VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
paman Aiko



Mereka datang kesini untuk bertemu dengan seorang earl dari kekaisaran bone, ia adalah paman dari aiko, yang tidak lain adik dari ayah aiko saat itu, yang lebih memilih pergi merantau kekaisaran karena ia tahu kalau tidak akan menjadi raja.


Dan ia saat itu membuktikan kalau menjadi seorang raja di daerah kecil seperti itu tidak bisa dibandingkan dengan menjadi seorang Earl yang ada di kekaisaran.


Ya memang memang harus diakui kalau hal itu memang benar, saat pamannya menjadi earl disini kekayaan yang dimiliki jauh lebih besar daripada yang dimiliki oleh khas kerajaan Maritengae saat masa jaya.


Dalam rombongan ini terdapat Aiko, Cobra sebagai pengawalnya, Cleo,  Aether da n Zegion. Sesuatu yang sempat membuat Aether terkujut dengan mudahnya Ia membeli sebuah kereta yang sangat mewah di tengah mereka yang saat ini tengah membutuhkan banyak uang.


“Aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi tolong tahan diri, karena aku kenal Aiko ia seharusnya tidak mengambil sebuah keputusan yang gegabah seperti itu,” sebuah pesan Cleo kirimkan kepada Aether.


Ia tidak ingin Aether memarahi Aiko karena mulai dari sekarang itu akan banyak pengaruh dalam misi ini setidaknya itu yang dia pikirkan.


Dan saat sampai ke tempat yang mereka tuju akhirnya mereka sadar alasan kenapa Aiko membeli atau menyewa gerobak yang cukup mahal seperti ini.


Rumah yang mereka tuju adalah rumah yang cukup mewah dimana periksaan yang di lakukan cukup ketat, dan salah satu ciri utamannya adalah mereka tidak akan di perlsihakn untuk masuk saat para pejaga itu melihat seorang tamu tidak sesuai dengan keriteria dari sang Earll.


Walaupun itu keluarga jika mereka berpontensi murasak citra  di kekaisaeeran maka Earl tidak akan sudih bertemu dengan mereka, sehingga saat sampai disini Hal yang pertama aiko lakukan adalah berdadang secantik mungkin untk melakukan pertemuan dengan pamannya itu.


Setelah melewati pemeriksaan yang cukup ketat akhirnya mereka dipersilahkan untuk masuk aiko bersama dengan Cleo dan Aether akhirnya menunggu untuk dipersilahkan untuk masuk.


Di waktu tunggu itu mereka mendapatkan pertunjukan yang sangat mengerikan terutama bagi Aether, disana terdapat sebuah kurungan yang memajang berbagai elf terutama elf perempuan untuk dijadikan budak xxx untuk para tamu.


Jika para tamu mau mereka dapat memilih budak yang mereka inginkan, untuk memuaskan mereka, dan bagi Aether kondisi mereka terlihat sangat memprihatinkan, tapi ia masih terus berusaha menahan diri karena ia takut ini malah merusak rencana mereka.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya sosok yang mereka tunggu akhirnya keluar, sesosok laki-laki yang sepertinya berumur 30 sampai 40 tahun berkepala botak, memiliki ukuran tubuh yang cukup besar dan sepertinya sekarang ini mengalami obesitas.


Disampingnya ada beberapa wanita cantikyang terus menempel padanya, untuk mengipasinya, saat melihat Aiko ia langsung memberikan sapaan dan memberikan  pelukan kepada keponakannya itu.


“Betapa senangnya aku melihat salah satu keponakanku selamat,” ucapnya


Aiko hanya tersenyum, dan terus berusaha memberikan tanggapan sebaik mungkin kepada pamannya , setelah merasa cukup barulah ia  menyampaikan maksud kedatangannya untuk bertemu dengan pamannya.


“Tenanglah, percayalah kepada Aiko,” ucap cleo pelang kepada Aether.


Semua orang yang melihatnya pasti tahu kalau paman Aiko ini memiliki maksud kepada Aiko, bagi Aether sebenarnya sangat bercuma untuk membuat sebuah kerja sama dengan orang seperti ini.  Tapi karena Cleo sudah menahannya membuat Aether tidak dapat bernuat apa-apalagi.


