
Bagaimana Aether tidak kaget, pasalnya saat ini di hadapannya ia bertemu dengan salah satu pemimpin dalam Sebuah gereja, yang seringkali memberikan tugas-tugas penting kepada Para pemain.
Mereka disebut sebagai Archbishop, orang yang memiliki kepentingan tertinggi dalam Sebuah gereja. Setelah mereka bertemu, Aether langsung diajak untuk berbicara, Enzy sedikit menjelaskan tentang Aether Setelah itu mereka di berikan ruang untuk berbicara satu sama lain.
Aether sudah mulai terbiasa untuk berurusan dengan orang orang penting, Sehingga IA bisa mengontrol diri untuk terus berbicara dengan baik di hadapan orang-orang penting Setingkat Aleta dan yang lainnya.
Archbishop ini bernama vincent, Aether Sempat berusaha melihat seberapa tinggi levelnya entah itu karena levelnya yang terlalu tinggi atau Sesuatu hal, ia sama sekali tidak melihat levelnya kecuali namanya dan penjelasan kalau Vincent merupakan Seorang Archbishop.
Aether tidak berniat untuk terlalu banyak basa-basi dengan Vincent, dengan ia langsung mengeluarkan Item yang memang ia ingin berikan kepada gereja ini.
Gereja of gaia adalah salah Agama yang pernah berjaya pada zamannya, ia juga merupakan salah satu gereja yang paling vokal untuk berperang untuk melawan para pemuja iblis, sebagai gereja yang paling vokal untuk menyerang para pemuja iblis, sehingga mereka juga yang paling banyak mengalami kerugian dalam perang melawan Iblis di masa lalu.
Berbagai item-item mereka menghilang akibat perang, sehingga mengalami penurunan yang sangat besar, terutama saat Bishop yang seharusnya memimpin mereka ikut menghilang bersama dengan Item yang harus dimiliki sebuah gereja untuk memilih bishop selanjutnya.
Tidak adanya bishop yang dapat dipilih, membuat penurunan mereka menjadi semakin parah, dan sampai di titik seperti ini. Sehingga saat Aether mengeluarkan item yang didapatkan setelah membunuh ratu laba-laba.
Terlihat Vincent terlihat sangat emosional, saat melihat item itu walaupun sepertinya item itu telah tercemar.
Tainted Crown
Sebuah Mahkota yang berasal dari gereja Of gaia, mahkota yang digunakan oleh Para Bishop di gereja.
mahkota ini telah banyak tercemar oleh Energi jahat terlalu lama sehingga memerlukan kekuatan khusus untuk memulihkannya.
Classification: item khusus
“Kau masih bisa memulihkannya bukan?” Aether langsung menanyakan kepada Vincent tentang apakah Mahkota itu masih bisa dipulihkan.
Jika Vincent tidak bisa memulihkannya Maka Sudah dipastikan kalau Gereja ini tidak memiliki harapan lagi, mungkin butuh usaha jika mereka ingin kembali di kejayaan masa lalu.
Tapi Jika ia mengingat perkataan dari Baron Maka Seharusnya Mereka bisa menjadi bantuan besar jika para Iblis memang akan beneran bangkit. Apalagi jika dalam keadaan Seperti ini sudah dipastikan tidak ada orang orang yang menyusup dalam gereja.
Vincent tidak membalas pertanyaan dari Aether, ia langsung menunjukkan di depan Aether tentang bagaimana proses memulihkan mahkota itu.
Pembicaraan mereka Sedikit terpotong saat ada seorang anak yang melaporkan kalau salah satu teman mereka ada yang pingsan, Vincent langsung bergerak cepat untuk memeriksa keadaan anak anak yang ada disana.
Saat sampai di sana Sana sudah terlihat Enzy yang sedang memeriksa anak yang dimaksudkan, yang ternyata hanya kelelahan, dan menurut beberapa teman-temannya mereka terlalu kelaparan.
Kondisi ini terlihat sangat memperhatikan, Aether juga akhirnya paham Kenapa Sepanjang perjalan Jika Enzy terus berusaha membeli beberapa Roti dengan uang yang Aether berikan kepadanya.
