cara kalian bertarung, aku cukup puas melihat kekuatan kalian yang meningkat sangat jauh dan aku harap kalian bisa terus meningkatnya,”  lanjut Aether memuji


Sekarang yang awalnya mereka terlihat murung kini mereka juga akhirnya menunjukkan ekspresi senang karena mendapatkan pujian tersebut.


“Kalian itu para monster dari hutan jura, jadi aku ingin melihat bagaimana cara monster bertarung bukan para cara para manusia bertarung,” ucap Aether yang membuat mereka semua segera bersemangat.


“Dan aku memanggil kalian bukan hanya untuk melatih mereka ini, aku juga ingin melihat bagaimana cara kalian dalam bertarung. Dan satu hal yang  aku tahu kalian sangat buruk, banyak diantara kalian membuat banyak waktu dalam peramalan sehingga membuat orang- orang yang kalian target memiliki waktu untuk menyerang.” Kali ini Ia memberikan arahan kepada tim penyihir yang menurutnya tidak kalah kacaunya.


“Bertarung secara kelompok dan bertarung secara tim itu sangat berbeda,  jadi usahakan bertarung secara kelompok dan sebaik mungkin untuk membuat perkembangan musuh semakin melambat.”


Aether memberikan arahan  untuk pertama ia membagi para penyihir dalam kelompok kecil yang terdiri dari berbagai Ras, termasuk para wood elf yang sepertinya mulai berminat untuk mempelajari sihir sehingga kemampuan bertarung mereka menjadi lebih meningkat.


Setelah itu Aether memberikan arahan kepada mereka mana yang harus menyerang lebih dulu dan bagaimana cara mereka untuk membuat serangan mereka lebih mematikan.


“Perlihatkan padaku mana dari kalian yang terbaik jika kalian bisa membuat Kelompok Fiwi tidak bisa mencapai Pemberhentian kedua maka kalian akan mendapatkan hadiah berupa masing -masing kalian dipersilahkan untuk memilih perlengkapan di tempat para dwarf.


Sedangkan kalau Gagal, tentu  ada sebuah hukuman yang akan menanti kalian, aku saat ini belum terpikir hukuman apa yang akan kalian dapatkan tapi aku harus menjamin kalau kalian tidak ingin merasakannya.”


Setelah mengatakan itu ia juga mengatakan hal yang sama kepada Pasukan Fiwi Sehingga masing dari mereka tidak akan ada yang mau mengalah karena masing dari mereka tidak mau mendapatkan hukuman dan masing dari mereka juga ingin mendapat hadiah.


Saat Aether membunyikan tanda kalau mereka bisa memulainya, semua segera bergerak  dengan rencana mereka masing -masing.


Para penyihir mulai mengejar kelompok Fiwi dan berusaha memberikan serangan kepada mereka. Tapi terlihat fiwi jua tidak mau kalah sehingga mereka mengabaikan serangan tersebut, terkadang kalau serangan itu terlalu berbahaya ia akan memberikan sebuah serangan sehingga sihir mereka bisa bertabrakan.


“Bos tidak kah kau merasa kau ini terlalu berlebihan,”  ucap debora yang sedang bersama dengan Aether menyaksikan dua kelompok ini saling bertarung untuk karena masing masing dari mereka tidak ada yang ingin kalah.


“Latihan ini tidak mungkin membuat mereka lebih kuat, tapi setidaknya dengan cara seperti ini akan membuat setiap skill yang mereka miliki akan terus bertambah lebih baik dan secara tidak langsung itu membuat mereka akan lebih kuat dengan cara yang  berbeda.” Jelas Aether karena merasa ini sama sekali tidak berlebihan.


“Aku tidak bisa membanta itu, tapi harus memberikan pujian karena selama ini aku tidak pernah bertemu dengan seseorang seperti muh,” ucap Debora.


“Tapi tentunya aku tahu mana pertarungan yang memang harus dimenangkan dan Mana yang tidak perlu kumenangkan,” lanjut Aether.


“Heh, tentu karena memang seorang pemimpin harus Seperti itu, tapi aku harap Saat itu terjadi aku harap kau bisa terus menjaga anak- anak itu menjalani hidup yang lebih baik,” ucap Debora dengan serius.


Ucapan yang Awalnya yang hanya Sekedar perbincangan sederhana, menjadi lebih serius karena Debora yang membawa anak- anaknya untuk dijanjikan kepada Aether.


“Tentang saja selama aku masih memiliki kekuatan, aku tidak akan membiarkan satupun kekuatan untuk menyentuh anakmu, lagian anak itu sudah seperti adik sendiri.” Balas Aether sehingga langsung membuat Debora tenang.


Dari awal ia sudah menduga kalau ini akan menjadi imbang karenamasing masing dari mereka tidak ada yang mau mengala, disini mereka melihat kalau Siapa akan menjadi pemenang dalam pertarungan.


Satu persatu dari mereka segera diangkut oleh para pegikut gereja Sehingga sama sekali tidak ada yang mati dalam pertarungan.


 Dan akhirnya Mereka berakhir seri dan tidak ada yang keluar dari pertarungan itu termasuk Fiwi yang akhirnya tumbang karena dikeroyok puluhan penyihir.


Saat itu Aether memang sedikit curang karena ia memberikan arahan kepada para penyihir tapi tidak memberikan arahan kepada kelompok fiwi.


Tapi ini memperlihat kekuatan dari Fiwi yang bahkan setelah di keroyok puluhan penyihir ia masih membuat mereka tumbang bersamannya.


Semua orang yang ada disana harus dirawat jadi kemungkinan pelatihan ini hanya bisa dilanjutkan besok harinya. Aether meninggalkan mereka tanpa mengatakan apa- apa dan menyerahkan sisahnya kepada Debora.


. . . . .


Hari itu Reyhan tidak bisa terlalu lama bermain Karena hari ini adalah Hari keberangkatannya menuju Inggris bersama dengan Renata.


Mereka berangkat menggunakan pesawat privat yang memang sudah dipesankan oleh Ayah Vanessa kepada mereka.


Sepertinya Reyhan sampai lebih  dulu Sehingga Ia harus menunggu Renata tidak lama Renata datang  dengan sebuah pakaian Aneh, ia terlihat kesual  tapi semua kepalanya sudah tertutup hingga ia mungkin tidak akan dikenali dengan mudah.


Tapi ia mungkin akan dicurigai sebagai orang Aneh, “Kau yakin nikmati posisimu sebagai orang terkenal,” ucap Reyhan. .


“Berhentilah meledekku, yang aneh itu Kau, masih bisa tetap santai dimana kita saat ini di buruh berbagai wartawan,” balas Renata yang terlihat masih menutupi wajahnya ia takut ada orang yang memotret saat bersama dengan reyhan.


“Bukankah kau sudah bilang untuk mulai terbiasa untuk kejadian -kejadian seperti ini bukan,” ucap reyhan sambil mengangkat bahunya.


Mereka pergi untuk menaiki jet pribadi yang akan mereka tumpangi menuju ke inggris, Walaupun ia mengatakan, reyhan cukup penasaran bagaimana rasanya untuk menaiki jet pribadi itu.


Dan saat masuk Hanya “O,” yang keluar dari mulutnya. Karena menurutnya itu terlalu biasa dari apa yang ia bayangkan selama ini.