“jika memang harus bertindak mari memikirkan itu belakangan,” pikir Aether yang sudah melihat seperti ini.


Tapi belum sempat pelayan tersebut mengatakan  siapa yang datang sosok itu pun terlihat  itu adalah sosok anak kecil perempuan yang terlihat sangat sombong, anak tersebut terlihat di kawal oleh seorang kesatria merah yang sudah terkenal di kekaisaran bone.


“Earl Ole Sepertinya kau mulai sangat  berani dengan menyuruh pelayanmu untuk menyuruhku menunggu, “Ucap anak perempuan yang sepertinya sangat dihargai oleh paman dari Aiko.


Aether segera memberikan perintah kepada Cleo untuk menyuruh aik untuk menudur semanetara waktu tersebuut sehingga cleo yang merasakan memang waktunya untuk mundur,  memberikan Kode kepada Aiko untuk mundur saat ini.


Semua orang yan ada disana melihat paman dari aiko sangat hormat kepadanya sehingga orang orang seperti paman aiko lakukan tentu mereka berusaha untuk tidak melihat mereka dan terus menunjukkan tubuh.


Yang untungnya mereka terlihat tidak terlalu peduli dengan rombongan dari Aether karena mereka sepertinya sendan mencari sesuatu dari Leo paman dari aiko.


Walaupun terlihat Kalau paman dari Aiko menolak hal tersebut tapi si anak sendiri seperti sangat percaya diri dengan apa yang dia temukan dalam tempat ini.


Melihat suasana Hati dari sang putri dan melihat bagaimana mereka bisa meninggalkan tempat itu tampah ada yang mempersulitnya membuat Aether sedikit khawatir tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa karena tadi memang di luar kendali mereka.


“Aku benar benar takut kalau aku tidak bisa mendirikan kerajaan yang ditinggalkan oleh ayahku,” guman Aiko saat sampai di penginapan yang nantinya tempat mereka menginap.


“Tenanglah Masih ada hari esok, jika pun kau gagal mendapatkan pinjaman disini  pasti akan ada jalan untuk kita berhasil mendapatkan uang sehingga kerajaan maritengae dapat berdiri kembali,”


Aether sendikit memberikan nasehat kepada Aiko untuk tidak  terlalu memikirkan pemikirannya kepada Paannya, menurut Aether jika mental dari aiko lemah diawal maka ia akan kalah dalam hal kekuasan kepada pamannya Sehngga Aether berusaha membuat mental dari Aiko terjaga.


Ia terus memberikan beberapa nasehat kepada Aiko, hingga ia tertidur pulas beberapa hari ini sepertinya tidurnya sedikit terganggu sehingga saat Aiko memiliki kesempatan seperti ini ia terlihat sangat menikmati tidurnya.


“Bagaimana menurut kalian” tanya Aether.


“Mungkin ada beberapa pembunuh yang akan dikirimkan membunuhnya,” ucap Cobra.


“Aku setuju melihat bagaimana reaski dari sang earl pasti akan ada beberapa rencana pembunuhan terhadap aiko baik itu semakaran atau malam nanti.” Cleo juga berpendapat hla yang sama.


“Kalau begitu perketat saja penjagaan karena ia  masih ada yang harus mereka lakukan, di sekitar kota ini,” balas Aeter.


Tentu mereka berdua menuruti perkataan dari Aether,  sehingga mereka membagi tugas mulai mengawasi keadaan daerah sekitar kota saat itu.


Bersama dengan zegion mulai kota dan mencari daerah pelatihan unik khusus dari pasukan yang pernah Sandex tempati,  karena kota terlalu luas Aether akhirnya memutuskan untuk bertanya. Kepada salah satu prajurit.


Awalnya sang prajurit itu terlihat ragu namun saat merasakan kalau Aether sepertinya merupakan setaria yang sangat kuat akhirnya mereka memutuskan untuk tidak lagi menunjukkan lokasi dari pelatihan para penembak melainkan mengantar mereka secara pribadi.