Baik itu uang yang didapatkan saat berhasil mengalahkan para Bandit, ataupun uang yang DIdapatkan dari Enzy sebagai Imbalan karena telah membantu desa. Dengan dibantu Oleh bruce ia menukarkan Semua itu dengan berbagai roti.
Enzy sebagai orang yang satunya orang yang merawat mereka, setelah kepergian enzy selama beberapa Waktu semua pekerjaan yang seharusnya Enzy kerjakan, harus mereka kerjakan Sendiri, sehingga tidak banyak Anak-anak yang ada disana sedikit kelelahan akan hal itu, ditambah mereka yang memang sedikit kurang makan membuat semua itu menjadi semakin parah.
Mereka Semua yang ada di sana tidak ada yang mengerti kenapa Aether tiba-tiba menanyakan dapur di saat seperti ini, apalagi pembicaraannya dengan Vincent belum selesai.
Hanya Enzy yang mengerti tujuan dari Aether dan memerintahkan salah satu anak untuk mengantar Aether menuju dapur, dengan memberikan ekspresi tersenyum kepada Aether.
“Untuk sekarang Suruh anak-anak untuk memakan Roti yang kamu beli di jalan, dan Suruh mereka untuk menunggu di ruang Makan.”
Aether yang memang lebih lancar berbicara dengan Enzy langsung memberikan perintah yang Enzy sama sekali tidak bisa bantah.
Beberapa daging hasil buruan mereka di jalan masih ada di inventory dari Aether, Sehingga berniat untuk membuat anak Anak itu makan makan yang lebih enak.
Setelah selesai, ia bisa melihat anak-anak itu menunggu dengan sabar masakan dari Aether, namun Aether sedikit tidak Enak setelah melihat mereka tidak memakan roti yang Enzy berikan, namun saat Ia menanyakan alasan kenapa mereka tidak memakan roti itu, Aether langsung terdiam karena tidak menyangka Akan mendapatkan jawaban seperti itu.
“Kami menyusahkannya jika nanti kami kehabisan makan lagi,” jawab salah satu anak yang sepertinya paling dewasa disana.
Namun mereka kembali berulah saat Aether memberikan Makanan hasil masakannya, kembali mereka hanya memakan Sedikit, dengan Alasan Mereka menyisihkan itu untuk Vincent dan Enzy.
“Jangan khawatirkan mereka, karena mereka sudah mendapatkan jatahnya tersendiri.”
Aether berusaha menyakinkan mereka untuk menghabiskan makanan yang telah dia Sediakan, tapi Sepertinya mereka memang anak yang sangat baik Sehingga pembagian makan itu terlihat sangat teratur mereka sama sekali tidak berebut dan malah mendahulukan yang lebih tua.
“Makan om tidak enaknya?” tanya Aether.
“Enak banget Om,” jawab lagi salah satu anak yang ada disana.
“Kalau begitu om tidak mau tahu kalau Makanan itu tidak Segera habis Om tidak akan mau masak lagi ke kalian semua,” balas Aether dengan Sedikit memaksa.
Setelah mendapatkan ancaman seperti barulah mereka terlihat sangat bersemangat untuk segera menghasilkan makan, yang ada di meja. Momen-Momen seperti ini mengigatkannya kepada masa masa di mana saat ia masih kecil dan sangat kesusahan untuk mencari makan.
Setelah puas melihat anak-anak yang makan dengan lahap Aether kembali lagi ke dapur untuk memberikan Makanannya kepada Vincent dan Enzy, beberapa Kali saat mereka di jalan Enzy sudah merasakan bagaimana enaknya masakan dari Aether
Ia juga terus mendapatkan permintaan terima kasih dari Enzy yang dimaksudkan kepada Aether yang telah memasak untuk anak,
Saat Aether dan Enzy dalam sebuah pembicaraan serius, Perhatian dari Aether sedikit teralihkan Oleh Vincent yang sama sekali tidak mendengarkan pembicaraan mereka dan lebih Fokus untuk menghabiskan makanan yang telah Ia sediakan
“Kenapa setiap Npc berlevel tinggi ang kutemukan Tidak ada yang normal,” gumamnya
Sedangkan Enzy yang melihat arah pandangan Aether hanya bisa meminta Maaf karena tingkah dari Vincent yang seperti itu.