
Sebenarnya Aether sama sekali tidak mengharapkan apa-apa dengan menggunakan skil god speednya, tapi ia mengharapkan perhatian sepenuhnya dari naga tersebut dengan kata lain ia berusaha mengarahkan semua agro kepadanya.
Dan Arjuna dari Jauh sedang bersiap dengan sebuah skil yang sepertinya sebuah skil yang sangat kuat, “aku sudah mendengar dari Katek kalau orang ini adalah orang gila tapi aku tidak tahu kalau IA akan segila ini,” gumamnya menunggu momentum yang Aether berikan kepadanya.
“Apa dalam game ini mereka sama sekali tidak memberikan sebuah pekerjaan yang bisa dikerjakan lebih mudah,” gumam Aether yang merasakan semenjak ia masuk dalam permainan ini ia sama sekali tidak pernah mendapatkan sebuah quest yang bisa dikerjakan sambil bersantai.
Semua quest yang ia kerjakan saat ini minimal tingkat c, sehingga tentu tidak akan mudah, tapi terlepas dari itu semua karena quest yang ia kerjakan seberat itu levelnya saat ini terus mendekati para pemain yang lebih dulu bermain dengannya.
Contoh kecil saja beberapa kali quest yang ia kerjakan akan menaikkan levelnya lebih dari lima kali, sedangkan dalam berbagai perjalan yang ia lalui Aether sama sekali tidak mengambil jalan yang mudah karena memang ia yang berusaha untuk menaikkan levelnya.
Kembali dalam pertarungannya dengan naga itu, sebenarnya tujuannya bukan untuk mengalahkan sang naga, tapi membuat sang kaisar sang goblin itu Jatuh. Ia beruntung sang goblin itu sepertinya tipe penyihir kegelapan.
Karena beberapa skillnya yang berhubungan dengan kegelapan berusaha menyerang Aether, tapi karena Aether memiliki status Faith yang lumayan tinggi dan weapon Aura yang dia miliki cukup berguna melawan sihir seperti ini membuatnya dapat menangkap semua itu dengan mudah.
“Aku berharap julukan mu sebagai pemanah yang handal bukanlah sebuah isapan cerita omong kosong belaka.”
Setelah merasa waktu yang tepat [Milky way] segera ia aktifkan ia awalnya tidak mempedulikan sang goblin yang terus menempel di kepala sang naga tiba-tiba merubah serangannya kepada sang goblin.
Terlihat goblin itu panik, dan segera mengaktifkan sebuah penghalang yang membuatnya berharap bisa menghalangi serangan dari Aether, tapi Aether memang tidak berharap serangan itu mengenai sang goblin.
Serangan dari Aether menghantam perisai dadakan dari sang goblin, tapi sikil [Milky way] dari AEther membuat lawan yang terkenanya terlempar dan itu lah yang di tunggu dari Arjuna.
Melihat itu Arjuna langsung mengeluarkan skil terbaik yang dia miliki, skil ini membuatnya melepaskan sebuah anak panah tunggal yang memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar, serangan Aether hanya berhasil untuk menghancurkan penghalang dan melemparkan sang goblin dari punggung sang naga.
Sehingga sang Goblin saat ini menjadi sebuah target tunggal yang bisa dibunuh dengan mudah oleh Arjuna, tapi sebenarnya target arjuna bukanlah goblin itu melainkan Orp yang digunakan sanga Goblin
Dan “BAAM,” Arjuna berhasil mengenai orc tersebut tepat sasaran, sehingga sebuah skil dukungan yang membuat semua Goblin itu kembali melemah,
Sekarang yang menjadi masalah baru adalah Sang naga skeleton ini menjadi tidak terkendali, dan semakin membuanya semakin buas, tapi AEther tidak peduli akan hal tersebut, karena selama mereka tidak lagi berada di pihak lawan itu sudah cukup.
“Mana dari kalian yang beragapan kalau mereka akan kalah?’’
