VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
taktik menerobos tembok



Setelah pertemuan tersebut reyhan mendapatkan sebuah  pelukan dari ibu dari Vanessa, yang sedikit sial saat memberikan pukulan tersebut luka dari Reyhan tidak sengaja  tersentuh.


Sehingga Reyhan tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak karena sentuhan tersebut memang cukup telak.


Melihat itu Vanesa hanya bisa tertawa dan mulai menjelaskan kalau reyhan habis bertarung dengan seorang grand master beladiri di kantor.


Sehingga Reyhan tidak bisa lolos dari omelan dari ibu Vanessa dan Mila, Ia cukup bisa bernafas setelah mereka memutuskan untuk makan bersama di salah satu restoran , pulangnya mereka langsung kelelahan, apalagi reyhan mendengar kalau tidak lama lagi akan ada acara ulang tahun untuk ibu dari Vanessa.


“sudahlah, jika pun harus datang hadiahnya dipikirkan belakangan,” gumamnya yang berusaha untuk tidur.


Karena sudah malam ia memutuskan untuk balik kantor dan lebih memilih untuk tidur sana, karena memang ada beberapa kamar yang memang didesain untuk keadaan seperti sehingga reyhan dapat kembali sepuasnya dan bermalam semaunya.


Besoknya baru ia berniat untuk masuk dalam game dan memulai perjalannya, ia meminta kepada North dan Bruce dengan alasan kalau ada beberapa masalah di kantor, sehingga ia tidak masuk setelah logout secara mendadak.


“Jadi bagaimana?” lanjut, tentu akan ada beberapa persiapan untuk menghancurkan tembok tersebut.


Ia telah menggunakan Rangga untuk mencari jalan masuk tanpa harus melewati tembok yang sangat besar tersebut.


“Alasan dari pertahanan kuat dari tempat ini adalah adanya sebuah Goblin king yang sangat pintar yang mengendalikannya,” jelas aldo yang sudah menyusup bersama dengan Rangga.


“Seperti yang kau katakan beberapa orang, kami mulai memberikan pancingan dengan berpura-pura masuk melalui celah yang ada disana,” ucap North.


Dengan menggunakan anak sebagai umpannya, sebelum Pergi Aether mengajukan sebuah ide dengan memanfaatkan cela dari tembok mereka berusaha mencoba masuk kedalam celah tersebut. Mereka berpura pura kalau itu adalah sebuah usaha besar, dan mereka pun meledakkan lubang tersebut sehingga mereka tidak lagi bisa memasukinya padahal itu hanyalah sebuah  jebakan.


Sekarang mereka melakukan tahap kedua dengan arus melakukan beberapa pancingan kepada para Goblin yang ada di dalam  sehingga mereka tidak lagi mengetahui kalau luban yang sudah dihancurkan kembali Aether gali menggunakan bantuan dari para skeleton dari North.


Sekarang pengendalian dari North sudah sangat Ampuh hingga mereka bisa membuat skelton itu mengali, sehingga mereka bisa menyusup masuk ke dalam Kamb.


Semua goblin yang ada di dalam sana begitu terkejut saat Aether dan teman temannya sudah ada dalam  rumah sang raja Goblin.


Yang mengejutkan setelah mereka menerobos dan membuat para pasukan ini terkejut aether dan yang lainnya tidak mendapatkan perlawan berarti, bahkan goblin king yang seharusnya memberikan perlawanan malah terlihat sangat lemah.


Bahkan Yang membunuh sang raja goblin itu adalah Bruce yang memiliki kemampuan terendah dari kelompok Aether.


“Bukan ini terlalu mudah?” tanya Zegion dengan posnya


Semua orang yang ada di sana hanya bisa tersenyum mendengar perkataan seperti itu karena mereka juga merasakan hal yang sama, “Berhenti ngobrol dan bunuh sebanyak mungkin Goblin yang ada dalam kota ini.” Ucap Aether mengalihkan perhatian.


