
Mereka terus berbincang, hingga Vanessa bersama dengan Renata bergabung bersama dengan mereka, Vanessa mencari karena Reyhan yang dari tadi tidak terlihat, sehingga melihatnya ia langsung mendatangi Reyhan yang saat itu sedang berbincang bincang dengan Lilith.
Renata dan lilith segera berkenalan, dimana reyhan melihat mereka dengan mudahnya akrab sehingga membuat mereka terlihat dengan mudah saling berbincang dengan cepat mereka berbincang dimana reyhan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan Sehingga ia lebih banyak diantara kumpulan cewek- cewek yang ada disana.
“Seharusnya memang aku tidak bergabung dengan kumpulan cewe cewe ini,” gumamnya dalam hati.
Setelah itu acara terus berlanjut, dimana tidak ada masalah lagi yang terjadi, Sehingga Reyhan bisa pulang ke kamarnya dengan aman sentosa.
“Akhirnya selesai,” gumamnya setelah masuk kedalam kamarnya.
Yang sekarang yang diperlukan adalah melihat apa yang akan mereka alami kedepannya dan mencari cara supaya ia bisa pulang lebih cepat dari yang seharusnya karena mereka masih harus melakukan siaran lasung untuk pertempuran mereka di desa.
Tadi Ia belum memiliki kesempatan untuk mengatakannya kepada Ayah atau ibu dari Vanessa, tapi ia sudah menta Vanesa untuk mencarikannya pesawat untuk pulang lebih awal dalam perjalan pulang mereka nanti.
Acara seperti ini sudah cukup melelahkan untuk Reyhan Sehingga saat sampai di kasur ia langsung terlelap dalam tidur yang panjang sehingga ia berusa melajutkan aktifitasnya.
Yang itu langsung mengecek apa yang terjadi di desa saat melihat tidak ada hal khusus, ia langsung logout lagi dan melakukan beberapa hal lainnya seperti makan bersama dengan keluarga vanessa dan menyampaikan keinginannya untuk pulang lebih Cepat.
Mereka terlihat kecewa karena Reyhan tidak bisa tinggal lebih lama terutama Mila yang terlihat sangat tidak ingin Reyhan Pulang lebih awal karena itu akan membuatnya tidak memiliki teman untuk jalan jalan.
Tapi mau bagaimana Lagi reyhan harus pulang karena ini termasuk di dalamnya adalah sebua pekerjaan, dan itu tidak bisa untuk di tunda.
Ia juga telah membicarakan ini dengan elizabeth atau lilith sehingga ia tidak perlu mentraktirnya karena memang ia sedang terburu-buru, dan lilith sudah sepakat kalau Gantinya Reyhan masih harus menaeraktirnya jika elizabeth jalan- jalan ke indonesia.
Sedangkan Renata masih harus tinggal karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan selama ia berada di inggris.
Sehingga Malam harinya Reyhan langsung meninggalkan inggris untuk melakukan penerbangan menuju Indonesia.
Ia hanya transit di nusantara dan langsung menuju Makassar, “Udara kampung sendiri Memang yang terbaik,” ucapnya setelah sampai di bandara hasanuddin.
Disana ia dijemput oleh Boni, yang merangkap menjadi sopir, terkadang kalau ia sudah menjadi Sopir seperti ini ia akan terus mengomel dan minta kenaikan gaji bulan depannya.
“Hati- hati, beberapa orang akan membuat masalah,” ucapnya kepada Boni.
Ia menceritakan bagaimana ia membuat masalah dengan membuat masalah dengan salah satu perusahan terbesar yang ada di indonesia.
Ia tidak masalah kalau gading membuat masalah dengannya di Vof, yang menjadi masalah jika nantinya mereka membuat masalah di kantor, sehingga ia memperhatikan Boni untuk lebih berhati- hati.
“Jangan khawatir bos, Belakangan ini anak- anak dari Dojo memberikan bantuan, sehingga walaupun mereka menyerang dengan jumlah yang lebih banyak seharusnya itu tidak lagi menjadi masalah,” balas Boni berusaha menekan Aether untuk tidak khawatir.
“Aku dengar saat ini kalian sedang berusaha membalas dendam dengan dengan Sebuah guild?” balas Reyhan setelah mendengar Kabar mereka.
