
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan reyhan kembali masuk dalam permainan. Tentu untuk segera berangkat menuju tempat yang diinginkan.
DOUBLE FACE
skil active
*Rank:**Unique*
Skil yang dapat membuatmu memiliki wajah kedua dalam game, saat diaktifkan kau dapat memiliki merubah bentuk wajah ras kecuali gender yang selama diaktifkan stat dalam status akan disesuaikan dengan Ras yang akan dipilih.
*Efek:**tidak dapat diketahui dengan skil alat atau skil identifikasi rendah apapun.*
*Coldown:**setelah digunakan tidak lagi digunakan selama satu hari kedepan*
Sepertinya ada beberapa efek yang dihasilkan dari merubah ras tapi Aether tidak terlalu peduli karena memang ia hanya ingin berubah ke ras manusia yang seharusnya Rasnya itu tidak memiliki perbedaan terlalu jauh dengan Ras Elf yang dia miliki saat ini.
Bersama dengan zegion ia mulai berjalan untuk meninggalkan gereja Gaia, “Aman?” Tanyanya kepada Zegion yang terlihat sangat lesu meninggalkan gereja yang kemungkinan karena kumara.
“Aman walaupun sedikit berat,” balas Zegion.
“Jujur saja, jika ada kesempatan aku ingin kau menjadi mataku di kekaisaran bone,” ucap Aether saat masih berada dalam perjalan.
Hal ini membuat Zegion terhenti, ia langsung tahu maksud dari perkataan dari gurunya itu, jika di pikirkan lagi mereka memiliki kesempatan untuk membuat mereka masuk menjadi tentara disana. Apalagi saat ini Zegion telah menguasai cara menggunakan tombak yang berasal dari kekaisaran.
Dengan mengarang beberapa kata Aether yakin kalau ia dapat membuat zegion menjadi mata-mata disana. Tapi semua itu tergantung keputusan dari Zegion sendiri.
“Kenapa, aku,” tanya Zegion ia tahu kalau ada beberapa kenalan Aether sangat cocok untuk menjadi mata-mata disana, apalagi dengan medali yang dia dapatkan dari Sandex seharusnya Aether dapat memasukan siapapun itu.
“Malah itu harusnya kau, kau ingin menjadi kuat bukan?” tanya Aether.
“Tentu Mau!” jawab zegion.
“Kau jadi mata disana hanya sebagai tujuan cadangan, karena memang aku juga harus mendapatkan beberapa informasi dari berbagai tempat apalagi kekaisaran seperti itu, tujuan utama nya adalah mencarikan mu sebuah tempat yang dapat membuatmu berkembang dari pada terus bersama dengan ku,” balas Aether.
Sambil terus berjalan ia menjelaskan kepada Zegion kalau dalam kekaisaran ada kemungkinan kalau ia akan lebih cepat berkembang, dan dia sengaja memberikannya perintah untuk menjadi mata-mata untuk membuatnya terus waspada dengan seperti itu ia akan memiliki motivasi untuk terus menjadi lebih kuat dan mendapatkan posisi tertinggi yang ada disana.
“Apa kau tidak takut kalau aku berkhianat? dan aku malah memihak kepada kekaisaran,” tanya Zegion.
“Kau pernah mendengar istilah jangan pernah berbohong kepada seorang penipu? Dan jika pertanyaan apa aku tidak takut kau berhinant, jawabannya kau bisa mencobanya, dan kau mendapati satu persatu anggota tubuh kumara kukirimkan kepadamu setiap harinya,” ucap Aether sambil tersenyum.
Mendapatkan perkataan seperti itu Zegion hanya bisa tersenyum kecut, ia bahkan tidak berani mempertanyakan kepada Aether apa Ia serius atau tidak, karena ia tahu kalau gurunya itu serius dengan perkataannya.
“kurang lebih seperti itu, ini juga menjadi sebuah pelajaran untuk tidak terlalu percaya dengan iblis kedepannya, walaupun kau sangat menginginkan kekuatan,” balas Aether.
Sebelum mereka sampai dalam tujuannya Aether langsung mengaktifkan Skil double facenya, seperti ia rencanakan ia menggunakan skil tersebut untuk merubah rasnya menjadi manusia, dan melakukan di beberapa bagian mukanya dan mengganti warna rambutnya yang hitam pekat.