Ada ada ribuan Goblin yang ada disini sehingga tentu akan ada puluhan Goblin yang ada masih ada disana, lagian mereka juga langsung menerobos dan masuk kedalam kediaman sang raja Goblin sehingga ke banyak Goblin yang ada dikota ini tidak mengetahui kedatangan Dari Aether dan kawan-kawan.


“Sebuah pedang akan semakin Tajam jika itu digunakan dalam sebuah amarah, namun setajam apapun benda tersebut hanya akan mendatangkan bencana bagi orang –orang yang ada disekitarnya,” ceramah Aldo kepada orang orang yang ada disana.


Mungkin semua orang yang ada disana paham apa yang dimaksudkan Aldo, kecuali, zegion dan Kumara yang terlihat kurang paham dengan perkataan tersebut.


Mereka berdua sebenarnya sudah di tinggal di desa namun mereka menyusup dan berusaha mengikuti Aether  dan yang lainya sehingga Aether terpaksa membuat mereka ikut  dan menjalani semua perintah dari Aether.


Untuk menghukum mereka kemarin Aether menyuruh mereka umpan para Goblin untuk memasukan sebuah lorong yang akan diledakkan. Beruntung mereka masih selamat akibat bantuan dari Aldo.


“jadi apa yang kita lakukan kepada kota ini?” tanya north.


“Aku telah menghubungi joker dan menyuruh mereka mengurus masalah kota ini, tentang apa yang akan mereka lakukan terhadap kota ini Aku telah menyerahkan semua itu kepada mereka ,” balas Aether santai.


“Selama ini, aku tidak pernah takut dengan sesuatu bagaimanapun buruknya penampilannya entah kenapa setiap kali aku mengingat orang itu bulu kudukku merinding.”  Ucap Kumara.


“Betul, bahkan penampilan para orc jauh lebih dari penampilan dari orang itu,” balas zegion.


Ucapannya di beri hadiah pukulan kepala Oleh Aether, “maupun bagaimanapun orang itu adalah kenalanku,” balasnya.


“Kalau kalian tidak perlu istirahat ada baiknya kita melanjutkan perjalan, karena takutnya kita malah tidak mendapatkan apa-apa- jika tidak tidak cepat,” lanjut Aether menyarangkan ke mereka untuk melanjutkan perjalanan.


Mereka pun setuju, disana ada sebuah Gerbong kereta yang masih bisa digunakan menggunakan itu Aether mulai melakukan beberapa improvisasi dengan menyuruh North untuk membuat itu menjadi sebuah Kereta yang bisa di tempat beberapa orang dengan menggunakan kuda panggilannya sebagai penariknya.


Logikanya dengan menggunakan kuda pangilan dari north mereka tidak perlu membuat kuda itu beristirahat, yang diperlukan hanya potion yang dapat mengisi kembali mana dari North.


“untuk kalian berdua tugas kalian habisi semua monster yang akan menghalangi di jalan,” ucap Aether kepada Zegion dan Kumara.


“Hah,” ucap mereka bersamaan tentu mereka prots kenapa hanya mereka yang mendapatkan tugas itu.


“Jangan protes kalian berdua sangat bersikukuh untuk ikut, jadi kalian harus terus meningkatkan level,” balas Aether koko.


Kumara berusaha memohon kepada Aldo, tapi Aldo sudah kabur entah kemana menggunakan tubuh palsunya.


Sehingga mereka tidak bisa lagi mengelak dan terpaksa harus menuruti perkataan dari Aether, Untuk terus berlatih di sepaperjalan nantinya, “Jangan ada yang membantunya, jika ada yang membantunya mereka tidak akan mendapatkan jatah makan, baik itu yang dibantu dan yang membantu,” aether sadar kalau kedua anak ini cukup dekat dengan North dan Bruce.


Sehingga Aether sudah mengancam lebih dulu agar mereka tidak mendapatkan bantuan dalam perjalannya.


Di sepanjang perjalan Aether hanya duduk diatas atas Kereta, dan melihat anak anak itu berlatih dan membunuh beberapa monster yang menghadang, kadang kadang ia akan membantu dengan melemparkan tombaknya jika ada yang dalam bahaya.