“Beberapa kali mereka telah bertarung dan bertarung terakhir mereka bisa membuat musuh mereka kerapatan dan membunuh para petinggi mereka,” balas boni.
Ia kesana hanya untuk membantu, sehingga apa yang terjadi disana masih menjadi keputusan orang orang dari dojo.
“Selesaikan dengan cepat aku berharap mereka bisa lebih banyak membantu saat kita bertarung secara besar besaran nantinya.” Ucap Reyhan yang akhirnya tertidur dalam Mobil.
Perjalanan saat itu sedikit lama karena mereka terjemah macet jadinya untuk mengisi Waktu mereka lebih memilih untuk tidur.
Mereka saat itu langsung mengarah ke kantor, seperti biasa saat Sampai disana Kantor masih ramai karena saat ini mereka sedang sibuk mengurus Stream mereka kedepannya, dimana sebentar lagi stream tersebut akan dilakukan.
Saat Reyhan datang mereka semua terlihat senang, karena tanpa ada bos mereka di tempat kerja Itu sangat aneh untuk mereka, “Bagaimana respon Penonton setelah melihat Video pertama telah diluncurkan,” tanya Reyhan.
“Respon mereka lumayan, bahkan beberapa diantara mereka terkejut bukan main dengan Cara bos untuk melatih para Npc yang ada disana Sehingga mereka segera ingin melihat kelanjutan demi lanjutan dari latihan yang prajurit lalui,” balas Nasruddin.
“Tapi Masih ada beberapa orang yang berpendapat kalau hanya dengan kekuatan itu kita masih tidak bisa mengalahkan para Lich dan pasukannya,” lanjutnya.
“kita tidak perlu pendapat mereka yang kita perlukan mereka menonton atau tidak, kalau perlu buat sebuah keributan Seperti kita yang menolak bantuan dari War lion atau sebagainya untuk membuat perhatian semua orang mengarah kepada stream kita kedepannya,” ucap Reyhan jelas.
“Bos bukankah itu akan berbahaya kalau kita kalah dalam pertempuran ini,” ucap anak anak yang lain yang ada disana.
“hemm, kau benar, tapi saat ini aku sama sekali tidak akan kalah,” ucap Reyhan sambil tersenyum.
Melihat ucapan dari reyhan yang terlihat percaya diri membuat semua orang yang ada disana langsung tersenyum karena mereka sangat suka sikap Reyhan yang sangat percaya diri seperti itu.
“Sebenarnya pernyataan tadi sangat simpel, Jika bos kita kalah bukankah kita hanya perlu mencari bos baru,” ucap Daniela.
“Aku setuju dengan Daniela, kalau Bos Kita kalah Kita hanya perlu bos baru lagi bukan,” balas Rachel.
“Kalian sepertinya masih perlu beberapa kerjaan tambahannya.” Balas Reyhan dan membuat mereka semua Segera tertawa.
. . . . . . . . . . . . . . . .
Hari- Hari di desa terlihat selalu ramai, karena para penduduk yang terus bekerja untuk membuat benten yang mereka rencanakan selesai lebih cepat, dengan bantuan para dwarf yang merancangnya membuat Rancangan mereka menjadi lebih dan pekerjaan menjadi lebih mudah.
“Apa pimpinan kita bisa memenangkan pertempuran ini ya?” gumam seseorang yang saat itu sedang istirahat.
“Hush jangan ngomong sembarangan, aku tahu kau baru disini, tapi jagalah mulutmu, pemimpin kita walaupun ia dari bangsa elf sudah terkenal akan kebaikannya Sehingga banyak orang yang memujinya di sini,” balas rekan dari orang tadi.
Mereka berdua adalah para player baru yang mulai dari desa Takkalasi, karena level mereka yang terlalu rendah mereka lebih memilih untuk bekerja dengan menjadi kuli, selain itu bisa membuat level mereka naik mereka juga mendapatkan upah yang lanyak dari setia pekerjaan yang dia lakukan sehingga ini membuat mereka bisa membuat pekerjaan ini sebagai sampingan dan menunggu mereka mendapatkan Job yang sesuai untuk mereka.