VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
muncul para petinggi dari gereja kegelapan



Belum selesai acara yang ada Aether sudah mendapatkan pesan dari  North yang ikut kesana kalau saat ini mereka mendapatkan masalah dan menyuruh Aether bersama dengan Aldo untuk segera bergerak menuju tempat itu.


Karena pesan mereka terdengar sangat mendadak membuat Aether juga bergerak cepat mereka semua yang ada disana dari Renata, sedap 1 dan aldo segera bergerak untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah sampai disana ia malah terkejut karena melihat tidak ada masalah yang terjadi, kepada mereka Sehingga membuat Aether bertanya alasan dri North untuk mengirim pesan tersebut kepadanya.


“Maaf, cukup ribet untuk menceritakannya,” Tapi sepertinya misi ini memang menghasilkan sesuatu yang sangat ribet.


“Tenang saja aku memiliki banyak waktu luang untuk mendengarkan ceritamu,” balas Aether.


Ini adalah misinya tentu ia akan meluangkan banyak waktu untuk menyelesaikannya, “Intinya para {Oni} memang mendapatkan pusaka itu, semua itu mereka lakukan setelah diancam oleh para petinggi dari greja kegelapan yang akan datang untuk mengambil pusaka tersebut, jika mereka tidak memberikan pusaka itu ada kemungkinan mereka akan di habisi.” Jelas North.


“Sedangkan untuk pesan tadi beberapa saat setelah sampai di tempat ini mereka menyambut kami dengan kurang baik, bahkan setelah mereka tahu kalau kami datang kesini untuk mendapatkan pusaka gaya kami juga mendapatkan serangan.


Jadi kami sempat terlibat beberapa pertikaian dengan mereka hingga enzy berhasil menemukan mereka dan membuat mereka bercerita apa- yang sebenarnya terjadi hingga mereka mealukan semua ini.


“Jika itu membicarakan para petinggi gereja kegelapan, itu bisa saja para npc berlevel 400 keatas,” ucap Aether mempertimbakan musuh yang mereka akan hadapi nantinya.


Mereka akan beruntung kalau orang yang datang adalah hanya seorang mungkin mereka masih ada kesempatan, tapi jika mereka datang berdua ada kemungkinan mereka akan benar benar di habisi disini.


“Jadi bagaimana?” tanya North.


“Kenapa enzy tidak menyuruh mereka untuk mundur atau mereka bisa saja untuk pindah ke desa?” balas Aether.


“Enzy sudah melakukannya, namun mereka menolak, dengan jika kita disini ingin berjuang maka mereka juga akan membantu walaupun itu taruhannya adalah nyawa,” jelas North


jika mereka pergi kedesa, walaupun nantinya mereka ditemukan, mereka masih memiliki kemungkinan yang besar untuk bertahan, walaupun desanya saat ini mungkin belum bisa untuk menghadapi gereja  kegelapan tapi jika mereka melakukan persiapan apalagi saat ini  mereka masih memiliki Nomos yang siap untuk bertarung dengan para npc level atas.


“Apa di hutan ini ada suku yang normal?” ucap Aether dengan frustasi, baginya itu adalah sebuah alasan yang tidak masuk akal untuk dia dengar.


“Mau seperti apapun itu, sepertinya ini tetaplah sebuah permainan.” Balas North kepada Aether.


Mereka merasa kalau semua ini telah diatur dengan baik Sehingga seseorang yang mengambil misi ini tidak bisa menghindari untuk bertarung dengan perwakilan dari gereja kegelapan.


Aether terlihat menarik nafas panjang, ia berusaha menenangkan diri dan mencari cara untuk mereka bisa mengatasi masalah ini.


“Minta kepada bruce untuk mendatangi, para dwarf dan minta tolong kepada mereka untuk meminta peralatan terbaik yang mereka miliki untuk melakukan sebuah pertarungan,” ucap north meminta North untuk bruce mencari bantuan dari para Dwarf.


Beberapa peralatan nya hancur dalam pertarungan melawan para Ogre, tentu ia berharap untuk mendapatkan yang lebih baik daripada peralatan cadangan yang dia miliki saat ini.


“Utamakan pedang, karena Aldo adalah orang yang mungkin bertarung paling banyak disini.”


Baru tadi Aether berniat untuk mengurangi pengaruh dari Aldo dalam melakukan pertarungan tapi sepertinya itu adalah hal mustahil karena lawan mereka seperti iya tidak menunggu mereka untuk bertambah kuat.


“Terus!” lanjut  north yang menunggu lajutan dari Aether.