Saat ia menjadi seorang elf otomatis warna rambutnya akan berwarna pirang, sehingga saat menjadi manusia tentu Aether ingin merasakan warna hitam seperti rampuyanya yang ada di dunia nyata.
Tujuan mereka adalah katedral dari Gereja freya, di dalam kateral tersebut terdapat sebua gerebang teleportasi yang akan mereka gunakan.
Karena aether yang saat ini menggunakan identitas baru, maka semua permasalahan dengan gereja freya menjadi ditiadakan, sehingga seharusnya jika Aether masuk kesini setelah membuat masalah dengan gereja makan ia sudah ditangkap oleh para paladin.
Tapi melihat mereka yang menyambut rombongan Aether menunjukkan skill ini memang sangat berfungsi. “Jadi seperti ini gereja yang memiliki banyak pengikut,” gumam Aether.
Satu-satunya gereja yang ia kenal adalah gereja gaia itu pun hancur, kemarin ia sudah sangat senang melihat perkembangan gereja yang sudah lebih hidup melihat ini, membuatnya berpikir kalau perjalan Gaia untuk kembali mencapai kejayaan masih sangat panjang.
Saat masuk kesana ia menemukan sebuah papan dimana disana terpampang berbagai poster wajah yang mereka ketahui kalau poster-poster tersebut adalah orang-orang yang diburu oleh gereja.
Gereja memansang disana sebagai papan misi untuk membunuh orang-orang yang ada dalam sana, “Sepertinya kau akhirnya tahu siapa yang selama ini mengirim permintaan pembunuhan kepadamu,” ucap cleo yang juga melihat isi dari papan yang ada.
Aether selama ini cukup penasaran tentang sosok yang mengirimkan pembunuh kepada Aether, tapi melihat ini akhirnya mereka tahu kalau sepertinya gereja sedang bekerja sama dengan kelompok pembunuh yang sempat di masuki celo untuk membunuhnbya.
“Sepertinya Skil ini memang sedikit berguna, walaupun sangat disayangkan poster buronan ku ternyata cukup kecil” ucapnya sambil tersenyum.
“itu karena walaupun ia dianggap sebagai sebuah ancaman kekuatannya masih tidak dianggap oleh gereja maknanya harga buronannya masih sangat kecil untuk saat ini,” ucap salah satu suster yang sepertinya mendengarkan ucapan dari Aether.
Hal ini hampir membuat Cleo tertawa, karena melihat ekspresi dari Aether yang terlihat jengkel, ia yang diremehkan sebanyak itu, jika tahu ini dari lama ia sudah ikut dengan north untuk membunuh semua pendeta yang ada disini.
Dan sepertinya orang yang paling di buruh oleh gereja adalah north sehingga Aether dari tadi jengkel di buatnya, seharusnya sebagai yang lebih tua ia tidak ini dibawah adik adiknya. Walaupun seharusnya di fenisi itu untuk melakukan perbandingan dalam melakukan kejahatan juga sih.
“kalau orang itu cukup lemah mungkin saat kami bertemu dengannya kami akan coba membunuhnya,” ucap cleo yang berusaha menarik Aether yang masih dalam keadaan jengkel.
Mereka sempat tour dalam gereja karena memang akan ada waktu untuk mempersiapkan portal teleportasi itu, Sehingga mereka langsung sampai di daerah bone, lebih tepatnya ibu kota kekaisaran itu sendiri.
Teleportasi ini mengirim mereka di cabang gereja yang ada di kekaisaran bone, semenjak mereka masuk dalam gereja ini ada satu hal yang dia perhatian dari ekspresi dari Aiko, itu adalah sebuah perasaan jengkel dan marah terhadap gereja ini.
“Sepertinya kau tidak terlalu suka dengan pengikut gereja Freya?” ucap Aether setelah mereka keluar dari kawan gereja.
“tentu aku membenci mereka, dulu keluarga kerjaan marintengae adalah kerunga yang sangat patuh teradap Gereja freya, kami juga tiap tahunnya mengirimkan upeti kepada mereka, tapi saat kami di serang oleh para goblinnya bukannya membantu mereka malah menarik diri di marintagae membawa semua harta yang telah kami berikan kepada mereka.