VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
relik buatan



Aether terus melakukan hal yang sama,  tentu ia akan berpindah pindah lokasi, Sehingga sangat sulit untuk menemukannya, Sepertinya mereka mulai sadar dengan keberadaan Aether dengan menghilangnya setiap ogre yang masuk dalam hutan tentu akan membuat mereka sadar ada Sesuatu yang aneh dalam hutan.


Aether mulai kesusahan untuk melawan mereka saat para ogre  menambahkan pasukan patroli yang awalnya lima ekor sekarang menjadi 10 ekor.


Beberapa kali ia akan dalam bahaya dalam melakukan pertarungan dengan mereka untungknya mereka juga semakin bertambah kuat dengan terus membunuh para ogre ini.


RANGGA


SHADOW MAGIC SLIME KING


TIPE: monster pet


LEVEL:  200


HP:  12640


MANA:  11861


ATK:  567


DEF:  1034


{skill}


Clon:


 dapat membelah diri sepuasnya, dan memiliki kontrol penuh dengan clon yang ia miliki


Copy:


Rangga  dapat merubah bentuk tubuhnya sesuai dengan apa  yang dia inginkan dan dapat meniru apapun yang dia lihatnya, dengan tingkat kemiripan 100%.


tidak hanya meniru bentuk dari apapun yang dia lihatnya, ia dapat meniru setiap gerakan yang ia lihat dengan sekali pandang, jika ia meniru makhluk hidup Semua stat yang dia miliki akan di suaikan dengan Stat dari makhluk yang berusaha ia tiru..


Untuk saat ini apa yang dapat dia tiru hanya terbatas dalam sebuah gerakan, dan tubuh tapi  belum mampu untuk meniru setiap skil yang yang ia lihat.


Weapon master:


Dengan pelatihan yang sangat berat dan latihan yang kuku sebuah sejarah tercipta dimana sebuah slime memiliki sebuah skil yang dapat membuatnya memegang senjata.


Dengan weapon master   rangga akan dapat menggunakan setiap senjata yang ada di hadapannya menjadi lebih baik dan setiap   serangan yang di hasil saat menggunakan senjata akan dikalikan dua.


Setelah cukup lama menunggu Akhirnya Aether mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu membuat Rangga menjadi level 200.


Setelah pertarungan yang cukup panjang Aether melihat status dari Rangga memang berbeda dengan para pemain karena ia adalah monster.


Ia juga pernah melihat status dari Aldo dan bentuknya hampir sama dengan Rangga saat ini, yang berbeda Aldo Sepertinya memiliki status seperti Fighting spirit dan status Sebagai  leadership.


Semua itu terlihat biasa saja bagi Aether yang menarik perhatiannya adalah stat dari def rangga yang lumayan tinggi baginya, yang mungkin karena ia memang merupakan seekor  slime.


Di mana terilihat skill copy dari Rangga sekarang memiliki penjelasan yang lebih baik lagi, yang awalnya skil tersebut hanya membuat Rangga mengikuti statnya, sekarang ia juga bisa meniru sampai stat yang dimiliki makhluk hidup tersebut.


Aether sempat berharap Kalau Rangga Akan bisa meniru Skill tapi sepertinya itu terlalu tidak mungkin untuk saat ini, jika memang Rangga sampai bisa meniru skil itu mungkin akan menjadi pet yang terlalu mengerikan.


“Berubah jadi burung,” ucap Aether menyuruh rangga untuk menjadi burung ia penasaran Sekarang Apa rangga sudah bisa terbang jika ia berubah menjadi burung.


Terakhir kali ia melakukanya seperti Rangga masih belum bisa terbang, Ragga terlihat mengikuti apa yang Aether katakan dan berubah menjadi seekor burung kecil,  dan saat Aether menyurung untuk mencoba terbang Rangga berusaha untuk melakukannya dan secara perlahan Rangga akhirnya bisa terbang.


“Hahahhaha, akhirnya aku bisa terbang menggunakan Rangga,” ucap Aether dengan tertawa.