“Sangat terlihat kalau mereka kembali membuat arah pertempurang kearah yang lebih baik,”
“Aku tidak percaya mereka benar-benar keluar dari situasi buruk ini,”
“Sepertinya ini akan benar-benar menjadi kemenangan mereka,”
Semua orang mulai kembali senang dan para viewer kembali bersemangat melihat kalau perang ini mengarah ke arah dimana mereka bisa menang, semua orang yang meremehkan Aether tadi kini terdiam dan sangat kagum tentang berbagai perubahan rencana cepat yang dia lakukan dalam perang
“Kalian sudah tahu apa yang perlu kalian lakukan bukan,” ucapnya kepada Zegion, kumara, dan Bruce.
“Ya,” balas mereka serempat, dan segera bergerak untuk melakukan tugasnya.
Tentu Maksud Aether ia ingin bergantian lagi dengan Aldo, walaupun IA ragu Aldo dapat menang, karena kekebalan serangan sihir dari Aldo juga cukup tinggi seharusnya Aldo dapat bertahan atau setidaknya membuat monster itu menjauh dari tempat ini.
“Dalam beberapa kesempatan aku mulai tidak menyukaimu bos,” ucap ALdo yang mengutarakan kalau Aether benar benar menekspolitasi dirinya.
“Kalau kau bisa membuatnya menjauh dari tempat ini aku akan mencarikan sebuah pandai besi baru untuk membuatkanmu senjata yang cocok untuk gaya bertarung yang baru ini,” ucap AEther menekan aldo.
“Bagus karena aku hanya berharap kau tidak berbohong” balas Aldo yang sekarang bersemangat.
“Kalau kau tidak keberatan bisa kau bantu PEtku dari jauh?” ucapnya kepada ARjuna yang mengikut ke belakangnya.
“Aku sudah mengirimkan Katek untuk memberikan bantuan,” balas Arjuna.
Mereka saat ini sedang berusaha untuk membuat peperangan ini cepat usai, sehingga mereka berniat untuk mengalahkan sang PAhlawan Goblin, kini Wico sama sekali tidak memiliki tambahan kekuatan dan berusaha melawan.
Setelah melihat mereka dari dekat, ather tahu kalau Aqua sepertinya mati, karena yang bertarung sekarang hanya 3 orang lainnya, dan sepertinya seseorang baru saja bergabung saat ia bersama dengan arjuna berusaha mengurus sang kaisara Goblin.
Dan yang Aether cukup kenal dengan orang tersebut, yang tidak lain adalah sangarak yang sepertinya telah sampai sebagai bantuan sebelum perang ini dapat selesai.
Seperti biasa Aether memulainya dengan melemparkan tombaknya sehingga perhatian kembali kepadanya.
“Sepertinya kau berada dalam keadaan yang cukup memprihatinkan,” ucapnya mengejek Wico yang sedang dalam keadaan terpojok.
“Kalian jangan senang dulu aku sama sekali belum kalah,” balasnya yang sepertinya ia berniat untuk masuk dalam keadaan bersereknya.
“Walaupun dalam keadaan seperti itu, itu sama sekali tidak akan membuatmu unggul,” ucap Arjuna.
“Sepertinya itu adalah serangan terakhirku, sisanya aku akan serahkan kepada kalian,” lanjutnya meminta izin kepada yang kalau ia ingin berusaha mengendalikan serang kepada pasukan goblin yang tersisah.
Arjuna sebenarnya lebih unggul dalam pertempuran melawan kelompok dan tidak cocok melawan satu target seperti ini, sehingga setelah melihat Kalau Aether dapat menutupi keberadaanya.
Sehingga merasa kalau ada baiknya ia menggantikan posisi Aether yang memipin arah pergerakan pasukan, dan AEther setuju akan hal itu sehingga ia membarkan arjuna mengambil alih pasukannya.
“Sialan, pantas saja kekuatan pasukan ini akan sangat hebat,” gumamnya setelah melihat bagaimana isi dari pasukan dari Aether.
Yang terdiri dari berbagai Ras yang saling membantu, bahkan Arjuna sempat ragu kalau mereka akan mendengarkannya jika ia adalah orang yang memberikan perintah.