VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
well of dream



Semua orang yang ada disana terkejut karena sebuah pekerjaan yang harus reyhan lakukan, debora mengatakan kalau sepertinya IA tahu hal itu, dan salah satu klan Vampir sepertinya  juga memilikinya.


“Hal itu biasanya ada hanya untuk memilih berbagai prajurit terbaik dari ras mereka,”  ucap Debora.


Ia berpendapat kalau memang ada baiknya Aether mengikuti pengujian itu dan ada baiknya Aether mendapatkan pengakuan dari para nenek moyang para elf sehingga itu akan semakin mempertegas kalau Aether memang layak untuk menjadi pemimpin di negeri ini kelak.


Aldo juga memiliki pendapat yang sama, bahkan Nomos juga mendukung Aether untuk segera mengikuti ujian para elf itu ia juga mengigatkan aether untuk tidak terlalu menhawatirkan apa yang ada disini.


“Santailah, karena walaupun nantinya kau tidak ada disini kami bisa menjamin kalau kami tidak akan kalah, setidaknya sebelum kau datang untuk melihat kekalahan kami,” balas nomos dengan sedikit bercanda.


“sepertinya perkembangan Gereja  belakangan ini membuatmu terlihat sedikit sombongnya,” ucap Aether membalas bercandaan dari Nomos.


“Anggap ini sebagai usaha menikmati hidup setelah mengalami banyak sakit kepala,” balas Nomos sedikit acuh tak acuh.


Sambil menunggu kedatangan dari Hilal mereka membicarakan beberapa hal terutama Masalah perang yang akan datang, tidak lupa Aether menanyakan masalah kelompok sasha yang masih belum hadir di tempat ini.


Yang ternyata mereka mendapatkan tugas untuk mengurus setiap masalah yang ada di benua tengah, walaupun mereka sudah memindahkan basis mereka  ke timur mereka tentunya tidak bisa asal melupakn apa yang ada di benua tegah sehingga mereka harus membuat beberapa rencana untuk mengurus berbagai hal yang ada disana.


Dan menurut Aether itu juga sebenarnya sangat masuk akal. Tapi ia ragu sepertinya ini Piko masih tidak terlalu malas untuk datang ke desa.


Tidak lama Hilal datang yang sepertinya sudah siap melakukan perjalannya karena mereka saat ini memang menunggu hilal di gereja mereka akan segera dipindahkan menuju gereja terdekat di mana tempat dulu para Wood  elf berada.


Tidak lupa Rangga harus selalu bersama dengannya karena itu akan menjadi tunggan terbaik untuk mereka nantinya. Semua orang disana menyambut Aether tapi karena saat ini Aether terburu buru sehingga Ia tidak memiliki waktu untuk menyambut mereka.


Aether Juga merasa mereka harus segera pergi meninggalkan tempat ini, karena pepatah lama mengatakan kalau waktu adalah uang sehingga saat ia keluar dari gereja ia segera mengeluarkan Rangga dan menyuruhnya terbang untuk segera ke tempat Para Wood elf.


Rangga sudah tahu akan lokasinya Sehingga dengan cepat ia mengarahkan dirinya  kesana, terlihat tidak ada yang berubah dari tempat ini, Sehingga Hilal cukup senang akan hal tersebut.


Walaupun ada beberapa Monster yang terlihat menggunakan Bekas bekas rumah yang mereka tinggalkan sebagai tempat bersembunyi hal itu terasa wajar karena memang mereka sudah meninggalkan tempat ini.


Hilal langsung diantarkan ke tempat dimana Aether akan mendapatkan ujiannya,  tempat itu memang terlindungi sebuah Barrier aneh yang membuat nya terlihat tidak ada sesuatu yang aneh saat memasukinya.


Dan tempat itu sepertinya memiliki beberapa pegangan yang membuat emang jika bukan  para wood elf yang membukanya itu mungkin akan mustahil untuk dilewati kecuali  orang itu memiliki level yang sangat tinggi.


Setelah Hal yang Hilal lakukan, muncul sebuah pohon besar yang dari tadi mereka berdiri disana pohon tersebut tidak ada, setelah pohon itu muncul, hilal terlihat mempersilahkan Aether untuk Maju.