“Berdoa,berharap mereka tidak datang,” ucap Aether sambil tersenyum.


Jujur aja Aether merasa sedikit frustasi karena misi ini, ia tidak menyangka kalau misi ini akan serumit ini. Jika dibandingkan pusaka pertama pusaka kali ini benar benar di luar nalar.


Semua orang yang ada disana bersiap untuk menunggu siapa yang akan datang kesini untuk melakukan pertarungan, Aether sedikit lemah setelah melihat adanya sebuah gerbang teleportasi yang terbuka entah dari mana.


Melihat semua itu mereka semua langsung bersiaga untuk melakukan pertempuran, tidak lama berselang mereka semua akhirnya muncul, orang pertama Muncul sepertinya seorang elf dengan sebuah tombak yang dia pegang.


Dan yang belakang nya Sepertinya seorang penyihir dengan kemampuan energi kegelapan yang sangat pekat. “Hahaha sepertinya kalian memang adalah orang yang sangat keras kepalanya,” ucap orang yang ada di belakang itu setelah  mereka lihat lagi sepertinya ia adalah seorang Oni.


Akhirnya Aether sepertinya memiliki sedikit gambaran Alasan kenapa Apra oni ini sedikit ngotot untuk bertarung sepertinya ada banyak cerita di belakangnya.


“Aldo cobalah untuk mengurus oni yang ada disana, untuk elf yang menggunakan tombak biarkan aku yang mengurusnya,” Ucap Aether tiba tiba.


“Yakin? Sepertinya Elf itu bahkan lebih kuat dari ku yang sekarang,” Balas Aldo.


Dengan santu pandangan saja ia sudah mengetahui Kalau elf yang Aether maksud adalah seorang pejuang yang sangat kuat.


“Yakin! jika kau punya rencana yang lebih baik aku siap mendengarkan rencanamu,” balas Aether.


“Terlepas dari itu saat ini aku benar benar ingin melawan sesuatu yang hebat untuk melonggarkan beberapa tulang ku yang patah,” lanjut Aether dengan sedikit bersemangat.


Aldo hanya mengankat bahu, tanda ia memang tidak memiliki rencana yang lebih baik, walaupun Elf itu kuat Oni yang ada di belakangnya jauh lebih kuat sehingga membutuhkan semua orang yang ada disini untuk menhentikannya.


“Enzy, cleo dan North tugas kalian hanya membantu Aldo, apapun yang terjadi kepadaku, fokus kalian hanya untuk membantu Aldo,” ucap Aldo memberikan arahan kepada teman temannya.


Dua orang itu terlihat bersemangat melihat Orang orang yang ada di hadapannya berniat melawan, “untuk Bocah elf itu, biarkan aku yang mengurusnya,” ucap sang elf yang sepertinya juga tertarik dengan Aether.


“Sangat jarang melihat mu tertarik kepada sesuatu, apa ia memang semenarik itu?” tanya rekannya.


“Tidak ada khusus, aku hanya tertarik melihat seorang elf yang menggunakan tombak dan mencapai level yang seperti itu.”


Dengan matanya yang seorang ahli tombak ia bisa mengetahui Kalau level dari spearmastary dari Aether sudah mencapai tingkat master, sehingga ia ingin melihat bagaimana perkembangannya.


“Tapi kau tahu kalau mereka harus mati bukan karena sudah berusaha melawan?” lanjut rekannya


“Tidak ada salahnya untuk merekrut seorang yang berbakat ke dalam gereja bukan?” Balas sang Elf.


“Terserah denganmu, aku hanya berharap kau tidak mengacau dalam misi ini karena itu akan sangat merepotkan dan membuat sang lord marah.


Yang mulai merapalkan mantra untuk melakukan penyerangan, sihir pertama yang dilakukan lawannya adalah dengan membuat sebuah pasukan dari mayat hidup, yang kebanyakan dari pasukan tersebut adalah para death knight.


Sang elf juga segera menerjang untuk menghadang setia serangan yang difokuskan untuk mengganggu rapalan dari rekannya itu.


Tapi Aether juga tidak diam setelah melihat serangan serangan dari rekannya di tahan, Ia segera mengeluarkan salah satu skill nya yaitu [Milky way] sehingga IA segera melesat bersama mbaknya Sehingga elf tersebut dapat mundur dan para temannya bisa melakukan serangan.


“Lawanmu adalah Aku,” tutup Aether dengan memberikan postur menatang.


Dan bersiap untuk bertarung dalam pertarungannya yang sesungguhnya.