Ia sempat iri dengan pet dari Renata yang bisa terbang  tapi sekarang Rangga Sendiri sudah bisa melakukannya, jadi ia tidak perlu takut lagi dengan masalah transportasi yang mungkin akan merepotkan nantinya.


Apalagi jika gereja Gaia sudah memiliki alat  teleportasi maka itu akan menjadi lebih mudah baginya.


Setelah melihat perkembangan dari Rangga Aether melanjutkan perburuannya kepada para ogre ini, tapi sepertinya para ogre ini semakin waspada dengan meningkat jumlah para ogre yang masuk untuk berburu.


Saat Aether bertarung dengan salah satu yang sepertinya seorang knight dalam grup itu ia menemukan ada Sesuatu yang aneh dimana  sang ogre tersebut  yang awalnya memiliki kulit coklat kemerah merahan, tiba tiba berubah menjadi silver.


Sekita itu Aether sandar, “Sial mereka pengguna relik buatan,” ucapnya mengumpat melihat kejadian ini.


Disamping klasifikasi relik yang memang sudah berbeda pada satu lagi relik yang beredar dalam dunia Vof relik tersebut  sering disebut sebagai relik buatan, sesuai dengan namanya relik tersebut  adalah buatan Sebuah makhluk yang kemungkinan relik ini diciptakan oleh para dwarf yang ditahan para ogre.


 Walaupun para ogre ini terlihat kuat dengan menggunakan sebuah relik buatan pada akhirnya mereka tetap menjadi lebih lemah itu tidak lain karena Aether memiliki [weapon aura], yang telah menjadi  kelemahan utama para pengguna Relik.


“Setelah cukup lama akhirnya aku mengerti kenapa job Asura sangat spesial,” ucap Aether setelah pertarungan selesai.


Dari dulu ia sudah memainkan berbagai game Seperti ini tapi ia tidak pernah melihat sebuah skil yang mengalami evolusi,  dulu ia tidak mengerti kenapa ia harus mendapatkan skill tersebut, tapi sekarang Jika job asura akan terus bertahan maka ia memang harus mempelajari  skill ini.


“Mungkin aku memang harus belajar menggunakan perisai lebih sering lagi,” ucap Aether Sekarang setelah melihat skil weapon aura sangat berguna ia mulai berniat mengunakan perisai  karena kemunculan perisainya sama dengan skill weapon aura nya dahulu.


Tapi untuk sekarang ia harus mundur, karena ia harus mengonfirmasi kebenaran ini kepada para dwarf yang ada dalam gowa.


Karena jika ia tidak mengkonfirmasi ini ia sama sekali tidak akan tenang, ini adalah sebuah masalah besar jika memang sampai tersebar kalau para dwarf yang ada disini Sudah memiliki cara pembuatan relic buatan.


“Biar kutebak kau datang kesini untuk mengkonfirmasi keberadaan ini bukan?” ucap Sang kepala dwarf yang ada disana.


Saat ini ia mengadakan sebuah pertemuan tersembunyi dengan Aether dalam sebuah ruangan tersembunyi yang mereka buat dalam tambang tersebut, mendegar itu Aether hanya menganguk dan mengompimasi kalau ia memang datang ketempat ini untuk hal itu.


Mereka mulai menceritakan bagaimana mereka memulai perseteruan dengan para ogre, awalnya mereka datang dekat maksud baik baik untuk di buatkan relik, tapi karena para dwarf disini tidak mengetahui cara pembuatannya mereka menolak.


Tapi para ogre tersebut sangat ngotok, tapi karena mereka mengetahui cara membuatnya yang entah mereka dapatkan dari mana, para dwarf mulai membuatnya karena mereka juga menyediakan bahan bahan yang diperlukan.


Tapi lambat laun mereka mulai melakukan paksaan untuk para dwarf mempercepat proses pembuatannya, hingga memukul raja dari para dwarf hitam yang ada disini, hal itu membuat rakyat dwarf marah dan bersiap untuk melakukan perang dengan para ogre.


Tapi  teryata kekuatan mereka tidak bisa menngimbangi para ogre apalagi saat mereka melakukan sebuah permainan curang dengan berusaha menahan keluarga kerajaan agar para dwarf bisa terus bekerja untuk mereka.