[Anda baru saja menemukan salah satu rahasia para elf di masa lalu, hubungan anda dengan para elf akan semakin meningkat]


Sebuah pengumuman segera Aether dengan setelah melihat pohon itu, berarti tujuan mereka memang berada disana


Walaupun dengan kurang yakin Akan hal itu karena yang ada dalam harapan Aether adalah sebuah dungeon yang dimana Ia akan bertarung di dalam nya, sehingga saat ia di sadari hal seperti ini tentu ia sedikit kecewa dengan hal itu.


Tapi ia berusaha mendengarkan apa yang Hilal katakan, secara perlahan ia mendekati pohon itu dan duduk bersilah disana sesuai dengan instruksi yang diberikan kepadanya.


Ia terus menunggu, Ia sudah seperti sedang melakukan sebuah meditasi ia berusaha untuk setenang mungkin tanpa memikirkan apa- apa yang ada di sekitarnya.


Hingga ia bahkan mendapatkan sebuah pemberitahuan kalau ia sudah memasuki Sebuah dungeon rahasia.


[selamat anda baru saja memasuki dungeon well of dream.]


Sebuah dungeon dimana anda akan mengalami sebuah mimpi terburuk yang dialami  oleh seorang ksetaria terbaik oleh kerajaan para elf, kejadian ini adalah kejadian yang sangat di sesali sepanjang hidupnya, lewati semua itu dan buktikan Kau anda lebih lebih lanyak dari pada kesatria elf itu.


[tingkat kesulitan: A]


[hadiah penyelesaiaan:  sesuai dengan pencapaian yang kamu lakukan.]


[waktu penyelesaian  tidak ada}


“Sial,” ucap Aether membaca pesan ini.


Membaca deskripsi pesan itu saja ia sudah tahu kalau ini sama sekali tidak mudah.  Tapi sepertinya Aether tidak persilahkan untuk berpikir banyak area yang ada di sekitarnya segera berubah dimana ia langsung berada dalam sebuah medan perang, dimana ia terlihat sudah mengenakan sebuah baju sirah lengkap dan sebuah pedang dan sebuah Perisai di tangannya.


Ia segera memperhitungkan apa yang terjadi, dihadapannya saat ini terlihat seorang Elf yang sedang berpidato kepada pasukannya dan memberikan motivasi  untuk mereka bisa memenangkan pertarungan ini.


“Sepertinya ia menjadi salah satu petinggi dalam perang ini,” gumamnya setelah melihat kalau di sampingnya  hanya ada 4 elf yang sepertinya merupakan orang kepercayaan dari elf itu.


Aether terus mendengarkan pidatonya sehingga ia bisa mengetahui inti dari masalah ini, dan menemukan kalau sepertinya masalah apa yang terjadi Saat ini sama dengan apa yang mereka alami di desa.


Dan sepertinya orang yang menyerang mereka saat ini adalah guru dari Linch yang menyerang desa Sehingga ada kemungkinan Ini adalah kejadian dimana mereka bisa menyegel lich tersebut.


Aether merasa sangat frustasi saat mengetahui kalau ia tidak bisa logout setelah masuk dalam permainan ini ada kemungkinan setelah ia melaksanakan misi ini misi utamanya yang ada di desa akan berubah Sehingga ia perlu membuat ini sebagai sebuah streaming


Tapi apapun yang dia lakukan tidak berhasil sehingga mau tidak mau aEther harus mengikuti jalan cerita yang ada, dan ia berharap kalau Apa yang dia lakukan disini tidak berpengaruh dengan misi apa yang akan dijalankan.


“Rahim aku berharap Kamu dapat memimpin pasukan yang ada di daerah barat dengan baik sebagai seorang Barrier master aku berharap kamu bisa menjaga sentral kita agar musuh tidak bisa masuk melewati muh,” ucap pemimpin elf yang memberikan Mandat kepada Aether.


Yang sepertinya kali ini nama Aether sepertinya Rahim seorang barrier master, yang Aether berharap bisa menjaga daerah yang ditugaskan kepadanya